ID200629-P

24 >>

10 >>

15 >>

money & banking

energy

markets & corporate

SENIN 29 JUNI 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

Oleh Arnoldus Kristianus , Leonard Cahyoputra , dan Nida Sahara

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

JAKARTA-- Ekonomi Indonesia bakal terhindar dari resesi jika kegiatan ekonomi kembali bergulir dan dana stimulus ekonomi dikucurkan lebih cepat. Setelah minus 3,8% kuartal kedua, ekonomi akan menggeliat dan kembali positif pada kuartal ketiga dan keempat.

SCAN DISINI

Joko Widodo

Agus Gumiwang Kartasasmita

Febrio Kacaribu Shinta Kamdani

Sunarso

Rully Setiawan

macro economics

3,8%), pada kuartal III kami masih akanmelihat pertumbuhan ekonomi di kisaran 0%, lalu kuartal IV mung­ kin ada peluang untuk bisa di atas lagi misalnya 3%,” ujar Febrio dalam diskusi di Jakarta, Sabtu lalu (27/6). PSBB Jawa Barat juga telah be­ rakhir pada 26 Juni 2020. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan ke depan tidak ada lagi PSBB di seluruh provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Tanah Air ini. Kepu­ tusan tersebut di antaranya karena angka reproduksi (Rt) Covid-19 su­ dah di bawah 1 selama enamminggu. Sementara itu, berdasarkan peta zonasi risiko Covid-19 di tiap kabu­ paten/kota per 21 Juni 2020 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Pen­ anganan Covid-19, sebanyak 112 ka­ bupaten/kota sudah tergolong zona hijau (tidak terdampak dan tidak ada kasus baru). Sedangkan 188 ka­ bupaten/kota berisiko rendah, 157 risiko sedang, dan 57 risiko tinggi. “Ada tren membaik dari kon­ disi kabupaten/kota terkait in­ feksi Covid-19. Akhir Mei 2020, dilaporkan sebanyak 108 kabu­ paten/kota dengan risiko tinggi, dan hanya 46,70% kabupaten/kota yang tidak terdampak dan risiko rendah. Tetapi, kemudian terjadi pergerakan menuju perbaikan, pada 21 Juni dilaporkan yang tidak terdampak dan risiko rendah sudah mencapai 58,37% atau sebanyak 300 kabu­ paten/kota,” ucap ahli epidemiologi dan informatika penyakit menular dari tim Gugus Tugas Dewi Nur Aisyah, pekan lalu. Sampai dengan 21 Juni lalu, lanjut dia, terdapat 308 kabupaten/kota yang tidak ada kasus meninggal, di luar yang tidak terdampak atau tidak ada kasus.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dan para pimpinan lembaga untuk memi­ liki sense of crises . Indonesia kini dalam situasi sulit. Dana stimulus sebesar Rp 695,2 triliun yang sudah dialokasikan har us secepatnya dicairkan agar rakyat yang kehi­ langan pekerjaan dan jatuh miskin mendapatkan bantuan sosial, dunia usaha mendapatkan dana stimulus, dan sektor kesehatan mendapatkan dana pemulihan. Pencairan dana stimulus yang cepat akanmendorong terealisasinya proyeksi ekonomi Indonesia tahun ini yang diperkirakan masih positif, menyusul mulai menggeliatnya kem­ bali ekonomi seiring pelonggaran ataupun berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Ekonomi Indonesia tahun 2020 diperkirakan masih bisa tumbuh 0,55%, dengan rinciannya adalah pertumbuhan kuartal I ter­ catat 3%, kuartal II diproyeksikan ter­ kontraksi 3,8%, pada kuartal III akan membaik menjadi 0% dan kuartal IV tumbuh 3%. Selainmenggeliatnya kembali kegi­ atan ekonomi mulai Juni dengan tetap dilakukan protokol kesehatan ketat, ekonomi Indonesia tahun 2020masih bisa tumbuh 0,55% dengan didukung gelontoran bantuan sosial yang men­ dorong kembali daya beli masyarakat dan pencairan stimulus kepada dunia usaha. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Fe­ brio Nathan Kacaribu mengatakan, pelonggaran PSBB dengan transisi di Jakarta Juni ini danberakhirnyaPSBB di daerah lain telah menunjukkan tanda-tanda perekonomian Indonesia akan lebih baik dari kondisi Maret sampai Mei lalu. “Ini dengan catatan kondisi pada Mei lalu memang menjadi titik terendah, dan diharapkan kondisi perekonomian pada Juni tidak lebih buruk dari Mei. (Setelah ekonomi kuartal II-2020 diproyeksikan minus

Porsi Berbagi Beban BI- Pemerintah Tunggu Konsultasi dengan DPR dan BPK Bank Indonesia (BI) menegaskan siap berbagi beban ( burden sharing ) dengan pemerintah terkait dengan penyediaan pendanaan untuk penyelamatan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. >> 5

infrastructure

Penumpang Bandara AP II Diprediksi Naik 25% PT Angkasa Pura/AP II (Persero) memproyeksikan jumlah penumpang di 19 bandara kelolaannya pada Juli 2020

dapat meningkat berkisar 20-25% dibandingkan bulan sebelumnya.

>> 12

Bersambung ke hal 2

digunakan oleh pedagang pasar atau para pelaku usaha. Bank BRI juga bekerja sama para pelaku usaha konveksi di wilayah­ wilayah setempat atau para mitra binaan untukmemproduksi masker sehingga dapat mendorong produk­ tivitas dan keberlangsungan usaha di tengah pandemi. Bank BRI yang memiliki komit­ men untuk fokus terhadap pember­ dayaan UMKM di Indonesia tidak tinggal diam melihat kondisi saat ini. Perseroan telah mengimple­ mentasikan berbagai strategi dalam rangka mendukung pemerintah menyelamatkan UMKM. Handayani menegaskan, BRI akan terus meningkatkan peran aktif dalam mendukung aktivitas pelaku UMKM dalam rangka men­ dukung upaya pemerintah untuk menumbuhkan kembali perekono­ mian nasional.

Bank BRI. Pada tahap pertama penyaluran masker dilakukan di pasarpasar tradisional di Jabodetabek dan selanjutnya akan dilakukan di pasarpasar tradisional di seluruh Indonesia. Bank BRI memanfaatkan keberadaan Agen BRILink yang tersebar di setiap wilayah untuk memastikan bantuan masker da­ pat tersalurkan langsung ke para pedagang pasar. Selain itu, Agen BRILink juga melakukan sosialisasi tentang penggunaan masker. Sebelumnya, Bank BRI melalui program BRI Peduli Penanganan Covid19 telah menyalurkan 1 juta masker gratis bagi para pedagang pasar tradisional. Penyaluran dilaku­ kan melalui kantorkantor cabang dan unit kerja di setiap wilayah di seluruh Indonesia. Masker yang di­ berikanmerupakanmasker dengan spesifikasi bahan kain yang nyaman

Dalam sinergi ini Bank BRI ikut menyalurkan bantuanmasker gratis kepada pedagang pasar tradisional dan masyarakat (konsumen) yang berbelanja di pasar tradisional baik mitra binaan Bank BRI maupun pedagang pasar yang tergabung dalam Asosiasi Pasar Tradisonal Indonesia (Asparindo). Sebagai Bank yang memiliki komitmen ter­ hadap pengembangan UMKM, BRI memiliki perhatian lebih terhadap keberlangsungan usaha para pelaku UMKM yang berada di pasar yang mana mereka adalah bagian dari penggerak ekonomi nasional. “Kami menyambut baik sinergi ini. Keselamatanmasyarakat adalah yang utama ( people’s first ) sehingga kami terus mendorong para peda­ gang untuk selalu aware dengan protokol kesehatan yang memadai untuk keselamatan bersama,” ung­ kap Handayani, Direktur Konsumer

JAKARTA – Bank BRI terus meningkatkan peran aktif dalam mendukung aktivitas dan produk­ tivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di situasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Dukungan diwujudkan dengan ikut aktif dalam Gerakan Pakai Masker (GPM) yang dibentuk untuk me­ nyalurkan bantuan masker gratis kepada pedagang pasar tradisional dan masyarakat (konsumen) yang berbelanja di pasar tradisional. GPM sendiri berdiri dibawah naungan Perkumpulan Semua Peduli Bangsa (PSPB) yang diket­ uai oleh Sigit Pramono. Dalamorga­ nisasi tersebut terdapat para bankir senior, pelaku industri keuangan, profesional, maupun tokohtokoh Nasional. Gerakan ini secara virtual diresmikan di pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Provinsi Banten pada Sabtu (27/06/20120).

>> harga eceran rp 9.000 (berlangganan Rp 160.000 /bulan)

www.investor.id

>> Investor Daily EDISI 2020 No. 5514

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

2 INTERNATIONAL SENIN 29 JUNi 2020

(Investor Daily/AFP/Chandhaa Kannan

seluruh dunia sejauh ini sama den- gan jumlah kematian akibat influenza setiap tahunnya. Fase Baru Kasus-kasus awal virus corona Cov- id-19 terkonfirmasikan pada 10 Januari 2020 di kotaWuhan, Tiongkok. Infeksi dan kematiannya kemudian melonjak di Eropa, lalu di AS, dan kemudian di Rusia. Wabah ini sekarang memasuki fase baru. India dan Brasil sekarang ber­ juangmelawan lebih dari 10.000 kasus baru per hari. Kedua negara tersebut menyum- bang sepertiga lebih dari seluruh kasus baru dalam satu pekan terakhir. Brasil melaporkan rekor 54.700 kasus baru pada 19 Juni 2020. Sejumlah peneliti memperkirakan jumlah kema- tian di Amerika Latin dapat menembus 380.000 pada Oktober nanti, dari seki- tar 100.000 hingga pekan lalu. Total jumlah kasus di Amerika Latin terus naik sekitar 1%-2% per hari dalam sepekan terakhir. Tapi jauh turun dari di atas 10% pada Maret 2020. Sejumlah negara seperti Tiongkok, Selandia Baru, dan Australia juga melaporkan kasus-kasus baru dalam sebulan terakhir. Tapi lebih banyak merupakan transmisi lokal. Sebagian besar kasus baru di Bei- jing, Tiongkok, muncul di sebuah pasar produk-produk pertanian. Se- hingga kapasitas pengujian kemudian ditingkatkanmenjadi 300.000 per hari. Lonjakan di AS Sementara itu di AS, walaupun mencatatkan jumlah kasus paling banyak sedunia dengan lebih dari 2,5 bruto (PDB), agar juga bisa mengang- garkan Rp 695,2 triliun untuk biaya penanganan Covid-19. Dana tersebut terbagi untuk enam sektor. Pertama, perlindungan sosial sebesar Rp 203,9 triliun. Kedua, in- sentif usaha sebesar Rp 120,61 triliun. Ketiga, pembiayaan korporasi sebesar 53,57 triliun. Keempat, untuk sektoral kementerian/lembaga dan pemerin- tah daerah sebesar Rp 106,11 triliun. Kelima, untuk penanganan usaha mi- kro, kecil, dan menengah sebesar Rp 123,46 triliun. Keenam, untuk sektor kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun. Segera Cairkan Stimulus Sementara itu, kalangan dunia usa­ ha berharap ekonomi Indonesia seg- era pulih dengan adanya pelonggaran PSBB dan memasuki new normal. Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan segera mencairkan stimulus yang dijanjikan kepada dunia usaha, agar para pengusaha tidak bangkrut, yang berakibat meningkatkan pen- gangguran. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Wid- jaja Kamdani mengatakan, dunia us- aha berharap ekonomi nasional sudah mulai membaik pada kuartal III-2020. “Kalau kuartal III sudah bisa positif saja sudah bagus. Namun, kalau mau benar-benar pulih sih baru bisa tahun depan ya. Harapan kami, kalau 2020 ini pertumbuhan ekonomi bisa 1%-2% saja sudah bagus sekali,” ujar dia kepada Investor Daily , Jakarta, Jumat (26/6). Mengenai proyeksi terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa ekonomi Indonesia minus 0,3%, Shinta melihat hal ini tergantung pemerintah apakah bisa menggerakkan daya beli masyarakat dan konsumsi pemerintah. “Kalau semua bisa jalan ya mungkin saja kita bisa lebih di atas itu (ramalan IMF). Pemerintah harus bisa men- gendalikan demand dan supply dalam negeri,” ucap dia. Untuk itu, kata Shinta, program pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah harus bisa berjalan efektif dan realisasinya dipercepat, sebab kita berlomba dengan waktu. Kalau tidak cepat, maka akan banyak perusahaan yang telanjur tidak bisa diselamatkan lagi. “Pemerintah perlu segera men- dorong percepatan realisasi stimulus. Kita lihat data dari Kemenkeu, real- isasinya masih rendah sekali. Yang jadi permasalahan sekarang kan sang- gup bertahan berapa lama lagi para pengusaha, kalau enggak diberikan stimulus?” tandas Shinta. Dia mengatakan, sektor yang ter- lihat paling terdampak adalah per- hotelan, dengan banyak hotel tutup dan merumahkan karyawannya serta hanya bisa bertahan sampai Juni ini. Secara umum, lanjut dia, rata-rata masalah yang dihadapi dunia usaha sama, yakni gangguan cash flow . “Kami sudah memberi masukan kepada pemerintah agar bisa mem- bantumeringankan beban pengusaha, entah itu di biaya energi ataupun biaya tenaga kerja. Sekarang dengan new normal ini kan kita mesti mengikuti protokol kesehatan yang ada, jadi ban- yak tambahan biaya,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini.

