ID191016

rabu 16 oktober 2019 2 INTERNATIONAL

Delil SOULEIMAN / AFP

18,35 miliar,” ucap Kecuk . Impor nonmigas dari Tiongkok pada Januari-September 2019 berkon- tribusi 29,34% terhadap total impor nonmigas Indonesia US$ 110,25 miliar. Sedangkan ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok berkontribusi 15,99% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia US$ 114,75 miliar. “Secara kumulatif, jika dilihat dari negaramitra dagang, jumlah defisit per- dagangan nonmigas terbesar dialami dengan Tiongkok yang mencapai US$ 13,9miliar, diikuti dengan Thailand dan Australia yang masing-masing defisit sebesar US$ 2,8 miliar dan US$ 1,91 miliar. Di saat yang sama, Indonesia mengalami surplus perdagangan non- migas terbesar denganAmerika Serikat sebesar US$ 6,8 miliar, India sebesar US$ 5,4 miliar, serta Belanda sebesar US$ 1,6 miliar,” paparnya. Defisit Perdagangan nonmigas Indo- nesia dengan Tiongkok sebesar US$ 13,99 miliar pada Januari-September 2019 tersebut naik 0,29% dibanding periode sama tahun lalu US$ 13,95 miliar. Tingginya defisit ini harus segera diatasi. Sementara itu, menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 22,66 miliar (18,25%). Berikutnya, Jawa Timur US$ 14,03 miliar (11,30%) dan Reaksinya sangat emosional danma- rah ketika beberapa peserta bergegas masuk ke kafe. Kelompok tersebut memecahkan jendela dan perabot. Merekamelukai setidaknya satu orang di dalam kafe serta salah satu petugas polisi yang turun tangan untuk meng- hentikan perkelahian. Meskipun demikian, polisi menya- takan mampu menenangkan keadaan. Demonstrasi berakhir sesuai rencana ketika para demonstran mencapai tu- juan mereka di tengah. Di antara lima orang yang terluka adalah penyeleng- gara pawai, yang diserang ketika ia mencoba menghentikan kekerasan. Adapun di antara sekitar tiga juta orang dengan kewarganegaraan Turki atau keturunannya yang tinggal di Jerman, sekitar satu juta adalah etnis Kurdi. Politisi secara teratur memper- ingatkan ketegangan antara kedua komunitas, yang dipicu oleh serangan Turki melawan pejuangKurdi di dalam wilayah Suriah. Secara terpisah di Berlin, polisi setempat mengatakan seorang pria mengenakan jaket dengan bendera Turki dipukuli hingga cedera wajah oleh sekitar 15 orang. “Menurut warga Turki berusia 30 tahun tersebut, orang-orang itu menyerang karena jaket yang dikenakannya memiliki bendera nasional Turki di atasnya,” kata Polisi Berlin dalam sebuah per­ nyataan. Polisi mengatakan, para penyerang berbicara bahasa Arab dan Jerman. Sementara itu, pemerintah Jerman bersama dengan sekutu-sekutu Eropa seperti Perancis, telah mengecam serangan itu dan menghentikan ek- spor senjata ke Turki. (afp/eld) teknologi lain yang berkembang dari pembayaran elektronik yang telah ada,” jelas dia. Ditambahkan, bahwa mata uang digitalnya kemungkinan lebih mirip dengan uang elektronik yang di- simpan pada media fisik daripada berupa cryptocurrency, seperti bit- coin yang didasarkan pada jaringan komputer. “Satu hal yang pasti, kami akan me- matuhi manajemen terpusat,” pungkas Yi, mengacu pada perbedaan filosofi di balik pemakaian cryptocurrency seperti bitcoin. Gantikan Uang Tunai Menurut laporan, Tiongkok pernah menjadi basis bitcoin. Situs laman acu- an bitcoinity.org menyebutkan bahwa pada dua tahun lalu, tiga platform perdagangan bitcoin utama Tiongkok yakni BTC China, OKCoin dan Huobi tercatat telah menyumbang lebih dari 98% perdagangan dunia. Tetapi sektor tersebut tidak diatur dan transaksi-transaksi menjadi tidak terlihat oleh pihak berwenang yang kemudian dianggap Tiongkok sebagai sebuah kutukan, dan memutuskan menutup platform perdagangan itu pada 2017. “Anda bisa tertarik pada teknologi di balik bitcoin dan tidak menyukai cara penerapannya, dan ingin membuat bit- coin Anda sendiri dengan karakteristik yang Anda inginkan,” ujar Stanislas Pogorzelski, pemimpin redaksi situs laman khusus Cryptonaute.fr . Menurut Pogorzelski, di sebuah negara di mana sistem kredit dan penggunaan kamera pengenal wajah semakin meluas maka mata uang digi- tal baru Tiongkok dapat memungkin- kan pemerintah lebih dekat memantau tindakan penduduknya. (afp/pya)

