ID150109

money & banking

ENERGY

lifestyle

Mayapada Corporation    Tetap Jadi PSP   Bank Mayapada

Pengusaha SPBU Rugi Miliaran Rupiah

Lukman Sardi Filmnya Diprotes Aktivis

27 >>

21 >>

9 >>

indonesia

MEDIA HOLDINGS

jumat 9 JANUARI 2015

Investor Daily/ant

international

gugun

n Retno Marsudi

Menlu Paparkan 3 Prioritas Diplomasi Tahun Ini Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan bahwa politik luar negeri Indonesia akan diproritaskan pada tiga hal, yaitu menjaga kedaulatan negara,

Pertamina Luncurkan SPB Vi-Gas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto (kanan) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) mencoba angkutan umum yang telah diisi bahan bakar gas saat peresmian stasiun pengisian bahan bakar (SPB) Vi-Gas di SPBU Coco Sultan Agung, Semarang, Kamis (8/1). SPB Vi- Gas berkapasitas 11.800 liter setara premium tersebut dapat memasok bahan bakar gas untuk 500 angkutan umum per hari. Berita di halaman 9 .

PERUBAHAN HARGA DIUSULKAN TIAP DUA MINGGU

meningkatkan perlindungan terhadap warga negara dan badan hukum Indonesia, serta meningkatkan diplomasi ekonomi.

>> 2

Oleh Novy Lumanauw dan Retno Ayuningtyas  JAKARTA – Pemerintah memastikan akan kembali menurun­ kan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar pada 1 Februari mendatang. BPH Migas menghitung besaran penurunannya maksimal Rp 600 per liter berdasarkan meka­ nisme perubahan harga setiap bulan.

ini. “Kementerian Perhubungan harus juga melakukan adjustment terhadap perubahan harga tersebut,” jelas dia. Mengenai besaran penurunannya, Andy memperkirakan maksimal Rp 600 per liter. “Namun, hitungan tersebut untuk mekanisme perubahan harga setiap bulan atau harga untuk akhir bulan ini,” tambah dia. Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penurunan harga BBM dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian harga minyak dunia yang kini berada di kisar­ an US$ 47 per barel. Selain itu, berdasarkan mekanisme subsidi tetap ( fixed ), kenaikan maupun penurunan harga BBM jenis premium dan solar bergantung pada kondisi harga minyak dunia. “Jadi harganya akan turun lagi. Kemung­ kinan yang kita kalkulasikan begitu,” kata Kepala Negara kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (8/1). Jokowi optimistis masyarakat dapat meneri­ ma kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem subsidi tetap terhadap BBM jenis pre­ mium dan solar. “Kalau dari beberapa kalkulasi harga min­ yak memang turun, turun, kemudian naik. Tapi naiknya, sesuai perkiraan kita tidak akan banyak. Saya kira masyarakat masih bisa menerima, masih di bawah harga yang kita kalkulasikan,” kata Jokowi.

Setelah perubahan harga BBM pada 1 Februari mendatang, selanjutnya pemerintah berencana mengimplementasikan formula perubahan harga BBM jenis premium dan solar setiap dua minggu layaknya pertamax. Perubahan harga itu mengikuti perubahan harga minyak dunia. Perubahan harga BBM terakhir terjadi pada 1 Januari 2015 ketika pemerintahmenurunkan harga premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter dan harga solar diturunkan dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250 per liter. Dengan harga sebesar itu, harga premium tidak lagi disubsi­ di, sementara solar subsidinya ditetapkan Rp 1.000 per liter. Lewat kebijakan mulai 1 Januari 2015 tersebut, harga premium dan solar bisa berubah tiap bulan. Kepala Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPHMigas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, penurunan harga BBM jenis premium atau Research Octane Number (RON) 88 dan solar setiap duaminggu sekali dimungkinkan, apalagi mekanisme ini sudah dilakukan di banyak negara. “Ya mungkin dong (berubah tiap dua ming­ gu), seperti di banyak negara,” kata dia, di Jakarta, Kamis (8/1). Menurut dia, mekanisme harga BBM bisa naik atau turun akan mendidik masyarakat bagaimana ekonomi itu bekerja. Tarif angkutan umum juga seharusnya mengikuti mekanisme

ta, kemarin. Dia mengatakan, kebijakan penurunan har­ ga ditempuh pemerintah seiring diterapkannya sistem subsidi tetap untuk BBM jenis premium dan solar. Disebutkan, harga BBM sangat bergantung pada pergerakan harga minyak di pasar internasional. “ Insya Allah , kita akan menyesuaikan kalau tidak ada perubahan signifikan pada harga minyak dunia, tren sekarang, dan nilai tukar rupiah. Harga BBM tergantung pada harga minyak dan rupiah. Kita akan hitung ditambah dengan alpha dan keuntungan Pertamina. Saya yakin, Februari akan turun lagi,” kata dia.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan, penyesuaian harga BBM akan dilakukan setiap duaminggu. Mekanisme perubahan harga BBM setiap dua minggu sekali ini baru akan diterapkan mulai bulan depan. Sedangkan untuk penurunan harga pada 1 Februari mendatang berdasarkan harga rata-rata minyak dunia periode 25 Desember 2014 hingga 24 Januari 2015. Mengenai besaran penurunannya, Sofyan Djalil mengatakan pemerintah masih meng­ hitung. “Kita masih hitung-hitung lagi. Nanti akan terbiasa seperti penghitungan harga pertamax. Kalau pertamax (perubahan har­ ganya) ditetapkan dalam dua minggu sekali, tapi untuk sementara premium ditetapkan setiap bulan. Kemungkinan harga premium akan disesuaikan setiap dua minggu sekali,” kata Sofyan, di Kantor Wakil Presiden, Jakar­

markets & corporates

PBI Pelaporan Pengelolaan ULN Nonbank Diterbitkan Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan baru tentang pelaporan utang luar negeri korporasi nonbank untuk mendorong keha­ ti-hatian korporasi dalam mengelola risiko nilai tukar, risiko likuiditas, dan risiko utang yang berlebihan terhadap ULN. Kebi­ jakan yang diharapkan dapat membantu BI untuk memantau pergerakan ULN kor­ TPS Food Incar Perusahaan di Vietnam dan Malaysia PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menjajaki akuisisi perusahaan makanan di Vietnam dan Malaysia. Perseroan me­ nyiapkan dana sebesar US$ 80 juta atau sekitar Rp 960 miliar. “Ada dua perusahaan makanan di Vietnam dan Malaysia yang kami dekati. Kami alokasikan dana masing- masing US$ 40 juta,” kata Direktur Keuangan TPS Food Sjambiri Lioe kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (8/1). macro economics >> 13

Bersambung ke hal 11

tur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Raharjo Adisusanto saat berkunjung ke kantor Investor Daily di Jakarta, Kamis (8/1). Selain Raharjo, turut berkun­ jung adalah Direktur Manaje­ men Risiko & TI SMF Trisnadi Yulrisman, Corporate Secre- tary SMF Heliantopo, serta As- sistant Vice President Legal and Government Relation Depart- ment Head sekaligus Corporate Communication Dyah Rahayu. Raharjo mengatakan, SMF ditugaskan pemerintah untuk mengembangkan pasar pem­

JG/YUDHI

Oleh Devie Kania dan Ester Nuky

mesin cuci, microware , pendingin ruangan (AC), televisi (TV), pintu, lampu, mobil, hingga kereta bayi. Di masa datang, macam jenis akan terus bertambah. Tak heran bila, firma riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan, nilai bisnis IoT pada 2020 bisa mencapai US$ 3 triliun. “Internet of Things adalah topik terhangat saat ini. Lebih dari 900 peserta pameran memamerkan inovasinya di seputar IoT pada ajang CES 2015,” ujar Karen Chupka, Senior Vice President International CES & Corporate Business Strategy CEA, melalui siaran persnya, saat pembukaan CES 2015. Segala macam produk pintar atau dengan embel-embel “smart” itu ujung-ujungnya adalah terhubung dengan perangkat mo- bile yang ada di genggaman, yakni smart- phone , tablet , atau laptop . Tak heran bila Intel, produsen chipset dan prosesor begitu sumringah dengan tren IoT ini. Apakah itu smartcity , smartcar , smartwatch atau smarthome , ujung-ujungnya akan terhubung dengan smartphone atau tablet yang ada di genggaman. “Sekarang perangkat-perangkat mobile lagi tren. Kami perkirakan ini akan terus tumbuh, entah sampai kapan. Ini biasa kita sebut mobility .

