ID160120

MARKETS & CORPORATE

ENERGY

SPORTS

9 >>

10 >>

13 >>

INDONESIA

RABU 20 JANUARI 2016

MEDIA HOLDINGS

MONEY & BANKING

IST

Investor Daily/ant

n Gatot Trihargo

2018, Pemerintah Dirikan Investment Holding Bank BUMN Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2018 akan membentuk investment holding berupa badan hukum yang akan membawahi empat bank BUMN. Holding tersebut juga akan membawahi pe- rusahaan switching serta asset management unit (AMU) yang akan dibentuk, untuk

Paparan Kinerja BUMN Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah)

berjabat tangan dengan Dirut BNI Achmad Baiquni (kiri) disaksikan Dirut BRI Asmawi Syam (kedua kiri) usai menyampaikan paparan kinerja BUMN 2015 di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (19/1).

mengelola teknologi informa- si (TI) dan aset bermasalah bank-bank BUMN.

>> 21

INTERNATIONAL BUSINESS

Ekonomi Global Hadapi Tantangan Besar Dana Moneter Internasional atau IMF pada Selasa (19/1) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2016 dari 3,6% dalam proyeksi pada Oktober 2015 men- jadi 3,4%. Meski angka proyeksi tersebut lebih baik dibandingkan hasil 2015 yang sebesar 3,1%, IMF mengingatkan bahwa perekonomian global dihadapkan pada

Oleh Margye J Waisapy JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan belanja modal ( capital expenditure / capex ) pada 2016 sebesar Rp 404,8 triliun. Angka itu meningkat 51% dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 268,3 triliun. Peningkatan belanja modal ini di antaranya untuk menopang pengerjaan 62 proyek strategis yang dijadwalkan groundbreaking pada 2016 dengan total nilai sekitar Rp 347,22 triliun.

tantangan-tantangan besar, khususnya risiko-risiko dari negara-negara besar di pasar berkembang.

>> 3

INDUSTRIES

“Karena kan mulai banyak pemba­ ngunan infrastruktur yang berjalan. Mulai banyak proses fisik yang dikerjakan. Ini akan berdampak pada kinerja perusahaan-perusahaan BUMN,” tutur dia. Perbaikan ini, kata Rini, akan tercermin pada kinerja keuangan perusahaan yakni pendapatan dan Laba Bersih BUMN secara umum di akhir tahun 2016. Sementara itu, BUMN yang men- catat kerugian pada 2015 menurun, baik dari sisi nilai dan jumlahnya. Nilai kerugian pada 2014 sebesar Rp 10,2 triliun turun menjadi Rp 5,8 triliun pada 2015 dengan jumlah BUMN yang rugi berkurang dari 27 menjadi hanya 18 BUMN.

ataumeningkat dari tahun 2014 yang sebesar Rp 319 triliun. Sedangkan untuk 2016, EBITDA ditargetkan sebesar Rp 377 triliun. Rini menuturkan, laba BUMN juga turun pada 2015 dibanding 2014 dari Rp 159 triliun menjadi Rp 150 triliun. Sepuluh BUMN yang mencetak laba terbesar adalah PT Bank BRI Tbk, PT Telkom Tbk, PT Pertamina, PT Bank Mandiri, PT PLN, PT Bank BNI, PT PGN, PT Pupuk Indonesia, PT Semen Indonesia, dan PT Jasa Raharja. “10 BUMN tersebut menyumbang 80% terhadap total laba seluruh BUMN. Dan kami targetkan pada 2016, laba akan meningkat menjadi Rp 172 triliun. Sektor keuangan akan menjadi pendorong peningkatan target laba BUMN,” ujar Rini. Namun demikian, di tahun 2016, Rini optimistis kinerja perusahaan- perusahaan pelat merah bakal men- catatkan kinerja yang lebih baik.

“Proyek-proyek tersebut akan dilanjutkan pada 2016 dan 2017,” ucap dia. Lebih lanjut Rini mengatakan, pemerintah telah menyelesaikan penyaluran anggaran Penanaman Modal Negara (PMN) tahun 2015 sebanyak Rp 41,42 triliun kepada 36 BUMN pada akhir 2016 ini. Untuk tahun 2016, BUMN akan memfokuskan PMN pada sektor- sektor yang menyediakan layanan publik seperti PLN, yangmenyentuh ekonomi kerakyatan seperti kredit usaha rakyat (KUR), serta berbagai subsidi yang lain untuk ketahanan pangan. Di sisi lain, pendapatan BUMN pada 2015 sebesar Rp 1.782 triliun atau turun dibandingkan realisasi 2014 sebesar Rp 1.932 triliun sejalan dengan perlambatan ekonomi. Pada 2015, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp 342 triliun,

Daya Saing Rendah, Ekspor Plastik Anjlok 18% Ekspor plastik dan barang dari plastik anjlok 18,44% pada 2015 menjadi US$ 2,25 miliar dibanding tahun sebelumnya US$ 2,76 miliar. Penurunan ekspor disebabkan

ribu orang,” kata Rini dalam kon- ferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (19/1). Rini menjelaskan, peta kerja BUMN yang sedang dikaji yakni per- tambangan, perkapalan terkait dok perkapalan yang akan ditingkatkan dan dioptimalisasi. BUMN pun akan mendorong penurunan biaya logistik dengan sinergi antara perkapalan, Pelindo, Pelni, maupun perusahaan BUMN seperti semen dan pupuk. Adapun proyek strategis yang akan selesai dan diresmikan pada 2016 sebanyak 73 proyek dengan total nilai sekitar Rp 109,65 triliun. Sebagai informasi, dari total proyek BUMN selama tiga tahun sebanyak Rp 796 triliun, sudah terealisasi 2015 sebanyak Rp 248,52 triliun.

Proyek-proyek strategis terse- but di antaranya kereta cepat Ja- karta–Bandung, jalan tol, proyek kelistrikan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan proyekmigas dari Pertamina. Besarnya alokasi belanja modal BUMN tersebut menambah pendanaan infrastruktur tahun ini yang bersumber dari APBN sebesar Rp 313,5 triliun. Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, kenaikan belanja modal tersebut menjadi dorongan bagi BUMN untuk menyelesaikan sejumlah proyek strategis yang dibe- bankan kepada Kementerian BUMN. “Dari proyek yang dikerjakan BUMN (bagian dari belanja modal) diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 184.176

lesunya permintaan di pasar global dan rendahnya daya saing plastik Indonesia.

>> 8

MACRO ECONOMICS

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3% Pemerintah optimistis, target pertumbuh­ an ekonomi 5,3% dalam Anggaran Penda- patan dan Belanja Negara (APBN) 2016 masih bisa dicapai di tengah kemerosotan ekonomi Tiongkok dan harga minyak mentah dunia. >> 20 OJK Atur Penempatan Investasi SBN di IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerapkan batas minimum penempatan investasi di instrumen surat berharga ne- gara (SBN) secara bertahap untuk industri keuangan nonbank (IKNB). Dengan aturan tersebut, dana kelolaan IKNB di SBN bakal MONEY & BANKING

Bersambung ke hal 11

Oleh Rangga Prakoso dan Farid Firdaus

Oleh Rausyan Fikri

JAKARTA – Pemerintah sebaiknya tidak membeli saham divestasi PT Freeport Indonesia (FI) sebanyak 10,64% yang ditawarkan dengan harga US$ 1,7 miliar. Jangan sam- pai uang negara Rp 23,6 triliun itu dihamburkan hanya untuk membeli 10,64% saham perusahaan tambang emas dan tembaga yang berakhir kontraknya 5 tahun lagi. Tambang di Timika itu otomatis 100% milik Indo- nesia jika kontrak tidak diperpanjang tahun 2021. Anggota Komisi VII DPR Kurtubi mengatakan, jika pemerintah Indo- nesia memutuskan membeli saham tersebut, uang yang dikeluarkan akan mubazir bila kontrak karya FI tidak diperpanjang tahun 2021. Jadi, pemerintah harus berhati-hati, jangan sampai sudah keluar uang namun nanti kontrak pengelolaan tambang Timika tidak diperpanjang.

JAKARTA–Otoritas JasaKeuang­ an (OJK) diminta untukmerelaksasi peraturan reksa dana dan tidak membuat aturan restriktif sehingga membatasi pengembangan industri ini. OJK juga perlu lebih gencarmel- aksanakan sosialisasi dan edukasi tentang reksa dana. Presiden Direktur Sucorinvest Asset Management Adrian Pang- gabean menyatakan, industri rek- sa dana menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan. Ka- rena itu, dia meminta OJK selaku regulator agar turut mendukung industri ini. Setidaknya, OJK jan- gan menerbitkan peraturan yang restriktif atau yang dapat mem- bunuh industri reksa dana. “Jika dilakukan, hal itu sudah dapat membantu industri reksadana,” kata dia dalam diskusi “Pemering- katan ReksadanaMajalah Investor” di kantor BeritaSatu Media Hold- ings di Jakarta, Selasa (19/1). Namun, kata Adrian, hal ter-

mencapai Rp 286,2 triliun tahun 2020, naik dibanding- kan tahun 2015 yang sebesar Rp 147,04 triliun.

>> 22

penting yang harus dilakukan OJK adalah merelaksasi peraturan. Dia mencontohkan, peraturan-peratur- an yang restriktif untuk menggaet klien baru sebaiknya dihilangkan. Salah satunya adalah kewajiban manajer investasi dan investor untuk tatapmuka fisik dapat dilong- garkan dengan menggunakan teknologi.

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2016 NO. 4241

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker