SP160730

Utama

Suara Pembaruan

2

Sabtu-Minggu, 30-31 Juli 2016

Pergantian Jaksa Agung dan Kepala BIN

P erombakan kabinet akan berlanjut pada pergantian pim- pinan lembaga nonkemen- terian, setelah Presiden Jokowi mengganti dan merotasi sejumlah menteri. Sumber SP di pemerintahan menyebutkan, Presiden bakal mengganti Jaksa Agung dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pergantian dua pimpinan lem- baga itu akan dilakukan berbarengan. Sumber itu mengatakan, peng- gantian Jaksa Agung dipastikan bakal dilakukan setelah seleksi dan evalu- asi tertutup dari Presiden Jokowi. Menurutnya, besar kemungkinan Jaksa Agung tetap diisi oleh jaksa

karier, bukan orang dari luar Kejaksaan. “Keinginannya (calon Jaksa Agung) tidak berafi- liasi dengan partai politik atau tidak berpolitik. Presiden tentu ingin menempatkan the right man on the right place menjadi penuntut umum ter-tinggi,” ujar sumber itu di Jakarta, Sabtu (30/7). Sumber tersebut tidak berani membeberkan siapa-siapa saja jaksa yang sedang diseleksi dan dipelajari Presiden secara tertutup. Ketika dis- inggung nama Kajati DIY Tony Tribagus Spontana, sumber tersebut hanya mengatakan, Presiden Jokowi percaya kepada tenaga muda dalam

memimpin institusi negara. “Kita lihat saja nanti siapa yang ditunjuk menjadi Jaksa Agung,” katanya. Sumber itu tidak menampik ketika disinggung pergantian Jaksa Agung bakal dilakukan bersamaan dengan pergantian Kepala BIN Sutiyoso. Dia menilai spekulasi mengenai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dan biasa dalam iklim demokrasi. “Yang pasti Presiden tahu betul persoalan kinerja kabinet dan menyiapkan penyegaran agar program-program pemerintahan ber- jalan sebagaimana yang diinginkan,” ungkapnya. [E-11]

Kota Tua Jadi KawasanWisata Internasional

[JAKARTA] Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertekad untuk menjadikan Kota Tua sebagai kawasan wisata sejarah unggulan Jakarta yang bertaraf internasional. Setiap orang bisa melihat sejarah Jakarta di Kota Tua, karena di kawasan tersebut banyak terdapat museum dan bangunan-bangunan bersejarah. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta terus melanjutkan program revita- lisasi Kota Tua dengan menata rapi kawasan itu. Selain merenovasi gedung-gedung tua dan bersejarah, kawasan Kota Tua akan disulap menjadi tempat wisata seperti kota -kota di Eropa. Para pedagang ditata agar bisa berjualan dengan tertib, pedestrian diperlebar, dan sejumlah taman akan dibangun demi kenyamanan aktivitas wisatawan yang berkunjung. Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan revitalisasi Kota Tua di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Hal tersebut terlihat dari beberapa persiapan yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait tugas mereka masing-masing dalam proyek tersebut. Kepala Unit Pelaksana (UP) Kota Tua, Norviadi S Husodo mengatakan, saat ini di kawasan Kali Besar yang merupakan lokasi akan dimulainya revitalisasi Kota Tua sudah dilakukan test soil (tes lahan) oleh Dinas Tata Air DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan data soal daya dukung tanah di kawasan tersebut dan sekitarnya. “Kemudian, untuk kawasan Pasar Ikan dan sekitarnya kami sudah melakukan pengamanan pagar keliling di sekitar Pasar Hexagon, pelelangan ikan, dan kawasan Aquarium,” kata Norviadi kepada SP di Jakarta, Sabtu (30/7). Tidak hanya itu, katanya, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta juga sudah mulai melakukan sosialisasi pengalihan arus lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut. Selanjutnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya untuk melakukan pendampingan pelaksanaan di lapangan.

“Hal itu dilakukan agar dapat menyelamatkan cagar budaya yang ada di sekitar kawasan Kota Tua dan SKPD lainnya simultan melak- sanakan tugasnya sesuai instruksi Gubernur,” ujarnya. Dijelaskan, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 36 tahun 2014 tentang Rencana Induk Kawasan Kota Tua, secara keseluruhan kawa- san Kota Tua yang akan direvitali- sasi seluas 334 hektare. Konsep revitalisasi itu mengacu kepada konsep pengembangan Kota Tua dalamUU nomor 11 tahun 2010 tentang Penataan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Wisata Sejarah dan Cagar Budaya. Namun, untuk jumlah perbandingan antara aspek komersial dan permukiman yang berada di sana, pihaknya harus melakukan kajian mendalam terle- bih dahulu supaya bisa mengetahui angka perbandingannya. “Tetapi, diupayakan lebih besar untuk kawa- san cagar budaya dan wisata, yang tentu saja di dalamnya ada aspek komersial dan tetap perlu adanya pemukiman,” katanya. Kawasan Kali Besar di Kota Tua akan direvitalisasi menjadi taman di tengah kota yang sarat

akan kegiatan pendidikan, seni, dan lingkungan. Revitalisasi Kota Tua dimulai dari kawasan Kali Besar, karena selama ini revitalisasi yang dilakukan oleh Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) dan Jakarta Endowment for Arts & Heritage (Jeforah) terfokus pada revitalisasi gedung tanpa menyentuh lingkungan di sekitarnya. Revitalisasi Kota Tua sudah mulai dikerjakan sejak dua tahun lalu. Menurut Norviadi, selama ini yang menjadi kendala dalam pelak- sanaannya adalah karakter bangun- an yang sebagian besar sudah berusia sangat lama. “Pe r l u ke c e rma t an dan kehati-hatian dalam merevitalisasi, mengonservasi, dan merenovasi bangunan-bangunan tua itu sesuai dengan kaedah pelestarian bangun- an cagar budaya,” katanya. Kendala lain, status kepemilikan bangun- an-bangunan tersebut sebagian besar merupakanmilik BadanUsahaMilik Negara (BUMN) dan swasta. Saat ini, pihaknya sudahmenges- timasi anggaran untuk revitalisasi di Kota Tua sebesar Rp 200 miliar. Dana itu tidak berasal dariAnggaran PendapatanBelanjaDaerah (APBD),

tetapi dari sponsor berupa pihak swasta, yakni terkait dengan kewa- jiban pengembang. Groundbreaking Sementara, GubernurDKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama aliasAhok mengatakan, saat ini pihaknya segera melakukan groundbreaking untuk pembangunan Kota Tua di kawasanKaliBesar itu. Pembangunan di kawasan tersebut akan dilakukan oleh Sampoerna Land sebagai kewajiban mereka sebagai pengem- bang karena menaikkan Koefisian Lantai Bangun (KLB). Sedangkan, untuk revitalisasi gedung, ujarAhok, akan dikerjakan oleh masing-masing pemilik. “Mereka mau mulai hanya saja butuh waktu dua tahun pembangun- annya, karena ternyata begitu besar. Tidak bisa selesai setahun,” ujar Ahok. Dikatakan, pihaknya memiliki konsep revitalisasi Kota Tua seba- gai tempat wisata sejarah andalan Jakarta yang bertaraf internasional. Ahok ingin setiap orang bisa meli- hat bagaimana sejarah Jakarta di Kota Tua, mengingat di kawasan tersebut banyak terdapat museum

dan bangunan-bangunan bersejarah. “Tetapi, harus tertata rapi. Tidak boleh jorok. Pedestrian juga cukup dan tamannya cukup.Apalagi, kami sudah memuutuskan kalau pedes- trian harus besar dan lebar semua. Cuma mobil saja yang jalurnya sama,” kata dia. Untuk penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kantong-kantong parkir kendaraan, Pemprov DKI akan menatanya di Jalan Cengkeh dan Jalan Tongkol, termasuk taman-taman yang akan dibangun di sana. Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan, untuk merevitalisasi Kota Tua agar menjadi wisata ung- gulan, Pemprov DKI Jakarta harus terlebih dulu memiliki visi yang jelas. “Harus ada visi yang jelas, apa yang mau direvitalisasi dan ditonjolkan. Apakah Pemprov akan menonjolkan gedung-gedung, budaya, atau keduanya? Selain itu, Pemprov juga harus menginovasi nilai bisnis di kawasan wisata itu,” kata Yayat. Dikatakan, saat ini wisata tanpa nilai ekonomi akan sulit diminati orang, baik pihak investor atau pengelola gedung dan bangunan maupunmasyarakat. “Kota Tua juga harus mempunyai nilai bisnis. Kalau perlu, bisa dijadikan ajang festival yang kreatif dan modern, misalnya mengajak warga mencari Pokemon di sana. Itu hal kreatif yang bisa memancing antusiasme warga untuk datang,” ujarnya. Direktur Eksekutif Indonesia Water Institute, FirdausAli berpan- dangan, Kota Tua merupakan wisata unggulan yang sangat potensial apabila dapat direvitalisasi dan dikelola dengan baik. “Hampir semua negaramengedepankanwisata historis untuk menarik minat wisa- tawan. Singapura, contohnya. Kita juga memiliki Kota Tua yang bila direvitalisasi dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat wisata unggulan bertaraf internasional,” ujarnya. Untuk itu, ujarnya, ada enam hal yang harur direvitalisasi dan dikelola di kawasan Kota Tua, yakni lingkungan kebersihan, transportasi, gedung, kuliner, infrastruktur taman dan jalan, serta keamanan,” ujarnya. [D-14/161]

SP/Joanito De Saojoao Gedung-gedung di kawasan Kota Tua yang tengah direnovasi sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi kawasan itu sebagai destinasi wisata unggulan. Foto diambil Jumat (29/7).

Made with FlippingBook HTML5