ID200615

10 >>

24 >>

15 >>

energy

MONEY & BANKING

markets & corporate

SENIN 15 JUNI 2020

BNI Mobile Banking

Penuh Optimisme Jalani Kenormalan Baru BNI Hadirkan Solusi Buat Kamu

#CovidSafeBUMN

#BUMNuntukIndonesia

BNI terdaftar dan diawasi oleh

| BNI merupakan peserta penjaminan

| www. bni.co.id

NATIONAL & POLITICS

n Pramono Edhie Wibowo

Mantan Kasad Pramono Edhie Wibowo Tutup Usia JAKARTA - Mantan Kepala Staf An- gkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia.

Adik ipar Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut tutup usia karena sakit.

>> 14

Airlangga Hartarto

Erick Thohir

Oleh Thresa Sandra Desfika dan Triyan Pangastuti

MACRO ECONOMICS

JAKARTA – Pemerintah dan dunia usaha optimistis perekonomian nasional pulih lebih cepat, menyusul dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Geliat ekonomi sudah terjadi di sektor transportasi dan industri manufaktur, yang mengalami pelonggaran PSBB atau memasuki adaptasi new normal.

2022, BUMN Ditargetkan Tak Lagi Terima Kucuran APBN Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan, dalam dua tahun mendatang atau pada 2022, BUMN tidak lagi menerima kucuran dana dari

>> 6

anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN).

INFRASTRUCTURE

AP II Kembali Pangkas Capex Jadi Rp 1,1 T PT Angkasa Pura (AP) II kembali memangkas anggaran belanja modal tahun 2020 dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,1 triliun. Hal ini dilakukan dalam rangka an-

Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto, Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara, President & Chief Executive Officer (CEO) PT Perintis Triniti Properti Tbk Ishak Chandra, serta Direktur PT Metropolitan Land Tbk (Metland) Olivia Surodjo. Mereka memberikan pernyataan terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu. Airlangga Hartarto menjelaskan, ada dua protokol yang kini harus ditaati, yaitu protokol umum dan protokol khusus, agar tercipta kondisi masyarakat yang produk- tif sekaligus aman dari Covid-19. Protokol umum, kata Airlangga, berlaku bagi seluruh masyarakat, seperti menjaga jarak fisik, me- makai masker , mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer , dan mengonsumsi vitamin secara rutin. “Adapun protokol khusus atau sektoral disesuaikan dengan jenis dan karakteristik masing-masing industri. Kalau keduanya dijalankan bersama-sama, ekonomi akan pulih lebih cepat,” ujar dia. Ia berharap, daerah berstatus hijau atau tidak terdampak Covid-19 akan terus ber tambah. Dengan begitu pula, Indonesia benar-benar siap memasuki new normal atau tatanan baru era pandemi. Sementara iu, berdasarkan data Kemenko Perekonomian, saat ini terdapat 98 kabupaten/kota ber- status hijau dan sudah membuka kegiatan ekonominya. Berikutnya, sebanyak 138 kabupaten/kota tren reproduksi efektif (Rt)-nya sudah hampir di bawah 1 sehingga siap dibuka, dan ada 166 kabu- paten/kota yang sedang risikonya. Namun, sebanyak 108 kabupaten/ kota risiko penularannya masih tinggi. Sedangkan data mingguan Ke- menterian Kesehatan (Kemenkes) per 7 Juni lalu menyebutkan, ter- dapat 136 kabupaten/kota dengan risiko penularan Covid-19 rendah.

Berdasarkan laporan Global Outlook terbaru , World Bank me­ ngoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari semula 5,1% menjadi 0% tahun 2020 karena dampak pandemi Covid-19, namun diperkirakan segera pulih tahun depan ke 4,8%. Kondisi ini jauh lebih baik dibanding ekonomi dunia, yang diproyeksikan terkontraksi 5,2% tahun ini dan akanmembaikmenjadi 4,2% tahun 2021. Sementara itu, Amerika Serikat yang merupakan ekonomi terbesar dunia diperkirakan terkontraksi 6,1% tahun ini dan tahun depan tumbuh 4,0%. Sedangkan RRT dengan ekonomi terbesar kedua di dunia diprediksi tumbuh 1,0% tahun ini dan tahun depan tumbuh 6,9%. Untukmengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia dan mencip- takan masyarakat yang produk- tif sekaligus aman dari Covid-19, masyarakat dan dunia usaha kita harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Upaya pemu- lihan ekonomi ini termasuk di dalamnya dengan mengaktifkan kembali industri untuk mendorong ekspor. Hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Men- teri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto, Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Setiawan, Direktur Jaringan dan Layanan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) A Solichin Lut- fiyanto, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin, serta laporan World Bank. Hal senada dikemukakan Sekjen Kementerian Perhubungan (Ke- menhub) Djoko Sasono, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, Dirjen Per- hubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, Sekjen Indonesia National

tisipasi perseroan terhadap dinamika industri penerb- angan di tengah pandemi Covid-19.

