ID170125

rabu 25 januari 2017

24

Investor Daily/David Gita Roza

penyelesaian piutang bermasalah pada BUMN di bidang perbankan tersebut. Sementara itu, Direktur Keuan- gan Bank Mandiri Pahala Mansury mengatakan, saat ini kondisi permod- alan maupun likuiditas perseroan be- rada dalam kondisi yang sangat baik. Tahun ini, rasio kecukupan modal masih akan terjaga pada kisaran 20%. “Posisi modal kami sangat baik, tahun ini CAR akan dijaga di kisaran 20%,” kata Pahala. S e b e l umn y a , P a h a l a mem - perkirakan laba bersih perseroan akh i r t ahun l a l u ma s i h akan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 20,33 triliun. Meski demikian, penurunan laba bersih hingga kuartal keempat 2016 tersebut diperkirakan dapat membaik diband- ingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Direktur Keuangan BRI Har u Koesmahargyo jga memperkirakan rasio permodalan perseroan tidak akan banyak berpengaruh, meski besaran rasio dividen yang akan ditetapkan pada BRI akan sama seperti tahun lalu, yakni sekitar 30%. Dengan rasio dividen tersebut CAR BRI masih akan berada di kisaran 21,5% pada tahun ini, atau sedikit menurun dibanding sebelumnya yang berada di kisaran 22%. “Laba bersih kami tahun lalu Insya Allah masih akan tumbuh. CAR kami perkirakan tidak akan berpengaruh signifikan kalau rasio dividennya seperti tahun lalu,” kata Haru. Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan, jika rasio dividen yang ditetapkan pada tahun ini sama dengan tahun lalu, rasio CAR perseroan diperkirakan dapat terjaga pada kisaran 17%.

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menetapkan besaran rasio pembayaran dividen ( dividend payout ratio ) bank-bank BUMN tahun ini sekitar 20-30%. Besaran rasio dividen tersebut sama seperti tahun lalu, kecuali untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang diperkirakan lebih rendah.

Sambut Pendaki Wanita Indonesia Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam (tiga dari kanan) memberikan penghargaan kepada 2 pendaki putri Indonesia, disaksikan oleh Menpora Imam Nahrawi (tiga dari kiri), Deputi Kementerian BUMN Gatot Trihargo dan Komisaris Utama Bank BRI Musatafa Abubakar (kiri), saat acara penyambutan kedatangan di Jakarta, Selasa (24/1). Dua perempuan pendaki Indonesia berhasil men- gibarkan Bendera Merah Putih di puncak gunung Vinson Massif (4.892 mdpl) Rabu (4/1/2017) pukul 23.48 waktu setempat, atau Kamis (5/1/2017) pukul 09.48 WIB. Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) yang tergabung dalam Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition MAHITALA-UNPAR (WISSEMU) itu menapakan kaki di puncak tertinggi Antartika dalam perjalanan yang bertajuk BRI Towards Antarctic Summit.

besar Rp 15,34 triliun. Sedangkan dividen yang disetorkan kepada pemerintah sesuai dengan porsi kepemilikan saham pemerintah sekitar 60% mencapai sebesar Rp 8,95 triliun. Tahun ini, pemerintah dalam Ang- garan Pendapatan dan Belanja (APBN) 2017 mematok besaran pendapatan dari bagian laba seluruh BUMN se- besar Rp 41 triliun. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan target besaran pendapatan dari bagian laba seluruh BUMN pada APBN Per- ubahan 2016 yang tercatat sebesar Rp 34,16 triliun. Dalam UU APBN 2017 juga mengamanatkan penyelesaian pi- utang bermasalah pada BUMN dibidang usaha perbankan, guna mengoptimalkan pendapatan bagian laba. Penyelesaian piutang dilakukan sesuai dengan ketentuan perund- ang-undangan dibidang perseroan terbatas, BUMN, dan perbankan, serta memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Pemerintah pun diminta melakukan pengawasan

“Rasionya sama seperti tahun lalu, di kisaran 20-30%. Rasionya untukmas- ing-masing bankBUMNkemungkinan sama, kecuali yang agak beda Bank Mandiri kemungkinan lebih rendah,” kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuan- gan BUMNGatot Trihargo di Jakarta, Selasa (24/1). Meski demikian, menurut Gatot, penetapan besaran rasio pembayaran dividen pada masing-masing bank BUMN akan memper timbangkan kondisi permodalan atau capital ad- equacy ratio (CAR) serta likuiditas keempat bank BUMN. Pada tahun lalu, rasio dividen terbe- sar ditetapkan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) se- besar 30% dan rasio terendah pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebesar 20%, sedangkan rasio dividen Bank Mandiri dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) ditetapkan masing-masing sebesar 25%. Tahun lalu, total dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham keempat bank tersebut se-

perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis tahun ini 25%. Selain itu BWS tidak berencana membuka cabang untuk mengurangi pengeluaran. Se- bab, BWS sudah memiliki 140 kantor cabang yang tersebar dari Palembang hingga Denpasar. Terkait kerja sama dengan Investree, kemitraan tersebut memberikanmemudahkanberinvestasi dan mendapatkan pinjaman dengan kecanggihan fintech maupun peer-to-peer lending yang dapat diakses di mana saja. “Di sisi lain, fee based income tahun lalu yang kami peroleh mencapai Rp 160 miliar, tahun ini targetnya naik 25%. Kami juga akan menciptakan digital banking dan memberikan ragam pilihan produk fintech dalam usaha mencapai inklusi keuangan di Indonesia.” jelas Denny. (c02)

manfaatkan dengan adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang pinjam meminjam uang berbasis financial technology ( fintech ). Hal itu juga yang menjadikan fintech dapat berkembang dan berkolaborasi. “Untuk target bisnis kami men- ingkatkan pertumbuhan Investree pada Desember 2016 sebesar Rp 53,7 miliar. Sampai pertengahan tahun ini kami targetkan penyaluran pinjaman Rp 100 miliar, dan hingga akhir tahun 2017 mencapai Rp 200 miliar,” kata Adrian dalam acara penandatanganan kerja sama Investree dan BWS di Jakarta, Selasa (24/1) Pada kesempatan itu, Direktur Bisnis UKM dan Konsumen BWS Denny Novisar Mahmuradi menambahkan,

JAKARTA – PT Investree Radhika Jaya dan PT Bank Woori Saudara In- donesia 1906 Tbk (BWS) berkolabor- asi sebagai perusahaan teknologi finansial bersama institusi keuangan untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, danmenengah (UMKM). Kedua perusahaan bersinergi dan menargetkan penyaluran pinjaman ke sektor UMKM tahun ini mencapai Rp 200 miliar. Co-Founder dan CEO Investree Ad- rian Asharyanto Gunadi mengatakan, tahun ini Investree akan menerapkan open platform , sehingga dengan adanya teknologi tersebut pihaknya dapat bekerja sama dengan bank, perusahaan ecommerce , dan per- usahaan lain. Hal itu merupakan keunggulan teknologi yang harus di-

Made with FlippingBook Learn more on our blog