SP170612

Utama

Suara Pembaruan

2

Senin, 12 Juni 2017

Kuda Hitam Pilgub Jatim

P DI-P dikabarkan melirik Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. “Azwar bakal men- jadi kuda hitam dalam Pilgub Jawa Timur lantaran ia berhasil memimpin Bumi Blambangan," kata sumber SP , di Jakarta, Senin (12/6). Yang menarik, katanya, nama Azwar Anas tidak pernah muncul sebelumnya

dalam bursa kandidat cagub Jatim. “Baru muncul sekitar 1-2 bulan terakhir. Ini tidak bisa dilepaskan dari prestasi beliau di nasional bah-

Java membuat namanya layak masuk sebagai salah satu kandidat utama di Pilgub Jatim. Nama Anas layak disandingkan dengan Gus Ipul, maupun Khofifah. "Kebetulan di Jatim ada stok pemim- pin yang layak untuk maju di Pilgub. Misalnya Bu Risma (Wali Kota Surabaya) dan Abdullah Azwar Anas dikenal suk- ses memimpin daerahnya masing-masing. Kaya pres-

tasi di tingkat nasional dan internasional. Ini tentunya menjadi pemikiran Ibu,” katanya. Yang dimaksud “ibu” adalah Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Sumber itu mengung- kapkan, DPC Banyuwangi memang sudah menyam- paikan usulannya ke DPD Jatim dan sudah diteruskan ke pusat. PDI-P, katanya, mengutamakan kader inter- nal untuk maju di Pilgub Jatim 2018. [W-12]

kan interna- sional yang membuatnya muncul di

bursa meski tempatnya di ujung Jawa Timur,” tam- bahnya. Kesuksesan Azwar Anas memimpin kabupa- ten berjuluk Sunrise of

Potensi Dana Zakat Rp 271 Triliun/Tahun

[JAKARTA] Penerimaan dana zakat, infak, dan sede- kah (ZIS) di Indonesia belum optimal. Potensi penerimaan ZIS sebenarnya sangat besar, bisa mencapai Rp 271 trili- un/tahun. Meski jumlahnya meningkat setiap tahun, namun sampai saat ini pene- rimaan ZIS masih jauh dari potensi itu. Sepanjang 2016, misal- nya, dana ZIS yang terkum- pul hanya sekitar Rp 5,02 triliun. Pengelolaan dana ZIS juga harus tepat sasaran agar bisa membantu program pemerintah dalam mengen- t a s k a n k e m i s k i n a n . Masyarakat diimbau untuk semakin rajin memberikan zakat dan menyalurkannya ke lembaga resmi agar dapat diberikan secara tepat sasar- an. Kepala BadanAmil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo mengatakan, pero- lehan zakat nasional hingga 2016 mencapai Rp 5,02  tri- liun. Sebenarnya, kata dia, potensi penerimaan dana zakat dapat mencapai Rp 271 triliun/tahun. Potensi terbesar adalah dari kalangan pengusaha. Namun, kata dia, masih ada beberapa perusahaan yang belum memiliki kesadaran untuk membayar zakat. “Ini kendalanya. Potensi terbesar dari kalangan perusahaan, tetapi masih ada masalah. Zakat dari perusahaan masih sangat kecil,” tuturnya. Bambang mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan jum- lah pemberi zakat. Salah satunya adalah dengan mendorong masyarakat untuk membayar zakat pada lembaga amal zakat resmi. Pasalnya, jumlah zakat yang dihitung selama ini hanya diambil dari jumlah yang terkumpul resmi milik peme- rintah atau dari swasta yang diakui dan disahkan oleh pemerintah. Soal dana zakat yang disalurkan sendiri atau oleh

lembaga yang tidak resmi, Baznas tidak memiliki catat- an rincian dana. “Yang menyalurkan lewat lembaga tidak resmi ini tidak terekam. Untuk itu, kami mendorong agar sebaiknya warga yang ingin menunaikan zakat, membayarkan melalui lem- baga amil zakat resmi yang dimiliki pemerintah atau diakui pemerintah, seperti D o m p e t D h u a f a , Laziz Muhammadyah, dan Laziz Nahdlatul Ulama (NU). Semuanya resmi dan mere- ka melapor kepada kami,” kata Bambang kepada SP di Jakarta, Senin (12/6). Pembayaran zakat mela- lui satu pintu, menurut Bambang, sangat penting agar sumber dana jelas, terutama ketika diaudit oleh kantor akutan publik. Hal yang sama juga perlu dila- kukan saat penyaluran dana zakat itu agar tidak ada tumpang tindih penerima zakat. Dikatakan pula, hingga kini masih ada umat Muslim yang membayar zakat ke lembaga tidak resmi karena kebiasaan. Pasalnya, sebelum ditetapkan dalam undang-un- dang, umat Muslim telah melakukan pembayaran zakat sebagai sebuah kebiasaan di masyarakat. Untuk itu, Baznas akan terus berupaya mendorong melalui sosialisasi agar masyarakat membayar zakat melalui lembaga resmi, sehingga bisa terkumpul secara nasional. Dana yang terkumpul juga dapat dipakai untuk program-program pengentasan kemiskinan dan penyalurannya tidak tumpah tindih serta ada koordinasi d e n g a n p e n g g u n a - anAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sistem Transfer Bambang juga mengata- kan, saat ini penyaluran dana zakat juga dilakukan melalui sistem transfer ke rekening penerima dana zakat atau