>> 7

money & banking

Kookmin Bank Pemegang Saham Pengendali, Saham Bukopin Melesat 21% KB Kookmin Bank telah menyetorkan dana segar ke PT Bank Bukopin Tbk secara efektif pada Kamis (11/6).Pascape- nambahan dana tersebut harga saham Bank Bukopin pada perdagangan Jumat (12/6) melesat 21,9% dari pembukaan Rp 169 per saham dan ditutup pada level Rp 206 per saham. >> 24

Stimulus Fiskal dan Moneter Sementara itu, pemerintah In- donesia telah meningkatkan du­ kungan APBN untuk rencana Pemu- lihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terdampak pandemi Covid-19, dari semula Rp 641,17 triliun menjadi Rp 677,2 triliun. Ini mencakup Ang- garan Bidang Kesehatan Rp 87,55 triliun, Anggaran Perlindungan Na- sional (bansos dan lain-lain) sekitar Rp 203,90 triliun, Anggaran Insentif Usaha (PPh 21 DTP dan lain-lain) Rp 120,61 triliun, Anggaran untuk UMKM Rp 123,46 triliun, Anggaran untuk Korporasi Rp 44,5 triliun, serta Anggaran untuk Sektoral K/L & Pemda Rp 97,11 triliun. Sementara itu, Gubernur Bank In- donesia Perry Warjiyo sebelumnya menyebut, quantitative easing (QE) hingga Juni 2020 mencapai sekitar Rp 605,5 triliun. Rinciannya, pada Januari hingga April 2020, BI me­ ngeluarkan QE berupa pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang telah dilepas asing di pasar sekunder yang menambah likuiditas sekitar Rp 166,2 triliun. Selanjutnya, term repo perbankan yang dilakukan

likuiditas Rp 71,9 triliun. Sejumlah negara lain seperti Je- pang juga sebelumnya menambah stimulus untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, yang berasal dari Tiongkok. Pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe se- belumnya menggandakan stimulus Jepang, dalam usahanya memenuhi janji untukmenjaga bisnis dan rumah tangga terselamatkan dengan paket respons terhadap pandemi Covid-19 yang terbesar di dunia. Sebagaimana dirilis Bloomberg , Kabinet Shinzo Abe pada 27 Mei 2020 menyetujui stimulus tambahan 117 triliun yen (US$ 1,1 triliun), yang mencakup bantuan pembiayaan untuk perusahaan yang kesulitan, subsidi untuk membantu perusa- haan membayar sewa, dan beberapa triliun yen untuk bantuan perawatan kesehatan dan dukungan untuk ekonomi lokal.

menambah likuiditas sebesar Rp 160 triliun. Ada juga penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah yang memberi likuiditas sebesar Rp 53 triliun dan swap valuta asing (valas) yang menginjeksi likuiditas hingga Rp 36,6 triliun. Pada periode Mei-Juni 2020, Bank Sentral Indonesia juga me­ ngeluarkan tambahan QE berupa penur unan GWM r upiah pada bulan Mei 2020, masing-masing sebesar 200 basis poin (bps) untuk bank umum konvensional dan 50 bps untuk bank umum syariah atau unit usaha syariah per 1 Mei 2020, yang ditaksir menambah likuiditas di perbankan hingga Rp 102 triliun. Ada juga peniadaan pemberlakuan kewajiban tambahan giro untuk pemenuhan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) terhadap bank umum konvensional maupun bank umum syariah atau unit usaha syariah selama satu tahun yang mulai berlaku pada 1Mei 2020, yang ditaksir menambah likuiditas hingga Rp 15,8 triliun rupiah. Kemudian, ada term repo perbankan dan FX swap yang diperkirakan menambah

Bersambung ke hal 2

>> harga eceran rp 9.000 (berlangganan Rp 160.000 /bulan)

www.investor.id

>> Investor Daily EDISI 2020 No. 5502

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

Made with FlippingBook flipbook maker