Oleh Rizagana

JAKARTA – PT Sarana Multi­ griya Finansial (SMF) menarget­ kan penyaluran dana dalam pem­ biayaan sekunder perumahan mencapai Rp 5,5 triliun tahun 2015, tumbuh 21,41% dibanding­ kan tahun 2014 sebesar Rp 4,53 triliun. Dana ini berupa pinjam­ an dari SMF untuk penyalur KPR sebesar Rp 3,5 triliun dan dari penerbitan sekuritisasi KPR yang difasilitasi SMF Rp 2 tri­ liun. Untuk mendukung target tersebut, perseroan berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 2,5 triliun tahun ini.

JAKARTA – Pameran perangkat elektro­ nik dunia, International Consumer Elec­ tronic Show (CES) 2015, kembali digelar di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS) pada 6-9 Januari 2015. Ajang tahunan ini menjadi showcase terbesar untuk produk, layanan dan teknologi terbaru. Salah satu yang menjadi topik terhangat kali ini adalah produk-produk pintar yang terhubung de­ ngan internet atau Internet of Things (IoT). Ide dasarnya adalahmenyematkan semua produk atau perangkat di rumah, di dapur, di kantor dan di kendaraan dengan akses internet berikut fitur-fitur digitalnya. Atau dalam bahasa Dave Evans, chief futurist Cisco, tak lama lagi semua benda yang dulu hanya diam, akan bersuara. Business Insider memperkirakan ada sebanyak 1,9 miliar perangkat terhubung ke internet saat ini. Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu, dan diperkirakan menjadi 9 miliar pada 2018. Bahkan, Presiden dan CEO Samsung Electronics BK Yoon mengklaim, Samsung telahmemiliki 665 juta produk IoT. “Jumlah ini akan terus bertambah di masa mendatang,” kata dia saat berpidato di ajang CES 2015 tersebut. Perangkat pintar yang sudah tersedia saat ini adalah jam tangan, kacamata, lemari es,

porasi itu dilengkapi dengan ancaman sanksi administratif bagi korporasi nonbank yang tidak patuh.

>> 20

n Raharjo Adisusanto

biayaan sekunder perumahan di Tanah Air, guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah, terutama untuk rumah pertama. Hingga saat ini, ada sekitar 15 juta kebutuhan rumah yang belum dapat dipenuhi dan tiap tahun akan bertambah. Pasalnya, total kebutuhan rumah per tahun mencapai 1,55 juta unit, sedangkan yang bisa dibangun hanya 400 ribu unit, yakni secara swadaya oleh masyarakat 150 ribu unit dan yang dibangun pengembang 250 ribu unit.

Pada 2014, realisasi pinjaman dari SMF untuk penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 3,03 triliun. Sedangkan penerbitan sekuritisasi KPR yang difasilitasi BUMN tersebut sebesar Rp 1,5 triliun. Se­ mentara itu, penerbitan surat utang sekitar Rp 2,82 triliun. “Pemegang saham kami (Kementerian Ke­ uangan) menaikkan target penyaluran dana dalam pembiayaan sekunder perumahan tahun 2015 menjadi Rp 5,5 triliun, yakni lewat pembiayaan dari SMF dan memfasilitasi se­ kuritisasi KPR. Untuk mendukung penyalur­ an tersebut, kami mendapatkan tambahan penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp 1 triliun pada akhir tahun 2014,” ujar Direk­

Harga tarif dasar listrik Pengusaha soal harga angkutan Kebijakan baru pemerintah terkait AIRASIA

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 11

>> Investor Daily EDISI 2014 No. 3940

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan Rp 120.000 /bulan)

www.investorindonesia.com

Made with FlippingBook HTML5