SP200704-P

Sabtu-Minggu, 4-5 Juli 2020

20

Suara Pembaruan

Ikappi: Sosialisasi Pelarangan Kantong Plastik di Pasar Belum Maksimal

audiensi dengan para peda- gang," ungkap Ersi. Ke p a l a S u k u D i n a s Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Achmad Hariyadi me- nyebutkan, pihaknya sudah melakukan pemantauan di 248 objek sesuai Pergub DKI tersebut. "Hasilnya adalah masih banyak ditemukan di Pasar Tradisional yang membutuh- kan pembinaan lebih lanjut. Kami sudah meminta agar pi- hak terkait turut mendukung penyediaan kantong plastik ramah lingkungan (KBRL)," kata Achmad. Untuk itu, ia menyebutkan sudah meminta para pengrajin UMKM di Jakarta Utara meli- hat potensi peluang KBRL se- bagai peluang usaha dan men- ciptakan lapangan pekerjaan. "Kita minta UMKM yang memiliki kapasitas dan kreati- vitas untuk bisa membuat KBRL dengan berbagai meto- de melibatkan para ibu PKK, Karang Taruna. Jika ada hasil yang baik maka bisa kita pa- sarkan dan menjadi terobos- an," tambahnya. Dikatakan, sanksi bagi pe- dagang yang masih menggu- nakan kantong plastik sekali pakai mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pembekuan izin, hingga dicabut izin ber- dagang kiosnya. K e p a l a S a t p o l P P Kecamatan Koja, Roslely Tambunan menyebutkan, pi- haknya belum melakukan pemberian sanksi bagi para pedagang sesuai instruksi pimpinan. [Ant/C-7] Nuryamin dan Armeisita Nugraha Riska itu berstatus yatim piatu setelah sang ayah meninggal dalam kecelakaan pada 2010. Selang dua tahun kemudi- an, sang ibu pun tutup usia karena penyakit yang diderita. Itulah alasan mengapa Arista kini hidup bersama kakek dan neneknya yang merupakan pensiunan swasta. Nasib itu justru melecut ambisi Arista untuk bisa ber- sekolah negeri, sebab tidak mau terbebani biaya mahal bersekolah di swasta. “Selama ini uang jajannya ya ini, dari hasil nabung jual lukisan sama mengajar seni lukis,” kata Aris. Kisruh usia Aturan soal penerimaan siswa berdasarkan kriteria usia tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 ten- tang Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021. Salah satu poin dalam su- rat keputusan itu menyebut- kan jika jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar ja- lur prestasi dan zonasi mele- bihi daya tampung, maka di- lakukan seleksi berdasarkan usia tertua ke usia termuda, urutan pilihan sekolah dan waktu mendaftar. Calon siswa yang berusia lebih tua memang diprioritas- kan karena sistem sekolah di- rancang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Oleh ka- rena itu, anak-anak disaran- kan tidak terlalu muda untuk masuk sekolah. [Ant/W-11]

[JAKARTA] Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menilai, sosialisasi pelarangan kantong plastik di pasar tradisional belum dilaksanakan maksimal.

Pelarangan itu tertuang da- lam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. Pergub diterapkan mulai 1 Juli lalu. "Kami menilai pedagang belum mendapatkan informasi yang lebih detail dan utuh ten- tang sosialisasi dan edukasi soal aturan tersebut," kata Ketua Bidang Hukum dan Ad v o k a s i DPP I k a p p i Miftahudin, Jumat (3/7). Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta mela- kukan langkah-langkah mak- simal dalam proses edukasi dan sosialisasi. Edukasi yang seharusnya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, kata Miftahuddin, ada dua hal yakni edukasi tentang pentingnya mengetahui baha- ya penggunaan kantong plas- tik dan sosialisasi Pergub 142/2019 tersebut. "Kami mendorong kepada Pemprov agar melibatkan pe- dagang pasar atau kelompok -kelompok pedagang pasar atau ketua-ketua blok pasar untuk ikut membantu menyo- sialiasikan kepada anggo- ta-anggota di bloknya. Ini ja- uh l eb i h e f ek t i f , " ka t a M erintis prestasi seni sejak lima tahun, Arista, panggilan karib Aristawidya Maheswari (15), kini berjuang sekuat te- naga demi lolos melanjutkan pendidikan ke bangku sekolah negeri. Ketika dijumpai di kedi- amannya, Rumah Susun Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (2/7), perempuan ber- hijab itu sedang ditemani oleh kakek dan neneknya. Tempat tinggal seukuran 8 x 4 meter persegi tampak ti- dak cukup lagi menampung karya seni grafiti hingga lu- kisan kanvas berbingkai yang menutup rapat seluruh celah dinding. Mereka menceritakan be- ragam karya seni lukis yang menjadi hobi Arista sejak ke- cil. Salah satunya lukisan ber- tema Permainan Tradisional Anak di Kota Metropolitan yang pernah bertengger di Galeri Nasional pada Juli 2019. “Tidak ada gadget sama sekali yang dimainkan anak -anak dalam lukisan ini,” kata Arista. Dua lukisan lainnya berta- juk Keluarga Ayam dan Penari Bali laku dibeli Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Bowo Irianto seharga Rp 10 juta pada 2017. “Waktu itu lagi pameran. Niatnya cuma pengen ngasih buat kenang-kenangan. Namun, sama Pak Bowo ma- lah dibeli,” katanya. Di antara lukisan, terselip sejumlah pigura kaca mem- bungkus foto Arista sedang

Miftahuddin.

Menurut Miftahuddin, pe- libatan pedagang dalam tiap kebijakan Pemprov DKI itu menjadi kunci keberhasilan program itu dilaksanakan. Selain itu, Ikappi juga me- minta kepada Pemprov DKI untuk mencari solusi alternatif atas pergantian kantong plas- tik. "Jika menggunakan tas be- lanja yang bisa digunakan berkali-kali, kami mendorong agar Pemprov DKI bisa me- ningkatkan produk UMKM daerah dengan meningkatkan produksi tas-tas daur ulang. Ini selain membantu UMKM, juga membantu sosialisasi penggunaan kantong belanja yang bisa dipakai berulang di masyarakat," tuturnya. Ikappi juga meminta kepa- da Pemprov DKI untuk me- nyiapkan kantong alternatif untuk jenis barang dagangan yang mudah basah atau ba- rang dagangan tertentu. "Untuk sementara waktu, kami meminta Pemprov tetap mengizinkan pedagang masih memakai plastik-plastik kecil untuk beberapa komoditas da- gangan tertentu (yang basah), dan beberapa komoditas yang tidak memungkinkan dijadi- kan satu dengan tas belanjaan, sampai ada alternatif kantong belanjaan yang tepat sesuai kebutuhan," ujarnya. berpose dengan tokoh nasio- nal seperti Gubernur DKI Anies Baswedan, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, almarhumah Ani Yudhoyono, hingga almarhum BJ Habibie. Rak kayu bertingkat lima sesak dengan piala hingga bu- ku pengetahuan umum di- fungsikan sebagai sekat ruang tamu dengan dapur. Koleksi piala tersebut di antaranya didapat Arista dari juara I lomba desain poster tingkat Jakarta Timur, juara I lomba melukis desain batik pada 2017, juara II lomba me- lukis Museum Kebangkitan Nasional, juara II lomba pos- ter Bekraf Kementerian BUMN tingkat nasional, juara I Lomba Melukis Hari Air Sedunia Kementerian PUPR, hingga Lomba Melukis Perpustakaan Universitas Indonesia. “Kalau penghargaan piala, plakat dan lain-lain, ada kali 700-an sejak Arista TK sam- pai SD. Hampir tiap akhir pe- kan dia ikutan lomba lukis dan menang,” kata Nenek Arista, Siwi Purwanti (60). Laptop dari Anies Obrolan kami sampai pa- da cerita perkenalan Arista dengan Anies Baswedan. Pigura foto yang memuat Anies sedang menerima lukis- an Arista di Balai Kota DKI Jakarta pada Februari 2019 terpajang di balik pintu ma- suk rumah. “Waktu itu saya mau mengucapkan terima kasih ke Pak Anies, karena sudah nga- sih laptop ke saya,” katanya.

SP/Joanito De Saojoao Pengunjung mall menggunakan kantong plastik ramah lingkugan saat berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020). Pusat perbelanjaan di Jakarta mulai menerapkan penggunaan kantong belanja ramah ligkungan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat bakal berlaku efektif mulai 1 Juli 2020.

Miftahuddin menambah- kan, sosialisasi dalam Pergub 142/2019 tersebut seyogyanya tidak hanya kepada pedagang tetapi juga masyarakat. "Dan yang jauh lebih pen- ting libatkan pedagang dan la- kukan secara bertahap dan tanpa ada intimidasi maupun ancaman atas kebijakan terse- but," kata Miftahuddin. Berkurang 30% Dari hasil pengamatan di lapangan, kecenderungan penggunaan kantong plastik sekali pakai masih marak, khususnya di pasar tradisional

yang pedagangnya menjual daging, ayam, ikan basah, sa- yur-mayur. Manajer Area 14 Pasar Jakarta Utara, Ersitiarini me- nyebutkan, saat ini pihaknya masih menyosialisasikan ke- pada para pedagang dan asosi- asi untuk lebih mengintensif- kan penggunaan kantong plas- tik ramah lingkungan. "Sudah ada pengurangan untuk penggunaan kantong plastik sekali pakai sekitar 30%. Ini memang belum sig- nifikan, untuk itu kita akan te- rus menyuarakan peraturan ini agar lebih ditaati baik oleh pe-