Defisit Besar dengan RRT Secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan, defisit neraca perdagan- gan Indonesia secara keseluruhan turun dari US$ 3,82 miliar pada Janu- ari-September 2018 menjadi US$ 1,95 miliar pada Januari-September 2019, seiring penurunan defisit perdagan- gan migas. “Defisit perdaganganmigas Januari- September 2019 sebesar US$ 6,44 mi­ liar, turun dari periode sama tahun lalu sebesar US$ 9,45 miliar,” ucap Kecuk dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (15/10). Badan Pusat Statistik mencatat, se- cara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-September 2019mencapai US$ 124,17 miliar atau menurun 8,00% dib- anding periode yang sama tahun 2018 senilai US$ 134,96 miliar. Sedangkan impor menurun lebih dalam sebesar 9,12%, dari US$ 138,78 miliar menjadi US$ 126,12 miliar. “Untuk impor nonmigas dari Tiong- kok Januari-September 2019 sebesar US$ 32,35 miliar, turun 0,44% diband- ing periode sama tahun lalu US$ 32,48 miliar. Namun, ekspor nonmigas ke Tiongkok turun lebih dalam 0,97%, dari US$ 18,53 miliar menjadi US$ BERLIN – Otoritas Jerman pada Selasa (15/10) mendesak masyarakat Turki dan Kurdi untuk tidak mengim- por konflik, setelah bentrokan antara kedua kelompok masyarakat atas serangan Turki ke kelompok Kurdi di wilayah timur laut Suriah. Polisi mengatakan, setidaknya lima orang terluka dalam perkelahian antara kedua kelompok pada Senin (14/10) malam. “Kami bertanggung jawab mence­ gah konflik di wilayah tersebut men- jadi konflik di masyarakat kami ... di Jerman,” ujar Komisaris Integrasi Jerman Annette Widmann-Mauz kepada kelompok surat kabar Funke , Selasa (15/10). Ia erharap semua pihak, terutama organisasi imigran dan komunitas aga- ma, bertanggung jawab dan berkon- tribusi untuk menahan diri. Komisi tersebut memberi nasihat kepada pemerintah tentang integrasi dan ber- fungsi sebagai titik kontak bagi para imigran dan organisasi masyarakat. Sekitar 350 orang berunjuk rasa ke pusat kotaBerlindi awal pekan ini,mem- protes serangan Turki di wilayah Suriah yang dikuasai Kurdi. Menurut pernyat- aanpolisi,merekakemudiandiprovokasi dengan isyarat tangan oleh orang-orang yang minum di kios terdekat. “Beberapa dari mereka meny- erbu ke kios, menyerang dua orang di dalam dan melukai mereka,” jelas pernyataan polisi. Beberapa orang juga memecahkan kaca jendela. Demonstrasi berlanjut dan seseorang melemparkan botol ke arah demonstran dari sebuah kafe milik warga asal Turki, ketika mereka lewat.  Sambungan dari hal 1 BEIJING – Para analis mengatakan bahwa Tiongkok akan memperkenal- kan mata uang digital, yang memung- kinkan pemerintah dan bank sentral dapat melihat masyarakat membelan- jakan uangnya untuk apa saja. Menurut para ahli, rencana pe- luncuran mata uang digital Tiongkok bakal jauh dari cita-cita mata uang digital ( cryptocurrency ) libertarian, yang anonimitasnya memungkinkan pengguna untuk membeli dan men- jual tanpa meninggalkan jejak digital. Dalam sistem e-cash Tiongkok akan melakukan pengaturan dengan ketat dan dan dijalankan oleh People’s Bank of China (PBoC). “Hal itu akan memberikan wawasan yang lebih luas kepada PBoC men- genai transaksi di seluruh negeri,” kata para analis dari perusahaan riset Trivium China. Sebelumnya pada akhir Septem- ber 2019, Gubernur PBoC Yi Gang menyampaikan bahwa mata uang baru Tiongkok bisa saja dikaitkan dengan sistem-sistem pembayaran elektronik yang sudah ada, seperti aplikasi telepon WeChat dan AliPay yang populer dan tersebar luas, yang memungkinkan terjadi transaksi dalam bentuk mata uang yuan melalui rekening-rekening bank. Meskipun Yi tidak menyebutkan kerangka waktunya, tetapi kalangan media di Tiongkok mengatakan uang digital akan ditempatkan pada pe- luncuran 11 November 2019, bertepa- tan dengan acara penjualan daring ( online ) tahunan besar-besaran yang disebut Singles Day. Di samping itu, Yi juga tidak menje- laskan seperti apa bentuk mata uang itu. “Kami tidak akan menentukan jalur teknis. Kami dapat mempertim- bangkan teknologi blockchain atau

Pengungsi Kurdi Tiba Di Tal Tamr Seorang ibu dan anaknya bersama keluarga lain yang melarikan diri dari zona pertempuran antara pasukan Turki dan pejuang Kurdi yang berasal dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) di utara Ras al-Ain yang berbatasan dengan Turki, tiba untuk mengungsi bersama dengan warga sipil Arab Suriah dan Kurdi di kota Tal Tamr di pinggiran Hasakeh, Suriah, Selasa (15/10/2019). Memasuki tujuh hari invasi Turki, pasukan Kurdi bertahan di kota perbatasan utama dalam melawan agresi, serta membebaskan daerah yang diinfiltrasi oleh tentara Turki.

yang lebih besar,” ucap Direktur Ri- set Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam ketika dihubungi kemarin. Harus Berorientasi Ekspor Sedangkan ekonom Bank Mandiri Dendi Ramdani mengatakan, defisit neraca perdagangan mer upakan cermin masalah struktural ekonomi Indonesia, sehingga penanganannya harus tuntas dan menyeluruh dengan memperbaiki stuktur ekonomi. Stuk- tur ekonomi nasional harus didorong agar memproduksi produk dagang yang berorientasi ekspor. “Hal ini juga berarti investasi di- arahkan pada sektor yang berorien- tasi ekspor dengan memanfaatkan keunggulan komparatif Indonesia,” ucap Dendi. Menurut dia, iklim investasi harus diperbaiki dan biaya logistik ditekan sehingga jumlah investasi bisa men- ingkat, khususnya investasi yangmen- jadi bagian dari rantai pasok global ( global value chain ). Ekspor ke depan seharusnya tidak hanya bergantung pada komoditas, tetapi ke barang- barangmanufaktur yangmemiliki nilai tambah yang tinggi. “Saat ekspor meningkat, diharapkan neraca perdagangan membaik, dari defisit menjadi surplus,” ucap Dendi. (dho/hg/en) Petani AS Minta Kejelasan Di sisi lain, walaupun Tiongkok telah berjanji membeli produk perta- nian AS hingga US$ 50 miliar namun Presiden Trump mendorong para petani Amerika agar bersiap-siap menghadapi gelombang besar bisnis. Bahkan, tak lama usai mengumum- kan kesepakatan perdagangan yang tercapai secara prinsip antara dua negara dengan kekuatan ekonomi utama dunia, Trump dengan nada ber- canda mencuit dengan menganjurkan para petani untuk mulai berpikir soal mendapatkan traktor yang lebih besar. Tetapi mengingat selama berbu- lan-bulan mengalami kerugian dan ketidakpastian di tengah perang dagang yang diluncurkan Trump, banyak petani yang meminta penje- lasan lebih detail sebelum mereka membuka sumbat. Di samping itu pada Senin, federasi pertanian terbesar AS, Farm Bureau mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya sedangmenunggu informasi yang lebih konkret tentang kesepaka- tan tentatif dengan Tiongkok, yang masih terus diselesaikan oleh para negosiator. Presiden National Farmers Union (NFU) Roger Johnson menyampai- kan, meskipun pihaknya merasa senang melihat perang dagang yang tak berkesudahan ini mulai reda tetapi manfaat nyata bagi keluarga petani dan peternak di AS masih tidak jelas. (afp)

nya memiliki peningkatan terbesar selama September 2019,” paparnya. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, selama September 2019, nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal mengalami pe­ ningkatan masing-masing 3,13% (US$ 42,7 juta) dan 4,8% (US$ 118,9 juta). Sebaliknya, golongan bahan baku/ penolong mengalami penurunan 0,7% (US$ 72,7 juta). Sementara itu, nilai impor keti­ ga golongan penggunaan barang ekonomi Januari–September 2019 mengalami penurunan 9,12% (US$ 12.661,1 juta) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terdiri dari barang konsumsi US$ 1.121,1 juta (8,77%), bahan baku/ penolong US$ 10.633,9 juta (10,22%), dan barang modal US$ 906,1 juta (4,13%). “Komposisi impor tidak berubah. Masih didominasi bahan baku 71,94%, diikuti barang modal dan konsumsi,” ucap Kecuk. Terjadinya defisit neraca perdagan- gan di bulan September tahun ini di luar perkiraan. Sebab, bilamelihat pola musiman, impor seharusnya sudah melambat pada bulan September. “Impor yang diproyeksikan masih dalam tren perlambatan justru menga- lami kenaikan 0,63% mtm. Sementara itu, ekspor mengalami perlambatan juga akan mempercepat pembelian produk pertanian AS. “Perusahaan Tiongkok tahun ini telah membeli 20 juta ton kedelai, 700.000 ton daging babi, 700.000 ton sorgum, 230.000 ton gandum, dan 320.000 ton kapas,” tuturnya. Tetapi ada beberapa kesepakatan yang diumumkan oleh Trump, yang mana tidak akan menurunkan tarif yang berlaku atas ratusan miliar dolar AS barang impor kedua negara. Meski begitu, Liu mengatakan ada kemajuan substansial yang telah dibuat di berbagai bidang termasuk pertanian, perlindungan hak kekayaan intelektual dan transfer teknologi. De- mikian dilaporkan kantor berita resmi Xinhua setelah pembicaraan. Menanggapi kesepakatan peda- gangan AS-Tiongkok, surat kabar Partai Komunis Tiongkok, People’s Daily mengingatkan dalam tajuk Sabtu (12/10) bahwa perang dagang hanya dapat diselesaikan dengan mengha- puskan semua tarif. Respons hati-hati Tiongkok terha- dap pengumuman Trump punmemicu skeptisisme terhadap kemajuan untuk mencapai kesepakatan. Pada gilirann- ya, media resmi mengeluarkan laporan yang isinya meragukan antusiasme Tiongkok tentang kesepakatan itu. Surat kabar Global Times juga mel- aporkan dalam sebuah editorial bahwa AS dan beberapa media Barat sedang mencari perbedaan karakter antara pengumuman Tiongkok dan AS.

