Investor Daily

TELECOMMUNICATION

BUSINESS

LIFESTYLE

20 >>

16 >>

>> 7

INDONESIA

SABTU/MINGGU 14-15 FEBRUARI 2015

MEDIA HOLDINGS

APBN-P RP 1.984,1 TRILIUN DISAHKAN

INTERNATIONAL

BLOOMBERG

Investor Daily/ant

JAKARTA -- Sinergi kebijakan stabilitas BI dan pemerintah serta reformasi struktural yang memperbaiki fundamental ekonomi berhasil mendorong arus modal masuk, baik berupa FDI maupun investasi portofolio. To- tal surplus transaksi modal dan finansial melambung sedangkan defisit transaksi ber- jalan mengecil, sehingga neraca pembayaran Indonesia (NPI) tahun 2014 surplus US$ 15,2 miliar setelah defisit US$ 7,3 miliar pada 2013. NPI terdiri atas tiga komponen, yakni tran- saksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi finansial, dengan selisih perhitungan bersih sebagai penyeimbang. Surplus transaksi finan- sial tahun lalu melambung ke US$ 43,6 miliar, dua kali lipat lebih dari tahun sebelum­ nya US$ 22 miliar. Transaksi modal sur- plus US$ 0,027 miliar, atau turun dibanding- kan US$ 0,045 miliar pada 2013. Sedangkan de- fisit transaksi berjalan mengecil menjadi US$ 26,2 miliar dari sebelumnya US$ 29,1 miliar. Untuk selisih perhitungan bersih adalahminus US$ 2,1 miliar dibandingminus US$ 0,22 miliar tahun 2013. “Untuk kuartal IV-2014, NPI surplus sebe- sar US$ 2,4 miliar. Ini didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial sebesar US$ 7,8 miliar atau melampaui defisit transaksi ber- jalan sebesar US$ 6,2 miliar. Defisit transaksi berjalan ini menurun menjadi 2,81% terhadap produk domestik bruto (PDB),” papar Direk- tur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara di Jakarta, Jumat (13/2). Oleh Yosi Winosa dan Abdul Aziz JAKARTA – Melalui rapat maraton yang diwarnai lobi dan perdebatan alot, bahkan sempat diskorsing selama sembilan jam, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 akhirnya disahkan dalam rapat paripurna DPR, Jumat malam (13/2). Dibanding APBN 2015, APBN-P 2015 lebih ramping. Namun, target penerimaan pajak naik hampir 20% dari Rp 1.201,7 triliun menjadi Rp 1.439,9 triliun atau naik sekitar 21% dibanding APBN-P 2014 sebesar Rp 1.189,8 triliun. “UU APBN-P ini segera diundangkan. Rapat paripurna menyetujui draft perubahan UU APBN 2015,” kata Wakil Ketua DPR Bidang Ekonomi danKeuangan TaufikKurniawan saat memimpin rapat paripurna tersebut. Beberapa jam sebelum ketok palu, rapat berlangsung alot hingga akhirnya diskorsing. Namun, saat disahkan, hanya sebagian anggota Dewan yang hadir. Meski begitu, rapat paripurna dinyata- kan memenuhi kuorum. Dalam APBN-P 2015, pendapatan negara dan hibah ditetapkan Rp 1.761,6 triliun, terdiri atas penerimaan perpajakan Rp 1.489,3 triliun dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Rp 269,1 triliun. Sedangkan belanja negara dipatok Rp 1.984,1 triliun, meliputi Rp 1.319,5 triliun belanja pemerintah pusat serta Rp 664,6 triliun transfer ke daerah dan dana desa. Dari target penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.489,3 triliun, sekitar Rp 1.439,9 triliun berasal dari pajak. Dengan pendapatan negara dan hibah Rp 1.761,6 triliun serta belanja negara Rp 1.984,1 triliun, defisit APBN-P 2015 dipatok Rp 222,5 triliun atau 1,9% terhadap produk domestik bru- to (PDB). Untuk menutup defisit, pemerintah Oleh Margye Waisapy dan Tri Murti

n Abdul Farid Alias

Asean Didorong Tingkatkan Perdagangan Antarnegara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Teng- gara atau Asean didorong untuk meningkat- kan perdagangan antarnegara anggota, dari

saat ini 25% menjadi hingga 40%. Hal itu diharapkan dapat tercapai dalam lima hingga enam tahun mendatang.

>> 2

DPR Sahkan APBN-P 2015 Ketua DPR Setya Novanto bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat menghadiri rapat paripurna pengambilan keputusan pengesahan APBN- Perubahan (APBN-P) 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2) malam. Rapat paripurna DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 27 Tahun 2014 tentang APBN-P 2015.

mematok pembiayaan Rp 262,5 triliun, terdiri atas pembiayaan dalam negeri Rp 242,5 triliun dan pembiayaan luar negeri Rp 20,008 triliun. Adapun dalam APBN 2015, belanja negara ditetapkan Rp 2.039,5 triliun dengan pendapat­ an Rp 1.793,6 triliun, sehingga defisit mencapai Rp 245,89 triliun atau 2,21% terhadap PDB. Penerimaan perpajakan ditetapkan Rp 1.380 triliun (Rp 1.201,7 triliun berasal dari pajak) dan PNBP Rp 410,3 triliun. Belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 1.392,4 triliun dan transfer ke daerah Rp 647 triliun. Sementara itu, untuk asumsi makro, pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2015 ditetapkan 5,7%, inflasi 5%, suku bunga Surat PerbendaharaanNegara (SPN) tiga bulan 6,2%, nilai tukar rupiah Rp 12.500 per dolar AS, har- ga minyak Indonesia (ICP) US$ 60 per barel, lifting minyak 825 ribu barel per hari (bph), dan lifting gas 1,22 juta barel setara barel minyak (sbm) per hari. Dalam APBN 2015, pertumbuhan ekonomi dipatok 5,8%, inflasi 4,4%, nilai tukar Rp 11.900 per dolar AS, suku bunga SPN tiga bulan 6%, ICP US$ 105 per barel, lifting minyak 900 ribu bph, dan lifting gas 1,24 juta sbm per hari.

MARKETS & CORPORATE

Merespons Global Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kesepakatan antara pemerintah dan DPR tidak terlepas dari komunikasi dan pembahasan intensif yang dilakukan kedua pihak dalam sebulan terakhir.

Bersambung ke hal 11

IHSG Kembali Cetak Rekor Baru

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru setelah me­ nguat 30,75 poin (0,58%) menjadi 5.3741,17,

dibandingkan rekor sebelum- nya 5.348. Penguatan tersebut diprediksi berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.

>> 3

FINANCIAL PLANNING

Perbankan akan Salurkan Rp 255 Triliun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mem- proyeksikan penyaluran kredit perbankan ke sektor pangan (pertanian, perburuan, kehutanan, peternakan, perikanan, dan kelautan) tahun ini akan mencapai Rp 255 triliun. Proyeksi kredit tersebut tumbuh 20,3% dibandingkan penyaluran kredit pada

seperti Ferrari merupakan salah satu pe- masok pajak penting bagi negara. Meski harga naik, Ferrari tetap berjaya. Ini berkat filosofi bisnis Ferrari yang me- nekankan eksklusivitas, bukan sekadar berdagang mobil. Chief Executive Officer (CEO) PT Surya Sejahtera Otomotif (SSO), importir resmi Ferrari di Indonesia, Arie Christopher menyatakan, Ferrari menjual mimpi, gaya hidup, dan eksklusivitas. Oleh karena itu, pembeli Ferrari harus mengerti filosofi Ferrari sebelum menjadi pembeli. “Visi Ferrari bukan untuk menjadi peru- sahaan besar, melainkan menjadi perusa- haan eksklusif,” ujar Arie saat berkunjung ke kantor redaksi Beritasatu Media Hold- ings di Jakarta, Jumat (13/2). Turut hadir Presiden Direktur PTMabua Motor Indonesia, dealer dan distributor resmi motor Harley Davidson di Indonesia, Djonni Rahmat danWakil Pemimpin Redak- si Mabua Eka Prasetya. SSO dan Mabua masuk Grup MRA.

Oleh Harso Kurniawan

JAKARTA — Ferrari Indonesia me­ mimpin pasar Asean, mengalahkan empat negara lainnya, yakni Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Rata-rata penjualan mobil super ( supercar ) asal Italia ini di Indonesia mencapai 40-50 unit per tahun, dengan pangsa pasar 40% di Asean. Penjualan Ferrari di Indonesia mulai me- lesat sejak 2011. Ini terjadi seiring stabilnya pertumbuhan ekonomi, yang selalu di atas 5%. Keadaan ini membuat jumlah kelas me- nengah dan golongan superkaya bertambah. Di Indonesia, Ferrari menguasai 58% pasar mobil super. Rival Ferrari adalah Lamborghi- ni, yang juga berasal dari Italia, danMclaren, yang masuk Indonesia sejak 2013. Ferrari diburu karena memberikan kesan eksklusif bagi pemiliknya. Selain itu, mobil-mobil Fer- rari mewarisi DNA balap yang sangat kental. Dengan keunggulan-keunggulan terse- but, konsumen Indonesia tak segan me- nebus model-model baru Ferrari dengan banderol cukup fantastis, Rp 6-12 miliar ( off the road Jakarta). Harga Ferrari semakin membubung saat pemerintah menaikkan pajak penjualan atas barang mewah (PPn- BM) dari 75% menjadi 125%. Mobil mewah

2014 yang mencapai Rp 212 triliun. Tahun lalu, kredit ke sektor pangan baru berkon- tribusi sekitar 5,8% terhadap total kredit perbankan.

>> 9

Ia mengungkapkan, persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan im- bal hasil yang relatif tinggi mendorong aliran masuk modal asing yang cukup besar. Ini mampu membiayai defisit transaksi berjalan. “Pada triwulan IV-2014, surplus transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk investasi langsung asing (FDI) dan surplus investasi lainnya yang berasal dari penarikan simpanan penduduk di luar negeri dan penarikan pinjaman luar negeri korporasi.

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3970

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - Online magazine maker