semakin banyak korporasi yang berzakat. Ada dua strategi utama yang ingin dilakukan Baznas pusat terkait upaya meningkatkan dana zakat. Pertama , pengembangan pelayanan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ adalah layanan penghimpunan bagi komunitas, seperti perkan- toran atau kelompok masya- rakat. Ini adalah upaya untuk menjaring zakat dari komu- nitas. Selain itu, Baznas pusat juga akan mengintensifkan zakat ritel, sehingga ada dua divisi penghimpunan yang dibuat, yakni penghimpunan UPZ dan ritel. Kedua , strategi pendaya- gunaan. Baznas pusat mela- hirkan beberapa lembaga untuk mengokohkan penda- yagunaan zakat untuk meng- entaskan kemiskinan secara terpadu. Lembaga dan pro- gram yang ada terbagi atas kelompok sosial, seperti Rumah Sehat Baznas, lem- baga pendidikan dan pesan- tren, serta bantuan tanggap bencana. Selain itu, ada juga kelompok penguatan ekono- mi, yakni lembaga keuang- an mikro Baznas, pusat inkubasi usaha kecil, dan sekolah kewirausahaan yang intinya berfungsi untuk mengangkat harkat para mustahik. Terakhir, kelompok advokasi, seperti Mualaf Center dan jaringan dakwah Baznas. Pada 2017, Baznas pusat berharap bisa menghimpun dana zakat sebesar Rp 240 miliar yang bersumber dari penghimpunan UPZ, yang diharapkan meningkat hing- ga 300%, ritel meningkat 30%, dan CSR yang diha- rapkan meningkat 100%. Sementara, target agregat zakat nasional pada 2017 sebesar Rp 6 triliun. Target ini terbilang optimistis, karena memang potensi zakat masih besar dan penghim- punan saat ini masih sangat kecil. [FAT/O-1]

mustahig. Dana langsung ditransfer untuk menghindari antrean penerima. Selama ini, sistem antrean tunai banyak menimbulkan masalah. Dana ZIS juga lebih banyak digungakan untuk berbagai program pember- dayaan masyarakat. Dia mencontohkan, dana ZIS untuk program beasiswa, pembangunan rumah sakit gratis bagi  fakir miskin, dan pemberian modal usaha. “Fakir miskin yang membuka usaha juga kami berikan bantuan dana supa- ya status mereka berpindah, yang tadinya mustahig atau penerima zakat, suatu saat nanti menjadi mujaki atau pemberi zakat. Ini namanya program pemberdayaan,” k a t a man t an Men t e r i Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu. Dikatakan pula, dalam penyaluran dana zakat, Baznas juga mengalami kendala teknis pada data, namun sejauh ini dapat dia-

tasi. Pasalnya, dalammenya- luran dana, Baznas berkola- borasi dengan Kementerian Sosial (Kemsos) pada saat pendataan. Dengan kata lain, Baznas melakukan penye- suaian data sebelum menya- lurkan dana ZIS. Bambang juga mengata- kan, selain bekerja sama dengan Kemsos, Baznas juga memiliki data tersendiri hasil rekapitulasi dari laporan tingkat provinsi, kabupeten, kota, dan semua lembaga zakat swasta. “Semua yang mengambil zakat selama ini harus melaporkan kepada kami, Baznas pusat. Jadi, kami sudah memiliki data penerima, tinggal diperbarui,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Koordinasi Pengumpulan, Komunikasi, dan Informasi Zakat Nasional Baznas,Arifin Purwakananta mengatakan, berdasarkan data, penghim- punan dana ZIS dan dana sosial keagaman lainnya dari Baznas pusat, provinsi,

hingga kabupaten/kota, serta lembaga amil zakat provin- si, dan lembaga amil zakat kabupaten se-Indonesia pada 2016 secara nasional naik 37,45%. Pada 2015, dana z a k a t s e b e s a r R p 3.650.369.012.964  mening- kat menjadi  Rp 5.017. 293.126.951. Adapun perincian dana itu, dari Baznas pusat sebe- sar Rp 111.690.914.428.234, Baznas provinsi sebesar Rp 192.609.000. 494.3514, Baznas kabupaten/kota sebesar Rp 3.311.745. 042.0244, dan LembagaAmil Zakat (LAZ) sebesar Rp 1.401.248.170.005. Menurut Arifin, pada 2016, Baznas telah menam- bahkan jumlah layanan kemudahan zakat melalui p e n g e m b a n g a n U n i t Pengumpul Zakat dan beker- ja sama dengan konter zakat serta perusahan zakat. Sebelumnya, Arifin mengatakan. pada 2017, Baznas pusat menargetkan

Made with FlippingBook flipbook maker