ID180528

SENIN 28 mei 2018

24

Investor Daily/EMRAL

Tandean Rustandy Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tbk

T erlahir sebagai keluarga sederhana di Pontianak, Tandean Rustandy selalu ingin melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dua puluh lima tahun ia membangun perusahaan keramik sehingga menempati posisi tiga besar di Indonesia. Tandean ingin perusahaan yang ia besarkan bermakna terhadap bangsa dan negara, serta masyarakat. Sebagai pemimpin, Tandean menomorsatukan ketulusan. Keinginannya adalah untuk memberikan kontribusi berarti dengan prinsip hidup melayani, bukan dilayani. Untuk menyelami lebih dalam sosok Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tbk ini, berikut petikan wawancara wartawan Investor Daily Ridho Syukra dan Hari Gunarto , serta fotografer Emralsyah di kantornya, Jakarta, beberapa waktu berselang. Apa filosofi Anda dalam mengelola perusahaan? Sejak awal PT Arwana Citramulia Tbk didirikan, kami memperhatikan pentingnya dampak sosial ( social impact ) perusahaan. Perusahaan tidak boleh hanya bertujuan mencari keuntungan semata. Kita tahu bahwa tujuan berbisnis adalah untuk create value . Orientasi create value adalah bukan pada diri pengusaha, tapi terhadap masyarakat serta para pemangku kepentingan perusahaan. Seorang pengusaha menciptakan lapangan pekerjaan itu biasa tetapi harus yang memiliki value sehingga, pada gilirannya, karyawan juga dapat menciptakan value yang

kehidupan manusia hanya semata- mata kasih anugerah Tuhan. Berarti Anda cenderung egaliter? Ya dan tidak. Saya mengajarkan beberapa prinsip hidup kepada tim kami. Tim di bawah kami boleh tidak berpendidikan tinggi karena satu dan lain sebab, tapi harus punya prinsip bahwa pendidikan anaknya harus lebih baik dari orang tuanya. Saya juga memandang hubungan dagang harus fair dan tidak boleh ada perlakuan istimewa. Dan terakhir dan terpenting adalah tanggung jawab kepada tim kami untuk selalu memelihara dan melestarikan lingkungan dimanapun mereka berada. Obsesi Anda yang belum tercapai? Terus terang masih banyak. Salah satu obsesi saya adalah ingin Indonesia manjadi bangsa yang mandiri dan bermartabat. Mempunyai pemimpin-pemimpin yang berjiwa besar dan meletakkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Siapa yang paling berjasa dalam hidup Anda? Ibu, lalu istri saya. Saya sebut istri saya karena tidak mudah hidup berumah tangga dengan orang seperti saya. Selain kesibukan bekerja, saya juga sering terlibat kegiatan di bidang sosial dan pendidikan. Sekarang ini saya duduk di Global Advisory Board and Council dari University of Chicago Booth School of Business. Demikian juga di Yale University School of Management, dan juga masih berhubungan aktif dengan almamater saya, University of Colorado Boulder. Di kantor Anda banyak sekali lukisan. Adakah makna

menjawab kalau ada pertanyaan kenapa saya tidak memperluas bisnis masuk ke sektor lain. Saya tidak berminat meski hal itu bisa dilakukan. Dasar pemikiran yang saya jalankan adalah bukan ingin Arwana menjadi yang terbesar, tetapi ingin Arwana menjadi yang terbaik. Selain itu, saya menjalankan prinsip melayani dan punya kepedulian untuk melihat ke bawah. Rasa kepedulian sosial itu sendiri bukan untuk mencari nama, tapi adalah kewajiban sebagai seorang yang beriman kepada Tuhan untuk mengasihi sesama. Sebesar apa kepedulian Arwana terhadap lingkungan? Kami berkomitmen untuk terintegrasi dengan bagaimana kami menjalankan bisnis. Karena dengan begitu, Arwana baru akan bisa menghasilkan produk bagus yang mendatangkan cash flow yang sehat bagi perusahaan. Arwana sudah sering mendapatkan penghargaan di bidang lingkungan dan penghargaan-penghargaan tersebut jadi pendorong semangat kami untuk lebih peduli lagi. Saya meletakkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas teratas agar apapun yang Arwana kerjakan ujungnya akan berkualitas. Moto hidup Anda? Saya punya dua moto utama, yaitu sederhana itu adalah yang terbaik, memanusiakan manusia dan manusia dimanusiakan. Sebagai manusia, kita harus saling menghargai dan mengasihi karena yang membedakan hanya posisi kita di atas atau di bawah karena semua kesempatan di dalam memperhatikan kelestarian lingkungan. Komitmen ini