Oleh Happy Amanda Amalia  BEIJING – Pemerintah Tiongkok pada Selasa (15/10) mengungkapkan bahwa tidak ada per­ bedaan dengan Amerika Serikat (AS) dalam menca­ pai kesepakatan perdagangan. Pernyataan ini keluar di tengah beredarnya keraguan terhadap komentar Presiden AS Donald Trump, yang menyebutkan kese­ pakatan parsial pada Jumat (11/10) merupakan fase satu yang substansial.

sektor pertambangan sebanyak 13,03% month to month dan 14,82% yoy untuk produk batu bara, bijih tembaga, sampai seng. Salah satu penyebab penurunannya karena harga batu bara tahun ini turun cukup tajam dibanding tahun lalu. “Secara keseluruhan, pada Septem- ber 2019, ekspor yang sebesar US$ 14,10 miliar ini turun 1,29% secara month to month dibanding Agustus 2019 senilai US$ 14,28 miliar. Jika dibandingkan dengan September 2018, total ekspor turun lebih dalam 5,74%, dari US$ 14,96 miliar,” ucapnya. Impor September Ia juga menjelaskan, impor pada September 2019 sebesar US$ 14,26 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2019 di mana impor sebesar US$ 14,17 miliar, terjadi kenaikan tipis sebesar 0,63%. Namun jika diban­ dingkan dengan September 2018, turun 2,41% dari US$ 14,61 miliar. Kecuk mengatakan lebih lanjut, impor migas September 2019 turun disumbang penurunan impor minyak mentah 20,95%, meskipun untuk gas dan hasil minyak masih naik. “Semen- tara itu, kenaikan total impor terjadi akibat peningkatan di pos nonmigas yang naik 1,02%. BPS mencatat komo­ ditas serelia, kapal laut dan bangunan terapung, serta kendaraan dan bagian- asinya. Ada konsensus di antara kedua pihak untuk mencapai kesepakatan ekonomi dan perdagangan. Tidak ada perbedaan,” kata Geng. Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) AS Steven Mnuchin men- gatakan pada Senin (14/10) bahwa para pejabat AS dan Tiongkok akan terus melanjutkan pembicaraan pekan ini, melalui sambungan telepon untuk menyelesaikan kesepakatan. Menurut Trump, adapun perjanjian yang dicapai termasuk janji Tiong- kok untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS menjadi US$ 40-50 miliar atau dua kali lipat lebih ba­ nyak dibandingkan 2017 yang kurang dari US$ 20 miliar. Geng menambahkan, Tiongkok

Kalimantan Timur US$ 12,37 miliar (9,96%). September Kecuk mengatakan lebih lanjut, neraca perdagangan Indonesia men- galami defisit sebesar US$ 160 juta pada September 2019. Angka ini ber- dasarkan selisih ekspor senilai US$ 14,10 miliar dan impor senilai US$ 14,26 miliar. “Neraca perdagangan September 2019 terjadi defisit sebesar US$ 160 juta, dibanding posisi pada September 2018 yang mengalami surplus US$ 350 juta. Pertumbuhan ekonomi nanti akan dipengaruhi oleh apa yang terjadi pada Juli sampai September lalu,” ucap Kecuk. Kecuk mengatakan, fluktuasi harga komoditas ikut memengaruhi kondisi ekspor komoditas migas dan nonmi- gas di bulan September lalu. Penu- runan ekspor minyak mentah tercatat 33,65% dan gas turun 11,04%. Tetapi, ekspor hasil minyak masih naik 39,9%. Sedangkan di sektor nonmigas, penurunan ekspor terjadi pada kend- araan dan bagiannya serta komoditas pakaian bukan rajutan. Penurunan juga terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan nabati sebesar 18,76% year on year (yoy) karena penurunan tajam harga komoditas. Penurunan ekspor juga terjadi di Usai berbicara dengan Wakil Per- dana Menteri Tiongkok Liu He di Washington, AS, Jumat lalu, Trump menyampaikan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan awal. Tetapi Tiongkok memiliki pendapat berbeda, dengan menyatakan kendati ada kemajuan namun tidak pernah menyatakan telah mencapai kesepa- katan dalam pertemuan itu. Jur u bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam konferensi pers Selasa menjelaskan apakah AS dan Tiongkok memiliki pendekatan yang sama terhadap kes- epakatan itu. “Apa yang dikatakan AS adalah situasi yang sebenarnya, konsisten dengan pemahaman kami tentang situ-

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker