SP160304

Utama

Suara Pembaruan

2

Jumat, 4 Maret 2016

KLB PSSI Solusi Kisruh Sepakbola

[ J AKARTA ] M e n t e r i P emu d a d a n O l a h r a g a (Menpora) Imam Nahrawi mengajukan sembilan syarat agar keputusan pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dicabut, salah satunya dengan mem- percepat kongres luar biasa (KLB) induk organisasi sepakbola Indonesia itu. Sejumlah kalangan me- nilai, jika digelar sebelum Kongres FIFA pada Mei men- datang, KLB PSSI akan men- jadi solusi bagi kisruh seputar sepakbola nasional. Namun, yang lebih penting, pembena- han sepakbola harus dilaku- kan secara total. Selain dengan membentuk induk organisasi sepakbola yang baik, kompetisi juga ha- rus berjalan tanpa ada mafia dan pengaturan skor. Pihak swasta juga perlu dilibatkan dengan membangun klub sepakbola profesional. Selain itu, pembinaan usia dini dan keberadaan stadion-stadion bertaraf internasional akan turut membangkitkan sepak- bola nasional. Pe ng ama t s e p a kbo l a Rayana Djakasurya menga- takan, pemerintah harus bisa membentuk organisasi sepak- bola Indonesia yang natural dan bersih dari segala kepent- ingan politik. Namun, sebe- lum membentuk PSSI baru lewat KLB, Kementerian P emu d a d a n O l a h r a g a (Kempora) harus merumus- kan aturan main yang jelas dan tegas, sehingga nantinya tidak bisa digugat, hasilnya sah, dan dapat dipertanggung- jawabkan. “KLB bisa digelar April ini bila memang pemerintah serius menghendakinya. Pembekuan dan pembaru- an merupakan bagian yang biasa dari sepakbola. Hal sep- erti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Inggris dan negara Eropa lainnya pun pernah mengalami dan akhirnya menjadi maju seperti seka- rang. Jadi, PSSI jangan terlalu melebih-lebihkan,” ujarnya kepada SP di Jakarta, Jumat (4/3). Menurutnya, pemerintah telah membuka pintu atau jalan keluar untuk pembenah- an tata kelola lewat pelaksa- naan KLB. Hal itu dinilai menjadi solusi terhadap kis- ruh persepakbolaan nasional selama ini. “Jadi, tawaran pemerintah agar digelar KLB sebaiknya diterima PSSI, termasuk syarat-syarat lainnya yang diajukan Menpora demi meng- hasilkan organisasi yang bersih, lebih tertata, dan  kuat. Namun, orang-orang di dalam organisa- si PSSI baru nanti jangan lagi ada “titipan” dari elemen or- mas, parpol, atau aparat. PSSI jangan dijadikan ladang men- cari uang,” ujarnya. Sementara, Ketua Umum

bahwa pembekuan PSSI han- y a s e b a t a s k a j i a n . Kekecewaan itu diutarakan, karena saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil P r e s i d e n J u s u f Ka l l a , dan Menpora Imam Nahrawi di Istana Negara, pekan lalu, sudah ada keputusan pencab- utan SK Pembekuan PSSI. “Saya menjelaskan ini se- cara sebenarnya dan membela kejujuran. Dalam pertemuan itu hasilnya adalah SK pem- bekuan dicabut supaya PSSI bisa berjalan, reformasi PSSI tetap dilanjutkan, dan tentu kompetisi bergulir. Tapi, setelah itu, mengapa muncul informasi yang berbeda?” ka- ta Agum. Dikatakan, Komite Ad Hoc berharap dapat bekerja sama dengan Kempora untuk r e f o r m a s i s e p a k b o l a Indonesia. Sebab, dalam per- temuan itu semua pihak saling menunjukkan keinginan un- tuk memperbaiki sepakbola. “Kemarin, seusai per- temuan, saya mengatakan ke Menpora agar kami sejalan dengan dicabutnya dulu SK pembekuan PSSI. Bahkan, Menpora siap mengawal. Namun, saya harus kecewa lan- taran mendengar harus ada ka- jian terlebih dahulu. Saya harus bagaimana lagi?” ujarnya. Reformasi Total Pengamat sepakbola Ari Junaedi mengatakan, untuk membenahi sepakbola nasion- al dibutuhkan transformasi dan reformasi total. Memang tidak hanya organisasi PSSI yang dibenahi, tapi juga yang lainnya, seperti klub-klub sepakbola yang ada di bawah naungan organisasi induk itu. “Tetapi, sebelum menuju ke klub-klub sepakbola profe- sional, pemerintah harus fokus dulu pada pembenahan PSSI sebagai organisasi induk sepakbola Indonesia yang me- mang harus dibersihkan. Kalau perlu, orang-orang di dalamnya ditentukan. Siapa yang nantinya bisa membawa sepakbola Indonesia ke arah perubahan yang lebih baik dan maju, bahkan bisa me- menuhi syarat-syarat yang di- minta Kempora,” katanya. Me n u r u t n y a , i n d u s - tri sepakbola harus berjalan dengan mampu membuat kompetisi yang sesuai tata kelola yang baik. Dengan be- gitu, perusahaan-perusahaan bisa mendirikan klub profe- sional dan tidak ada lagi ma- fia yang bisa mengatur skor. “Manajemen klub sepak- bola juga harus tertata dengan baik dan dapat dipertanggu- ngjawabkan, termasuk terkait dengan kontrak para pemain. Setelah itu berjalan, hal lain bisa dikerjakan dengan prin- sip yang sama, termasuk pem- binaan pemain usia dini dan kompetisi-kompetisi usia di- ni,” katanya. [H-15]

Foto-foto; Dok sP

Imam Nahrawi

La Nyalla Matalitti

PSSI La Nyalla Matalitti me- negaskan, keinginan reforma- si memang bisa saja datang dari mana pun, baik mas- yarakat atau pemerintah. Oleh karena itu, rencana reformasi PSSI tidak boleh malah diar- ahkan kepada tindakan “ma- kar”. “Tapi, pelaksana reforma- si tata kelola sepakbola tetap h a r u s d i l a kuk a n PSS I . Transparansi, akuntabilitas, integritas, dan prinsip good governance adalah skala pri- oritas yang sedari awal kami canangkan. Inilah sejatinya agenda reformasi, bukan just- ru diarahkan makar terhadap PSSI,” katanya.

ang syarat itu akan dipenuhi, sudah pasti ada niat. Tetapi, belum apa-apa, mereka sudah menolak. Harus tanpa syarat,” katanya, kemarin. Imam mengeluhkan sulit- nya PSSI untuk sekadar ber- komitmen dengan tegas. Padahal, syarat yang diberi- kan juga jelas dan masih da- lam batas kewajaran. “Syarat- syarat yang diajukan ini cuk- up realistis. Kami tidak mau asal main cabut, karena jan- gan sampai nantinya kalau ada apa-apa kami lagi yang disalahkan,” jelasnya. Menurutnya, semua syarat yang diajukannya masuk akal dan yang terpenting mampu

Rebutan Dukungan di Daerah?

M usyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai

Golkar sudah di depan mata. April ini, Golkar bakal memiliki Ketua Umum yang baru, me- nyusul Agung Laksono (AL) dan Aburizal Bakrie (ARB) tak ikut mencalonkan diri. Bagaimana para calon ketua umum (caketum) menggalang dukungan? Tak tanggung-tanggung, ada satu daerah yang menjadi basis dukungan salah satu cake- tum mulai “diperebutkan” oleh caketum lain- nya. “Pengurus daerah Golkar di NTT jadi galau,” kata sumber SP , Jumat (4/3). Sumber itu mengungkapkan, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah basis dukungan bagi Setya Novanto. Kini, Mahyudin mulai “merebut” hati para pengurus di sana. “Kami tak melarang, cuma kami di sana jadi bingung. Kan , mereka sesama kader. Kami juga kader,” katanya. Sumber itu mengatakan, Mahyudin berupa- ya merebut dukungan pengurus daerah NTT dengan rekannya di DPR, Setya Novanto, atas rencana keduanya maju sebagai caketum Partai Golkar pada Munaslub April 2016. Wakil Ketua MPR yang mengklaim telah mengantongi dukungan ARB dan Akbar Tanjung itu berkampanye di NTT. “Dia (Mahyudin) siap mundur. Dia juga sa- dar, NTT basisnya siapa,” ucap sumber itu. Sumber itu mengungkapkan, kader di NTT sebelumnya telah menyatakan dukungan terha- dap Setya Novanto. Suara dari NTT dalam Munaslub nanti dipegang pengurus provinsi dan 22 pengurus kabupaten/kota. “Tapi melihat fakta dan perkembangan po- litik di Jakarta, kami serahkan kepada pilihan masing-masing kader. Kami juga melihat kom- posisi partai yang besar, dibutuhkan ketua umum yang memiliki waktu yang penuh untuk partai,” katanya. Ditambahkan, tak hanya pengurus daerah, organisasi sayap Partai Golkar seperti Kosgoro 1957 juga resmi mendukung Setya. Sejumlah politikus Golkar berniat maju sebagai caketum Golkar pada Munaslub April 2016. Selain Mahyudin dan Setya, mereka antara lain Ade Komarudin, Idrus Marham, Agus Gumiwang Kartasasmita, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Roem Kono, dan Syarul Yasin Limpo. “Namun, daerah yang paling kentara di- perebutkan untuk cari dukungan ya NTT. Kita lihat saja kader-kader di sana,” ucap- nya. [W-12]

Dikatakan, Menpora seha- rusnya fokus pada arahan peningkatan prestasi olahraga nasional, terutama persiapan Asian Games 2018. “Saya perjelas kepada semua pihak bahwa jika pelaksanaan KLB PSSI baru bisa dilaksanakan jika ada permintaan dari 2/3 pemilik suara kongres yang total berjumlah 107 pemilik suara. Atau, KLB baru bisa digelar lebih dari 50% anggo- ta PSSI. Itu jawabannya,” ka- ta dia. Sulit Diajak Sedangkan , Menpo r a Imam Nahrawi menyesalkan sulitnya PSSI untuk diajak berkomitmen. Bahkan, saat sembilan syarat agar sanksi PSSI dicabut diutarakan pun langsung ditolak oleh mereka. “Pemerintah butuh komit- men. Seandainya mereka bil-

menunjukkan kesungguhan upaya untuk meraih dan men- capai semua syarat. “Kami membutuhkan komitmen. Komitmen itu harus jelas dan tegas,” ujarnya. Imam juga mempertanya- kan hasil dari Komite Ad Hoc Reformasi PSSI yang belum juga diberikan sampai saat ini. Padahal, hasil itu sudah diper- tanyakan olehnya jauh-jauh hari. “Bahasa sesingkat itu. ke- napa susah sekali dikatakan. Saya katakan itu ke Pak Agum (Ketua Tim Ad Hoc Agum Gumelar,Red) ketika bertemu di ruang saya. ‘Pak, tolong, mana hasil dari Komite Ad Hoc. Seperti apa? Sehingga, kami memiliki referensi’. Sampai sekarang belum ada,” ujarnya. S e b e l umn y a , Ag um Gumelar mengaku kecewa

Made with FlippingBook flipbook maker