ID191016

rabu 16 oktober 2019

24

Investor Daily/IST

dia, QRIS akan memperkuat dan merambah lebih luas pasar domsetik. Kedua, meningkatkan layanan bagi turis asing dengan menyediakan sistem pembayaran yang juga digunakan di neg- ara asal. Ketiga, memungkinkan masyarakat Indoensia yang bepergian dapat menggunakan uang elektroniknya ( e-money ) di berbagai negara. Poin kedua dan ketiga memungkinkan QRIS dalam pengunanaannya dengan sistem berstandar internasional berupa EMV. “Apps dibelakang QRIS itu menggunakan standar global. Thailand, Filipina, dan Malaisya juga pakai itu. Harapannya tran- saksi bisa digunakan diberba- gai negara. Karena dia berbasis EMV,” terang Onny. Perayaan BIK S e m e n t a r a i t u , T i r t a mengemukakan, pihaknya juga menggandeng BI dan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) un- tuk terus mendongkrak tingkat inklusi keuangan. Sinergi itu dire- alisasikan lewat perayaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) sepanjang Oktober 2019. Dia menuturkan, pada peri- ode perayaan tersebut berbagai kampanye dan sosialisasi terkait inklusi keuangan lebih gencar digelar. Adapun berbagai penju- alan produk atau jasa keuangan berinsentif seperti diskon, bonus, reward , cashback, dan promo khusus juga ditawarkan oleh para PUJK. “Da l am mendukung pen - capaian target inklusi keuangan, kolaborasi aktif antara regulator dan PUJK sangat diperlukan. Hal ini penting untuk saling men- dukung dalam meningkatkan lit- erasi keuangan serta mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuan- gan,” kata Tirta. Sebagai puncak acara BIK, kata Tirta, PUJK menginisiasi pelaksanaan kegiatan sinergi aksi yang didukung oleh OJK dan BI di Kota Kasablanka, pada 17-20 Oktober 2019. Tema besar yang diusung adalah Sinergi Aksi dalam Mewujudkan Inklusi Keuangan untuk Semua dan Perlindungan Konsumen yang Optimal. Serta dengan tagline Gapai Puncak Inklusi, PerlindunganMakin Pasti. Dia menyampaikan, kegiatan sinergi aksi BIK diharapkan dapat memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh stake- holders untuk meningkatkan inklusi keuangan. Hal tersebut juga diyakini bisa membuka akses keuangan lebih bagi sektor perb- ankan, pasar modal, perasur- ansian, lembaga pembiayaan, pergadaian, dana pensiun, dan fintech . Adapun bersamaan dengan acara puncak BIK dan sebagai bentuk implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 tahun 2019 tentang Hari In- donesia Menabung, juga akan dilakukan pencanangan Hari Indonesia Menabung (HIM) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI. Tujuannya untuk mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan dan budaya menabung. (c04)

