SP160304

Utama

3

Suara Pembaruan

Jumat, 4 Maret 2016

Klub Berharap Sanksi PSSI Segera Dicabut

[MALANG] Dorongan pe- nyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mendapat dukungan dari sejumlah klub sepak- bola. Hasil kongres diha- rapkan membawa angin se- gar untuk masa depan se- pakbola di Tanah Air. Berkaitan dengan KLB, se- jumlah klub juga mengi- nginkan pencabutan sanksi pembekuan sehingga kom- petisi dapat berjalan. Ma n a j eme n Ar ema Cronus menyambut baik rencana pencabutan sanksi pembekuan PSSI oleh Menpora dengan harapan kompetisi dapat berjalan kembali secara sportif, dan bebas dari campur tangan mafia pengaturan skor. Harus diakui, pembeku- an PSSI itu memberikan dampak besar terhadap ke- g i a t a n s e p a k b o l a d i Indonesia, karena kompeti- s i men jad i mati sur i. Seluruh elemen sepakbola dari mulai pelatih, pemain, manajemen, ofisial, supor- ter, sampai ke pedagang asongan, terkena imbas. "Kalau tidak segera dilakukan (pencabutan p e m b e k u a n , R e d ) , s e p a k b o l a k i t a a k a n semakin tertinggal, tidak bisa cepat memperoleh pengakuan dari AFC dan F I FA. Apa l ag i da l am menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah ," ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo, Kamis (3/2). Direktur Operasional Arema, Haris Fambudy me- ngatakan, Arema Indonesia mendukung rencana pelak- sanaan KLB PSSI karena [JAKARTA] Sepakbola nasional harus bisa dijadi- kan industri, seperti yang terjadi di beberapa negara lain. Bila itu bisa diwujud- kan, banyak pengusaha yang akan terlibat dengan membangun klub-klub pro- fesional. Hal itu dikatakan ang- gota Komisi X DPR Teguh Juwarno kepada SP di Jakarta, Jumat (4/3). “Jika sepakbola menjadi industri, secara otomatis akan ba- nyak pengusaha yang ber- sedia membangun klub pro- fesional hingga memba- ngun stadion berskala inter- nasional,” ujarnya. Dikatakan, yang terjadi selama ini, klub-klub se- pakbola dikelola oleh pe- merintah daerah.Akibatnya, ketika ada masalah dalam hal keuangan daerah, ter-

bergulir agar persepakbola- an di Tanah Air bisa bangkit kembali untuk menghadapi berbagai event . Pemerintah dalam hal ini Kempora cu- kup melakukan pengawas- an, tidak perlu terlalu jauh mengintervensi. Sementara itu, Persipura menyambut baik adanya rencana pencabutan SK Pembekuan PSSI namun ti- dak mendukung penyeleng- garaan KLB. Sekretaris Umum Persipura, Roky Bebena, berharap ada kom- petisi yang resmi dan punya jenjang yang berlevel  inter- nasional  juga punya kalen- der yang terstruktur dan se- mua dibawah federasi. “Tanpa itu tidak mung- kin kita akan memulai se- pakbola modern dan profe- sional,” ujarnya, Jumat (4/3) pagi. Roky menyatakan tak punya harapan lagi bila pe- merintah turut campur da- lam  tata kelola persepakbo- laan yang baik dan profesi- onal. “Apalagi ada syarat (sembilan syarat, Red) yang d i ke l ua r kan peme r i n - tah yang disebutkan bukan bentuk intervensi, tetapi syarat itu saja sudah meru­ pakan intervensi,” katanya. Pengamat sepakbola Papua, Niko Dimo berharap Istana Negara seharusnya menghembuskan angin segar untuk kebangkitan sepakbola Indonesia lewat PSSI. Turnamen yang ada sekarang hanya bersifat temporer bukan solusi untuk kelangsungan kepentingan pembentukan Timnas PSSI. Niko menyatakan, nasib persepakbolaan tinggal di tangan Jokowi. Jangan ter- lalu lama membiarkan se- pakbo l a “ma t i r a s a ” . [ARS/148/154/155] pihak yang berkepentingan. “Pemilik suara harus dide- kati baik-baik. Jadi, tidak perlu persyaratan yang ba- nyak-banyak. Asal KLB di- lakukan dengan pendekatan tepat, ya, bisa. Kalau orang dibentak-bentak, tentu tidak akan mau,” ujarnya. Semua memahami bah- wa KLB berarti akan ada pergantian pengurus, se- hingga pendekatannya juga harus manusiawi, bukan p e n d e k a t a n j a l a n a n . “Selama ini, pendekatannya tidak pas. Selain itu, peme- rintah juga harus menyiap- kan tim untuk melobi PSSI agar bisa memahami kondi- si Indonesia. Artinya, dije- laskan dengan baik bahwa intervensi pemerintah ma- sih diperlukan demi menye- lesaikan urusan di PSSI,” ujarnya. [MJS/O-1]

rencana KLB telah meme- nuhi ketentuan statuta FIFA. Ma n a j eme n Ar ema Indonesia juga mengharap- kan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) kon- sisten mengingatkan PSSI agar sepenuhnya mematuhi statuta FIFA apabila nanti- n y a s a n k s i d i c a b u t . “Kompetisi itu apakah Liga Super Indonesia maupun kompetisi baru bernama Kompetisi Super Indonesia alias Indonesia Super Competition, harus mema- tuhi statuta FIFA,” ujarnya. Haris juga mengharap- k a n Ba d a n O l a h r a g a Pr o f e s i ona l I ndone s i a (BOPI) konsisten dan serius memverifikasi tim-tim pe- serta LSI atau ISC, teruta- ma verifikasi lisensi atau legalitas dan keuangan masuk pergantian kepala daerah, dampaknya juga di- rasakan oleh klub-klub ter- sebut. Ke depan, ujar Teguh, industri sepakbola harus di- kembangkan, sehingga swasta mau terlibat. Pada titik itu, dia juga menegas- kan, pemerintah harus membuktikan komitmen- nya untuk mendukung, se- perti memberikan kemu- dahan untuk membangun stadion besar. Selain itu, kata Teguh, berbagai pihak terkait juga perlu mendorong kompetisi agar bisa berjalan dengan baik. Kompetisi yang baik harus dilakukan sejak usia dini. Untuk itu, pembinaan pemain sepakbola usia dini juga harus dipastikan ber- jalan dengan baik. “Soal mafia pengatur

klub. Untuk Arema sendiri, sudah siap memasuki kom- petisi yang digelar 2016 ini. Sementara Wakil Ketua P e r s a t u a n S e p a k b o l a Medan Sekitarnya (PSMS) Me d a n , J u l i u s R a j a menyampaikan, rencana Menpora mencabut sanksi terhadap PSSI, menjadi s i n y a l k e b a n g k i t a n sepakbola di Tanah Air. “Kita menyambut posi- tif persyaratan yang diaju- kan tersebut. Persoalan transparansi seperti yang diinginkan itu, memasang sudah sepatutnya dipatuhi oleh setiap klub sepakbola profesional, apalagi itu un- tuk menjamin kelangsung- an pemain,” katanya. “Semua pihak harus le- gawa dalam menerima ke- putusan itu. Kongres itu pun bisa dilaksanakan mes- ki paling lambat digelar skor, di negara sepakbola maju seperti Italia pun ada. Jadi, yang lebih tepat adalah pemerintah memas- tikan bahwa penegakan hukum berjalan dengan benar. Harus ada sistem yang mengawasi. Polisi, misalnya, harus menga- wasi. Maksud saya, kalau penegakan hukum ber- jalan, mafia tidak akan be- rani bermain-main,” ka- tanya. Teguh juga menilai, syarat-syarat yang diajukan Me n t e r i Pemud a d a n Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terkait pencabutan sanksi PSSI cenderung akan menemui jalan berba- tu. Soalnya, sudah sejak awal solusi yang diambil pemerintah terhadap PSSI cenderung kurang tepat. Sebenarnya, kata dia,

April 2016,” ujar mantan pengu r us PSSI , Ayub Kesuma Siregar kepada SP di Medan, Kamis (3/3). Ayub mengatakan, kisruh PSSI dengan Kempora su- dah merugikan banyak pihak. Selain memengaruhi klub sepakbola di berbagai daerah, konflik ini juga me- r u g i k a n ma s y a r a k a t . “Sebagaimana yang sudah kita lihat bersama, masyara- kat begitu antusias menyak- sikan setiap pertandingan, utamanya saat final mempe- rebutkan Piala Kemerdekaan, Piala Sudirman dan lainnya,” jelasnya. Manager PSM Makassar, Sumirlan berpendapat bahwa pelaksanaan KLB, sebagai salah satu sarat yang diaju- kanMenpora ImamNahrawi untuk mencabut Surat pernah ada cara baik yang berusaha dilaksanakan de- ngan membentuk sema- cam tim mediasi dengan mengikutsertakan tokoh nasional Agum Gumelar. Sayangnya, Pemerintah pun tak bersedia mengirim perwakilannya di tim itu untuk bekerja. “Seandainya saat itu pe- merintah bisa mengurangi sifat kerasnya, dari tim Pak Agum Gumelar bisa ditata. Tetapi, yang terjadi sebalik- nya. Kini, faktanya, sepak- bola kita hancur, tak ada kompetisi,” katanya. Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah mengata- kan, Kongres FIFA akan di- laksanakan pada Mei tahun ini. Karena itu, dirinya bisa memahami syarat yang dia- Penderitaan Pemain Memahami

Keputusan (SK) pembekuan PSSI, bukanlah solusi ter­ baik penyelesaian kisruh PSSI. Persyaratan KLB dianggap hanya menunda- nunda waktu dan mem­ perpanjang penderitaan pemain. “Bagaimana mungkin KLB dilaksanakan, pengu- rus PSSI yang ada saja be- l u m b e k e r j a , ” k a t a Sumirlan. Mantan pemain PSM ini menambahkan, bila pengu- rus PSSI sekarang dianggap memiliki kesalahannya, maka sebaiknya pemerintah membuktikan dulu. Sebaiknya Menpora, ka- ta Sumirlan, segera menca- but SK pembekuan PSSI karena terlalu banyak orang yang dibuat menderita. Dia juga menambahkan, seharusnya pemerintah membiarkan saja kompetisi jukan Menpora agar KLB PSSI harus digelar paling lambat April ini, sehingga hasilnya bisa dilaporkan ke dalam kongres FIFA. Hanya saja, dia tetap pe- simistis jika KLB PSSI akan menyelesaikan masa- lah. Sebab, ada juga klausul lain di sembilan poin yang disyaratkan Menpora Imam Nahrawi itu berisi hal yang kurang rasional. “Soalnya, Menpora juga meminta ada jaminan ini dan itu. Tak ada lagi mafia judi sepakbola, jaminan prestasi harus juara Asian Games. Siapa yang bisa menjamin itu? Menurut sa- ya, itu berat sekali,” kata Ferdiansyah. Soal KLB PSSI, dia me- nilai masih bisa dilaksana- kan asalkan dilakukan pen- dekatan yang baik terhadap

Sepakbola Nasional Harus Dijadikan Industri

Made with FlippingBook flipbook maker