keluarga dan selalu meluangkan waktu. Apabila ada momen khusus keluarga besar, saya pasti akan menyempatkan diri hadir. Kelak Anda ingin dikenang sebagai apa? Sebagai guru, karena guru adalah sosok yang paling mulia, dihormati dan berjasa. Pandangan Anda tentang prospek bangsa ini ke depan? Kuncinya adalah cinta bangsa kalau kita ingin maju. Selalu cinta dan bangga terhadap bangsa ini, negeri yang kaya raya dalam kebudayaan, sumber daya alam dan manusia. Harus benar-benar mencintai produk dalam negeri dan jangan merasa inferior terhadap asing. Sejauh mana kesiapan industri keramik menghadapi revolusi industri 4.0? Kami sudah lama mengantisipasi dengan mesin- mesin berteknologi tinggi. Itu pun saya tidak percaya revolusi industri 4.0 bisa menggantikan tenaga manusia, justru melengkapi. Yang lebih dibutuhkan industri di Indonesia adalah mengurangi biaya transportasi dan biaya energi supaya bisa kompetitif. Infrastruktur yang masih lemah membuat biaya transportasi dan energi sangat mahal sehingga mempengaruhi daya saing. Fokus kami justru investasi pada mesin-mesin yang hemat energi dan ramah lingkungan. Lingkungan dan energi adalah sumber daya pemberian Tuhan yang harus dimanfaatkan dengan baik. Bagi industri keramik khususnya, energi memakan biaya terbesar sehingga untuk bertahan harus bisa seefisien mungkin. Oleh karena itu, lingkungan dan energi masuk dalam lima strategi pertumbuhan Arwana. Saya mulai membangun Arwana pada tahun 1993 dengan kapasitas awal delapan ribu meter persegi per hari. Saat itu, harga per meter perseginya Rp 11 ribu atau US$ 5,2. Kondisi Arwana sekarang ini, dengan portofolio produk yang sangat kompleks, harga jual rata-ratanya Rp 32 ribu per meter persegi atau US$ 2,7, dan kami bukan saja survive bahkan bertumbuh. Sedangkan banyak sesama produsen keramik yang tutup. Hal ini karena tim di Arwana harus mempunyai prinsip bekerja di depan problem agar bisa melayani pasar, stakeholders dan masyarakat secara optimal. Satu pabrik kami ada di Sumatera dan empat di Jawa sehingga kami lebih dekat dengan konsumen dan biaya transportasi menjadi rendah. Kami terus berupaya untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan kuantitas supaya konsisten menjaga harga jual yang terjangkau untuk semua masyarakat Indonesia. q

berkelanjutan. Yang tercipta kemudian adalah tempat kerja sebagai rumah. Rumah berarti adanya rasa memiliki dan keinginan untuk memberikan hasil yang terbaik. Apapun yang kami lakukan harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, kami juga mempunyai strategi pertumbuhan yang berkelanjutan, karena kami menyadari bahwa semua berasal dari Tuhan, mulai dari lingkungan, energi hingga sumber daya manusia. Sebagai perusahaan publik, kami juga berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang transparan dan trustworthy . Dengan kesadaran tersebut, sudah seharusnya kami bekerja dengan tulus dan fokus supaya bisa memberikan sesuatu yang bermakna dan bernilai. Bisa diceritakan kiat sukses Anda dalam meniti karier dan membangun perusahaan? Saya tidak berani menyebut Arwana sudah sukses, meski bisnis kami terus bertumbuh. Sampai hari ini pun saya tidak berani mengatakan diri saya sukses. Semua yang telah dicapai adalah karena anugerah Tuhan. Saya berusaha melakukan segala sesuatu dengan suka cita, disiplin dan bertanggungjawab kembali kepada Tuhan. Sampai hari ini, saya terlibat dalam perusahaan meski memiliki tim profesional. Ini bukan karena saya tidak percaya mereka, tapi untuk lebih lagi meningkatkan daya saing Arwana sebagai produsen keramik low cost . Kalau saat ini Arwana yang paling efisien di Indonesia, saya ingin menjadikan Arwana yang terefisien di dunia. Kiat ini sekaligus akan