dagang maupun pembeli," ujar Ersi, Jumat (3/7). Salah satu hambatan yang membuat para pedagang pasar tradisional masih sulit untuk menggunakan kantong plastik ramah lingkungan, adalah har- ganya yang cukup mahal. "Untuk yang daging dan sayuran ini masih agak susah. Plastik gulung ramah ling- kungan yang biasa digunakan untuk membungkus daging dan makanan basah di pasar modern itu Rp 90.000 per roll. Banyak pedagang yang kebe- ratan, untuk itu kita masih mencarikan alternatifnya," ka-

ta Ersi. Koran Bekas

Untuk membungkus sa- yuran, para pedagang biasa- nya menggunakan koran be- kas untuk membungkus jenis sayuran yang ada kemudian diletakkan di tas kain atau tas anyaman yang sudah dibawa oleh konsumen. "Kita membuka pintu se- luas-luasnya agar pedagang bisa menyampaikan masukan agar mereka bisa beralih dari penggunaan kantong plastik sekali pakai. Sudah beberapa kali kita melakukan rapat atau rena jarak tempuh yang jauh. Prestasi akademik dan no- nakademik Arista tumbang di sistem daring ppdb.jakarta. go.id oleh pelajar yang usia- nya lebih tua. Alternatif cara ditempuh peraih rata-rata nilai rapor 8,2 dari lima mata pelajaran dasar itu lewat jalur afirmasi Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga prestasi akademik, pun kan- das di faktor usia. Hingga empat hari menje- lang tenggat penutupan PPDB 2020, Arista telah menginjak usia 15 tahun, delapan bulan, tiga hari. “Yang paling banyak dite- rima justru peserta yang usia- nya 16 tahun, malah ada yang 19 tahun,” katanya. Bakat melukis Arista sea- kan tidak ada arti, sebab sis- tem hanya menerima prestasi dalam kurun maksimal tiga tahun terakhir, kata kakek Arista, Aris (60), menyampai- kan alasan penolakan dari pa- nitia PPDB. Sejak lulus SD, cucu kesa- yangannya itu justru tidak ak- tif ikut lomba. Bergabung da- lam berbagai komunitas sosial jadi minat lain Arista kala itu, seperti jadi pengajar di bidang seni lukis pada beberapa RPTRA di Jakarta. “Itu pun banyak plakat dan penghargaan dari banyak instansi pemerintah, tetapi kan yang diminta sistem ini harus dari perlombaan. Sedangkan Arista selama SMP sudah tidak ikut lomba karena jarang juga yang ge- lar,” katanya. Sejak usia dua tahun, anak tunggal dari pasangan Triyo

Di Mana Bangku Sekolah untuk si Anak Berprestasi?

ANTARA/Andi Firdaus Aristawidya Maheswari memperlihatkan piala pemberian Presiden Joko Widodo atas gelar Juara III Lomba Melukis Cipta Seni Pelajar Nasional yang diraih pada 2015.

Perempuan berkaca mata itu pernah bertugas sebagai koordinator divisi kreatif pada Forum Anak Nasional. Namun, keterbatasan ekono- mi membuat Arista sulit me- miliki laptop untuk menun- jang kinerja. “Karena saya tidak punya uang beli laptop, terus kakak pembina di tempat saya mengajar anak-anak jalanan, menyarankan saya untuk me- ngirim surat ke Pak Anies,” ujarnya. Rupanya sepucuk surat di- balas oleh orang nomor satu di DKI itu dengan satu unit komputer jinjing yang diteri- ma Arista lewat pengurus ru- ang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Pulo Gadung.

Sepertinya Anies menge- nal betul siapa sosok pengi- rim surat, sebab mantan Menteri Pendidikan itu per- nah mewakili Presiden Joko Widodo menyerahkan peng- hargaan atas gelar juara III Lomba Melukis Cipta Seni Pelajar Nasional yang diraih Arista pada 2015. “Waktu 2015, Pak Anies juga yang ngasih pengharga- an, pas masih menjabat Menteri Pendidikan,” kata- nya. Gagal PPDB Namun, suasana berubah, saat topik pembicaraan beru- bah kepada seputar penerima- an peserta didik baru (PPDB) 2020 di Ibu Kota. Agaknya, ada nuansa

jengkel pada Arista karena peraturan usia telah menjegal keinginannya bersekolah di SMAN 12 Jakarta yang berja- rak sekitar 250 meter dari ru- sun. “Kalau zonasi kan kita ha- rusnya dilihat dari jarak ru- mah ke sekolah, tetapi ini di- ambilnya malah umur. Aku sempat sebel, kok malah umur?” kata Arista. Jalur prestasi menjadi ha- rapan besar untuk bisa melan- jutkan pendidikan ke sekolah negeri. Ketiadaan SMA nege- ri di Kelurahan Jatinegara Kaum membuat peluang zo- nasi jadi tidak mungkin. Buktinya, mendaftar ke SMAN 61, SMAN 36, SMAN 59, dan SMAN 53 Jakarta seluruhnya gagal ka-

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker