ID150102

money & banking RUPSLB BII Presiden Direktur Pt Bank internasional indonesia tbk (Bii) taswin Zakaria (kiri), berbincang dengan Direktur Henky sulistyo (tengah), dan Komisaris Bii Umar Juoro (kanan) di sela RUPsLB dan paparan publik di Jakarta, pekan lalu. Agenda menyetujui rencana bank untuk melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham guna meningkatkan modal inti sekitar Rp 1,5 triliun melalui penerbitan 6.774.864.073 saham dengan harga penawaran Rp 221 per saham. Berita di halaman 22.

agribusiness

lifestyle

20 Multifinance Berpotensi Masuk Pembiayaan Infrastruktur

Bulog Harus Mampu Stabilkan Tujuh Komoditas Pangan

Laudya Cynthia Bella Lebih Pilih Umroh

27 >>

25 >>

22 >>

n Edhie Sarwono

UT Siapkan Capex US$ 300 Juta, Astra Agro Rp 3,5 T PT United Tractors Tbk (UT/UNTR), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), menyiapkan sekitar US$ 300 juta untuk belanja modal ( capital expenditure / capex ) 2015. Sementara itu, anggota Grup Astra lainnya yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), menyiapkan capex hingga Rp 3,5 triliun. >> 9

Oleh Agustiyanti dan Gita Rossiana

indonesia dan fundamental ekonomi nasional lebih kokoh, otoritas bank sentral sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya pembalikan modal asing ( sudden reversal ), di antaranya dengan menaikkan BI rate . MEDIA HOLDINGS JAKARTA – Perekonomian Indonesia masih memiliki daya tarik cukup kuat untuk menahan dana-dana asing jika bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuan. Selain imbal hasil investasi di dalam negeri masih menarik

JUMAT 2 JANUARI 2015

ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pras/14

bagus. Ini tantangan bagi pendalaman pasar uang,” papar dia. Sementara itu, Gubernur BI Agus Marto­ wardojo menuturkan, dinamika ekonomi dan pasar keuangan global yang sarat ketidakpas­ tian dan menyimpan banyak risiko membuat bank sentral menerapkan kebijakan moneter bias ketat sejak pertengahan 2013. Saat ini, BI masih menempuh kebijakan moneter bias ketat sebagai langkah pre-emptive untuk memitigasi dampak penaikan harga BBM bersubsidi. PENGUMUMAN Pengumuman ini dibuat sesuai dengan ketentuan Pasal 133 Ayat (2) Undang- Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Sebagaimana diumumkan sebelumnya, seluruh saham PT Bumi Sawindo Permai (Perseroan) , suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dan berdomisili di Jalan Li tas Sumatera, Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, K bupate Muara Enim, Sumater Selatan, yang di- miliki oleh PT Mahkota Andalan Sawit sebesar 99,998% (sebanyak 56.049 lembar saham) dan Mily sebesar 0,002% (sebanyak 1 lembar saham) akan diambil alih oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk, suatu badan usaha milik Negara berbentuk perseroan terbatas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia dengan kantor tercatat di Jalan Parigi No. 1, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (PTBA) atau anak perusahaannya dan Yayasan Keluarga Besar Bukit Asam, suatu yayasan yang didirikan berdasarkan hukum di Indonesia dan berdomisili di Jalan Jurang No.18, Kelurahan Pasar Tan- jung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Peng mbilalihan). Dengan ini diumumkan bahwa Pengambilalihan telah memperoleh persetujuan yang diperlukan dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perse- roan dan UUPT. Oleh karena itu, saat ini PT Bukit Multi Investama, anak perusahaan PTBA memiliki 100% (sebanyak 56.050 lembar saham) dari seluruh saham yang diterbitkan oleh Perseroan. Pengambilalihan Perseroan ini telah diberitahukan ke dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia me- lalui suratnya No. AHU-36529.40.22.2014 tanggal 20 Oktober 2014. Jakarta, 28 Nopember 2014 PT BUMI SAWINDO PERMAI Bersambung ke hal 7

masih terdapat celah positif dalam berinvesta­ si di pasar modal domestik. Pasalnya, imbal hasil investasi di Indonesia masih relatif menarik, kendati per tumbuhan ekonomi hanya berkisar 55,5%, dengan inflasi 6,57,5%, dan defisit transaksi berjaan 1,82% terhadap PDB. “ Earning capacity nya masih di kisaran 1215%. Jadi, investasi long term pada 2015 masih bagus,” ujar dia. Menurut Adrian, sebenarnya banyak sekali dana dalam bentuk valas yang ingin masuk ke Indonesia, misalnya terkait dengan de­ visa hasil ekspor. Sayangnya, perbankan di Indonesia tidak memiliki produk valas yang dinilai menarik. “Misalnya eksportir. Kalau di Indonesia dia taruh deposito dolar, seperti uang di bawah bantal. Lebih baik dia taruh uangnya di Si­ ngapura, banyak produk dengan return lebih

Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Fi­ nance) Djaja Sutandar, dan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati. Mereka dihubungi Investor Daily secara ter­ pisah di Jakarta, akhir pekan lalu, sehubung­ an rencana The Fed menaikkan suku bunga acuan ( Fed funds rate/ FFR) yang saat ini bertahan pada level 00,25%. Kenaikan FFR dikhawatirkan memicu sudden reversal dari negeranegara emerging market, termasuk Indonesia, ke AS. Sebagian dana stimulus moneter ( quantitative easing /QE) yang dike­ luarkan The Fed sejak 2008 hingga Oktober tahun ini keluar dari AS dan diinvestasikan di emerging market . Danadana itulah yang diperkirakan ‘pulang kandang’ jika FFR naik. Managing Partner AAA Asset Management Adrian Panggabean menuturkan, tahun depan

Lebih dari itu, langkah pemerintah memangkas subsidi dengan menaikkan har­ ga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memberi ruang belanja modal lebih luas bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan. Dengan demikian, akan semakin banyak sektor ekonomi yang menarik minat investor asing terlibat dalam sejumlah proyek, seperti infrastruktur, jalan tol, dan pembangkit listrik. Demikian rangkuman pandangan Guber­ nur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Managing Partner AAA Asset Management Adrian Panggabean, Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja, dan Presiden Direktur PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) Tazwin Zakaria. Pandangan senada dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Gatut Subadio, President Director PT

money & banking

DAVID

MOney & BAnKing

Perayaan Tahun Baru di Bundaran HI Ribuan warga menikmati pesta kembang api saat momen pergantian Tahun Baru 2015 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (31/12). Selain pesta kembang api, warga juga disuguhi pertunjukan musik.

OJK Tetap Minta Bank Turunkan Bunga Kredit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap akan meminta perbankan untuk menurun­ kan suku bunga kredit, kendati Bank Indonesia (BI) baru saja

HARGA PREMIUM RP 7.600, SOLAR RP 7.250

Oleh Ahmad Erani Yustika*)

tasi dan pangan . Pemerin­ tah sendi­ ri punya argumen y a n g k u k u h : s u b s i d i e n e r g i terlalu be­

P emerintah telah mengam­ bil kebijakan tak populer pada awal kekuasaan, yakni penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pe­ naikan harga BBM premium dari Rp 6.500 per liter ke Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 per liter ke Rp 7.500 (sekitar 30%) telah memantik reaksi yang keras dari masyarakat, di mana sampai sekarang sebagian penolakan itu masih terjadi. Resistensi publik itu bersumber dari tiga hal: (1) harga minyak internasional sedang turun tajam; (2) pemerintah yang baru belum memberikan layanan kepada pub­ lik karena baru berkuasa, sehing­ ga terkesan ini kebijakan yang terburuburu; dan (3) penaikan itu pasti akanmenjalarkan inflasi yang tinggi, khususnya sektor transpor­

Beritasatu Photo/UtHAN A RACHiM

Oleh Harso Kurniawan

menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).