Nama: Tandean Rustandy

khusus dari lukisan-lukisan itu? Ada burung elang. Pada cuaca kurang baik, pada umumnya burung selalu mencari tempat berteduh tetapi elang akan terbang sangat tinggi di atas dari kondisi cuaca buruk . Ini artinya elang memiliki mental untuk mencari jalan keluar pada waktu menghadapi masalah. Pemimpin harus punya visi jauh ke depan. Ketika sudah mencapai usia tertentu, elang merontokkan bulu-bulu sayap, paruh dan cakarnya. Artinya dia tahu bahwa tidak mampu bersaing dan harus beristirahat. Lalu ada foto pemimpin Tiongkok, Deng Xiaoping. Saya respek kepadanya karena punya sikap yang tidak pendendam, berjiwa besar dan rendah hati walaupun ia dan keluarganya sempat diasingkan oleh lawan politiknya. Dia juga menjadi pemimpin yang mengajarkan keterbukaan dan Tiongkok bisa sedemikian maju karena gerakan reformasi yang dicanangkannya. Lukisan kerbau menarik beban. Kerbau adalah binatang yang sangat bekerja keras dan ulet. Pemimpin juga harus punya mental berjuang, bekerja keras dan tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tokoh lain yang saya kagumi adalah Franklin D Roosevelt (FDR). Presiden Amerika Serikat yang membawa negaranya keluar dari masa krisis ekonomi dahsyat 1929, The Great Depression, dan menjadi negara yang sangat maju . Bagaimana Anda membagi waktu untuk keluarga? Dengan segala kesibukan yang Tuhan percayakan, syukurlah istri saya mengerti. Saya berkomitmen untuk memberi perhatian kepada Award (2011) dari University of Chicago Booth School of Business. l The Best CEO Runner Up (2009) dari Business Review. l Indonesia’s Young Entrepreneur of the Year (2002) dari Ernst & Young. l Honorary Citizen of Boulder (1987). Pendidikan l Bachelor of Science, University of Colorado Boulder. l Master of Business Administration, University of Chicago Booth School of Business. Penghargaan l Sustainability Awards Outstanding Alumni (2017) dari University of Colorado Boulder. l Distinguished Alumni Service Award (2014) dari Leeds School of Business, University of Colorado. l Indonesia’s Third Best CEO (2014) dari Finance Asia. l Distinguished Entrepreneurial Alumni

Investor Daily/EMRAL

B agi Tandean Rustandy, orang pokok. Alasannya sederhana, singkong mudah ditanam dan diolah, serta nikmat disantap tanpa harus disertai lauk atau tambahan makanan lain. Latar belakang kehidupan masa kecil di Pontianak membuat Tandean Rustandy dekat dengan makanan yang oleh sebagian kalangan masih dianggap sebagai makanan masyarakat kelas bawah. Semasa kecil, ia terbiasa makan singkong, sampai sekarang pun ia lebih cenderung memilih singkong daripada nasi dan kurang menyukai daging. Ayah dua orang anak ini menceritakan bahwa ia sangat bersyukur selama 25 tahun menjalankan perusahaannya, ia baru nomor satu PT Arwana Citramulia Tbk, singkong adalah pangan yang sudah seperti makanan

dua kali tidak masuk kerja. Pria yang meraih gelar MBA dari sekolah prestisius University of Chicago Booth School of Business harus pandai membagi waktu berada di pabrik-pabrik Arwana, pelayanan dan tugas-tugas universitas di luar negeri. Tandean Rustandy sangat disiplin dalam urusan makan. Ia rutin mengonsumsi buah-buahan dan rajin berolahraga. Olahraga yang sering dilakukannya antara lain berenang dan bersepeda. Selain mengolah fisik agar lebih sehat, Tandean Rustandy juga senantiasa mengisi waktu luang, terutama saat travelling , dengan kegiatan membaca. Kegemarannya adalah membaca buku autobiografi

untuk melihat dan belajar kisah perjalanan hidup sosok-sosok terkemuka.( dho)

Made with FlippingBook - Online catalogs