ID180404

RABU 4 april 2018

24

Investor Daily/ant

153,8 triliun per akhir 2017. “Tahun ini fokus kami adalah men- ingkatkan akselarasi bisnis dengan berpusat pada inovasi produk dan layanan yang customer centric . Sep- erti digitalisasi sebagai enabler baik dalamotomasi prosesmaupun layanan kepada masyarakat, serta menjaga kulitas kredit,” ungkap Parwati. Dia menuturkan, pertumbuhan aset tersebut berasal dari kontribusi per- tumbuhan kredit yang naik 14% ( year on year /yoy) menjadi Rp 106,3 triliun, dari Rp 93,4 triliun per 2016. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan selama tahun 2017 mencapai Rp 113,4 triliun, meningkat 10% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 103,6 triliun. Parwati juga menjelaskan pihaknya akan fokus pada nasabah affluent dan bisnis. Selainmenyetujui pembagian saham bonus kepada pemegang saham dan mengesahkan laporan keuangan, dalam RUPST tersebut menyetujui pembelian kembali saham perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel. Kemudian, dis- etujui juga peningkatan modal dasar dan rencana aksi ( recovery plan ). (nid)

JAKARTA– Rapat UmumPemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBCNISP Tbkmenyetujui membagi saham bonus dengan rasio satu band- ing satu kepada para pemegang saham. Artinya, setiap pemegang satu lembar saham perseroan akan mendapat satu lembar saham bonus. Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menjelaskan, dengan pembagian saham bonus dari kapitalisasi agio saham dapat men- ingkatkan jumlah saham yang dimiliki pemodal. “Selain itu, pembagian sahambonus ini juga agar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat se- makin likuid dan saham Bank OCBC NISP dapat semakin menarik untuk para pemodal,” jelas Parwati dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Selasa (3/4). RUPST tersebut juga mengesahkan laporan keuangan perseroan tahun lalu yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun, tumbuh 22% diband- ingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,8 triliun. Kemudian, perseroan mencatat pertumbuhan aset 11% dari Rp 138,2 triliun pada 2016 menjadi Rp

Kerja Sama MNC Bank - Intiland Direktur Utama PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) Benny Purnomo (ketiga kiri) bersama Wakil Direktur Utama Intiland Sinarto Dharmawan (kedua kanan), Branch Man- ager MNC Bank Surabaya Riza Corpino (kiri), Direktur Intiland Happy Gunawarman (kedua kiri) dan Wakil Direktur Utama Grande Family View Hartanto Saputrajaya Njoto (kanan) saling bertumpu tangan usai penandatanganan dokumen kesepakatan kerja sama di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/4). MNC Bank dan Intiland menjalin kerja sama mengenai kepemilikan properti yang diharapkan kedua belah pihak saling mendukung dalam memberikan program KPR/KPA.

investasi pada pertanian, peternakan, dan perkebunan hanya tumbuh 8,6% (yoy) per Februari, lebih rendah dari pertumbuhan pada Januari yang se- besar 11,7% (yoy). Bhima mengungkapkan, untuk pertambangan dan penggalian yang turun 16,7% disebabkan oleh per- mintaan kredit investasi yang tidak ditingkatkan. Pasalnya, ketika 2014 masa komoditas sedang booming, alat pertambangan yang dibeli masih bisa dipakai hingga saat ini, sehingga tidak ada penambahan kredit investasi untuk alat berat. “Jadi inventori bahan baku saja, belum ke investasi alatnya,” ujar dia. Meski demikian, terdapat sektor kredit investasi yangmeningkat, yakni konstruksi. Hal itu dianggap Bhima sebagai hal yang wajar, sebab pemer- intah memang sedang gencar melak- ukan pembangunan infrastruktur dan mulai mempercepat pengerjaannya. Sektor jasa juga tercatat tumbuh 10,9% (yoy) per Februari, menurut Bhima ada hubungannya investasi pada perusahaan fintech , e-commerce , dan peningkatan investasi pada digital banking . Tahun ini, menurut Bhima, sulit untuk mengharapkan pertumbuhan yang tinggi untuk kredit investasi, tapi pihaknya menargetkan sampai akhir tahun kredit investasi bisa naik 5%. “Cukup berat investasi untuk naik, kami optimistis 5% saja sudah bagus tahun ini, lebih ke komoditas harusnya yangmembangkitkan kredit investasi,” papar Bhima. membuka tabungan melalui digital lounge akan tersedia hadiah Movie Card XXI. “Semua ini kami persem- bahkan untuk memberikan kemuda- han bagi pengunjung IndoBuildTech dalam memenuhi beragam kebutuhan finansial mereka,” ujar Rahardja. Selaras dengan brand promise perseroan Forward , jelas dia, CIMB Niaga selalu mendukung nasabah berkembang danmaju di berbagai aspek dan dalam setiap jenjang kehidupan, termasuk bagi para exhibitor dan pen- gunjung IndoBuildTech Expo 2018. “Melalui kapasitas layanan dan produk yang terus berkembang, CIMB Niaga siap menjadi solusi dari setiap rencana dan mimpi besar dari para pelaku bis- nis. Semoga IndoBuildTech Expo 2018 berjalan sukses sehingga setiap pemain dapat menjadi pemenang di usahanya masing-masing,” pungkas Rahardja. IndoBuildTechExpo2018merupakan pameran material dan teknologi ban- gunan terbesar di Asia Tenggara. Sejak digelar pada 2003, IndoBuildTech Expo selalu menjadi ajang berkumpulnya para pelaku industri infrastruktur. Men- gusung tema Sustainable Urban Devel- opment, IndoBuildTech Expo tahun ini mendorong diimplementasikannya konsep pembangunan berkelanjutan. Dukungan CIMB Niaga untuk kedua kalinya terhadap acara ini merupakan bukti komitmen perseroan untuk selalu berkontribusi dalammemajukan perekonomian nasional. (th)

BI menunjukkan, kredit investasi perbankan per Februari 2018 hanya tumbuh 4,6% (yoy). Angka tersebut terlihat stagnan dari pertumbuhan kredit investasi pada bulan Januari 2018 yang juga sebesar 4,6%. Berdasarkan sektor usaha, kredit investasi pada pertambangan dan penggalian yang minus 16,7% (yoy) per Februari membuat pertumbuhan kredit investasi stagnan. Penurunan penyaluran kredit tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kredit pertamban- gan dan penggalian pada Januari yang turun 15,8% (yoy). Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menjelaskan, per- tumbuhan kredit perbankan sebesar 8,2% itu hanya didorong dari pertum- buhan kredit modal kerja perbankan. Sedangkan kredit konsumsi meskipun naik, tapi tidak sesignifikan kredit modal kerja. Di sisi lain, penyebab penurunan kredit investasi karena sektor per- tanian yang mengalami pergeseran pola tanam. Dengan demikian, panen raya yang diprediksi terjadi pada Maret bergeser karena musim hujan. “Harga beras ada perubahan karena panen yang bergeser. Selain itu, kalau dilihat perkebunan CPO juga berpengaruh,” imbuh Bhima. Menurut dia, sektor perkebunan yang paling besar adalah sawit. Se- mentara itu, neraca perdagangan pada Februari mengalami defisit akibat ekspor sawit yang menurun. Hal tersebut menyebabkan kredit bisnis. Sebagai one stop financial solu- tion dan salah satu leader in digital banking, kami menyediakan solusi strategi keuangan serta pemanfaatan teknologi terkini untuk kemajuan dan efisiensi usaha para pelaku bisnis,” ujar Rahardja. Solusi yang ditawarkan, sambung Rahardja, antara lain BizChannel@ CIMB yang memberikan kemudahan pengelolaan keuangan perusahaan secara on-line dengan fitur lengkap yang aman dan nyaman. Hal ini juga didukung dengan layanan of f-line terbaik melalui relationship manager khusus yang ahli di bidang keuangan dan perbankan untuk setiap partner bisnis. Dua layanan tersebut diharap- kan kian memudahkan mitra bisnis mencapai impian dan aspirasinya. Sementara itu, dari lini perbankan konsumer, CIMB Niaga akan menye- diakan 11 booth dan dua unit mobile branch yang tersebar di lokasi pameran. Melalui layanan tersebut pengunjung dapat mengakses berbagai produk unggulan CIMB Niaga. Di antaranya kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bebas biaya provisi dan diskon premi asuransi jiwa kredit 15% untuk multi- guna/ refinancing . CIMB Niaga juga menawarkan kredit pemilikan mobil (KPM) dengan program bunga 0%, dan beragam merchandise menarik untuk setiap pembukaan rekening dan aplikasi kartu kredit. Sedangkan bagi nasabah yang

untuk kredit investasi memang belum ada. Secara terpisah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Suprajarto mengaku, untuk kuartal pertama tahun ini perseroan berhasil mencatat pertumbuhan kredit lebih dari 11%. Faktor pendorongnya adalah kredit mikro dan ritel yang se- bagian besar merupakan kredit modal kerja. “Kami kan fokus di mikro, dan sebagian besar ritel itu modal kerja,” kata Suprajarto. Sementara itu, untuk kredit in- vestasi pihaknya menyebut portofo- lionya masih sedikit. Sebab, menurut dia sektor riil masih melihat kondisi pasar, antara lain politik. Suprajarto menjelaskan, setelah Agustus tahun ini diperkirakan akan ada kepastian untuk permintaan kredit investasi setelah selesainya pemilihan umum. “Sebab, kalau mau investasi itu masih wait and see , lihat kondisi politik. Nanti tunggu setelah Agustus baru ada kepastian, kalau sekarang masih wait and see ,” ungkap Suprajarto. Direktur Keuangan BRI Har u Koesmahargyo menambahkan, rendahnya per tumbuhan kredit investasi industri perbankan pada Februari dianggap wajar. Pihaknya mengharapkan kuartal berikutnya pertumbuhan kredit investasi mulai meningkat. “Karena masih kuartal per tama, tunggu saja di kuar tal berikutnya,” lanjut dia. Kredit Investasi Stagnan Dari data analisis uang beredar JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk mendukung kembali penyeleng- garaan pameran material dan tekno- logi bangunan IndoBuildTech Expo 2018, yang diselenggarakan oleh PT Debindo-ITE pada 2-6 Mei 2018, di In- donesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan. Sebagai official bank, CIMB Niaga akan menye- diakan one stop financial solution melalui berbagai produk dan layanan, untuk memberikan kemudahan bagi para exhibitors maupun pengunjung pameran. “Beragam program menarik dari produk unggulan business banking dan consumer banking telah kami kembangkan spesial selama acara ini berlangsung,” kata Direktur Busi- ness Banking CIMB Niaga Rahardja Alimhamzah dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Selasa (3/4). Dari perbankan bisnis, lanjut Ra- hardja, CIMB Niaga menawarkan pro- gram khusus untuk membantu mitra bisnis di sektor bahan bangunan dan teknologi. Program tersebut antara lain, pinjaman modal kerja atau investasi untuk pelaku usaha kecil dan men- engah (UKM), yaitu SME OPTIMA dengan rate terbaik. Perseroan juga menyediakan solusi transaksi pemba- yaran bagi para pelaku usaha melalui electronic data capture (EDC) dengan fee minimum. “Melalui business banking , CIMB Niaga menawarkan solusi lengkap dan komprehensif untuk semua kebutuhan

aranya, kondisi ekonomi global dan domestik yang berpengaruh pada aliran investasi ke dalam negeri. Senada, Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk Har- iyono Tjahjarijadi mengungkapkan, pihaknya mayoritas menyalurkan kredit modal kerja dibandingkan dengan kredit investasi. Terkait sek- tor, perseroan mengucurkan kredit di berbagai sektor yang mendukung modal kerja. “Portofolio kredit modal kerja kami kurang lebih 85%, umumnya memang mayoritas kami di kredit modal kerja. Sedangkan kredit investasi dan kon- sumsi relatif lebih kecil,” jelas Har- iyono. Untuk tahun ini, sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) yang diberikan kepada Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK), Bank Mayapada menar- getkan pertumbuhan kredit secara keseluruhan sekitar 17-18%. Tahun lalu, perseroan berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp 56,42 triliun atau tumbuh 19,53% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 47,20 triliun. Tahun ini, Hariyono mengharapkan kredit modal kerja perseroan dapat tumbuh sesuai dengan RBB yang diajukan. “Sampai Februari pertum- buhannya lumayan, tapi harapannya kurang lebih bisa seperti RBB 2018,” ungkap dia. Menurut dia, pihaknya tidak terlalu fokus menyalurkan kredit investasi dikarenakan saat ini ekonomi sektor riil belum tumbuh sesuai harapan. Hal tersebut menyebabkan permintaan

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat sampai dengan Februari 2018 industri perbankan mayoritas menyalurkan kredit modal kerja (KMK) mencapai Rp 2.126,9 triliun atau 45,34% terhadap total kredit, lebih tinggi dibandingkan kredit investasi (KI) Rp 1.171,2 triliun atau hanya 24,97% dari total kredit. Data BI mencatat, outstanding kredit perbankan Rp 4.690,6 triliun sampai dengan Februari 2018, tumbuh 8,2% secara year on year (yoy).

kredit BNI didominasi oleh kredit modal kerja (52%), kredit investasi (31%), dan kredit konsumsi (17%). Untuk kredit modal kerja pihaknya menyalurkan ke sektor perdagangan, restoran, hotel, perindustrian, dan jasa dunia usaha. Sedangkan untuk kredit investasi, pihaknya menyalurkan utamanya pada sektor per tanian, perdagangan, restoran hotel, dan perindustrian. “Untuk tahun 2018, kami prediksi kredit modal kerja dapat tumbuh 12- 14%. Sedangkan kredit investasi dapat tumbuh di kisaran 13-15% tahun ini,” jelas Herry ketika dihubungi Investor Daily, Selasa (3/4). Menurut dia, tantangan dalam menyalurkan kredit investasi di ant-

Berdasarkan analisis uang beredar BI, KI tumbuh 8,5% (yoy) per Feb- ruari 2018, nilai tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,2% (yoy). Sektor yang mendorong per tumbuhan kredit modal kerja pada dua bulan pertama tahun ini adalah sektor jasa yang meningkat 26,1% (yoy), kemudian lis- trik, gas dan air bersih tumbuh 31,2%. Kemudian, pertanian, peternakan, perkebunan tumbuh 17,4% (yoy). Sedangkan sektor kredit modal kerja yang menurun adalah pertambangan dan penggalian 22,6% (yoy). Berkaitan dengan itu, Wakil Direk- tur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Herry Sidharta menjelaskan, komposisi portofolio

dapat membeli ORI dengan harga yang lebih murah. Menurut dia, pengembangan digital terus ada ke depan. Pada lay- anan mobile banking akan ada fitur tambahan seperti fasilitas kredit dan sebagainya melalui kerja sama dengan fintech lain. “Karena masih ada 135 fintech , kami akan lihat basis nasabah kami butuhnya apa, ke depan bisa saja ada fasilitas kredit melalui aplikasi ini,” terang dia. Target Kredit Pada kesempatan itu, Surjawaty mengungkapkan, tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10-12%. Angka tersebut sama dengan proyeksi dari regulator, baik Bank Indonesia (BI) maupun Otor- itas Jasa Keuangan (OJK). Untuk kuartal pertama, menurut dia per tumbuhan kredit belum kencang. Hal tersebut memang merupakan siklus tahunan untuk awal tahun industri perbankan belum meningkat tajam. “Kami kira indus- tri perbankan di kuartal pertama memang slow dulu, kuartal berikut- nya barumulai meningkat,” kata dia. Untuk mencapai target tahun ini, pihaknya masih fokus menyalurkan kredit di berbagai industri, seperti manufaktur, jasa, dan konstruksi. Pihaknya mencatat, pertumbuhan kredit perseroan sebesar 20% menjadi Rp 2,90 triliun pada akhir Desember 2017 dari Rp 2,43 triliun pada setahun sebelumnya. (nid)

aplikasi tersebut merupakan bukti komitmen Bank Ganesha dalam rangka menghadirkan solusi inovatif untuk produk dan jasa perbankan. Dengan aplikasi tersebut, nasabah dapat menikmati berbagai fitur un- ggulan dan mendapatkan berbagai informasi mengenai produk dan layanan dari Bank Ganesha. Salah satunya adalah fitur G-On- line yang dapat mengetahui saldo dan melakukan berbagai pem- bayaran tagihan ser ta transfer. Selain layanan G-Online, aplikasi Bangga juga menghubungkan ke layanan uang elektronik yaitu GMoney, sehingga dapat bertran- saksi hingga tarik tunai di merchant mitra perseroan melalui akses mitra co-branding Doku. Selain itu, dari sisi dana murah ( current account saving account / CASA), hingga akhir tahun 2017, komposisi CASA terhadap total DPK perseroan sekitar 36,9%. Sur- jawaty berharap, dengan adanya aplikasi mobile banking ini akan meningkatkan komposisi CASA perseroan. “Kami harapkan CASA tahun ini bisa lebih tinggi lagi dari tahun lalu. Sampai Desember 2017 deposito kami tumbuhnya hanya 6%, dan CASA itu tumbuh cukup tinggi,” lanjut dia. Untuk kerja sama dengan In- vestree, pihaknya akan menjual obligasi negara ritel (ORI) melalui online dengan Investree. Dengan demikian diharapkan masyarakat

JAKARTA – PT Bank Ganesha Tbk meluncurkan aplikasi layanan mobile banking bernama Bangga, sebagai bagian dari upaya perseroan untuk menuju lifestyle banking . Tahap awal, perseroan menyasar sebanyak 30-40 ribu nasabah dapat mengunduh aplikasi tersebut. Presiden Direktur Bank Ganesha Surjawaty Tatang mengatakan, pihaknya menyiapkan dana untuk belanja modal ( capital expenditure / capex ) teknologi informasi (TI) sekitar Rp 25 miliar. Nilai tersebut bukan hanya untuk aplikasi, tapi juga untuk pengembangan digital lainnya. “ Capex ini cenderung stabil dari tahun lalu dan termasuk besar untuk ukuran kategori BUKU II (bank umum kegiatan usaha). Kami melihat perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen yang sangat pesat dalam era digital ini, terutama melalui penggun- aan smartphone yang memainkan peran semakin penting,” ungkap Surjawaty, di Jakarta, Selasa (3/4). Dalam meluncurkan aplikasi Bangga, perseroan bekerja sama dengan beberapa perusahaan fin- ancial technology ( fintech ), seperti Investree, Doku, Gtech, dan per- usahaan switching PT Jalin Pemba- yaran Nusantara (JPN). Perseroan juga akan lebih banyak melakukan kolaborasi dengan perusahaan f intech . Dia mengatakan, peluncuran

Made with FlippingBook flipbook maker