Oleh Iwan Subarkah Nurdiawan

PARIS – Kasus positif infeksi virus corona Covid-19 per Minggu (28/6) menembus 10 juta di seluruh dunia. Separuhnya ada di Eropa dan Amerika Seri- kat (AS). Tingkat infeksi di seluruh dunia disebutkan akan terus meningkat. Dalam enam hari terakhir saja tercatat ada satu juta kasus.

kan Reuters . Capaian ini terjadi saat banyak negara, yang terdampak parah oleh wabah ini, sudah melonggarkan kebijakan-kebijakan karantina. Dan menempuh langkah-langkah untuk menjalankan kenormalan baru dalam kehidupan masyarakat maupun keg- iatan ekonomi. Situasi yang diperkirakan dapat berlangsung setidaknya satu tahun. Atau hingga vaksinnya tersedia. Sejauh ini, sejumlah negara men- catat lonjakan kasus positif baru. Sehingga sebagian menerapkan kem- bali kebijakan-kebijakan karantina. Kalangan pakar menekankan bahwa pola ini dapat terjadi dalam bulan- bulan mendatang, dan bahkan hingga memasuki 2021. Amerika Utara, Amerika Latin, dan Eropa masing-masing menyumbang sekitar 25% terhadap total kasus positif itu. Sedangkan Asia dan Timur Tengah menyumbang masing-masing 11% dan 9%. Reuters melaporkan bahwa untuk jumlah kematian yang tercatat di Sedangkan yang meninggal 501.920 pasien atau 4,96%. Pengamat Ekonomi Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi mengatakan, pada akhirnya aktivitas perekonomian memang harus dibuka kembali. Se- bab, sektor rumah tangga tidak bisa selamanya menggunakan tabungan mereka untuk konsumsi dan bergan- tung pada bantuan sosial. Eric memaparkan, sembilan sektor yang akan dibuka pemerintah men- cakup pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian, peternakan, logistik, dan transportasi barang. Tetapi, lanjut dia, pembukaan sektor sektor ekonomi di Indonesia harus dilakukan secara ber- tahap dan berhati-hati dengan melihat kondisi wabah Covid-19, yang saat ini trennya masih naik. “Pemerintah daerah juga harus diberikan kewenangan untuk me- lakukan PSBB atau isolasi terbatas, bila terjadi kenaikan wabah di daerah tersebut. Dengan melihat jumlah korban yang masih terus bertambah, bila tidak diwaspadai bisa terjadi gelombang kedua ( second wave ). Di AS juga masih didera wabah Covid-19, namun sekarang sudah ada harapan dengan penemuan obat dan perkem- bangan penelitian vaksin. Jika vaksin dan obat ini sudah diproduksi massal, perekonomian dunia bisa berangsur pulih,” ucap Eric ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (26/5). Febrio menambahkan, dengan kondisi normal baru atau new normal , pertumbuhan ekonomi tidak akan serta merta kembali ke 5% seperti tahun sebelumnya. Selain itu, pelo- nggaran PSBB yang terjadi di Jakarta bisa tidak langsungmembawa dampak positif untuk perekonomian nasional, bila terjadi episentrum baru penye- baran Covid-19. “Bila melihat dari sisi spasial DKI Jakarta berperan terhadap 18% per- tumbuhan ekonomi nasional, lalu diikuti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, dengan proporsi masing masing 14,9%, 13,4%, 8,6% dan 3,2%. Inilah yang menjadi risiko ke depan, walau Jakarta mulai mampu melonggarkan PSBB; Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan akan menjadi tantangan baru karena episentrumnya bergeser ke sana, sehingga aktivitas ekonomi juga bisa cukup terhambat,” tutur Febrio. Febrio mengatakan, langkah antisi- pasi di Jakarta yang kini sudah dilong- garkan PSBB-nya harus dilakukan, serta terus dijaga supaya protokol kesehatan benar-benar bisa dilakukan. Ini untukmencegah terjadinya gelom- bang kedua pandemi Covid-19. Febrio mengatakan lebih lanjut, pe- merintah juga melihat kondisi pereko- nomian negara lain, khususnya nega- ra-negara yang menjadi mitra dagang Indonesia. Ini misalnya Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa di mana Indonesia banyak melakukan ekspor dan impor dengan mereka. Saat negara-negara tersebut mengalami pemulihan ekonomi maka akan berpengaruh ke Indonesia juga. Untuk menangani pandemi Covid dan dampaknya, pemerintah juga telah mengubah kembali postur APBN 2020. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020, pe- merintah melebarkan defisit APBN menjadi 6,34% dari produk domestik

Sambungan dari hal 1 Mengutip data dari otoritas-otoritas nasional dan dari Organisasi Keseha- tan Dunia atauWorld HealthOrganiza- tion (WHO), AFP melaporkan bahwa kasus positif infeksi Covid-19 di selu- ruh dunia sekarang setidaknya sudah mencapai 10.003.942 kasus. Dengan jumlah kematian mencapai 498.779. Eropa tetap menjadi wilayah yang paling parah terdampak wabah ini. Dengan jumlah kasus positif seban- yak 2.637.546 dan 195.975 kematian. Sedangkan di AS, jumlah kasus positif mencapai 2.510.323 dan kematian sebanyak 125.539. AFP melaporkan bahwa angka- angka itu ada kemungkinan hanya mencerminkan sebagian kecil dari jumlah infeksi yang sebenarnya. Ka­ rena, banyak negara hanya menguji pasien yang menunjukkan gejala atau kasus-kasus yang paling berat. Seba- gian negara tidak memiliki kemam- puan untuk melakukan pengujian secara luas. “Angka (kasus positif) itu dua kali lipat jumlah kasus influenza berat per tahunnya,” kataWHO, seperti dilapor- Kata Dewi, ada 196 kabupaten/kota yang dapat menyusul bergerak untuk menjadi zona hijau. Dibukanya kembali kegiatan ekonomi secara lebih luas di Indonesia ini sejalan dengan tren di dunia, meski masih dibayangi ancaman gelombang kedua pandemi Covid-19. Tercatat seti- daknya 97 negara (50,3%) sudah mem- buka kembali aktivitas ekonominya atau melonggarkan lockdown , dari total 193 negara yang tercatat di PBB. Ini misalnya Kanada, Amerika Serikat, Brasil, Argentina, El Savador, dan Peru di Benua Amerika; Jerman, Italia, Swedia, Inggris, dan Rusia di Benua Eropa; Tiongkok, Korea Selatan, Ma- laysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Arab Saudi, India, Qatar, dan Filipina di Benua Asia; serta Afrika Selatan dan Kenya di Benua Afrika. Ekonomi Global Membaik World Trade Organization (WTO) maupun European Central Bank (ECB) juga meyakini titik teren- dah ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19 sudah terjadi pada kuartal II ini. Ekonomi akan mulai membaik kuartal III mendatang, seiring masya­ rakat di berbagai negara mulai berak- tivitas dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Aktivitas manusia kembali diizinkan pemerintah di berbagai negara, antara lain karena tiga alasan. Partama an- caman kematian akibat virus corona baru dan ekonomi sama-sama dahsyat. Bahkan kematian ekonomi memberi- kan dampak lebih luas. Bukan hanya membuat ekonomi rakyat lumpuh, tapi juga kelaparan, aneka penyakit, dan kekacauan. Sudah banyak orang yang terserang berbagai penyakit akibat kekurangan nutrisi, sakit jiwa, dan keluarga berantakan. Tewasnya pria kulit hitam George Floyd yang terbunuh ketika ditangkap petugas polisi yang memicu penjar- ahan dan pembakaran luas di Amerika Serikat juga terjadi di saat sejumlah kota diberlakukan lockdown , seperti di New York. Banyak orang kena pemu- tusan hubungan kerja (PHK) massal di negeri dengan ekonomi terbesar, yang tengah mengalami pandemi Covid-19 dengan infeksi terbanyak di dunia itu. Kedua, beberapa dokter di negara maju juga menemukan orang yang pada Juni ini dites positif Covid-19 menunjukkan tingkat penularan ke- pada orang lain lebih rendah diband- ingkan pasien yang dites positif beber- apa bulan lalu. Selain itu, sejumlah orang dengan Covid-19 tampaknya tidak menjadi sakit. Para ahli kese- hatanmengatakan hal itu tidak terlihat sebagai virus telah bermutasi menjadi lebih lemah, tetapi kemungkinan mer- upakan hasil dari peningkatan jarak fisik antarorang dan meningkatnya kapabilitas pengujian, namun diperlu- kan lebih banyak penelitian sebelum dapat disimpulkan hal tersebut meru- pakan fenomena. Ketiga, sudah banyak orang yang terkena virus yang berasal dari Tiong- kok tersebut sembuh. Berdasarkan data worldometers hingga 28 Juni 2020 pukul 19.40 WIB, dari total kasus posi- tif coronavirus dunia yang menembus 10.114.973, jumlah yang sudah sem- buh mencapai 5.484.815 atau 54,22%.

Lonjakan Kasus di AS Seorang perempuan berteriak gembira sambil membentangkan tangannya saat melintasi kawasan Pantai Miami, Florida, AS, akhir pekan lalu. Kasus baru infeksi virus Covid-19 di AS melonjak di setidaknya 34 negara bagian, termasuk Florida. Sehingga kebijakan-kebijakan karantina diterapkan lagi.

Pasien-pasien yang dilarikan ke rumah sakit juga bertambah dan tak lama lagi jumlah kematian juga akan ber- tambah. Walaupun jumlah kematian secara keseluruhan menurun, tapi tidak berarti tidak akan penambahan baru,” kata Dr Anthony Fauci, penasi- hat kesehatan Gedung Putih, dalam wawancara dengan CNBC . (afp/ sumber lain)

Florida, California, dan Nevada. Ter- catat ada 34 negara bagian di AS yang jumlah kasus barunya bertambah 5% atau lebih, berdasarkan rata-rata tujuh hari. Per Jumat tersebut, rata-rata tujuh hari kasus baru di AS melonjak lebih dari 41% dibandingkan pekan sebel- umnya. “Kasus-kasus baru ber tambah.

juta, berhasil menekan penyebaran virus ini pada Mei 2020. Tapi kemu- dian melonjak dalam beberapa pekan terakhir di wilayah perdesaan. Serta di tempat-tempat lain yang sebelumnya tak terinfeksi virus ini. Tambahan 45.255 kasus positif baru di AS pada Jumat pekan lalu disum- bang oleh lonjakan di beberapa negara bagian. Termasuk Texas, Arizona,

Pada kesempatan terpisah sebel- umnya, Menteri Perindustrian (Men- perin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis ekonomi nasional mulai kembali pulih pada kuartal III dan IV 2020. Keyakinan ini didukung kebijakan untuk mendukung industri yang signifikan dan progresif dalam menghadapi dampak pandemi. Restrukturisasi dan Kredit Baru Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarsomengatakan, perseroan berkomitmen untuk terus fokus ter- hadap pemberdayaan UMKM meski dalamkondisi pandemi Covid-19, guna menyelamatkan ekonomi Indonesia. UMKM ini memiliki peran krusial terhadap perekonomian Indonesia. “BRI fokus untuk menjaga keber- lanjutan usaha para pelaku UMKM, antara lain dengan mengembangkan produk pinjaman bagi UMKM yang khusus diperuntukkan pasca Covid-19. Ini agar bisa mengakselerasi usaha para pelaku UMKM yang sempat me­ nurun akibat pandemi,” tutur Sunarso. Upaya lain yang ditempuh perseroan adalah gencar melakukan restrukturi- sasi kredit, di mana BRI menjadi bank dengan jumlah restrukturisasi terbe- sar di Indonesia. Hingga akhir Mei 2020, BRI melakukan restrukturisasi kredit 2,6 juta pelaku UMKM dengan total pinjaman lebih dari Rp 160 triliun. Sedangkan Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Setiawanmenuturkan, perseroan akan menyalurkan kredit meski dengan san- gat selektif kepada sektor yang masih punya potensi untuk tumbuh. Apalagi, Bank Mandiri telah mendapatkan pe­ nempatan dana dari menteri keuangan senilai Rp 10 triliun untuk diberikan kepada sektor riil dalam rangka mem- percepat pemulihan ekonomi nasional, berlandaskan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 70/2020. “Kami berharap pelonggaran PSBB yang telah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia, dengan mema- suki fase new normal , akan berkontri- busi mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi, khususnya pada kuartal III dan IV tahun ini. Ten- tunya BankMandiri akan mendukung sektor riil, terutama padat kar ya,” ungkapnya. Presiden Ancam Reshuffle Sementara itu, pada kesempatan ter- pisah, lambannya kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju dalam men- gatasi pandemi Covid-19 membuat Presiden Jokowi mengungkapkan kekesalannya. Ia terlihat marah saat memimpin rapat kabinet paripurna yang digelar pada Kamis (18/6) lalu. Di akhir pengarahannya kepada para menteri dan pimpinan lembaga, Pres- iden melontarkan soal perombakan kabinet ( reshuffle ) sebagai salah satu

tindakan luar biasa yang akan dilaku- kan menyikapi situasi yang dihadapi. Kemarahan Presiden tampak dari tayangan video berdurasi 10 menit, yang diunggah Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Negara, di akun resmi Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6). “Dan sayamembuka, entah langkah- langkah politik, langkah-langkah kepemerintahan, akan saya lakukan. Bisa membubarkan lembaga, bisa saja reshuf fle . Sudah kepikiran ke mana-mana. Tindakan-tindakan yang extraordinary akan saya lakukan. Asal untuk rakyat, untuk negara, saya per- taruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini benar-benar dirasakan kita semua, jangan sampai ada hal yang mengganggu,” tegas Jokowi sebelum mengakhiri pengarahannya. Saat membuka rapat kabinet, Jokowi mengatakan, suasana tiga bulan tera- khir ini adalah suasana krisis akibat merebaknya pandemi Covid-19. Na- mun, dia melihat belum ada pandan- gan yang sama dalamdiri para menteri dan pimpinan lembaga pemerintahan lainnya dalam menghadapi situasi yang sedang krisis. “Suasana dalam tiga bulan ke be- lakang ini dan ke depan, mestinya yang ada adalah suasana krisis. Kita juga mestinya, juga semuanya yang hadir di sini sebagai pimpinan, sebagai penanggung jawab, kita yang berada di sini ini bertanggung jawab kepada 267 juta penduduk Indonesia. Ini to- long digarisbawahi, dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama,” kata Jokowi. Dia meminta jajaran menterinya berhati-hati dalam menghadapi krisis sebagai dampak pandemi Covid-19. Mengutip data Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), pertumbuhan ekonomi du- nia diperkirakan mengalami kontraksi atau minus 6% hingga 7,6%. Bank Du- nia juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dunia bisa minus sekitar 5%. Karena itu, Jokowi tidak ingin para pimpinan kementerian dan lembaga negara bekerja biasa-biasa saja dan menganggap kondisi saat ini adalah kondisi yang normal. Presiden mem- inta para menteri untuk bekerja secara luar biasa. “Kita harus ngerti ini, jangan biasa- biasa saja, jangan linear, jangan meng­ anggap ini normal. Bahaya sekali. Saya melihat masih ada yang menganggap ini normal. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis, kalau ada yang melihat se- bagai sesuatu yang normal, berbahaya sekali, kerja masih biasa-biasa saja. Kini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extraordinary . Perasaan ini tolong sama, kita harus sama perasaannya, kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya,” katanya. Dia berharap setiap kebijakan

atau keputusan yang diambil pemer- intah harus berdasarkan suasana krisis. Presiden juga menegaskan siap mengeluarkan perppu (peratu- ran pemerintah pengganti undang- undang) maupun perpres (peraturan presiden) jika memang diperlukan. Soroti Pencairan Stimulus Secara khusus, Presiden juga me- nyoroti lambannya pencairan ang- garan stimulus untuk menangani pandemi Covid-19 dan dampaknya. Dia meminta kementerian dan lembaga mempercepat pencairan anggaran untuk membantu menggerakkan perekonomian. “Soal belanja kementerian. Saya melihat laporanmasih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat- cepatnya, sehingga uang beredar se- makin banyak, konsumsi masyarakat akan naik. Kalau ada hambatan, keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau perlu perpres, saya kelu- arkan,” imbuhnya. Presiden memberi contoh, belanja bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19 dianggarkan Rp 75 triliun, namun realisasinya baru keluar 1,53%. “Akibatnya uang beredar di masyarakat tertahan di situ semua. Segeralah keluarkan dengan penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men- trigger ekonomi, Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis, segera keluarkan,” katanya. Demikian pula anggaran bantu- an sosial (bansos) yang dinantikan masyarakat jugaharus segeradicairkan. Kalau ada masalah segera dilakukan tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, lanjut Presiden, namunbansos seharusnya sudah 100% dicairkan. Anggaran stimulus perekonomian juga tidak luput dari sorotan Presiden. “Di bidang ekonomi juga sama, stimu- lus ekonomi harus segera masuk ke usaha kecil, mikro. Merekamenunggu semua. Jangan biarkan mereka mati, baru kita bantu, tidak ada artinya,” ucapnya. Presiden jugamengingatkan, semua sektor ekonomi, mulai usaha mikro, kecil, menengah, usaha besar, perban- kan, dan manufaktur, harus mendapat perhatian. Selain itu, jangan ada PHK besar-besaran. “Semua yang terkait dengan ekono- mi, industri padat karya, beri prioritas pada mereka. Jangan ada PHK besar- besaran, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita, hanya gara-gara urusan peraturan. Saya harus ngomong apa adanya, tidak ada progress yang signifikan,” tuturnya. Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam diskusi business talk series IPB, Sabtu (27/6), mengakui bahwa real- isasi stimulus fiskal belum optimal. (try/az/sp/sn/ac/afp/b1/sumber lain/en)

INVESTOR DAILY SENIN 29 JUNI 2020 | 3

2019 : 5.024.879 2018 : 4.667.403 EKUITAS

2019 : 434,31% 2018 : 459,24% RBC

2019 : 965.354 2018 : 757.973 PREMI NETO

2019 : 656,791 2018 : 552.240 HASIL UNDERWRITING

2019 : 241.784 2018 : 201.292 HASIL INVESTASI

2019 : 340.899 2018 : 226.922 LABA TAHUN BERJALAN

27,36%

18,93%

20,12%

50,23%

7,66%

-5,43%

Best General Insurance 2019 Kelompok ekuitas 1,5 Triliun ke atas Media Asuransi dari Award 2019

Best Insurance 2019 Investor Award Kategori Asuransi Umum Aset Di Atas 5 Triliun Rupiah

Indonesia Insurance Innovation Award 2019 Special Mention Award for Innovation in Safety Education T drive Apps

Warta Ekonomi Award 2019 for Innovative Company in Providing an Intelligent Driving Assistant t drive apps

Golden Trophy atas kinerja keuangan sangat bagus 2014 - 2018 Infobank Award 2019

Infobank Digital Brand Awards 2019

A.M Best Best Financial Strength Rating of A- (Excellent)

GCG Report Award for General Insurance Company Warta Ekonomi awards 2019

LAPORAN KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2019 DAN 2018 (dalam jutaan rupiah)

LAPORAN LABA (RUGI) KOMPREHENSIF

INDIKATOR KESEHATAN KEUANGAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN

(dalam jutaan rupiah)

(dalam jutaan rupiah)

(dalam jutaan rupiah)

ASET

2019

2018

LIABILITAS DAN EKUITAS

2019

2018

U R A I A N

2019

2018

U R A I A N

2019

2018

I. ASET

I. UTANG 1. Utang Klaim

1 PENDAPATAN UNDERWRITING 2 Premi Bruto 3 a. Premi Penutupan Langsung 4 b. Premi Penutupan Tidak Langsung 5 Jumlah Pendapatan Premi (3+4)

PEMENUHAN TINGKAT SOLVABILITAS

217.349 49.357

3.232

Investasi 1 Deposito Berjangka 2 Sertifikat Deposito

A. Tingkat Solvabilitas a. Aset Yang Diperkenankan

3.516.774 150.355 3.667.129

2.795.955 144.667 2.940.622

2. Utang Koasuransi 3. Utang Reasuransi

123.721

1.329.687

1.357.501

11.411.035 7.823.886 3.587.149

8.555.998 5.785.103 2.770.895

-

-

1.086.976

1.155.977

b. Liabilitas

3 Saham

285.512 776.649

282.275 657.410

4. Utang Komisi 5. Utang Pajak

74.539 22.959 267.119 162.133

41.433 32.144 236.704 215.443

c. Jumlah Tingkat Solvabilitas

4 Obligasi Korporasi

6 c. Komisi Dibayar 7 Jumlah Premi Bruto

236.797

222.213

5 MTN

-

-

3.430.332

2.718.409

B. Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) a. Risiko Kredit

6. Biaya Yang Masih Harus Dibayar

6 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI 7 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain Negara RI 8 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia 9 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga Multinasional

8 Premi Reasuransi 9 a. Premi Reasuransi Dibayar 10 b. Komisi Reasuransi Diterima 11 Jumlah Premi Reasuransi (9-10)

366.807

249.212

7. Utang lain-lain

751.080

688.758

2.806.478 341.500 2.464.978

2.277.505 317.069 1.960.436

b. Risiko Likuiditas c. Risiko Pasar d. Risiko Asuransi e. Risiko Operasional f. Jumlah MMBR

-

-

8. Jumlah Utang (1 s/d 7)

1.880.432

1.808.654

277.546 177.811

203.613 147.380

-

-

12 Jumlah Premi Neto (7-11)

965.354

757.973

3.778

3.159

-

-

13 Penurunan (Kenaikan) Cadangan Premi, CAPYBMP, dan Cadangan Catastropic 14 a. Penurunan (Kenaikan) Cadangan Premi 15 b. Penurunan (Kenaikan) CAPYBMP 16 c. Penurunan (Kenaikan) Cadangan atas Risiko Bencana ( Catastrophic ) 17 Jumlah Penurunan (Kenaikan) Cadangan Premi, CAPYBMP, dan Cadangan Catastropic (14 s/d 16) 18 Jumlah Pendapatan Premi Neto (12+17) 19 Pendapatan Underwriting Lain Neto 20 JUMLAH PENDAPATAN UNDERWRITING (18+19)

825.942

603.364

II. CADANGAN TEKNIS 9. Cadangan Premi

-

-

-

-

-

-

C. Kelebihan (Kekurangan) Batas Tingkat Solvabilitas

2.761.207

2.167.531

10 Reksa Dana

536.045

501.415

(105.612)

36.444

10. Cadangan Atas Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan

11 Efek Beragun Aset

- - -

- - -

D. Rasio Pemenuhan Solvabilitas (dalam %)

434,31%

459,24%

12 Dana Investasi Real Estat

1.588.529 4.354.926

1.216.435 2.760.014

-

-

13 REPO

11. Cadangan Klaim

DANA JAMINAN DAN RASIO SELAIN TINGKAT SOLVABILITAS

14 Penyertaan Langsung

1.887.404

1.746.778

12. Cadangan atas Risiko Bencana ( Catastrophic ) 13. Jumlah Cadangan Teknis (9 s/d 12)

15 Tanah, Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan, untuk Investasi 16 Pembiayaan Melalui Kerjasama dengan Pihak Lain (Executing)

(105.612) 859.742

36.444 794.417

a. Rasio Kecukupan Investasi (%)

618,36%

684,12%

-

-

5.943.455

3.976.449

-

-

b. Rasio Likuiditas (%)

163,51%

159,38%

-

-

c. Rasio Perimbangan Hasil Investasi dengan Pendapatan Premi Neto (%) d. Rasio Beban (Klaim, Usaha dan Komisi) terhadap Pendapatan Premi Neto (%)

- - - - -

- - - - -

14. JUMLAH LIABILITAS (8 + 13)

7.823.887

5.785.103

859.742

794.417

28,12%

25,34%

17 Emas Murni

21 BEBAN UNDERWRITING 22 Beban Klaim 23 a. Klaim Bruto 24 b. Klaim Reasuransi

18 Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan

15. Pinjaman Subordinasi

-

-

61,39%

61,07%

844.396 662.501 21.056 202.951 202.951 656.791 241.784 -

644.941 455.913 53.149 242.177 242.177 552.240 201.292 -

19 Pinjaman Polis 20 Investasi Lain

25 c. Kenaikan (Penurunan) Cadangan Klaim

III. EKUITAS

Catatan : a. Informasi keuangan yang disajikan dalam Publikasi ini merupakan informasi keuangan segmen usaha konvensional sesuai dengan Surat Edaran OJK No. 1/SEOJK.05/2018 Perusahaan telah menerbitkan laporan keuangan terpisah tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, yang telah disusun oleh manajemen Perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (“PSS”), firma anggota Ernst & Young Global Limited, dengan rekan penanggung jawab adalah Muhammad Kurniawan, auditor independen, dengan opini tanpa modifikasian tanggal 14 Mei 2020, yang tidak termasuk dalam publikasi ini. b. Angka (nilai) yang disajikan pada Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif di atas diambil dari laporan keuangan auditan yang disusun berdasarkan SAK (Audited). c. Kurs pada tanggal 31 Desember 2019, 1 US $ =Rp.13.901 Kurs pada tanggal 31 Desember 2018, 1 US $ =Rp.14.481 d. Cadangan Teknis 31 Desember 2019 dihitung oleh aktuaris Padma Radya Aktuaria.

21 Jumlah Investasi (1 s/d 20)

5.566.377 170.561 1.141.630 5.233.041 212.455 164.031 77.095

5.234.137

26 Jumlah Beban Klaim (23-24+25) 27 Beban Underwriting Lain Neto

22 Kas dan Bank

67.672

16. Modal Disetor

177.778

177.778

23 Tagihan Premi Penutupan Langsung

1.013.783

28 JUMLAH BEBAN UNDERWRITING (26+27)

24 Tagihan Premi Reasuransi

63.631

17. Agio Saham

646.000

640.924

29 HASIL UNDERWRITING (20-28)

25 Aset Reasuransi

3.383.525 241.726 150.453

26 Tagihan Klaim Koasuransi 27 Tagihan Klaim Reasuransi 28 Tagihan Investasi 29 Tagihan Hasil Investasi

30 Hasil Investasi

18. Saldo Laba

3.873.587

3.557.283

31 Beban Usaha 32 a. Beban Pemasaran

-

-

43.955

16.720

28.585

15.438

33 b. Beban Umum dan Administrasi : 34 - Beban Pegawai dan Pengurus 35 - Beban Pendidikan dan Pelatihan 36 - Beban Umum dan Administrasi Lainnya 37 c. Biaya Terkait Estimasi Kecelakaan Diri 38 Jumlah Beban Usaha (32+34+35+36+37) 39 LABA (RUGI) USAHAASURANSI (29+30-38)

19. Komponen Ekuitas Lainnya

327.514

291.418

30 Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan Bangunan untuk Dipakai Sendiri 31 Biaya Akuisisi yang Ditangguhkan

119.193

104.902

5.739

5.596

7.808

5.246

-

-

258.627

210.979

20. JUMLAH EKUITAS (16 s/d 19)

5.024.879

4.667.403

-

-

32 Aset Tetap Lain

32.615 216.637

26.214 250.331

429.583 468.992 (21.974) 447.018 106.119 340.899

337.847 415.685 (124.703) 290.982 64.060 226.922

33 Aset Lain

34 Jumlah Bukan Investasi (22 s/d 33)

7.282.389

5.218.369

40 Hasil (Beban) Lain

21. JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS (14+15+20)

41 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (39+40)

12.848.766

10.452.506

35 Jumlah Aset ( 21 + 34 )

12.848.766

10.452.506

42 Pajak Penghasilan

43 LABA (RUGI) SETELAH PAJAK (41-42) 44 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN 45 TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (43+44)

PEMILIK PERUSAHAAN

DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

33.883

213.888

Dewan Komisaris : Presiden Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen

PT Pertamina (Persero) UOB Kay Hian Pte Ltd

: : : : : :

58,50% 15,75% 10,93% 5,29% 4,72% 4,81%

: Koeshartanto

374.782

440.810

Jakarta, 29 Juni 2020 S.E. & O Direksi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk

: Mohammad Harry Santoso

Nona Siti Taskiyah

: Pontas Siahaan : Adi Zakaria Afiff

Samsung Fire & Marine Insurance Co., Ltd

REASURADUR UTAMA

Komisaris Komisaris

: M. Rudy Salahuddin Ramto : Eddy Porwanto Poo

Tuan Mohamad Satya Permadi

Nama Reasuradur Reasuradur Dalam Negeri : 1. PT Tugu Reasuransi Indonesia (A+ idn) 2. PT. Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (AA- idn) 3. PT Reasuransi Nasional Indonesia (AA- idn) 4. PT. Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (AA- idn) Reasuradur Luar Negeri :

Masyarakat Umum

Direksi : Presiden Direktur

: Indra Baruna

Direktur Keuangan & Jasa Korporat Direktur Pemasaran Migas Direktur Pemasaran Non Migas

: Muhammad Syahid

:

Vacant *)

: Usmanshah W.A. Hamzah : Andy Samuel Panggabean

Direktur Teknik

Catatan : *) Jabatan Direktur Pemasaran Migas sementara dirangkap oleh Direktur Pemasaran Non Migas sampai dengan ditetapkannya Direktur Pemasaran Migas

1. Swiss Re (A+) 2. Partner Re (A) 3. Hannover Re (A+) 4. SCOR Re (A+) 5. Korean Re (A)

LAPORAN KEUANGAN UNIT USAHA SYARIAH PT ASURANSI TUGU PRATAMA INDONESIA Tbk

Infobank The Most Efficient Sharia Business Unit General Insurance 2019

PER 31 DESEMBER 2019 DAN 2018 (dalam jutaan rupiah)

LAPORAN SURPLUS DEFISIT UNDERWIRITING DANA TABARRU'

PENCAPAIAN TINGKAT SOLVABILITAS

LAPORAN POSISI KEUANGAN ASURANSI SYARIAH

(dalam jutaan rupiah)

(dalam jutaan rupiah)

(dalam jutaan rupiah)

Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud

URAIAN

2019

2018

URAIAN

2019

2018

Dana Perusahaan

KETERANGAN

PENDAPATAN ASURANSI Pendapatan kontribusi Bagian pengelola atas kontribusi Bagian reasuransi atas kontribusi

ASET Kas dan setara kas Piutang kontribusi Piutang reasuransi Piutang murabahah Piutang istishna’

12.557 (5.023) (5.761)

16.703 (6.681) (7.301)

19.806 7.797 10.168

29.135 9.367 7.049

Tingkat Solvabilitas

2.768 65.004 62.236 1.938 1.149

53.672 75.653 21.981 2.986 2.736

A. Aset yang diperkenankan (AYD)

B. Liabilitas selain Qardh dari Dana Perusahaan

- - - - - - - - - -

- - - - - - - - - -

BEBAN ASURANSI Beban klaim

Dana Tabarru dan dana Tanahud Minimum Berbasis Risiko (DTMBR)

(8.467) 8.042

(12.350) 11.754

A. Risiko Kredit B. Risiko Likuiditas C. Risiko Pasar D. Risiko Asuransi E. Risiko Operasional

Pembiayaan mudharabah Pembiayaan musyarakah Investasi pada surat berharga

Bagian reasuransi atas klaim

94

- - - - - - - - - -

Perubahan penyisihan klaim dalam proses

(394) (22)

(92)

382 287

68.038

55.387

Perubahan penyisihan klaim sudah terjadi namun belum dilaporkan Perubahan penyisihan iuran belum merupakan pendapatan

36

Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama

640 179

(633)

26

250

Piutang salam

Perubahan penyisihan manfaat polis masa depan

235

F. MMBR atas PAYDI Digaransi 1. Risiko PAYDI Digaransi

- - - - - - -

Aset ijarah

SURPLUS (DEFISIT) UNDERWRITING

1.751

1.671

Properti investasi

a. Risiko Kredit b. Risiko Likuiditas c. Risiko Pasar

Surplus underwriting yang dialokasikan ke peserta individual Surplus underwriting yang dialokasikan ke entitas pengelola Surplus underwriting yang dialokasikan ke dana tabarru’

- -

- -

Aset tetap

Aset takberwujud Aset reasuransi

1.751

1.671

23.338 2.025 131.172

15.398 2.546 118.882

2. Aset PAYDI Digaransi 3. Liabilitas PAYDI Digaransi

Aset lain-lain TOTAL ASET LIABILITAS Utang klaim

PENDAPATAN DAN BEBAN INVESTASI Pendapatan bagi hasil

514

921

Tingkat Solvabilitas sebelum memperhitungkan Aset yang Tersedia untuk Qardh (dalam %) Tingkat Solvabilitas dengan DTMBR/MMBR yang Dipersyaratkan Peraturan Aset yang Tersedia Untuk Qardh yang Diperhitungkan sebagai Penambah AYD Dana Tabarru' dan Tanahud A. Kekurangan (kelebihan) tingkat solvabilitas dari target internal Rasio Tingkat Solvabilitas Dana Tabarru' dan Dana Tanahud, dan Dana Perusahaan B. Ketidakcukupan investasi. kas dan bank Target Tingkat Solvabilitas Internal

Keuntungan pelepasan investasi Perubahan nilai wajar investasi Beban investasi Pendapatan (beban) lain-lain

143% 120% 100%

1798% 120% 100%

163

13

Utang reasuransi

8.515

11.819

(157)

413

Bagian peserta atas surplus underwriting

-

-

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Perubahan nilai wajar investasi SURPLUS (DEFISIT) DANA TABARRU’ SALDO AWAL DANA TABARRU’ SALDO AKHIR DANA TABARRU’

- - -

- - -

Ujrah diterima di muka

1.691 21.751 14.061 2.690 4.402 3.395

1.798 21.276 4.963 1.840 5.893 4.317

871

(203)

Utang lain-lain

2.979 9.746

2.802 6.944 9.746

Penyisihan klaim dalam proses

Penyisihan klaim sudah terjadi tetapi belum dilaporkan Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak

143%

1798%

12.725

Penyisihan manfaat polis masa depan

PEMILIK PERUSAHAAN

DEWAN PENGAWAS SYARIAH

DANA PESERTA Dana investasi Dana tabarru’

RASIO KEUANGAN SELAIN TINGKAT SOLVABILITAS

-

-

Ketua

: H. Jafril Khalil, PhD, MCL, Dipl.IF, FIIS, CFP : Dr. Muhammad Maksum SH, MA, MDC

PT Pertamina (Persero) UOB Kay Hian Pte Ltd

: 58,50% : 15,75%

(dalam jutaan rupiah)

12.725

9.746

Anggota

EKUITAS Modal disetor

Indikator

Nona Siti Taskiyah : 10,93% Samsung Fire & Marine Insurance Co., Ltd : 5,29% Tuan Mohamad Satya Permadi : 4,72% Masyarakat Umum : 4,81%

25.000

25.000

Dana Tabarru' dan Dana Tanahud

Dana Investasi Peserta

REASURADUR UTAMA

Dana Perusahaan

Tambahan modal disetor

-

-

URAIAN

Gabungan

PT. Reasuransi Syariah Indonesia PT. Reasuransi Nasional Indonesia Unit Syariah PT. Maskapai Reasuransi Indonesia, Tbk Unit Syariah

Saldo penghasilan komprehensif lain

963

(67)

Saldo laba

35.816 131.172

32.284 118.882

Rasio Likuiditas A. Kekayaan lancar B. Kewajiban lancar

TOTAL LIABILITAS, DANA PESERTA, DAN EKUITAS

74.961 62.236 120% 33.891 24.547

83.761 21.981 381%

- 158.721

-

84.217 188% 33.891 24.547

C. Rasio (a:b)

0%

DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN

Rasio perimbangan investasi dengan liabilitas A. Investasi. kas dan bank

Dewan Komisaris : Presiden Komisaris

Direksi : Presiden Direktur

- - -

- - -

(dalam jutaan rupiah)

: Koeshartanto Komisaris Independen : Mohammad Harry Santoso Komisaris Independen : Pontas Siahaan Komisaris Independen : Adi Zakaria Afiff Komisaris : Eddy Porwanto Poo Komisaris : M. Rudy Salahuddin Ramto

: Indra Baruna

B. Penyisihan teknis

C. Utang klaim retensi sendiri

-

-

Direktur Keuangan & Jasa Korporat

URAIAN

2019

2018

D. Rasio [a:(b+c)]

138%

0%

0%

138%

: Muhammad Syahid

Rasio Pendapatan investasi neto A. Pendapatan investasi netto

PENDAPATAN USAHA Pendapatan ujrah pengelolaan dana tabarru’ Pendapatan ujrah pengelolaan investasi dana peserta Pendapatan alokasi surplus underwriting

Direktur Pemasaran Migas : Vacant *) Direktur Pemasaran Non Migas : Usmanshah W.A. Hamzah Direktur Teknik : Andy Samuel Panggabean

514

1.722 39.296

- -

2.235 57.918

5.023

6.681

B. Rata-rata investasi

18.622

- -

- -

C. Rasio (a:b)

3%

4%

0%

4%

Rasio beban klaim A. Beban klaim netto B. Kontribusi netto

Pendapatan investasi

2.152

2.026

Catatan : a. Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi dan Pendapatan Komprehensif Lain, dan Laporan Surplus (Defisit) Underwriting Dana Tabarru’ disajikan sesuai dengan SEOJK No. 2/SEOJK.05/2018 mengenai “Bentuk dan Susunan Laporan Berkala Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi Syariah, dan Unit Syariah” dimana angka- angkanya diambil dari Laporan Keuangan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (“Perusahaan”) - Unit Syariah pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja, dengan rekan penanggung jawab adalah Muhammad Kurniawan, auditor independen, dengan opini audit tanpa modifikasian tanggal 26 Juni 2020, yang tidak termasuk dalam publikasi ini. b. Laporan Tingkat Solvabilitas dan Rasio Keuangan Selain Tingkat Solvabilitas Disusun Berdasarkan Peraturan Perundangan. Catatan: *) Jabatan Direktur Pemasaran Migas sementara dirangkap oleh Direktur Pemasaran Non Migas sampai dengan ditetapkannya Direktur Pemasaran Migas

810

- -

- -

810

BEBAN USAHA Beban usaha

2.592 31%

2.592 31%

(3.145) 4.030

(4.476) 4.231

C. Rasio (a:b)

0%

0%

LABA (RUGI) USAHA Pendapatan nonusaha Beban nonusaha

Rasio perubahan dana A. Dana tahun/triwulan/bulan berjalan B. Dana tahun/triwulan/bulan lalu

12.725 9.746 2.979

61.779 57.218 4.562

- - -

74.504 66.963 7.541

-

-

(67)

(139)

C. Perubahan dana (a-b)

LABA (RUG) SEBELUM PAJAK Beban pajak penghasilan

3.963

4.092

D. Rasio (c:b)

31%

8%

0%

11%

(430)

(405)

Rasio Aset Unit Syariah A. Aset Dana Tabarru

LABA (RUGI)

3.533

3.687

74.961

- -

- - -

74.961

PENGHASILAN KOMRPEHENSIF LAIN Tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Surplus revaluasi aset tetap & takberwujud Pengukuran-kembali liabilitas imbalan pasti Akan direklasifikasi ke laba rugi Selisih kurs penjabaran laporan keuangan Pajak penghasilan

B. Aset Dana Investasi Peserta

- -

-

C. Aset Dana Asuransi Perusahaan (Konvensional)

83.761

83.761

- - -

- - -

D. Rasio (a+b) : (a+b+c)

100%

0%

0%

47%

Penghitungan Qardh yang Diperlukan Dana Tabarru A. Jumlah Kewajiban selain Qardh Jumlah Qardh yang Diperlukan (a-b) Penghitungan Qardh yang Diperlukan Dana Tanahud A. Jumlah Kewajiban selain Qardh B. Jumlah Aset

62.236 74.961

- - - - - -

- - - - - -

62.236 74.961

-

-

-

-

c. Kurs pada tanggal 31 Desember 2019, 1 US $ =Rp.13.901 Kurs pada tanggal 31 Desember 2018, 1 US $ =Rp.14.481 d. Cadangan Teknis 31 Desember 2019 dihitung oleh aktuaris Padma Radya Aktuaria.

Selisih nilai wajar sukuk FVTOCI & aset keuangan AFS

1.030

(240)

- -

- - -

Pajak penghasilan

-

-

B. Jumlah Aset

PENGHASILAN KOMPREHENSIF

4.563

3.447

Jumlah Qardh yang Diperlukan (a-b)

Jakarta, 29 Juni 2020 S.E. & O Direksi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online