ID170121

sabtu/minggu 21-22 januari 2017 2 INTERNATIONAL

AFP PHOTO / JIMWATSON

Oleh Happy Amanda Amalia  WASHINGTON – Donald Trump resmi menjabat presiden ke-45 Amerika Serikat (AS), pada Jumat (20/1) tengah hari waktu setempat. Ia menuntaskan perjalanannya menuju Gedung Putih yang terbilang luar biasa dan tidak diperkirakan banyak pihak, hingga kepemimpinannya selama empat tahun ke depan mengundang kekhawatiran.

Sulit Diterapkan Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menga- takan, Indonesia tidak perlu terlalu khawatir terhadap arah hubungan bilateral dan kebijakan ekonomi AS di bawah kepemimpinan Donald Trump. Sebagai penganut ekonomi liberal, Trump tak mudah merealisasikan seluruh janji kampanyenya. Menurut Wapres JK, pemerintah dan rakyat Indonesia menghormati proses demokrasi di AS yang memilih Donald Trump sebagai presiden mereka. “Kalau dilihat, kampanye Trump itu sangat perfeksionis, sa­ ngat nasionalistis. Untuk kepentingan Amerika, ya , memang semua presiden harus begitu,” ujar JK dalam jumpa pers mingguan di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (20/1). Wapres JK menegaskan, Indonesia tidak perlu terlalu khawatir terhadap arah hubungan bilateral kedua negara. Begitu pula terhadap kebijakan luar negeri ASdi bawahadministrasi Trump. “Amerika yang menganut ekonomi liberal, saya yakin apa yang dikampan- yekan itu tidak akanmudah diterapkan di Amerika secara 100%,” tandas dia. JK mencontohkan, salah satu yang sulit diterapkan Trump adalah rencana pengenaan bea masuk (BM) sebesar 45% terhadap barang-barang impor dari Tiongkok. Kebijakan ini tidak akan mudah diberlakukan karena hampir 90% barang yang dijual di AS adalah buatan Tiongkok. “Itu sulit sekali karena yang akan pertama kali protes adalah orang AS sendiri. Sebab, mereka nanti mendapatkan barang dengan harga Kemudian membaca sumpah jabatan di tangga Gedung Capitol dan menjadi pria paling berkuasa di bumi. Bahkan pada usianya yang ke-70 tahun, dia adalah pria paling tua yang mulai bekerja di Ruang Oval. Taipan real estat dan bintang reality televisi ini juga terbilang masih hijau di dunia politik. Dia akan menjadi presiden pertama yang belum pernah memegang jabatan publik, mengabdi di pemerintahan dan angkatan ber- senjata. Namun bagi para pendukungnya, seperti Jake dari California yang rela melakukan perjalanan ke Washington untuk menghadiri pelantikan, hal itulah yang menjadi daya tarik utama Trump. “Ini benar-benar terasa kami sudah memenangkan Revolusi Ameri- ka lagi. Saya benar-benar merasa kami telahmembawa kebudayaan kami dan negara kami lagi. Kami benar-benar diserang dari dua belah sisi – kami diserang dari media, dari para seleb- ritas,” ujarnya. Pidato Perdana Setelah berjanji setia melaksanakan jabatan Presiden Amerika Serikat dan melestarikan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat, Trump akan menyampaikan pidato paling pentng dalam hidupnya. Pasalnya pidato pelantikan ini akan bergema di seluruh sejarah Amerika. Hal ini terlihat pada saat pidato per- dana Abraham Lincoln hingga John F Kennedy, di mana kata-katanya terpatri di sanubari rakyat Amerika.

Trump juga menyinggung kembali semangat proteksionisme ekonomi yang sempat menjadi salah satu ikon kampanyenya selama pilpres. “Banyak industri yang menutup pabrik di AS dan memiih reloklasi ke negara-negara lain, sehingga tidak memberikan keuntungan ekonomi secara optimal kepada AS,” kata dia. Namun, Trumpmenjamin hal itu tak akan lagi terjadi. “Itu hanya kejadian di masa lampau. Mulai sekarang, mereka akan berproduksi di AS, menjual di AS, menyerap pekerja dari AS, dan pro- duk-produknya dijual di AS,” ujar dia. AS, kata Trump, harus menjadi no- mor satu di dunia. Karena itu, kepen­ tingan AS harus didahulukan. “Rakyat ingin keamanan dan lapangan kerja. Ini tuntutan yang wajar dari rakyat,” ucap dia. Trump bertekad memerangi kemi- skinan dan pengangguran lewat program-program yang bakal mem- bangkitkan kembali perekonomian Negeri Paman Sam. “Kami tidak akan membiarkan ibu dan anak terperangkap dalam kemiskinan atau terempas dari penge- tahuan karena dirampas kejahatan, gank (narkoba), dan kemiskinan. Luka mereka adalah luka kita semua. Sukses mereka, sukses kita semua,” tegas dia. Trump mengemukakan, hanya le- wat penguatan ekonomi domestiklah rakyat AS akan kembali maju dan sejahtera. “Kita percaya, peningkatan produksi domestik akan membawa kekuatan bagi ekonomi AS. Kami akan mengembalikan mimpi Amerika. Kita akan kembalikan lapangan kerja,” tutur dia. Donald Trump juga kembali meny- inggung apa yang menjadi salahs atu komitmennya saat kampanye, yakni memberantas terorisme. “Kita akan membumihanguskan radikalisme Islam dari muka bumi. Kita akan ber- gandengan tangan untukmenciptakan AS yang aman dan damai,” ujar dia. Usai pelantikan dia akan segera memulai masa jabatannya dengan janji-janji untuk membangkitkan AS serta dunia. Pelantikan Trump dihadiri sekitar 80.000 orang yang da- tang langsung ke National Mall, untuk merayakan karier politik seorang pria yang berlangsung singkat selama 19 bulan, melalui kampanye-kampanye pemilihan presiden (pilpres) sekali- gus menunjukkan kemampuannya bertahanmelewati semua prediksi dan banyak norma. Hingga berita ini diturunkan, pelan- tikan Trump belum berlangsung. Menurut jajak pendapat CBS News, Trump memimpin dengan dukungan sebesar 37% dan itu merupakan rekor terendah yang diperoleh seorang presiden AS. Pada usia 70 tahun, ia juga menjadi orang tertua saat memulai masa jabatannya sebagai presiden AS. Sebelumnya, ketika mencalonkan diri sebagai presiden AS pada Juni 2015, Trump ditolak dan mendapat ejekan dari banyak orang. Namun dia mampu mendominasi lawan-lawannya sesama kandidat dari Partai Republik dengan retorika tangan kosong dan kekuatan sebagai seorang taipan yang terkenal. Trump akhirnya menang men- galahkan rivalnya, Hillar y Clinton dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden (pilpres) November 2016. Dan kini, tidak lama lagi sebelum Jumat siang, Trump akan diambil sumpahnya dengan meletakkan tan- gan di atas Alkitab Abraham Lincoln.  Sambungan dari hal 1

Lepas Sambut Presiden AS Presiden Amerika Serikat Barack Obama (kanan) dan istri Michelle Obama (kiri) menyambut Presiden terpilih Donald Trump (dua dari kanan) dan istri Melania Trump di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (20/01/17)sesaat sebelum upacara pengambilan sumpah Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke 45 di Capitol Hill Washington DC, Amerika Serikat.

Latin,” kata Haryo. Reaksi Pasar Kemarin, sebagian pasar memberi- kan respons berebeda menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS. Wall Street saat pelanti- kan Trump, melaju di zona hijau, sete- lah hari sebetulnya ditutup negatif. Adapun pasar saham Asia menutup perdagangan bervariasi. Bursa saham Thailand ditutup menguat, begitu pula bursa saham Thailand, Singapura, Jepang, dan Tiongkok. Sebaliknya, bursa saham lainnya ditutup turun, ter- masuk indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menutup perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup terkoreksi 44,63 poin (0,84%) ke level 5.254,31. Dengan demikian, IHSG dalam tahun berjalan ( year to date /ytd) masih terjebak di zona merah dengan penurunan 0,80%. Bersamaan dengan itu, rupiah berda- sarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) ditutup melemah ke level Rp 13.382 dari penutupan hari sebelum- nya di posisi Rp 13.376 per dolar AS. Di kawasan, indeks bursa saham Indonesia kemarin melemah paling dalam, disusul India dan Australia yang masing-masing turun 0,16% dan 0,15%. Investor asing di lantai bursa kemarin mencatatkan penjua- lan bersih saham ( net sell ) senilai Rp 383 miliar. Alhasil, asing secara ytd membukukan net sell Rp 1,59 triliun. Direktur dan Chief Economist Ba- hana TCW Investment Manage- ment Budi Hikmat mengatakan, investor asing masih melirik In- donesia sebagai pilihan investasi meski dibayangi sentimen ketidak- pastian global, terutama dari AS. “Ada kekhawatiran Donald Trump bakal menerapkan kebijakan yang proteksionis dan populis, yang dapat menurunkan arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk In- donesia. Namun investor asing tetap melirik Indonesia,” ujar dia. Alasan asing melirik Indonesia, menurut Budi Hikmat, karena fun- damental ekonomi domestik masih kuat. “Harga ekspor komoditas primer yang menjadi andalan Indonesia juga naik. Paling tidak, itu ditunjukkan oleh kembali meningkatnya kepemilikan in- vestor asing atas surat utang negara,” tutur dia. Dia menjelaskan, sentimen dari dalam negeri mengenai pemerintah yang terus melanjutkan reformasi fis- kal, salah satunya dengan membenahi sisi penerimaan negara melalui kebija- kan amnesti pajak, juga akan menjaga perekonomian domestik. Donald Trump usai pelantikan di- jadwalkan segera memulai masa jabat- annya usai dilantik sebagai persiden. Pelantikan Trump dihadiri sekitar 80 ribu orang yang datang langsung ke National Mall, untuk merayakan puncak karier politik pengusaha properti itu. Setelah disumpah untuk melak- sanakan jabatan Presiden AS, Trump akan menyampaikan pidato terpent- ing dalam hidupnya. Namun, pidato perdana Trump akan berlangsung singkat, sekitar 20 menit. (b1/ant) Bahkan ada aksi demonstrasi kecil yang muncul di seluruh pusat kota, menyatakan kemenangan Trump tidak sah dan diperkirakan ada demon- strasi lebih besar, pada Sabtu (21/1). Pada Kamis malamwaktu setempat, ratusan pengunjuk rasa anti-Trump berdemonstrasi di luar acara Wash- ington pro-Trump, mereka mengejek dan berteriak kepada para tamu yang datang dan membakar papan-papan protes sebelum polisi meredam de­ ngan semprotan kimia ke arah keru- munan. (afp) paksa ketimbang perubahana penjaga seperti biasa.

utama dari produk-produk Tiongkok, dampaknya terhadap Indonesia ada dua. Pertama, permintaan bahan baku Tiongkok ke Indonesia bisa turun. Kedua, Indonesia bisa semakin diban- jiri produk dari Tiongkok, karena negara itu mengalihkan produk ek- spornya dari AS ke Indonesia. “Di sektor keuangan, komentar dan pandangan Trump yang cenderung kontroversial dapat membuat fluktuasi pasar uangmeninggi, sehingga rupiah perlu dijaga lebih intensif,” ujar dia. Kendati begitu, Eko Listiyanto berharap kebijakan pemerintahan Trump bisa memberikan peluang bagi perekonomian Indonesia. Soalnya, jika kebijakan Trumpmendorong penyera- pan tenaga kerja di AS berhasil, hal itu dapat meningkatkan permintaan terh- adap produk-produk dari Indonesia. “Tapi yang lebih mungkin, proteksi yang tadinya diarahkan ke produk Tiongkok, akan diarahkan juga ke negara berkembang, termasuk In- donesia. Maka 100 hari Trump akan sangat menentukan keberlanjutan sikapnya, akan tetap kontroversial atau mulai akomodatif,” papar dia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia ke AS merupakan yang terbesar dengan pangsa pasar sekitar 12%. Ekspor non- migas RI ke AS selalu surplus untuk Indonesia. Tahun lalu, surplus neraca perdagangan RI dengan AS mencapai US$ 8,5 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke AS juga mengalahkan ekspor nonmigas ke RRT yang tahun silam mencapai US$ 15,09 miliar, naik 14%. Kontribusi ekspor ke RRT terhadap total ekspor nonmigas nasional sebesar 11,49%. Pada 2016, neraca perdagangan RI dengan RRT defisit US$ 15,6 miliar Di sisi lain, Direktur Riset So- cio-Economic & Educational Busi- ness Institute (SEEBI) Haryo Kun- coro mengungkapkan, secara tipikal, mazhab ekonomi yang dianut Partai Republik pengusung Trump biasanya menggunakan ekspansi fiskal melalui pemotongan pajak untukmenstimulasi pertumbuhan ekonomi. Itu sebabnya, menurut dia, pemer- intahan Trump diproyeksikan bakal menyerap pasar keuangan dunia untuk menutup defisit. Suku bunga obligasi pemerintah AS diestimasi naik. Efek domino di pasar keuangan jauh lebih cepat dengan dampak bola salju. “Dalamkonteks ini, pelaku pasar keuangan dunia akan mengantisipasi secara ekstra hati-hati,” tandas dia. Karakter Trump yang probisnis, kata Haryo, niscaya lebih proteksionis dengan mengutamakan kepentingan ekonomi domestik AS sesuai janjinya dalam kampanye, demi mengembali- kan kejayaan AS. “Kebijakan ini diprediksi akan me- nyumbat arus transaksi perdagangan dunia dari dan ke AS. Bagi negara yangmemiliki hubungan perdagangan dengan AS, tidak terkecuali Indonesia, sudah saatnya mencari pasar baru, terutama di Afrika Utara dan Amerika untuk Indonesia. Ekspansi Fiskal kita tidak akan biarkan negara-negara lain merebut lapangan kerja kita lagi, kita akan membangun kekuatan mi- liter besar.” Perubahan Besar Perubahan di Washington – dalam banyak hal sebagai kota perusahaan – sudah teraba sejak Kamis (19/1), pada saat Trumpmenari diiringi musik country dalam konser pra-pelantikan di Lincoln Memorial. Sedangkan bagi para pengkritiknya, kedatangan Trump di Washington, pada Kamis, naik pesawat jet Air Force lebih seperti pengambilalihan

dan mengandung filosofi. “Ini akan menjadi pernyataan yang sangat pribadi dan tulusmengenai visinya terhadap negara. Dia akan membahas apa artinya menjadi orang Amerika, tantangan yang kita hadapi, sebagai anggota kelas menengah, itu yang mereka hadapi,” kata sekretaris pers Gedung Putih yang akan datang, Sean Spicer. Dalam sambutan singkat di malam menjelang pelantikan presiden, Trump berjanji untuk membawa kesatuan. “Kita akan menyatukan negara kita. Anda tidak akan dilupakan lagi. Kita akan mengembalikan lapangan kerja,

Siapa yang tak kenal kalimat “Tanpa Kebencian Terhadap Siapapun” yang disampaikan Lincoln, dan kalimat “Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu,” dari Kennedy. Pidato pelantikan yang disampaikan presiden selalu berisikan kalimat-kali- mat berusaha mengusung pandangan Amerika untuk meredam dendam dan masalah di hari ini menuju cakrawala dan esok yang lebih baik. Sedangkan pidato perdana Trump, menurut para pembantunya akan berlangsung singkat, sekitar 20 menit,

mendorong APBN sebagai motor infrastruktur, ekonomi AS diprediksi lebih kuat sehingga permintaan terhadap barang dan jasa dari negeri Paman Sam bakal meningkat. “Itu mungkin yang positifnya bagi Indo- nesia karena ekspor kita ke AS bisa meningkat,” ucap dia. Kecuali itu, menurut Sri Mulyani, kerja sama RI-AS akan menjadi per- hatian pemerintah. “Itu bisa menjadi salah satu faktor yang dapat berpe­ ngaruh terhadap ekonomi Indonesia atau tidak sama sekali,” ujar dia. Trump terkenal memiliki komentar kontroversial saat kampanye. Saat kampanye pilpres, Trump antara lain berjanji akan mendeportasi para imigran serta membangun tembok perbatasan antara AS dan Meksiko. Janji lain Trump adalah mencegah kaum muslim masuk wilayah AS serta mengancam akan meninggalkan sekutu-sekutunya. Trump juga kerap menyatakan akan mengkaji ulang per- janjian perdagangan bebas multilatera. Janji-janji kampanye Trump yang kontroversial itu memicu kekhawati- ran di sebagian masyarakat global. Mereka menilai kebijakan itu, jika diterapkan, bakal melahirkan ketidak- pastian baru di bidang ekonomi dan panggung politik dunia. Pidato-pidato Trump bahkan sempat mengguncang pasar saham. Berdampak Ganda Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, kemarin, menge- mukakan, jika Trump menerapkan proteksi pasar dalam negerinya, ter-

mahal. Harga barang di AS akan naik dan daya beli masyarakat AS akan turun. Produk-produk yang digunakan di AS, mulai piring, sepatu, sampai iPhone, iPod, itu kan dari Tiongkok,” papar dia. Selain itu, JKmenyangsikan Donald Trump akan benar-benar memban- gun tembok di area perbatasan AS- Meksiko. Soalnya, justru AS sendiri yang bakal kesulitan mencari pekerja di sektor peternakan dan pertanian. “Kalau AS mau bikin tembok di Meksiko, siapa yang akan kerja di California atau Texas? Siapa yang akan bertani dan sebagainya karena tidak ada lagi orang Amerika yangmau kerja seperti itu,” tegas Wapres. Harus Diwaspadai Secara terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah RI mewaspadai kemungkinan Donald Trump merealisasikan kebijakan proteksionisme di dalam negerinya. “Apabila Presiden Tr ump me- lakukan upaya proteksionisme yang kemudian menutup pasarnya maka ini juga perlu diwaspadai Indonesia. Kami akan lihat, tetapi secara umum Indonesia memiliki banyak pilihan market yang lain,” tutur Menkeu usai memberikan kuliah umum di Univer- sitas Udayana (Unud) di Jimbaran, Kabupatan Badung, Bali, kemarin. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pihak- nya akan terus mengamati kebija- kan-kebijakan Donald Trump pasca- pelantikannya sebagai presiden AS. Sri Mulyani menjelaskan, jika Trump menggunakan kebijakan fiskal untuk

Investor Daily/AFP

Wapres AS terpilih Mike Pence dan isteri Karen keluar dari gereja St. John’s Episcopal sebelum inagurasi, Jumat (20/1).

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker