ID200701

RABU 1 JULI 2020

23 MONEY & BANKING

Investor Daily/David Gita Roza

Di dua dekade terakhir, in- dustri keuangan syariah terus berkembang dan tumbuh dengan pesat di seluruh dunia, baik di negara berpenduduk mayoritas muslim maupun non-muslim. Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi umat muslim terbe- sar di dunia, secara signifikan juga memperlihatkan adanya peningkatan akan kebutuhan solusi finansial yang sesuai dengan nilai-nilai syariah ser- ta perkembangan tren gaya hidup halal (halal lifestyle ). Namun demikian, tingkat penetrasi asuransi syariah di masyarakat relatif masih rendah. Data yang diperoleh dari Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 yang diselenggarakan OJK, dite- mukan bahwa inklusi keuan- gan syariah baru mencapai 9%.Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mening- katkan penetrasi asuransi dan literasi keuangan, Allianz Life Syariah terus berinovasi mem- buat ragam produk asuransi serta rangkaian inisiatif yang relevan, sesuai dengan tren dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui melalui kegiatan Wakaf Allianz Smart Point. “Kami berkomitmen un- tuk terus meningkatkan ke- sadaran masyarakat akan perlindungan asuransi jiwa syariah yang merupakan per- wujudan prinsip berbagi ke- baikan dan saling melindungi. Kami secara aktif mengajak peserta untuk berwakaf mela- lui Dompet Dhuafa hanya den- gan menukar Allianz Smart Point. Donasi poin peserta akan diwakafkan untuk pen- anggulangan pandemi Ccov- id-19 yang kini juga melanda Indonesia. Melalui rangkaian inovasi yang kami lakukan, kami optimis Allianz Life Sya- riah bisa tetap bertumbuh dan mempertahankan kinerja teru- tama di masa yang menantang ini,” jelas Yoga. (th)

di antaranya adalah dengan terus melakukan inovasi pada produk, seper ti meluncur- kan produk Flexi CI Sya- riah, yaitu asuransi tambahan yang memberikan proteksi terhadap risiko hingga 168 jenis penyakit kritis, meng- hadirkan Fitur Wakaf untuk melengkapi produk Allisya Protection Plus; ser ta me- maksimalkan pemanfaatan teknologi digital terutama untuk meningkatkan pengala- man nasabah dan juga mitra bisnis terkait dengan proses penjualan, administrasi polis, pemeliharaan polis termasuk penanganan klaim. Strategi Allianz Life Sya- riah dalam mengembangkan industri keuangan syariah pada 2019 diganjar dengan beberapa penghargaan, di antaranya penghargaan dari Karim Consulting Indonesia sebagai The Best Islamic Life Insurance in Profitable Invest- ment, penghargaan Asuransi Syariah Terbaik 2019 yang diselenggarakan olehMajalah Investor , serta penghargaan Infobank sebagai Asuransi Sya- riah dengan Predikat Sangat Baik dalam hal kinerja keuan- gan sepanjang 2014-2018. Pada 2019, Allianz Life Syariah secara rutin dan berkesinam- bungan melakukan sosialisasi dan edukasi produk asuransi syariah, baik kepada mitra bisnis keagenan maupun ke- pada masyarakat luas, seperti seminar yang bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia. Sementara itu, kinerja positif Allianz Life Syariah berlanjut hingga kuartal I-2020 dengan membukukan pendapatan premi bruto 8,1% lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ser ta total aset yang juga meningkat 1,1% dibandingkan kuartal I-2019. Ha l i n i membuk t i kan bahwa ekonomi syariah saat ini telah menjadi arus baru dalam perekonomian global.

JAKARTA – Unit Usaha Sya- riah PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Sya- riah), berhasil mencatatkan ki- nerja positif pada 2019 dengan perolehan pendapatan premi bruto sebesar Rp 1,2 triliun, meningkat 10,2% dibanding tahun sebelumnya. Total aset juga tumbuh sebesar 17,2% atau meningkat dari Rp 2,9 triliun pada 2018 menjadi Rp 3,4 triliun. Dana tabarru’ Allianz Life Syariah pada tahun yang dikelola sebesar Rp 326 mil- iar. Jumlah dana tabarru’ ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Allianz Life Syariah dalammengaman- ahkan pengelolaan perlindun- gan asuransi jiwa syariah. Hal ini juga tercermin dari jumlah peserta Allianz Life Syariah yang mencapai lebih dari 90 ribu pada 2019. Allianz Life Syariah melakukan pemba- yaran klaim dan manfaat as- uransi kepada sesama peserta sebesar Rp 592,9 miliar pada tahun lalu atau meningkat 43,6% dibandingkan tahun 2018. “Pertumbuhan positif ini tentu tidak lepas dari perkem- bangan keuangan syariah di Indonesia. Keuangan syariah dinilai memiliki transparansi dalam pengelolaan sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat tanpa membeda- kan keyakinan dan agamanya. Oleh karena itu, kami terus berinovasi untuk memperkuat posisi di dalam segmen pasar yang potensial ini dan men- dukung program pemerintah dalam meningkatkan penet- rasi asuransi jiwa, khususnya asuransi jiwa syariah, seka- ligus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui implementasi strategi kami sepanjang tahun 2019 lalu,” kata Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia Yoga Prasetyo dalam keteran- gan tertulis, Senin (29/6). Rangkaian strategi yang dilakukan Allianz Life Syariah

Kinerja Tugu Insurance Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Indra Baruna (dua dari kanan) bersama Presiden Komisaris Koeshartanto (dua dari kiri), Komisaris Independen M. Harry Santoso (kiri) dan Dirkeu & Jasa Korporat Muhammad Syahid (kanan) disela acara Rapat Umum Pemeg- ang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (30/6/2020). Tugu Insurance mencatatkan pertumbuhan laba tahun berjalan konsolidasi hingga 145,7% (year-on-year/yoy).

pada perbankan. “Dalam kondisi krisis, proses bisnis jalan dan tidak jalan, sehingga kita ingin cari jalan insentif apa yang bisa kita lakukan agar normal bisa jalan, terutama dalam kaitannya pemberian kredit ke sektor riil,” jelas dia. Meskipun perbankan diberi- kan stimulus oleh regulator, tapi sektor riil belum berjalan maka akan sulit karena bank juga akan menahan kreditnya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari se- mua pihak terutama masyarakat untuk mendukung sektor riil. “Kita proyeksi dampak Cov- id tidak lama kalau kita bisa bergerak cepat. Ini waktunya kita dorong supaya bergerak, likuiditas tidak cukup, apakah hotel ada yang menginap? Bus apa ada yang naik? Ini harus bareng supaya ada yang nginap hotel kalau kredit sudah diku- curkan, kalau tidak ini bahaya, ini harus bersama sehingga sektor riil confident untuk waktu- nya ambil kredit,” jelas Wimboh. Fungsi Intermediasi Lambat Pada kesempatan itu, Anggota Komisi XI DPR Soepriyatno mengatakan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan per Mei 2020 sebesar 8,87% se- cara tahunan ( year on year /yoy), sedangkan pertumbuhan kredit hanya 3,04% (yoy). Menurut dia yangmenjadi masalah perbankan bukan dari sisi likuiditas, melain- kan fungsi intermediasi perban- kan nasional dan perlu didorong untuk penyaluran kreditnya. “Padaha l yang men j ad i masalah itu lambatnya fungsi intermediasi perbankan dalam menyalurkan kredit. Modal dan likuiditas bank masih bagus, risiko kredit juga bagus, tapi kreditnya hanya 3,04%, sedan- gkan DPK masih tinggi 8,87%,” papar Soepriyatno. Menanggapi hal tersebut, Wimboh mengungkapkan, lam- batnya fungsi intermediasi per- bankan bukan karena bankmalas menyalurkan kredit, namun perbankan masih fokus melaku- kan restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid-19. Sementara itu, Home Credit Indonesia secara aktif terus menunjukkan kepedulian dan tanggung jawabnya dalam #La- wanCovid19 melalui sejumlah kegiatan corporate social re- sponsibility (CSR). Perusahaan pembiayaan multiguna tersebut telah menyediakan 1.900 paket alat pelindung diri, lebih dari 100.000 masker, dan juga 15 unit tab yang didistribusikan dalam 3 batch ke sejumlah pusat keseha- tan di Indonesia. Pada batch per tama atau pertengahan April 2020, Home Credit mendistribusikan alat pelindung diri (APD), nitrile gloves , dan google protector sebanyak 1.900 paket yang didistribusikan ke RSU Bhay- angkara, RS Pelni, RSUD Pasar Minggu, RSUP Fatmawati, RSUD Tarakan, dan RSUP Per- sahabatan.

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 22 Juni restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp 695,34 triliun kepada 6,35 juta debitur dan cenderung mulai melandai dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. Oleh karena itu, industri perbankan didorong untuk mulai menyalurkan kredit pada semester kedua ini.

Wimboh Santoso

Investor Daily/David Gita Roza

diprediksi semula bahwa akan ada peningkatan NPL. Ini men- unjukkan beberapa sektor sudah mulai kena imbas Covid-19,” ungkap Wimboh. Meski demikian, OJKmelaku- kan monitoring rencana bisnis bank, sebagai regulator,Wimboh jugamenyebut kondisi permoda- lan dan likuiditas industri per- bankan secara umum tidak ada masalah dan masih memadai. Untuk itu, perbankan sudah bisa dengan tetap hati-hati menyalur- kan kredit. “Ini bisa kalau ada kesempatan bahwa masyarakat bisa punya keleluasaan untukmelakukan ak- tivitas sosialnya, traveling, meski- pun tetap memenuhi protokol Covid. Ini syarat utama kredit, kalau hotel kreditnya di- disbursed tapi tidak ada penghuni juga tidak memberi manfaat, transportasi kalau dikasih kredit tapi tidak ada yang naik juga jadi masalah, harus sinkron,” papar Wimboh. OJK jugamengimbau agar per- bankan mengalokasikan kredit untuk sektor riil yang padat karya, supaya dapat mendorong pemulihan ekonomi dengan cepat. “Kalau lihat ini semua antusias, di jalan sudah ramai ini bagus dengan tetap menera- pkan protokol kesehatan,” kata Wimboh. Pihaknya juga akan selalu mengevaluasi stimulus apa yang dibutuhkan perbankan dan sek- tor riil supaya bisa tetap berger- ak. OJK juga siap memberikan relaksasi berbagai kebijakan ke- masa sulit ini, terutama bagi mereka yang terdampak lang- sung maupun tidak langsung oleh pandemi Covid-19. Mitigasi dari dampak Covid-19 merupa- kan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari pemerintah, individu dan juga korporasi, termasuk Home Credit Indonesia. “Masa sulit merupakan mo- mentum yang bisa digunakan untuk melihat sejauh mana kita peduli terhadap sesama. Saat ini seluruh pihak bersama- sama memberikan kontribusi semampu yang bisa mereka lakukan. Hal itu menunjuk- kan, sekecil apapun yang kita lakukan untuk sesama, akan menjadi besar bila dilakukan bersama-sama dengan gotong royong, dan pada akhirnya kita bisa melewati masa pandemi ini dengan baik” tambah dia.

kan rencana bisnis dia (debitur) sampai Desember, kita akan monitor seluruh bank, bahkan per sektor terutama kredit yang direstrukturisasi kita monitor,” terang Wimboh. Berdasarkan dataOJK, terlihat restrukturisasi kredit yang di- lakukan perbankan mulai menu- run, realisasi outstanding kredit dari 15 Juni hingga 22 Juni sebe- sar Rp 39,5 triliun atau naik 6,02% dari minggu sebelumnya dengan debitur juga naik tipis 1,17%. Padahal, restrukturisasi yang dilakukan pada 12 April hingga 19 April mencatatkan baki debet meningkat 115% dibandingkan minggu sebelumnya. Untuk restrukturisasi per 19 April sampai 24 April mening- kat 78,8%. OJK juga mencatat restrukturisasi 24 April hingga 4 Mei naik 62,6%, kemudian pada 4 Mei hingga 11 Mei naik 16,09%, pada 11-18 Mei naik 17,2%, serta pada 18-25 Mei naik 12,7% dibandingkan minggu sebelumnya. Kredit restrukturisasi tumbuh tinggi di kelompok bank umum kegiata usaha (BUKU) IV, den- gan pertumbuhan tertinggi di sektor perdagangan. Pertum- buhan restrukturisasi tertinggi di perdagangan sejalan dengan rasio kredit bermasalah ( non per- forming loan/ NPL) yang cukup tinggi pada sektor tersebut. “Ada beberapa bank yang memang pada bulan Mei NPL-nya mulai meningkat, karena ini sudah membantu dalam menghadapi kondisi tersebut. “Kami pun menyadari bahwa apa yang kami dan perusahaan lainnya lakukan ini tidak akan sebanding dengan apa yang sebagian besar masyarakat ra- sakan dan hadapi saat ini. Tetapi kami sangat berharap sedikit kontribusi yang kami lakukan melalui pemberian keringanan pembiayaan ini bisa membantu melegakan hati, terutama bagi para pelanggan kami,” kata dia melalui keterangan ter tulis, Selasa (30/6). Hingga 29 Juni 2020, lebih dari 49.000 pelanggan Home Credit di seluruh Indonesia telah men- erima keringanan pembiayaan. Moin menuturkan, dukungan dan kepedulian baik berupa moral maupun material sangat dibutuhkan seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa melewati

Adapun realisasi restruk- turisasi kredit kepada segmen usaha mikro, kecil, dan me- nengah (UMKM) sebesar Rp 307,83 triliun kepada 5,19 juta debitur, sedangkan segmen non-UMKM sebesar Rp 387,51 triliun dari 1,16 juta debitur. Dari sisi potensi, ada seban- yak 102 bank yang berpotensi melakukan restrukturisasi ke- pada 15,12 juta debitur dengan outstanding Rp 1.373,67 triliun. Rinciannya terdiri atas debitur UMKMsebanyak 12,65 juta den- gan nilai kredit Rp 555,17 triliun dan debitur non-UMKM2,47 juta dengan nilai Rp 818,5 triliun. “Restrukturisasi perbankan mulai agak melandai, sebagian besar dilakukan pada April, Mei, dan Juni sudah melandai, ini tanda bahwa pick sudah dilaku- kan, kalaupun ada tambahan tidak banyak. Ini sudahwaktunya kita akanminta perbankan untuk mulai berikan kredit kepada debitur-debitur yang kemarin re- strukturisasi maupun yang tidak direstrukturisasi,” jelasWimboh dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (29/6). Diamengungkapkan, bagi deb- itur yang tidak direstrukturisasi, artinyamasih berpotensi tumbuh dan perlu didukung perbankan guna membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Kalau yang kemarin direstruk- turisasi, itu butuh perhatian khusus dan kita coba berdasar- JAKARTA – PT Home Credit Indonesia memberikan per- hatian dan dukungan kepada pelanggan pada masa pandemi Covid-19, dengan menerapkan kebijakan keringanan pembi- ayaan. Hal ini guna membantu meringankan beban dalammen- jalani hidup pada masa yang menantang ini. Di samping itu, perseroan telah menyumbangkan per- alatan medis untuk para petugas kesehatan dan tenaga medis di seluruh Indonesia guna merin- gankan beban mereka yang be- rada di garis depan pertempuran melawan Covid-19. Chief Marketing and Strategy Officer Home Credit Indonesia Moin Uddin menjelaskan, masa pandemi Covid-19 merupakan periode yang sulit bagi semuan- ya, termasuk perseroan. Na- mun demikian, pihaknya ingin

Restrukturisasi Kredit Bank Nasabah melakukan transaksi penarikan uang tunai melalui mesin ATM di sebuah Rumah Sakit, kawasan Serpong belum lama ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan realisasi restrukturisasi kredit per 22 Juni 2020 sebesar Rp695,34 triliun. Keringanan kredit itu diberikan kepada 6,35 juta nasabah. Restruktur- isasi diberikan untuk kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) senilai Rp307,83 triliun kepada 5,19 juta nasabah. Sisanya, berasal dari restrukturisasi kredit non-UMKM sebesar Rp387,51 triliun kepada 1,16 juta nasabah.

diberikan kepada mereka yang terdampak Covid-19, melainkan juga untuk anak-anak dengan celebral palsy. Pada 22 Mei, Home Credit mengunjungi Paguyuban Keluarga dan Anak Cerebral Palsy (PKDAC) yang berada di kota Magelang untuk memberikan donasi beberapa kebutuhan, seperti susu dan biskuit. “Kami berharap apa yang kami lakukan bisa sedikit me- ringankan beban bagi mereka yang membutuhkan, apalagi di masa pandemi ini. Kita sama- sama berdoa dan berupaya agar masa sulit ini segera terlewati. Mungkin untuk bisa kembali ke kehidupan yang normal seperti sedia kala masih belum bisa kita raih, tetapi setidaknya kita mam- pu bersama-sama menjalani hari-hari pada fase new normal ke depan,” kata Andy. (th)

perusahaan dari Home Credit, sebagai bentuk kontribusi nyata keluarga besar Home Credit kepada masyarakat dan pemer- intah dalam melawan Covid-19. Untuk batch ketiga atau awal Juni, Home Credit kembali berkontribusi dengan menyum- bangkan 15 unit tab untuk 15 kamar ICU di RSPAD Gatot Subroto. Sebab, menjalani perawatan tanpa didampingi orang-orang terdekat tentu akan menjadi hari-hari yang sulit untuk dilewati bagi para pasien Covid-19. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan bisa membantu mereka untuk bisa berkomunikasi dengan keluarga. Chief External Affairs Home Credit Indonesia Andy Nahil Gultom menambahkan, ben- tuk kepedulian Home Credit terhadap sesama bukan hanya

Kemudian, pada batch kedua atau pengujung April 2020, Home Credit menyediakan masker berupa KN95 Mask sebanyak 49.910 unit, surgical mask sebanyak 50.000 unit, dan fabrical mask sebanyak 439 unit ke sejumlah pusat kesehatan, seper ti Wisma Atlet, RSUD Tarakan, RSKDDuren Sawit, RS PGI Cikini, PKMRagunan, PKM Jagakarsa, RSUD Pasar Rebo, RS Pariaman, RSUD Sk Lerik Kota Kupang, RSUD Ciawi, RS Kupang, RS Arjawinangun, RSUDWaled, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSI Jemursari, Dr Stevi (Asosiasi Klinik Kabupaten Bandung), IDI Bogor, PKM Pasar Minggu (10 Puskesmas), dan Pemukiman Pasar Manggis. Bantuan masker tersebut dikirimkan oleh PPF Group yang yang merupakan induk

Made with FlippingBook - Online catalogs