SP181002

Suara Pembaruan

Utama

2

Selasa, 2 Oktober 2018

Soal Pengganti Sandi, Gerindra-PKS Sepakat?

P erebutan kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang kosong setelah ditinggal Sandiaga S Uno dikabarkan sudah tak panas lagi. Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan telah menemui Ketua Majelis Syuro DPP PKS Salim Se- gaf Al Jufri. Keduanya telah menyepakati siapa yang akan mengisi kursi wagub DKI Jakarta. “Pak Prabowo sudah ber- bicara dengan ustaz Salim.

Sudah selesai masalahnya,” kata sumber SP di Jakarta, Senin (1/10) malam. Dika- takan, masalah wagub DKI sudah diselesaikan, karena setelah pertemuan itu Salim Segaf tam- pak tersenyum. Menurut dia, pertemuan Prabo- wo dan Salim berlangsung tertutup. “Namun, setelah selesai pertemuan, Pak Prabowo bilang ke saya, pe- gang komitmen saya, ustaz,” ujar sumber itu menirukan

ucapan Salim Segaf. Terkait manuver Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, sumber itu meyakini bahwa Wakil Ketua DPRD DKI itu bakal Prabowo sejak awal sudah menandatangani kesepakat- an dan memberikan instruk- si agar kursi wagub DKI menjadi milik PKS. “Arti- nya, ini sebagai komitmen Prabowo kepada PKS dan tunduk kepada ke- putusan Prabowo. Dikatakan,

memang itu adalah hal yang telah disepakati sebelum- nya,” ujar dia. Seperti diketahui, PKS sudah mantap mencalonkan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto untuk menggantikan posisi Sandiaga Uno. “Saya kira, nama telah diserahkan, tinggal fraksi PKS di DPRD DKI berkomunikasi dengan fraksi-fraksi lain dan pim- pinan,” katanya. [W-12]

Tim Berupaya JangkauWilayah Terisolasi

[JAKARTA] BadanNasional Penanggulangan Bencana (BNPB)menyebutkan sampai hari ketiga pascabencana masih ada tujuh kecamatan di Kabupaten Sigi yang teriso- lasi karena longsor dan jalan terbelah. Kondisi di lapangan pascagempa dan tsunami di Sulteng menyulitkan proses pencarian dan penyelamatan korban. Namun demikian, pemerintah berupaya keras untuk fokus dalam pena- nganan darurat. Dua kawasan perumahan yakni Balaroa dan Patobo yang ambles hingga lima meter sudah tersentuh tim evakuasi. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, hari ini ada penambahan tiga batalion pasukan untuk mengawal distribusi logistik hingga ke daerah-daerah terisolasi. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo PurwoNugro- ho tujuh kecamatan yang terisolasi adalah Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selat- an, Dolo Barat, Dolo Selatan, Gumbasa, dan Salua. “Kami sedang upayakan untuk mengirimkan bantuan logistik, obat-obatan dan alat berat ke lokasi,” katanya melalui pesan singkat, Selasa (2/10). Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial (Kemsos), Margowiyono, mengungkapkan, pihaknya berusaha menembus lokasi yang belum tersentuh pena- nganan darurat meski medan ke lokasi sangat sulit. “Kita berusahamenembus Donggala. Karena memang lokasi menuju ke sana sangat sulit. Kita berusaha melaku- kan pelayanan dan penjang- kauan ke daerah terisolasi,” katanya saat dihubungi di lokasi gempa Palu, Selasa (2/10). Margowiyono mene- gaskan, Kemsos berusaha semaksimal mungkin mem- bantu pengungsi dalam fase penanganan darurat ini. Menurutnya kondisi bencana

di Palu Donggala ini berbeda dengan Lombok. “Di Sulawesi Tengah ini terjadi tanah bergerak, gempa dan tsunami. Korban pun diperkirakan masih akan terus bertambah,” ucapnya. Sekitar 307 taruna siaga bencana (Tagana) pun sudah diterjunkan di lokasi bencana. Senin (1/10) lanjutnya, di Balaroa yang mengalami tanah ambles dan bergerak sudah didirikan dapur umum. Untuk logistik, beras reguler dari Kemsos sudah dikeluarkan 15 ton. Semen- tara itu, dalammasa tanggap darurat, Gubernur boleh mengeluarkan cadangan beras pemerintah sebesar 200 ton dan bupati 100 ton. Saat ini Kemsos juga telah membangun tenda serba guna untuk rumah sakit darurat, membagikan 40 velbed untuk pasien yang bergeletakan di halaman RSU Antatuka, menyiapkan dapur umumdanmenetapkan posko induk sosial. Kemarin, Sutopo meng- ungkapkan, ada enam priori- tas penanganan pascagempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala. Enam prioritas tersebut yakni, melanjutkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pemakaman jenazah yang saat ini ada di rumah sakit, percepatan pemulihan jaringan listrik, percepatan pengadaan bahan bakar mi- nyak (BBM) terutama untuk genset dan operator seluler. Selain itu, dilakukan pula distribusi logistik dan makanan untuk pengungsi dan percepatan jaringan komunikasi. “Tim SAR gabungan di- koordinasikan untuk melaku- kan evakuasi, penyelamatan dan pencarian korban di Sigi, Donggala, Balaroa, Patobo, Mal Ramayana, Restoran Dunia Baru dan Pantai Talise Mercure,” katanya. Masa tanggap darurat ditetapkan sejak 28 Sep- tember- 11 Oktober 2018 dan bisa saja diperpanjang

dan di Patobo 744 rumah. Rumah-rumah di Patobo ini lanjut Sutopo, terbawa arus lumpur yang mengalami fenomena likuefaksi atau tanah bergerak. Likuefaksi terjadi sebagai dampak lanjutan dari gempa dengan kekuatan besar dan terjadi pada kondisi tanah dengan kepadatan batuan lunak. Sementara itu, dari peta analisis segmen di wilayah Donggala goncangan gempa lebih besar dibanding Palu, kondisinya bisa jadi lebih parah. Namun, informasi dan kondisi terkini di Donggala belum dapat dipastikan kare- na jaringan komunikasi dan listrik masih lumpuh. Selain menyebut tujuh kecamatan di Kabupaten Sigi yang terisolasi, Sutopo juga menyatakan bahwa dampak gempa Palu dan Donggala ini juga meluas hingga Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Di sana dilaporkan satu orang meninggal dunia, 185 rumah rusak berat, 22 rusak sedang dan 92 rumah rusak ringan. Tambah Pasukan TNI menambah tiga batalion pasukan pengamanan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bantuan pasukan pengamanan dikirimkan untuk memastikan keamanan dan kondusivitas wilayah bencana serta menjamin ban- tuan sampai kepada korban bencana gempa bumi dan tsunami. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengung- kapkan, dirinya sudah mem- berikan pengarahan kepada seluruh pasukan yang diki- rim untuk dapat membantu mempercepat pergerakan perekonomian masyarakat setempat. “Caranya, dengan mengawal segala aktivitas, baik itu di kota palu dan Donggala maupun wilayah kecamatan atau desa yang masih terisolasi,” katanya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/10), Dijelaskan, seluruh pasuk-

an yang sudah dikirimkan ke kota bencana. Selain untuk memastikan pengamanan penyaluran bantuan, pasuk- an juga bertugas menjaga objek-objek vital. Apalagi pascagempa terjadi aksi penjarahan di toko-toko serba ada. Jumlah personel satu ba- talion antara 700 hingga 1000 orang, biasanya dipimpin seorang mayor senior atau letnan kolonel. Sore ini, Panglima juga akan langsung berangkat bersama Menko Polhukam ke Sulteng untukmemastikan rasa aman masyarakat dan mengawal distribusi logistik hingga ke daerah-daerah terisolasi. Meski BNPB menyata- kan masih ada wilayah yang terisolasi, Menko Polhukam Wiranto menyatakan wilayah yang terisolasi akibat gempa sudahmulai dibuka dan dapat diakses. Jalur darat sudah dapat dilalui oleh masyara- kat sehingga memudahkan bantuan disalurkan kepada korban. “Sekarang daratnya sudah baik. Sekarang tak terisolasi, daratnya sudah bisa,” katanya, Senin (1/10). Ia menjelaskan gempa Palu belum termasuk bencana nasional. Pasalnya pemerin- tah daerah (Pemda) masih berjalan. Kantor polisi dan TNI juga masih aktif. Status bencana nasional ditetapkan jika pemerintah provinsi, kabupaten dan kota tidak berfungsi. ”Cukup berfungsi. Saya sudah ketemu gubernur sendiri. Dari kemarin sudah aktif, tapi aktif dalam artian fokus penanganan bencana. Bencana nasional dinya- takan jika daerah enggak berfungsi, seperti di Aceh dulu. Ini gubernur masih sehat, kantor masih ada, staf masih ada, hanya shock sebentar. Penanganan tetap di daerah, pemerintah pusat sebagai pendamping, seperti di Lombok,” jelas Wiranto. [R-15/R-14/Y-7]

menyesuaikan kondisi di lapangan. Penerbangan dari bandara Palu sudah dibuka untuk operasional terbatas dan diprioritaskan untuk distri- busi bantuan dan mobilisasi relawan. “Percepatan jaringan komunikasi dan listrik pun diharapkan bisa selesai dua hari ini,” ucapnya. Sutopo mengungkapkan memang perlu waktu dalam penanganan darurat. Pi- haknya pun mengaku ingin cepat memenuhi semua yang dibutuhkan dalam fase ini, namun kondisi di lapangan menyulitkan. Misalnya saja, bandara hanya bisa dilandasi pesawat kecil, pelabuhan masih rusak, banyak kendaraan di lokasi namun sopirnya tidak ada karena ikut mengungsi dan

menyelamatkan keluarganya. “Kita pasti berkejaran dengan waktu mencukupi kebutuhan dasar, cuma me- mang perlu waktu,” katanya. Dampak gempa membuat dua kawasan perumahan yakni Perumnas Balaroa dan BTN Patobo ambles. Proses evakuasi di dua kawasan pe- rumahan yang berdiri berjarak 2,6 kilometer dari sesar Palu Koro itu sangat sulit. “Kita belum tahu jumlah korban di situ. Ada rumah yang ambles 5 meter ada pula jalan yang naik setinggi rumah. Proses evakuasi sulit dan dilakukan manual,” katanya. Sutopo menyebut, saat gempa terjadi mekanisme naik dan turun. Turun 5 meter dan naik 2 meter, akses ke lokasi pun sulit. Fenomena tanah amblas di Balaroa melanda 1747 rumah

Made with FlippingBook Annual report