JAKAR TA – Otoritas Jasa Keuanngan (OJK) menyatakan tingkat inklusi keuangan di In- donesia hingga September 2019 telah melampaui target tahun ini sebesar 75%. Meski demikian, survei tiga tahunan tersebut masih dalam tahap finalisasi pendataan yang masih mungkin berubah. “Sampai September 2019, angka (inklusi keuangan) sementara alhamdulillah melewati target 75%. Tapi saya belum bisa kasih angkanya, nanti khawatir kalau angkanya masih difinalisasi bisa berubah,” ungkap Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara di Jakarta, Selasa (15/10). Dia mengatakan, tahap finalisasi pendataan akan selesai pada akhir Oktober 2019 untuk disampaikan kepada masyarakat secara men- detail. Sebagai perbandingan, tingkat inklusi keuangan pada 2013 menurut survei OJK sebesar 59,74%, meningkat menjadi 67,82% pada 2016. Tirta menjelaskan, metodologi yang dipakai OJK dalam melak- ukan sur vei inklusi keuangan yakni melihat penggunaan akun ( account usage ). Artinya, survei tersebut melihat sejauh mana masyarakat ikut menikmati pem- bangunan melalui sektor keuan- gan dan terlibat untuk melakukan transaksi. Menurut dia, survei yang dilak- ukan OJK berbeda dengan survei Bank Dunia yang menggunakan metodologi pemilik akun ( account ownership ) dan mencatat tingkat inklusi keuangan di Indonesia pada 2016 hanya sebesar 48%. Metodologi Bank Dunia tersebut memasukkan tingkat inklusi salah satunya dari rekening kosong yang tidak aktif. Tirta menilai, hal tersebut tidak sesuai dengan tujuan inklusi yang cenderung melihat keterlibatan masyarakat mengenai transaksi keuangan. “Makanya dalamsurvei kami tanya, apakah melakukan transaksi keuangan dalam tiga tahun terakhir atau tidak? Melalui apa channel -nya? Punya polis asur- ansi atau tidak? dan sebagainya. Kalau ikut berarti dia sudah ter- masuk inklusi,” jelas dia. Di sisi lain, Kepala Departe- men Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengun- gkapkan, pihaknya juga men- dukung untuk terus melakukan penetrasi inklusi keuangan. Se- bab, inklusi keuangan dapat men- ingkatkan segala aspek pembiay- aan serta ketahanan keuangan di Indonesia. “Kalau melihat perjalanan inklusi keuangan, kan mereka bisa transaksi, kemudian bisa berasuransi, lalu menabung atau saving , dan kalau sudah sejahtera mereka bisa investasi,” ujar dia. Onny menambahkan, pihaknya mendukung penetrasi inklusi keuangan melalui sistem pem- bayaran nontunai, lebih khusus pada QR Code Indonesia Standard (QRIS). Dengan begitu diyakini masyarakat dapat lebih unggul, mudah, untung, dan cepat dalam berbagai macam transaksi. Ada- pun strategi yang dilakukan yakni dengan menyasar sekolah, kam- pus, dan pasar tradisional. Sebagai langkah awal, lanjut JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Perser o) Tbk (BTN) menyatakan berhasil melakukan efis- iensi sebesar Rp 150 miliar tahun ini dengan melakukan digitalisasi dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan men- erapkan e-learning kepada pegawai yang akan dipromosikan. Direktur Strategic Human Capital BTN Yossi Istanto saat memberikan kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Selasa (15/10) mengatakan, dengan e-learn- ing BTN bisa menghemat sekitar Rp 80 miliar. “Ini berhasil dari efisiensi biaya akomodasi dan tiket peserta learning . Ini jumlah yang cukup besar dan tentu berimbas kepada penurunan biaya operasional,” kata Yossi dalam keter- angan tertulis yang diterima Investor Daily , Selasa (15/10). Yo s s i me ng a t a k a n , d e ng a n penghematan tersebut, BTN ber-

Tabungan Hari Tua Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima secara simbolis penyerahan manfaat Tabungan Hari Tua (THT) dari Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro dan Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso di Kantor Wakil Presiden, kemarin. Dalam kesempatan itu dikukuhkan Bank Mantap sebagai mitra bayar yang dipercaya oleh seluruh pejabat purnatugas baik di lembaga eksekutif maupun legislatif periode 2014-2019.

Pemilihan Tuban sebagai lokasi pelaksanaan program sejalan dengan penunjukan BNI sebagai penyalur pro- gramKartuTani di Provinsi JawaTimur. Tuban juga terpilih karena memiliki potensi ekonomi desa yang besar dis- ektor pertanian. Selanjutnya programini akandilanjutkankebeberapakabupaten lain di Jawa Timur sebagai komitmen BNI dalam mendukung peningkatan ekonomi pedesaan dan kesejahteraan masyarakat tani. Selain pelatihan capacity building un- tuk pengelolaan bisnis retail pertanian menggunakan teknologi, para petani juga mendapatkan pelatihan terkait dengan pembukuan sederhana oleh IAI (Ikatan Akutan Indonesia). Langkah Awal Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo menam- bahkan, acara ini adalah langkah awal untuk mencetak 1.000 agripreneur sukses yang dapat menjadi peng- gerak sektor pertanian Indonesia. Keberhasilan pembangunan pertanian ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia pertanian. Pengembangan sumberdaya manusia di bidang per- tanian dapat menciptakan agripreneur- ship yang kuat. Tiga pilar utama pelatihan yang akan diberikan kepada Depo Tani adalah pertama, entrepreneural untuk mengembangkan manajemen bisnis. Kedua, technical skills untuk memban- gun peluang bisnis berbasis pertanian. Ketiga, character untuk membentuk seorang pribadi pebisnis yang dapat berkomunikasi dengan baik dan mengayomi konsumennya. “Ketiga pilar pelatihan ini ditekankan untukmendorong tumbuhnya inisiatif, inovasi, kreativitas dan kerjasama dalam memecahkan masalah-masa- lah yang dihadapi baik teknis, sosial, maupun ekonomi,” jelas Bambang. Sebe l umny a , BNI men j a l i n kerjasama dengan HARA sebagai mitra dalam digitalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mempermudah para petani dalam mendapatkan bantuan dan pinjaman dari bank. Kerja sama ini juga untuk membantu berjalannya programKartu Tani. Sementara itu, Rektor UNS Jamal Wiwoho mengungkapkan, era dis- rupsi telah membuat ketidakpastian terjadi pada dunia usaha. Hal ini bisa terlihat dari bisnis yang dulu berjaya, namun saat ini telah hilang atau terdisrupsi karena perkembangan teknologi. “Makanyamahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan agar bisa berad- aptasi dengan era disrupsi. Kalau pun mereka menjadi pengusaha, bisa bersaing dalam kondisi saat ini,” tegas Jamal. Pada kesempatan yang sama ekonom Indef Bhima Yudisthira menuturkan, untuk menjadi pen- gusaha yang sukses, mahasiswa perlu melakukan riset pasar. Hal ini agar mereka memahami peluang kebu- tuhan konsumen, bisa berkolaborasi dengan keahlian yang beragam serta membentuk tim yang solid. “Dan pelajari kegagalan dari startup-startup sebelumnya,” ujarnya. (ris)

BNI dalam mendukung program nasional denganmensinergikan tekno- logi (pertanian) 4.0 dan dukungan perbankan dalam merealisasikan ProgramNawacita,” kata Ronny dalam keterangan tertulisnya. Dalam melaksanakan program ini, BNI menyediakan akses pembiayaan melalui pola kemitraan serta pen- dampingan denganmelakukan sinergi bersama HARA ( start up bidang ag- ritech ). Bentuk kerja sama dilakukan melalui upaya meningkatkan bisnis dan perekonomian dengan digitalisasi kios serta pengembangan sumber daya yang terstruktur. Ronny menuturkan, Program Men- cetak 1.000 Agripreneur ini diharap- kan dapat menciptakan vokasi-vokasi dibidang pertanian untuk mendukung implementasi pertanian 4.0. Program ini juga diharapkan akan membangun blockchain financing antara petani yang sudah menjadi nasabah BNI dengan Depo Tani. “Sehingga dapat membentuk ekos- istem pertanian yang diharapkan. Kebutuhan budidaya petani seperti membeli pupuk, obat, hingga kebu- tuhan pribadi dapat disediakan oleh Depo Tani,” jelas dia. Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Raden Edi Prio Pam- budi yang menghadiri acara tersebut menyampaikan, pentingnya peran BUMN terutama perbankan dalam menginisiasi dan mengakselerasi pertumbuhan inklusi keuangan dan kapabilitas perekonomian di pede- saan terutama di sektor pertanian yang merupakan sektor dominan di perdesaan. “Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi perdesaan di Indonesia,” kata Raden. Bupati Tuban Fathul Huda pun mengapresiasi atas terpilihnya Tuban sebagai lokasi pelaksanaan awal Pro- gram Mencetak 1.000 Agripreneur. Fathul juga bangga atas semangat dan dukungan BNI untuk masyarakat tani dan desa di Tuban. “Kami mendukung dan berharap agar program ini dapat diperluas, sehingga dapat berdampak bagi 20 desa dan 200 ribu petani di Kabupaten Tuban,” harap dia. peluang di sektor proper ti yakni angka backlog yang masih cukup besar sekitar 11,4 juta rumah yang menunggu untuk segera diselesaikan. Penyelesaian backlog perumahan, lanjut Yossi, diharapkan bisa memiliki multiplier ef fect terhadap 136 sub- sektor industri yang berujung pada pertumbuhan PDB. Selain itu, masih ada gap antara kebutuhan rumah baru yakni sekitar 800 ribu unit per tahun dengan kapasitas bangun pengembang yang hanya 250-400 ribu unit per tahun. Yossi menambahkan, dukungan pemerintah baik dari kementerian maupun regulator untuk mendorong sektor properti sangat besar. Tum- buhnya kelas menengah di Indonesia juga mer upakan peluang karena mereka memiliki potensi ekonomi yang besar. “Rasio mortgage to GDP Indonesia baru 2,9%, berarti masih banyak ruang bisnis perumahan yang bisa dikembangkan,” kata Yossi.

Oleh Aris Cahyadi

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) hingga kuartal III-2019 mampu menjaga momentum pertumbuhan dengan juga mengelola kualitas aset. Penyaluran kredit BNI masih mencatat pertumbuhan yang sangat baik sekitar 14%.

sama tahun sebelumnya. “Hingga akhir tahun 2019, dipre- diksi kredit ekspor masih akan tum- buh di kisaran yang kurang lebih sama denganmelihat masih banyaknya pelu- ang penyaluran kredit ini,” ungkap dia. Sementara di segmen kecil, lanjut Bob, pertumbuhan penyaluran kredit terutama didorong oleh penyaluran KUR yang masih menunjukkan per- mintaan yang sangat baik dan dinilai masih aman dengan adanya cover asuransi. Untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul dari ketidakpastian situasi global saat ini, secara keselur- uhan pertumbuhan kredit dilakukan dengan sangat selektif pada sekt- or-sektor industri yang dinilai masih aman dan memiliki resiko yang ter- ukur. “Adapun dari sisi kualitas aset, angka-angka indikator yang tercatat hingga September 2019 juga masih sesuai dengan proyeksi perusahaan, dimana rasio NPL masih terjaga dan biaya kredit juga sesuai dengan guidance perusahaan sebelumnya,” papar Bob. Cetak 1.000 Agripreneur Sementara itu, dalam rangka men- ingkatkan kapasitas dan kompetensi usaha masyarakat tani, termasuk pedagang pupuk dan ekosistem pen- dukung pertanian lainnya, BNI melak- sanakan Program Mencetak 1.000 Agripreneur, yang diawali dari Tuban, Jawa Timur, Selasa (15/10). SEVP Jaringan BNI Ronny Venir mengatakan, program tersebut ber- tujuan untuk mempersiapkan ter- ciptanya agripreneur andal di perde- saan. “Hal ini merupakan wujud nyata mengajak para mahasiswa untuk menjadi pengusaha properti, karena imbal hasilnya sangat menguntun- gkan,” pungkas Yossi. Dia menjelaskan, BTN sebagai bank fokus bidang perumahan men- dorong penciptaan entrepreneur di bidang properti secara komprehensif melalui program pendidikan dan produk pembiayaan. Untuk program pendidikan BTN telah mendirikan School of Property dan Mini MBA in Property. “BTN akan membantu bagi yang ingin menjadi entrepreneur di bidang property melalui tahapan pembela- jaran untuk bisa menjadi developer masa depan,” ungkap Yossi. Dia menuturkan, bisnis di bidang properti masih menghadapi berbagai tantangan seperti backlog dan kapas- itas penyediaan rumah, namun masih banyak potensi yang dapat dikem- bangkan untuk memperluas potensi bisnis. Adapun tantangan sekaligus

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta mengatakan, meskipun sedikit mengalami perlam- batan dibandingkan periode semester I-2018, pencapaian tersebut masih di atas angka pertumbuhan kredit secara industri. “Per tumbuhan tersebut masih sesuai dengan proyeksi per tum- buhan kredit perusahaan sebelumnya, ditengah situasi yang terpengaruh oleh kondisi global yang masih belum pasti,” kata Bob di Jakarta, Selasa (10/15). Bob menjelaskan, kinerja terse- but terutama masih didorong oleh pertumbuhan kredit di segmen kor- porasi dan segmen kecil. Hal itu juga berkaitan dengan permintaan yang masih bagus di kedua segmen tersebut yang disertai dengan kualitas kredit yang terjaga berkat penerapan strategi ekspansi yang selektif diiringi oleh penerapan prinsip manajemen risiko yang prudent . “Kualitas kredit tersebut dapat dijaga dan ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 1,8% dan credit cost sebesar 1,3%,” ujar dia. Menurut Bob, kredit korporasi yang merupakan salah satu andalan BNI antara lain di kontribusi oleh pertum- buhan kredit ekspor sebagai bagian dari support BNI untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan dukungan jaringan kantor BNI di luar negeri yaitu di Singapura, Hong Kong, Seoul, Tokyo, London, dan New York, kredit ekspor mem- berikan peluang bisnis yang cukup baik bagi BNI, terbukti hingga periode Agustus 2019, kredit ekspor BNI tum- buh sekitar 12% dibandingkan periode Dihadapan ratusan mahasiswa UNS, Yossi mengungkapkan, era disr upsi memunculkan peluang dan tantangan baru yang membuat bisnis memerlukan transformasi di bidang digital. Transformasi ini harus didukung dengan peningkatan kom- petensi SDM. “Peluang dan tantangan baru ini yang banyak membuat anak muda ingin menjadi entrepreneur ,” ucap dia. Menurut Yossi, menjadi entrepren- eur merupakan salah satu pilihan yang bisa diambil di era disrupsi, mengingat rasio pengusaha di In- donesia masih sedikit dibandingkan jumlah penduduk sekitar 3,1%. Salah satu sektor yang menarik adalah men- jadi pengembang properti mengingat masih besarnya potensi pengemban- gan perumahan dengan harga rumah yang terus naik. “Oleh karena itu, menjadi entrepren- eur di bidang properti merupakan pi- lihan yang sangat menjanjikan. Kami

hasil meningkatkan penghasilan pegawai meskipun kondisi keuangan perseroan sangat ketat. Untuk itu, pengelolaan SDM akan mengimple- mentasikan sistem digital sehingga bisa berdampak positif terhadap kinerja perusahaan dan kesejahteraan pegawai. “Inisiatif ini kami lakukan agar ter- cipta human capital yang andal dan mampu membawa BTN beradaptasi serta meningkatkan produktivitas usaha di era industri 4.0,” kata dia. Yossi menjelaskan, BTN banyak berbenah dalam mengelola pegawai atau SDM sebagai aset penting bagi perusahaan. Adapun inovasi yang dilakukan mulai dari proses perek- rutan pegawai hingga pengemban- gan karier untuk menjadi pemimpin perseroan. “Era disrupsi membuat perusahaan harus berinovasi jika ingin tetap hidup. Proses bisnis dan produknya juga perlu dilakukan inovasi,” ujar dia.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker