SP160920

Utama

Suara Pembaruan

2

Selasa, 20 September 2016

Yusril Bersama Buwas?

D inamika menjelang pendaftaran pasang- an calon untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 21-23 September 2016, semakin menarik dicermati. Sejumlah partai politik (parpol) melakukan manu- ver politik terkait dukungan terhadap figur calon guber- nur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub). Salah satu parpol yang awalnya disebut-sebut akan mendukung Sandiaga Uno menjadi cagub, mendadak berubah sikap ketika pengu- saha muda tersebut diusung partai lain dengan pasangan yang tidak dikehendaki.

Parpol itu kini dikabarkan hampir pasti mengusung pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra seba- gai calon DKI 1. Dalam waktu yang semakin sempit nama-nama yang muncul selain Yusril Ihza Mahendra adalah Anies Baswedan, Rizal Ramli dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso alias Buwas. Melihat nama-nama terse- but, para pengamat politik menilai mereka adalah anti- tesis Ahok. Nama Buwas selama ini relatif tidak terlalu menge- muka sebagai calon wakil

gubernur sekalipun. Namun berkaitan dengan ekshalasi politik DKI Jakarta nama- nya muncul untuk berpa- sangan dengan Yusril. Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga bakal cagub petahana harus men- dapatkan lawan seim- bang. Ketokohan Sandiaga, dinilai masih belum dapat menandingi Ahok. “Untuk melawan Ahok, perlu orang yang punya karakter paling tidak setara,” kata sumber SP yang juga elite parpol, Selasa (13/9). Sumber menganalogi- kan Pilkada Jakarta seperti

pertandingan tinju. “Ahok itu petinju kelas berat, maka itu harus dicari yang kelas berat juga,” ujar sumber ter- sebut. Dalam olahraga tinju, masih kata sumber, menang dan kalah bukanlah hal mutlak. Sama seperti Pilkada Jakarta. “Petinju itu bertanding harus satu kelas, baru enak ditonton. Kalau Ahok punya masalah hukum atau tata kelola pemerintahan berkaitan dengan hukum maka harus dicarikan orang yang meng- erti hukum. Karena itu muncul nama Pak Buwas serta Pak Yusril,” ujarnya. [C-6]

PDI-P Usung Ahok-Djarot Semua Kader Mendukung Keputusan DPP

[JAKARTA] Malam ini, Se l a s a ( 20 / 9 ) , Pa r t a i Demo k r a s i I n d o n e s i a Perjuangan (PDI-P) akan mengumumkan pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawa- gub) DKI Jakarta yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017. Kalangan internal PDI-P menyatakan partai berlambang kepala banteng moncong putih itu akan mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Pengumuman akan dilakukan di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P, Jalan D i p o n e g o r o , J a k a r t a . Pasangan petahana merupa- kan calon teratas dibanding calon lain, meski kepastian baru didapatkan setelah surat rekomendasi diteken Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. DPP PDI-P akan meng- gelar rapat untuk menyele- saikan rekomendasi penga- juan para calon kepala daerah tingkat provinsi di Pilkada Serentak 2017, termasuk untuk Pilgub DKI Jakarta 2017. "Sudah diputuskan bahwa pasangan yang akan diusung nanti adalah Ahok-Djarot. Besok (hari ini, Red), calon kepala daerah yang akan diusung PDI-Pakan diumum- kan semua secara serentak, termasuk untuk Jakarta," ujar sumber di internal PDI-P, Senin (19/9) malam. Dikatakan, alasan utama PDI-P memilih pasangan Ahok-Djarot karena partai itu ingin keberlanjutan proses pembangunan di Ibukota. Apalagi, mayoritas masyara- kat ingin agar pasangan ini kembali memimpin Jakarta. Ahok-Djarot juga memi- liki visi dan misi yang sama dengan PDI-P dalam mem-

bangun Jakarta sebagai ibu kota negara. Semangat nasi- onalisme dan pluralisme dalam membangun Jakarta sebagai barometer Indonesia mendorong PDI-P akhirnya memilih pasangan ini. Ditambahkan, Megawati sebenarnya percaya dan bahkan suka dengan cara Ahok-Djarot memimpin Jakarta, yang terlebih dulu ditata oleh pasangan Jokowi- Ahok pasca-Pilgub 2012. Megawati juga tahu kualitas sosok Ahok dan Djarot yang merupakan sebuah kesatuan kepemimpinan yang baik untuk Jakarta. Yang membu- at Megawati menahan diri untuk tak buru-buru meng- ambil keputusan adalah begitu banyaknya kepenting- an berbagai pihak yang membuat suasana jadi tak 'jernih'. Ditambah lagi adanya aspirasi dari kader-kader di internal partainya sendiri yang mengajukan sejumlah nama alternatif. Presiden Jokowi pun, oleh sumber itu disebut mendukung bila Ahok-Djarot kembali memimpin Jakarta. "Lebih dari 95%, Ahok-Djarot yang akan diutamakan. Sisanya soal ada saja kemungkinan keputusan baru di detik-detik terakhir," kata sumber itu. MenurutKetuaDPPPDI-P Hendrawan Supratikno, PDI-P sudah melakukan proses penjaringan sesuai prosedur hingga akhirnya memilih pasangan petahana. Proses itu dimulai ketika menjaring nama-nama bakal calon gubernur, kemudian menen- tukan nama hingga nama definitif yang diumumkan Selasa malam. Ia mengaku sudah lama meyakini Ketua UmumPDI-P akanmemilih pasanganAhok- Djarot untukkembali memim- pin Jakarta. “Ibu Mega sudah bekali-kali menyampaikan

Ketua Umum Taruna Merah Putih dan Relawan taruna Merah Putih akan mengerah- kan puluhan ribu anggotanya untuk memenangkan Ahok di Pilkada mendatang. Itu sebagai bukti nyata bahwa konsituen PDI-Pmendukung Ahok sepenuhnya di ibukota. Dikatakan, pemimpin yang memiliki reputasi baik akan selalu didukung PDI-P. Ahok juga memiliki hubung- an yang baik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga komunikasi antara Pemprov DKI dengan peme- rintah pusat dengan mudah dilakukan. Pro-Kontra Politikus PDI-P, Masinton Pasaribu menegaskan, pihak- nyamenunggu keputusan yang dibuat oleh DPP partainya. Kader PDI-P tak percaya dengan klaim-klaim yang dibuat oleh parpol lain. "Sebagai kader PDIP, kepu- tusan DPP PDI-P lah yang kami dengar. Bukan keputus- an partai lain," katanya, Selasa (20/9). Ditegaskan Masinton, walau selama ini terkesan tak sejalan dengan Ahok namun ia akan tetap melaksanakan bila DPPPDI-Pmemutuskan Ahok-Djarot yang diusung. Pasalnya, para kader PDI-P memahami bahwa semua tahapan jelang penentuan nama sudah dijalankan dan dilaksanakan. "Pengerucutan sudah, dan tinggal mengumumkan pukul 20.00 nanti. Jadi saya ini bukan lagi bicara calon si A atau si B. Karena sekarang sudah tahap pengambilan keputusan. Maka tugas kader melaksanakan keputusan politik partai," ujar Masinton ditanya soal pasanganAhok- Djarot. [MJS/Ant/H-14]

ANTARA

Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat

sinyal-sinyal itu (mendukung pasangan petahana). Saya tidak kaget,” katanya, Selasa (20/9). Ketika melakukan pen- dalaman calon yang bakal diusung, partai menemukan bahwa Ahok-Djarot terbuk- ti mampu bekerja sama, saling melengkapi. “Ibarat pedal gas dan pedal rem di kenda- raan,” katanya Wakil Ketua Fraksi PDI-P di DPR ini. Sinyal bahwa PDI-P akan mendukung Ahok-Djarot sudah semakin nyata terlihat beberapa hari belakangan ini. Wasekjen DPP PDI-P Eriko Sotarduga dalam dis- kusi "Sinema Politik Pilkada DKI" yang berlangsung di Jakarta, akhir pekan lalu menyatakan, partai berlam- bang kepala bantengmoncong putih itu telah menempatkan petahana sebagai alternatif utama untuk diusung pada Pilgub DKI Jakarta menda- tang. Dikatakan, ada dua kri- teria pokok yang dicari masyarakat Jakarta untuk dijadikan pemimpin. Pertama ,

sosok yang lugas, tegas, dan tidak abu-abu, kedua harus memiliki riwayat kepemim- pinan yang jelas. Kedua , memiliki rekam jejak yang jelas, merujuk pada keterta- rikan masyarakat kepada petahana dibandingkan tokoh baru. Ia juga menjadikan riwa- yat kepemimpinan Presiden Jokowi sebagai salah satu petahana yang sukses meraih hati rakyat, dari tingkat kota, provinsi, hingga negara. "Kami di PDI-P tidak boleh menga- baikan keinginan masyarakat ini, jadi betul-betul akan kami serap apa yang masyarakat mau," ujarnya. Bahkan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto juga telah membe- ri sinyal bagi pasangan ini. "Saya mendapatkan informa- si akalau pasanganAhok nanti adalah Djarot," ujar Novanto, Minggu (18/9) malam. Jika akhirnya PDI-P benar-benar mengusung Ahok-Djarot, maka pasangan ini diyakini bakal menjadi lawan yang tangguh bagi

pasangan lain yang akanmaju. Banyak kalangan yang menyebutkan bahwa Ahok- Djarot bisa menang satu putaran, berapa pun jumlah pasangan cagub-cawagub yang akan bertarung nanti. Politisi PDI-Perjuangan Maruarar Sirait sejak awal sudah meyakini Megawati akan mengusung petahana Ahok-Djarot karena pasangan ini mampu melakukan perba- ikan Jakarta. “Sejak awal saya sudah yakin karena Ibu Mega melihat dengan mata hati. Ahok tidak pernah bermasalah dengan Ibu Mega,” ujar Maruarar, Selasa (20/9). Menurut Maruarar, komu- nikasi antara Ahok dan Megawati selama ini berjalan dengan baik. Ara begitu dia disapa yakin suara konsituen PDI-Pakan penuhmendukung Ahok di Pilkada Jakarta. “Karena Ahok sudah banyakmelakukan perubahan positif di Jakarta. Bagaimana reformasi birokrasi dan men- jaga pluralisme di jalankan secara onsisten,” katanya. Ara yang merupakan

Terkait Halaman 28

Made with FlippingBook flipbook maker