ID161125

jumat 25 NOVEMBER 2016

24

Beritasatu Photo/Uthan A Rachim

jungi 131 ribu agen tersebut. Tim BTPN di lapangan ini menerapkan geospatial mapping system , mobile based application , dan portal based application . Di samping itu, tim kami ini menerapkan fraud management system , anti money laundering system , dashboard management untuk monitor- ing performance agen,” jelas dia. Salah satu agen BTPN Wow! yang memiliki performa baik adalah Titus Ismono, seorang wiraswasta di Ke- lurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman. Titus adalah agen BTPN Wow! pertama di Yogyakarta. Saat ini dia memiliki 106 nasabah. “Dulu saya ini tukang ojek. Setelah berkembang saya buka layanan Tar- una Taxi Motor yang menyediakan jasa ojek. Saya juga buka warung. Saya tertarik jadi agen BTPN Wow! karena pernah ada orang BTPN yang mampir ke warung saya dan menawarkan lay- anan tersebut. Nasabah pertama saya pun adalah istri saya,” kata dia. Titus menjelaskan, untuk menarik minat masyarakat menjadi nasabah, dia memberikan penawaran kepada setiap orang yang membuka reken- ing BTPN Wow! senilai Rp 15 ribu akan mendapat paket sembako. Dia mengaku senang menjadi agen BTPN Wow! karena selain mendapat komisi, dia ikut mendukung programpemerin- tah untuk mensosialisasikan program menabung kepada masyarakat. “Nasabah saya ini berasal dari beragam latar belakangan. Ada ibu rumah tangga, pedagang, dan mahas- iswa. Penjual nasi goreng gerobak yang sering lewat warung saya juga jadi nasabah. Setiap malam usai dagang keliling, penjual nasi goreng ini menyetor uang penghasilan untuk ditabung,” jelas Titus. Kinerja BTPN Wow! juga mendapat apresiasi secara internasional. Pada September 2016, BTPN masuk dalam daftar 50 perusahaan di seluruh dunia yangdinilai telahmelakukankinerjabaik dalamhal menyelesaikanmasalah sosial dan memperoleh keuntungan. (th) tambahan saat bertransaksi dengan mudah, cepat, dan aman,” ujar dia. Sebagaimana layaknya mobile bank- ing , DooEt+ dilengkapi dengan berba- gai macam fitur umum yang dapat diakses oleh nasabah, dari cek saldo, bayar tagihan, beli voucher pulsa, transfer dan lain sebagainya. Namun ke i den t i kan DooEt + yang memberikan nilai tambah dan keunikan tersendiri adalah nasa- bah dapat memiliki virtual account hanya dengan mendaftarkan nomor handphone -nya dan dapat langsung dikaitkan dengan tabungan. Selain itu, aplikasi DooEt+ dapat diunduh melalui Google Play atau App Store dan nasabah hanya harus register denganmelengkapi data pribadi sesuai data pada saat pembukaan rekening. “Meningkatnya manfaat dari ap- likasi DooEt+ tersebut tentunya akan memberi keuntungan karena nasabah dapat menggerakkan dananya setiap saat antara akun tabungan dan akun virtual,” tambah dia. (ris)

YOGYAKAR TA – PT Ba n k Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melalui layanan BTPN Wow! terus berinovasi dan menambah jum- lah agen, untuk mendukung program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Okto- ber 2016, jumlah agen BTPN Wow! mencapai 131 ribu. Senior Vice President Sales Manage- ment Head BTPN Mohammad Reza Rizal menjelaskan, BTPNWow! adalah layanan perbankan bagi mass market yang memanfaatkan teknologi telepon genggam. Layanan ini didukung oleh jasa agen sebagai perpanjangan tangan BTPN untukmeningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok Indonesia. BTPNWow!adalahrekeningtabungan yang dapat diakses dengan menggun- akan segala jenis handphone GSM(tidak harus smartphone ), dan bisa melakukan transaksi dimana saja, walaupundengan sinyal satu garis. Dengan menabung di BTPNWow!, nasabah dapat melakukan pembukaan rekening, tarik dan setor uang melalui agen bank dengan biaya yang sangat murah. “Sampai Oktober 2016, jumlah agen BTPNWow! mencapai 131 ribu dan 2,1 juta nasabah. Kunci sukses ekspansi BTPNWow! adalah edukasi dan sosial- isasi terusmeneru kepadamasyarakat, tentang manfaat yang mereka peroleh dari produk layanan ini,” kata dia pada media briefing mengenai BTPN Wow! di Yogyakarta, Kamis (24/11). Reza menjelaskan, perseroan mengembangkan layanan BTPNWow! sejak tahun 2012. Pihaknya juga terus memonitor agen secara sistematis un- tuk menjaga kesinambungan layanan yang menjangkau masyarakat yang belumberbank daerah-daerah di Jawa, Sumatera, dan Bali. “Para agen adalah mitra kami. Un- tuk memonitor kinerja mereka, kami memiliki tim sekitar 2.000 orang di lapangan yang secara rutin mengun- JAKARTA – PT Bank QNB Indone- sia Tbk meluncurkan layanan aplikasi mobile banking bernama DooEt+. Lay- anan ini dibuat untuk memudahkan nasabahnya untuk bertransaksi. “Inovasi baru ini merupakan wujud dari fokus bank untuk terus mengem- bangkan layanan perbankan yang lebih mengedepankan teknologi di ranah digital banking,” kata Head of E-banking & Non Traditional Channel Bank QNB Indonesia R Andi Kartiko Utomo dalam siaran pers yang diter- ima Investor Daily , Kamis (24/11). Dia menjelaskan, DooEt+ adalah direct one-on-one electronic transaction , yang dikembangkan oleh Bank QNB Indonesia dengan latar pemikiran bahwa setiap individu dapat melak- ukan transaksi dimana saja dan kapan pun tanpa harus selalu datang ke bank untuk melakukan setiap kegiatan finansialnya. “Dengan keberadaan DooEt+, seba- gai mobile banking Bank QNB Indone- sia, nasabah mendapatkan manfaat

Sinarmas MSIG Life Serahkan Donasi Kepada Guru Head of Marketing & Strategic Office Sinarmas MSIG Life, Ruth Nainggolan (kanan), menyerahkan bantuan Personal Accident Sinarmas MSIG Life (PAS) secara simbolis kepada Guru Intervensi Dini, Peni Rahayu (tengah), didampingi Kepala SD Pantara, Fajriyatul Hidayah (kiri) dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di Jakarta, Kamis (24/11/2016). Setiap penerima polis mendapatkan asuransi kecelakaan dengan nilai pertanggungan Rp 100 juta selama satu tahun. Melengkapi apreasiasinya kepada para tenaga pengajar, Sinarmas MSIG Life juga memberikan pemeriksaan kesehatan dasar kepada para guru di Sekolah Pantara. Bentuk apresiasi Sinarmas MSIG Life juga diwujudkan dengan mengajak siwa SD Pantara untuk menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada para guru melalui lomba puisi “Senyum untuk Guruku”.

MENEPIS ISU RUSH MONEY

yakni ke sektor korporasi dalam ben- tuk kredit infrastruktur dan kepada rakyat kecil dalambentuk kredit usaha rakyat (KUR). Oleh karena itu, dia berharap, kondisi politik yang memanas dan isu- isu tidak bertanggungjawab tersebut segera hilang sehingga iklim investasi bisa lebih baik. Dampak dari mem- baiknya iklim investasi adalah kepada perekonomian nasional yang akhirnya berdampak ke sistem perbankan. Dampak ke Perbankan Syariah Sementara itu, Direktur Utama PT BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengungkapkan, pasca berhem- busnya isu rush money , belum terjadi dampak yang signifikan terhadap bank syariah. “Di BNI Syariah belum ada penarikan dan pemasukan DPK yang melonjak,” kata dia. Rush Money atau penarikan uang secara besar-besaran berhembus pasca adanya demonstrasi besar-be- saran 4 November 2016 dan men- jelang demonstrasi selanjutnya pada 2 Desember 2016. Belum ada informasi resmi yang menyatakan aksi tersebut akan dilakukan denganmemindahkan uang secara besar-besaran keluar dari perbankan atau memindahkannya ke bank syariah.

yang menjamin simpanan tersebut, asalkan masih berada di bawah Rp 2 miliar. Oleh karena itu, dengan adanya isu rush money atau tidak, pihaknya senantiasa mengkam- panyekan agar nasabah menyimpan uang di perbankan daripada di rumah. “Kampanye kami lakukan secara rutin melalui media sosial,” ujar dia. Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, sistem perbankan Indonesia susah untuk digoyahkan. Apalagi, dengan isu bohong yang tidak berdasar. “Pengala- man krisis membuat perbankan In- donesia lebih solid dan susah untuk digoyahkan,” kata dia. Dia juga menyayangkan akan beredarnya isu tersebut secara masif di media sosial. Pasalnya, apabila hal tersebut terus dibiarkan akan menganggu ketertiban umum. “Bukan hal yang baik, apabila sistem perb- ankan goyang hanya karena imbauan yang tidak bertanggungjawab,” tegas dia. Perbankan, menur ut Kar tika merupakan salah satu pilar pemban- gunan dan ekonomi nasional. Apabila ada gangguan di sistem perbankan, maka dampaknya akan luas sekali,

Oleh Gita Rosiana

JAKARTA – Pengalaman krisis di masa lampau dan solidnya sistem perbankan Indonesia diharapkan bisa menepis isu rush money yang beredar akhir-akhir ini. Kedua hal tersebut juga menjadi jaminan bagi nasa- bah akan keamanan simpanannya yang terdapat di perbankan.

asalnya tersebut, menurut Samsu merupakan ajakan yang tidak ber- tanggung jawab. Dia menilai, orang yang menyebarkan hal meresahkan tersebut seharusnya diproses men- urut hukum. Dengan melihat berbagai faktor tersebut, Samsu mengungkapkan tidak ada alasan bagi nasabah untuk menarik uangnya dari sistem perb- ankan. Apalagi, menempatkan uang di rumah atau di luar sistem keuangan merupakan hal yang berisiko. Pas- alnya, tidak ada jaminan uang akan aman dari risiko kebakaran, peram- pokan, dan risiko lainnya. Berbeda halnya dengan simpanan di perbankan, LPS menjadi lembaga

Sekretaris Lembaga Penjamin Sim- panan (LPS) Samsu Adi Nugroho mengungkapkan, kondisi perbankan Indonesia saat ini masih sangat baik. Dari sisi kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) tercatat 22% dan merupakan salah satu tertinggi di dunia. Begitu pun dari sisi indikator lain, seperti rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) yang tercatat 3,1% dan dana pihak ketiga yang terus bertumbuh hingga mencapai Rp 4.669 triliun. “Hal ini menunjukkan kalau kondisi perbankan Indonesia baik sekali,” ujar dia kepada Investor Daily , Kamis (24/11). Ajakan rush money yang belum jelas

Investor Daily/ANTARA FOTO/HO/pd/16

KREDIT KOMERSIAL DAN UKM

Cuma karena BCA belum berpengala- man di sana, ya perseroan akan men- jalankan KUR sambil belajar,” jelas dia. Suwignyo menjelaskan, pada awal tahun BBCA menargetkan dapat mem- bukukan penyaluran KUR Rp 1 tri- liun sepanjang tahun 2016. Hanya terkait kesiapan infrastruktur, perseroan akhirnya baru secara resmi menjadi penyalur KUR pada September lalu. Adapun saat itu, secara resmi selain BCA terdapat 11 lembaga jasa keuan- gan lain yang turut lolos untuk sistem informasi kredit program (SIKP). “Ya karena itu, kemungkinan realisasi kami akan dibawah target tahun ini,” ujar dia. Dalam tahap awal ini, menurut dia, perseroan akan menyalurkan KUR dengan cara indirect menggandeng ko- perasi atau joint financing dengan anak usaha perseroan, yakni PT BCA Finance. “Misalnya, dengan koperasi BCA mengincar kredit produktif dari para pensiunan. Sedangkan, kalau JF dengan BCA Finance itu untuk nasabah yang membutuhkan pembiayaan kendaraan produktif,” ungkap dia. (dka)

dibanding saat ini,” ujar dia disela acara Wayang for Student di Jakarta, Kamis (24/11). Data analyst meeting emiten berkode BBCA ini menunjukkan, secara yoy laju pertumbuhan kredit komersial dan UKM menyentuh 4,4% sampai akhir kuartal III- 2016. Namun jika dipantau secara year to date (ytd), kenaikan di segmen tersebut justru baru sebesar 0,2% dibanding posisi Desember 2015 yang sebesar Rp 146,24 triliun. “Dari nominal Rp 146,51 triliun pada September lalu, posisi antara komersial dan UKM hampir imbang. Perbedaan plafon saja kalau komersial itu di atas Rp 10 miliar, tapi kami ada rencana un- tuk melakukan penyesuaian ke depan,” ungkap Suwignyo. Berkaitan dengan upaya mengincar ruang pertumbuhan yang lebih baik, se- cara spesifik untuk UKM dari Suwignyo mengungkapkan, pihaknya sudah men- jadi salah satu bank yang resmi menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR). “Tidak hanya menggarap KUR jenis ritel, kami juga mencoba masuk KUR mikro.

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan ruang pertum- buhan kredit usaha kecil dan menengah (UKM) maupun segmen komersial yang lebih tinggi pada 2017 dibandingkan tahun 2016. Adapun hingga September lalu, total kredit komersial dan UKM dari bank golongan bank umum kegi- atan usaha (BUKU) IV ini mencapai Rp 146,51 triliun, naik 4,4% secara year on year (yoy). Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, kondisi perlambatan kenaikan kredit yang terjadi secara industri juga tidak jauh berbeda dengan penyaluran kredit di perseroan. Ter- utama itu, dari sisi laju pertumbuhan seg- men UKM dan kredit komersial. Saat ini pun, BCA memilih lebih fokus menjaga pergerakan rasio pembiayaan bermasa- lah yang ada di segmen tersebut. “Sampai akhir tahun ini, kemungkinan kredit SME dan komersial kami masih melambat. Jadi dengan bisnis kredit yang bergantung dengan keadaan eko- nomi, dari BCA berharap pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat lebih baik

Wayang for Student Direktur BCA Suwignyo Budiman (ketiga dari kiri) bersama General Manager CSR BCA Inge Setiawati (ketiga kanan) dan Kepala Museum Nasional Intan Mardiana (dua kiri) serta dalang wayang golek, Adi Kanthea (kanan) mem- perkenalkan tokoh pewayangan disela pagelaran “ Wayang for Student” di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (24/11). BCA mengajak 600 siswa siswi dari SMP dan 6 SMU wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk mengenal wayang lebih dalam melalui sejumlah pagelaran dan kompetisi Vlog serta membuktikan komitmen untuk melestarikan wayang sebagai kebudayaan Indonesia yang sarat akan nilai moral.

Made with FlippingBook Annual report