>> 21

JAKARTA – Saham-saham di sektor infra- struktur, konstruksi, dan perbankan diprediksi menjadi saham unggulan dan mencetak per- tumbuhan tinggi pada 2015. Hal itu seiring program-programpembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintahan Jokowi-JK dalam lima tahun ke depan. “Pembangunan infrastruktur besar-besaran bisa memicu kenaikan di saham-saham sektor infrastruktur sekitar 17-25%, konstruksi di atas 20%, dan semen 10-15%. Kemudian perbankan semakin kuat dengan pertumbuhan 15-20% dan konsumer dengan tingkat pertumbuhan yang sama,” jelas analis InvestaSaranMandiriKiswoyo Adi Joe kepada Investor Daily , Rabu (31/12). Dia menjelaskan, untuk sektor infrastruktur, saham-saham yang bisa dikoleksi pada 2015 adalah PGAS, di sektor konstruksi ada PTPP, WIKA, JSMR, dan LPKR, dan sektor semen ada saham INTP dan SMGR. Kiswoyo melanjutkan, di sektor perbankan ada sahamBBCA, BBRI dan BMRI dan di sek­ tor konsumen ada saham AISA, INDF, ICBP, UNVR, dan CPIN. Dari daftar saham tersebut, Kiswoyo mere- komendasikan beberapa saham untuk dibeli dan valuasi harganya di antaranya adalah AISA di Rp 2.570, BBRI Rp 13.000, INTP Rp 27.500, SUBANG – Indonesia perlu mem­ bangun industri barang modal un­ tuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hingga saat ini, industri ba­ rang modal menjadi titik lemah Indo­ nesia dalam menghadapi persaingan global. Tanpa industri barang modal yang kuat, pembangunan industri manufaktur di dalam negeri akan selalumenekan neraca perdagangan, memperbesar defisit neraca transaksi berjalan, danmembuat rupiah rentan terhadap tekanan eksternal. Dengan industri barang modal yang kuat, produk domestik bru­ to (PDB) bisa naik dua kali lipat menyentuh US$ 2 triliun, dari saat ini mendekati US$ 1 triliun. Dengan demikian, harga premium di seluruh Indonesia menjadi Rp 7.600 per liter dari sebelumnya Rp 8.500, sedangkan harga solar turun dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250 per liter. Harga premiumdi luar Jamali seharusnya lebih tinggi karena biaya distribusinya lebih besar. Namun, karena disubsidi Rp 1.000 per liter, harga premium di luar Jamali menjadi Rp 7.600 per liter, sama dengan harga di wilayah Jamali. Kebijakan Jokowi-JK itu diperkirakan memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan gas dari Rp 276 triliun menjadi Rp 60 triliun tahun ini, sehingga ada penghematan Rp 216 triliun. Dana tersebut dapat men- dongkrak belanja infrastruktur dan program produktif yang lain. “Dalam APBN Per ubahan 2015, kami memperkirakan anggaran subsidi BBM dan elpiji nantinya hanya sekitar Rp 60 triliun, dari semula Rp 276 triliun dalam APBN 2015. Jadi, mungkin ada sekitar Rp 200 triliun penghe- matan dari kebijakan tersebut,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjone- goro di Jakarta, Rabu (31/12). Menkeu menjelaskan, reformasi fiskal be- sar-besaran tersebut harus disertai penguatan industri nasional, sehingga dapat mengaksele­ rasi pertumbuhan ekonomi dari 5,1-5,2% tahun ini menjadi 6% pada 2016 dan 7% pada 2019. Sedangkan inflasi diperkirakan menurun se­ Bersambung ke hal 2 Oleh Muhammad Edy Sofyan

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Koz/nz/14

Oleh Ra ga Prakoso dan Abdul Muslim  JAKARTA – Momentum anjloknya harga minyak mentah hingga 50% dimanfaatkan pemerintah untuk menghapus sub- sidi premium di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) mulai 1 Januari 2015. D lam waktu ber amaan, pemerintah memberlakukan subsidi tetap Rp 1.000 per liter untuk solar di seluruh Indonesia dan subsidi Rp 1.000 per liter untuk premium di luar Jamali.

n Agus Martowardojo

sar sehingga menekan anggaran pembangunan, misalnya alokasi belanja modal/infrastruktur. Struktur Fiskal Dalam jangka pendek ini, pe­ merintah harus memastikan bisa memitigasi dampak dari penaikan harga BBM.

Malaysia Perlakukan Setara Bank Asal Indonesia Industri perbankan nasional memasuki era baru integrasi perbankan Asean yang ditandai dengan penandatanganan Asean Banking Integration Framework (ABIF) oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Rabu (31/12). Integrasi tersebut akan diwujudkan terlebih dahulu oleh Indonesia dan Malaysia melalui kesepakatan bilateral antara kedua negara yang memungkinkan

Texmaco Subang Visit & Discussion CEO texmaco Group M sinivasan (empat dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama PLN Nur Pamudji (tiga dari kanan) yang juga anggota Laskar initiative itB’79 di sela kunjungan ke pabrik pada acara texmaco subang Visit & Discussion di Auditorium texmaco subang Factories, Jawa Barat, pekan lalu. Kunjungan yang dilakukan para alumni itB (LAPi, LPiK, LEtMi) & Laskar initiative itB’79 membahas perkembangan & pilihan strategi industri di indonesia, mendorong potensi industri dan keuangan kreatif.

Bersambung ke hal 7

diperlakukannya perbankan Indonesia setara dengan bank lokal di Malaysia melalui sta- tus Qualified Asean Banks. >> Investor DaIly eDIsI 2014 no. 3907

>> 21

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan rp 120.000 /bulan) Kebijakan Baru Harga Bbm Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil (tiga dari kiri) bersama Menteri Koordinator Kemari­ timan Indroyono Soesilo (dua dari kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (empat dari kiri) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said (dua dari kiri) didampingi Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto (kiri) dan Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi Andy Noorsaman Sommeng (kanan) berfoto bersama usai mengumumkan kebijakan baru terkait harga jual dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (31/12). Harga minyak tanah (kerosene) Rp 2.500 per liter, minyak solar (Gasoil) Rp 7.250 per liter, dan jenis BBM nonsubsidi bensin ron 88 Rp 7.600 per liter mulai 1 Januari 2015 pukul 00:00 WIB. www.InvestorInDonesIa.com

>> telp reDaksI: (021) 29957500, Iklan: (021) 29957500, sIrkulasI: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

markets & corporate

Indofood akan Jual Minzhong Food Rp 3,9 T PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana melepas 52,94% saham China Minzhong Food Corporation Ltd, perusahaan pengolahan sayuran asal

Rp 12.380 per dolar AS. “Kebijakan ini akan berdampak positif. Soalnya, masyarakat akan diajak membiasakan diri dengan dinamika harga keekonomian,” tutur dia. Dia menambahkan, harga BBM umum ditetapkan dengan formula harga dasar ditam- bah pajak pertambahan nilai (PPN) ditambah pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PB- BKB) ditambah margin badan usaha.

17 triliun dengan volume 17 juta kiloliter, karena BBM ini memberikan dampak besar terhadap ongkos jasa transportasi umum, baik barang maupun penumpang,” ujar dia. Kategori kedua, menurut Sudirman, adalah BBMkhusus penugasan, yaitu bensin RON 88 atau premium yang dipatok seharga Rp 7.600 per liter atau disubsidi Rp 1.000 per liter untuk wilayah di luar Jamali. Sedangkan kategori ketiga adalah BBM umum berupa premium nonsubsidi yang mengikuti harga pasar. Har- ganya ditetapkan Rp 7.600 per liter, berlaku untuk wilayah Jamali. Harga premium nonsubsidi mengacu harga pasar yang disesuaikan dengan Indonesia crude price (ICP) sekitar US$ 60 per barel dan kurs

iring anjloknya harga minyak dunia ke kisaran US$ 60 per barel, atau merosot sekitar 50% dibanding Juni lalu. Menteri ESDM Sudirman Said menje- laskan, pemerintah membuat tiga kategori harga BBMyang diberlakukan mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB di seluruh Indone- sia. Pertama, kategori BBM tertentu yang disubsidi, yakni solar dengan nilai subsidi tetap Rp 1.000 per liter sehingga harganya kini menjadi Rp 7.250 dan minyak tanah yang harganya tetap Rp 2.500 per liter. “Subsidi solar masih dialokasikan senilai Rp

Tiongkok yang tercatat di Bursa Efek Singapura. Nilai transaksi ditaksir mencapai Sin$ 416,4 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun.

>> 13

industries

Bersambung ke hal 2

Investasi Baru di Industri Padat Karya Capai US$ 672 Juta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franciscus (Franky) Siba- rani mengatakan, sebanyak 6 perusahaan asing dan nasional telah menyampaikan rencana investasi senilai total US$ 672 juta (Rp 8,36 triliun) di industri padat karya di dalam negeri. Minat investasi tersebut di­

sampaikan ke BKPM selama periode Oktober-Desember 2014 bersama 62 rencana investasi yang lain.

JSMR Rp 7.600, LPKR Rp 1.900, dan WIKA di harga Rp 3.100. Menurut dia, tahun 2015 indeks harga sa- ham gabungan (IHSG) bisa mencapai 6.000 dengan price earning ratio (PER) 16-18 kali dan pertumbuhan laba emiten bisa mencapai 15-20%. Hal ini didukung selain pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,8%, BI rate maksimal di level 7,25% dan rata-rata inflasi 5,5%. “ Net buy asing bisa mengalami kenaikan, walaupun ada kekhwatir­ an akan terjadi outflow karena kenaikan suku bunga The Fed, namun dengan pembangunan infrastruktur bisa mengimbangi sehingga net buy asing bisa tumbuh di atas 20%,” kata dia. Sementara itu, Kiswoyo mengaku kesulitan memprediksi emisi perusahaan-perusahaan yangmelakukan pencairan dana ( fund rising ) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2015. “Pencatatan saham sendiri masih agak rancu, karena di Indonesia perusahaaan-peru- sahaan besar biasanya tidak butuh melakukan listing . Biasanya yang listing perusahaan kecil dan menengah, dan yang jadi masalahnya jarang bisa diserap pasar,” jelas dia.

>> 26

mengkhususkan diri membangun kemam- puan bangsa dalam bidang teknologi radio. Selama lebih dari 25 tahun, sekelompok anak bangsa secara konsisten berusaha menunjukkan bahwa bangsa Indonesia juga mampu bersaing di bidang teknologi. Menhan menyatakan, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) harus disesuaikan dengan kebutuhan, terkait besarnya Negara Kesatuan Republik Indo- nesia (NKRI). “Jika dulu pembelian alutsista kurang memerhatikan masalah transfer of technology (TOT), maka sekarang menjadi keharusan,” ujar Menhan. Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalit- bang) Kemhan Eddy Sumarno Siradj juga menekankan harus dipenuhinya Standar Nasional Indonesia (SNI) oleh para pelaku industri pertahanan Indonesia. Direktorat Teknologi Industri juga meminta agar CMI turut mempersiapkan diri dalam meng­ hadapi pembuatan pesawat tempur buatan Indonesia, IFX.

Oleh Nurjoni

JAKARTA – PT CMI Teknologi siap mem- produksi peralatan radio dan radar dengan teknologi mutakhir. CMI telahmenginvesta- sikan lebih dari US$ 4 juta untuk memenuhi pasokan kebutuhan peralatan komunikasi bagi TNI AD dan angkatan lainnya. Kesiapan CMI itu terungkap dalam kunjungan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ke lokasi pabrik PT CMI Teknolo- gi, di Jalan Sukarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Senin (29/12). Dalam kunjungan itu, Menhan Ryamizard didampingi oleh Ka- baRanahan, Kaur Administrasi, Pangdam-III Siliwangi, tim Dirtekin, dan jajarannya. Dalam kunjungan itu, Menhan diterima oleh Dirut PT CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno. Dalam peninjauannya, Menhan melihat secara langsung bagaimana PT CMI Teknologi memproduksi alat komunikasi yang dipesan oleh TNI. Menhan meninjau fasilitas produksi PT CMI Teknologi meli- puti ruangmekanik dan fasilitas produksi pe­ rakitan radar dan alat komunikasi (Alkom). CMI Teknologi merupakan salah satu dari sedikit perusahaan swasta pribumi yang

tidak terbit Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Investor Daily tidak terbit 3 Januari 2015. Kami akan kembali menjumpai pembaca 5 Januari 2015. Terima Kasih.

n Redaksi

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 11

>> Investor Daily EDISI 2014 No. 3930

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan Rp 120.000 /bulan)

www.investorindonesia.com

Made with FlippingBook flipbook maker