ID180515

selasa 15 mei 2018

24

Investor Daily/GAGARIN

ditopang oleh kredit konsumsi. Dia menyebut, kredit konsumsi juga akan mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal kedua tahun ini. “Konsumsi juga masih akan men- jadi penggerak. Kami harap kredit tumbuh lebih kencang, karena kami lihat tidak ada halangan yang menjadi rintangan. Semua indikator bagus, semua rasio keuangan juga bagus, kami harap sampai akhir tahun bagus,” terangw Heru. Undisbursed Loan Di sisi lain, data OJKmencatat, kredit yang belum ditarik ( undisbursed loan ) industri perbankan per akhir Maret 2018 tercatat sebesar Rp 1.467,86 tri- liun. Nilai tersebut tercatat meningkat 10,71% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai Rp 1.325,85 triliun. Sekar mengungkapkan, fasilitas kredit yang belum ditarik tersebut dinilai biasa terjadi pada awal-awal tahun. Pasalnya, banyak pengusaha atau korporasi yang belum ingin men- arik kreditnya pada kuartal pertama. “Pencairan kredit yang belum optimal pada kuartal pertama merupakan tren seasonal. Diekspektasikan undisbursed loan akan menurun seiring dengan percepatan penyaluran kredit pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini,” papar Sekar. Dia juga menyebutkan, sektor kredit yang menyumbang undisbursed loan terbesar berasal dari kredit konsumsi. Selain itu, jika dilihat dari kategori BUKU, bank menengah yang paling banyak mencatatkan fasilitas kredit yang belum ditarik pada kuartal per- tama tahun ini. “Sektornya konsumsi, dan untuk BUKU III yang menyum- bang undisbursed loan tinggi,” ungkap Sekar. Dengan perolehan kredit tersebut, OJK mencatat pencapaian aset pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp 7.429,89 triliun, meningkat 8,7% dibandingkan dengan total aset indus- tri perbankan tahun lalu yang sebesar Rp 6.829,58 triliun. Kemudian, untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan yakni se- besar Rp 5.293,09 triliun, tumbuh 7,66% dari kuartal I-2017 senilai Rp 4.916,66 triliun.

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perolehan laba bersih industri perbankan mencapai Rp 36,39 triliun pada kuartal I-2018, tumbuh 10,67% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 32,88 triliun.

kegiatan usaha (BUKU) I menyalurkan kredit sebesar Rp 44,34 triliun, turun tipis 0,31% (yoy). Kategori BUKU II mengucurkan kredit sebesar Rp 495,51 triliun atau turun 12,79% (yoy). Kemudian, BUKU III sampai dengan kuartal pertama 2018 telah menyalurkan kredit Rp 1.656,44 tri- liun, meningkat 16,78% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1.418,44 triliun. BUKU IV atau bank besar su- dah mengucurkan kredit Rp 2.401,91 triliun atau tumbuh 9,51% diband- ingkan Maret 2017 yang mencapai Rp 2.193,22 triliun. Di sisi lain, empat bank BUMN pada kuartal pertama tahun ini berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp 1.956,58 triliun, tumbuh 10,85% secara tahunan dari sebelumnya Rp 1.765,08 triliun. Menanggapi hal tersebut, Kepala Ek- sekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan, penyaluran kredit kuartal pertama didorong oleh kredit korpor- asi, khususnya kredit infrastruktur. Terlebih lagi bank BUMN banyak terlibat menyalurkan kredit untuk infrastruktur yang merupakan pro- gram pemerintah. “Kalau kami lihat pertumbuhan semakin membaik dari hari per hari, bulan per bulan, dan tahun ke tahun. Pendorongnya masih infrastruktur, sampai kuartal kedua juga masih didukung oleh infrastruk- tur,” jelas Heru. Heru mengharapkan pertumbuhan kredit industri perbankan lebih ken- cang lagi pada kuar tal kedua dan selanjutnya. Pasalnya, kontribusi penyaluran kredit bank BUMN cukup besar mendorong pertumbuhan kredit industri perbankan secara nasional. Menurut dia, selain didorong oleh kredit infrastruktur, kredit perbankan

Berdasarkan data Statistik Perb- ankan Indonesia (SPI), laba perbankan tersebut didorong oleh pendapatan bunga yang sebesar Rp 189,35 triliun, naik 7,50% dibandingkan tahun se- belumnya Rp 176,13 triliun. Kemudian, pendapatan bunga bersih (net interest income /NII) sebesar 89,88 triliun, tumbuh 2,63% (yoy). Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, kontribusi terbesar pendapatan laba bersih industri perb- ankan pada kuartal pertama 2018 may- oritas berasal dari penyaluran kredit. “Persentase mayoritas dari penyaluran kredit, namun yang menunjukkan perbaikan adalah peningkatan tingkat efisiensi perbankan yang ditunjukkan dari tren margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) yang menurun,” jelas Sekar kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (14/5). Menurut Sekar, OJK tidak memiliki target per tumbuhan laba. Namun, OJK lebih memberikan perhatian terhadap fungsi intermediasi dalam mendukung perekonomian dan tingkat kesehatan industri perbankan secara keseluruhan. Berdasarkan data OJK, per tum- buhan laba industri perbankan tersebut dikontribusi oleh perolehan laba bersih dari empat bank BUMN yang berhasil membukukan laba bersih setelah pajak mencapai Rp 17,42 triliun, meningkat 19,15% (yoy). Adapun komposisi laba bank BUMN tersebut adalah 47,87% dari total laba industri perbankan. Kredit Tumbuh 8,76% Sementara itu, sampai akhir Maret 2018, OJK mencatat penyaluran kredit industri perbankan mencapai Rp 4.788,78 triliun atau meningkat 8,76% (yoy). Berdasarkan kategori, bank kecil yang masuk dalam bank umum

BTN Luncurkan Kartu NPWP Pintar Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono, Direktur Bank BTN Dasuki Amsir, Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menyaksikan Direktur Transformasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Pajak Iwan Djuniardi melakukan transaksi dengan Kartu NPWP BTN Pintar di Jakarta, Senin (14/5/2018). Peluncuran Kartu NPWP BTN Pintar tersebut digelar dalam rangka mendukung optimalisasi penerimaan pajak di Indonesia. Nantinya, kartu ini akan berisikan berbagai data perpajakan, data kepegawaian, dan data kependudukan lainnya serta dapat digunakan untuk transaksi-transaksi perbankan. Peluncuran kartu ini juga sejalan dengan upaya transformasi digital yang dilakukan Bank BTN.

triliun. Chief Financial Officer Standard Chartered Bank Indonesia Anwar Harsono menambahkan, pihaknya menjaga rasio kredit bermasalah dengan baik. Hal tersebut tercermin dari non performing loan (NPL) gross per kuartal pertama tahun ini berada di posisi 3,90%, menurun dari periode sama tahun lalu 5,77%. Untuk NPL net juga tercatat membaik dari tahun lalu 1,60% menjadi 1,32% per Maret 2018. “Tahun ini kami harapkan NPL bisa lebih rendah dari posisi saat ini. Seiring dengan perubahan segmen kredit tanpa agunan (KTA) dari mass market menjadi segmen menengah, NPL bisa ditekan,” lanjut Anwar. Sementara itu, di sisi penghim- punan dana, pihaknya berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 29,65 triliun, tum- buh 11,84% dibandingkan dengan DPK tahun sebelumnya sebesar Rp 26,51 triliun. Pihaknya juga mencatat komposisi dana murah ( current ac- count saving account/ CASA) tinggi, sebesar Rp 21,25 triliun atau 71,66% dari total DPK. Sedangkan untuk rasio keuangan lain seperti rasio permodalan ( capital adequacy ratio /CAR) berada di level 19,46%, membaik dari tahun lalu 17,64%. Untuk return on asset (ROA) sebesar 3,16%, ROE di posisi 16,35%, serta margin bunga bersih ( net in- terest margin /NIM) pada Maret di posisi 3,68%. (nid) Senada dengan Menpora, Menteri BUMN Rini Soemarno juga meny- ambut baik diluncurkannya Nonton Bareng Piala Dunia. Diamengatakan, selain untuk mempromosikan Asian Games 2018, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, hal ini juga menjadi bukti kehadiran BUMN di segala aspek kegiatan masyarakat. “Saya berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini terus dilanjutkan oleh BUMN-BUMN lainnya, terutama yang berhubungan dengan kegiatan promosi AsianGames 2018,” kata Rini. Nonton Bareng Piala Dunia merupakan media yang tepat untuk mempromosikan Asian Games dan juga literasi kepemudaan karena kegi- atan empat tahunan sekali itu sangat digemari masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial. (nov) Nahrawi mengatakan, acara Nonton Bareng Piala Dunia 2018 yang akan diselenggarakan di 15 kota menjadi media promosi penyelenggaraan Asian Games. Indonesia sebagai tuan rumah akan menyelenggarakan Asian Games, pada 18 Agustus-2 September mendatang. “Semoga dengan adanya kegi- atan Nonton Bareng, semakin men- ingkatkan animo masyarakat pada Asian Games 2018 dan memberikan kegiatan positif bagi pemuda dan pemudi agar terhindar dari kegi- atan-kegiatan negatif yang kon- traproduktif,” ujar Menpora.

ing , yaitu banking the ecosystem , cor- porate cash management solution , dan security service . Dengan tiga layanan dalam transactional banking , bisnis ini bisa melanjutkan pertumbuhan dua digit ke depan. Dari sisi penyaluran kredit, per- usahaan berhasil mengucurkan kredit Rp 24,38 triliun, naik 1,46% dibandingkan periode tahun lalu yang sebesar Rp 24,03 triliun. Untuk porsi kredit investasi sekitar 23% dari total kredit yang disalurkan. Menurut Rino, pihaknya sedang mengurangi kredit jangka panjang seperti kredit investasi. Namun, kredit investasi berpeluang bangkit seir- ing fundamental ekonomi yang kian membaik. Untuk kredit modal kerja Stanchart saat inimemiliki porsi sekitar 58% atau naik dari tahun lalu 46%. Stanchart fokus pada tiga sektor kredit, yakni korporasi dan institu- tional banking , kredit komersial, dan kredit ritel. Untuk kredit korporasi menjadi fokus karena didukung oleh induk dan cabang yang tersebar di internasional. “Kalau komersial di supply chain dan ritel kami alihkan segmen dari mass market menjadi menengah, maka kredit kami tidak tumbuh terlalu tinggi,” ungkap dia. Dengan penyaluran kredit terse- but, pihaknya membukukan total aset sebesar Rp 63,24 triliun. Nilai tersebut juga tumbuh tipis 3,60% dibandingkan dengan aset kuartal pertama tahun lalu yakni Rp 61,04 terkini ( Gen-Z Tech ) danmembangun budaya yang kuat ( Great Culture ). “Transformasi perusahaan saat ini te- lah memasuki tahap dreaming untuk menjadi financial company , setelah melalui tahapan diagnosis,” kata dia. Selain melakukan penandatan- ganan nota kesepahaman, Pegadaian menggandeng Kementerian Pemuda danOlahRaga, meluncurkan program Literasi Pengembangan Generasi Muda Milenial, Mempromosikan Asian Games 2018, dan Piala Dunia 2018 bertajuk Nonton Bareng Piala Dunia 2018 Pemuda-Pemudi Zaman Now. “Sebagai mitra Nonton Bareng ini juga akan mengadakan kegiatan literasi agar para generasi milenial semakin mengenal produk serta layanan yang disediakan Pegadaian,” jelas Sunarso. Kegiatan Nonton Bareng akan dimulai di Kota Jakarta, pada 26 Juni 2018 dan berakhir di Kota Denpasar, Provinsi, Bali pada 15 Juli 2018. Di se- tiap kota yang menjadi lokasi Nonton Bareng akan diselenggarakan kegi- atan promosi terkait Asian Games, Piala Dunia, produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM). “Di setiap kota juga akan menampilkan sentuhan hiburan kesenian dan budaya lokal agar suasana semakin meriah,” jelas dia. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam

JAKARTA – Standard Chartered (Stanchart) Bank Indonesia mem- bukukan laba bersih sebesar Rp 341 miliar pada kuartal pertama 2018, nilai tersebut meningkat 212,84% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 109 miliar. Chief Executive Officer Standard Char tered Bank Indonesia Rino Donosepoetro mengatakan, perole- han laba bersih tersebut ditopang oleh non-interest income sebesar Rp 437 miliar, meningkat 23,45% secara tahunan ( year on year /yoy). Sedangkan net interest income (NII) sebesar Rp 496 miliar, turun 1,98% menjadi Rp 506 miliar. Dia juga menyebutkan, laba se- belum loan impairment Rp 404 miliar, naik 35,57% dari tahun sebelumnya Rp 298 miliar. Sementara itu, loan impairment kuartal pertama tahun ini tercatat Rp 102 miliar atau tumbuh 177,27% (yoy). Untuk pendapatan komisi ( fee income ) didukung oleh bisnis wealth management yang menyumbang Rp 105 miliar, tumbuh 16% (yoy). Selain itu, pihaknya mencatatkan transactional banking sebesar Rp 83 miliar, naik 32% (yoy). “Laba ini juga didorong oleh wealth management yang tumbuh 16% dan transactional banking yang meningkat 32% (yoy),” kata Rino di Jakarta, Senin (14/5). Terdapat tiga pendekatan yang dilakukan Stanchar t untuk men- ingkatkan bisnis transactional bank- Ia mengatakan, investasi Pega- daian tahun ini yang cukup agresif dengan capex sebesar Rp 1,2 triliun, menjadi modal perseroan untuk merambah generasi milenial sebagai nasabah. Selain itu, Pegadaian mulai bertransformasi dalam upayanya menjadi financial company, melalui strategi G-5 Star Generation, yaitu menumbuhkan bisnis yang ada sekarang ( Grow Core ), menangkap peluang baru ( Grab New ), mengem- bangkan talent internal ( Groom Tal- ent ), menciptakan teknologi generasi JAKARTA – Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso op- timistis sistem layanan Pegadaian Digital Ser vice (PDS) dan Gadai Tanpa Bunga bakal menjangkau serta memenuhi kebutuhan dana generasi milenial. Sunarso menyatakan, Pegadaian membidik generasi milenial sebagai target nasabah, karena jumlahnya mencapai 81 juta jiwa dari total 255 juta jiwa penduduk Indonesia. “Pegadaian memperkenalkan dua produk terbaru, yaitu Pegadaian Di- gital Service dan Gadai Tanpa Bunga, karena kedua produk ini sangat se- suai dengan kebutuhan zaman now ,” kata Sunarso usai menandatangani Nota Kesepahaman dengan Men- teri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi di Gedung Kementerian Pemuda dan Olah Raga Jakar ta, Senin (14/5).

Berkedudukan di Jakarta Selatan PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN Direksi PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (“ Perseroan ”) dengan ini mengundang Para Pemegang Saham Perseroan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“ Rapat ”) yang rencananya akan diselenggarakan pada: Hari, tanggal : Rabu, 6 Juni 2018 Waktu : 10:00 WIB – selesai Tempat : Ruang Seminar PT Bursa Efek Indonesia Gedung BEI, Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-53, Jakarta 12190 Dengan mata acara sebagai berikut: Mata Acara Rapat: 1. Persetujuan Laporan Tahunan termasuk Laporan Tahunan Direksi, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, dan pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2017. Penjelasan: Mata acara ini untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 11 ayat 7 huruf a dan Pasal 21 ayat 3 Anggaran Dasar Perseroan, dan Pasal 69 dan 78 Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“ UUPT ”). 2. Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2017. Penjelasan: Mata acara ini untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 11 ayat 7 huruf b dan Pasal 21 ayat 3 Anggaran Dasar Perseroan, dan Pasal 70 dan 71 UUPT. 3. Penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2018. Penjelasan: Mata acara ini untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 11 ayat 7 huruf c dan Pasal 21 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan, Pasal 68 UUPT, dan Pasal 36A POJK No. 10/POJK.04/2017 tentang Perubahan atas POJK Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. 4. Penetapan gaji/honorarium dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan, dan pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji, tunjangan, tugas dan wewenang Direksi Perseroan. Penjelasan: Mata acara ini untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 15 ayat 17 dan Pasal 18 ayat 17 Anggaran Dasar Perseroan, dan Pasal 96 dan Pasal 113 UUPT. 5. Pengangkatan Kembali Bapak Syafriandi Armand Saleh selaku Direktur Perseroan. Penjelasan: Mata acara ini diselenggarakan sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Bapak Syafriandi Armand Saleh selaku Direktur Perseroan pada tahun 2018. 6. Pengangkatan kembali Bapak Sunata Tjiterosampurno selaku Komisaris, dan Bapak Edy Sugito selaku Komisaris/Komisaris Independen Perseroan. Penjelasan: Mata acara ini diselenggarakan sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Bapak Sunata Tjiterosampurno selaku Komisaris, dan Bapak Edy Sugito selaku Komisaris /Komisaris Independen Perseroan pada tahun 2018. 7. Persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Penjelasan : Agenda ini diselengarakan sebagai penyesuaian terhadap POJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka yang telah diubah dengan POJK No. 10/POJK.04/2017 tentang Perubahan atas POJK Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, serta pernyataan kembali seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Catatan: 1. Perseroan tidak mengirimkan undangan tersendiri kepada Para Pemegang Saham. Pemanggilan ini merupakan undangan bagi Pemegang Saham. 2. Pemegang Saham atau Kuasanya yang akan menghadiri Rapat diminta untuk menyerahkan foto kopi KTP atau tanda pengenal lain yang sah kepada petugas pendaftaran sebelum memasuki ruang Rapat. Pemegang Saham yang berbentuk Badan Hukum diminta membawa foto kopi Anggaran Dasarnya yang terakhir dan akta pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris atau pengurus terakhir. Pemegang Saham dalam Penitipan Kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“ KSEI ”) diminta untuk memperlihatkan Konfirmasi Tertulis Untuk RUPS (“ KTUR ”) kepada petugas pendaftaran sebelum memasuki ruang Rapat. 3. Dalam hal Pemegang Saham tidak dapat memperlihatkan KTUR, Pemegang Saham tersebut tetap dapat menghadiri Rapat sepanjang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, dan membawa identitas diri yang dapat diverifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. 4. Yang berhak hadir dalam Rapat adalah Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 14 Mei 2018 pukul 16.15 WIB. 5. Pemegang Saham dalam Penitipan Kolektif di KSEI yang bermaksud menghadiri Rapat dapat mendaftarkan diri melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian Pemegang Rekening Efek pada KSEI untuk mendapatkan KTUR. 6. a. Pemegang Saham yang berhalangan hadir dapat diwakili oleh kuasanya dengan menyerahkan Surat Kuasa yang sah yang bentuknya ditentukan oleh Direksi, dengan ketentuan para Anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, dan Karyawan Perseroan boleh bertindak sebagai Kuasa dalam Rapat namun suara yang mereka keluarkan selaku kuasa tidak dihitung dalam pemungutan suara. b. Formulir Surat Kuasa dapat diperoleh setiap hari kerja selama jam kerja pada Divisi Corporate Secretary di Kantor Pusat Perseroan, Gedung Artha Graha Lt. 19, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-53, Jakarta 12190. 7. Materi Rapat dalam bentuk dokumen elektronik tersedia di website Perseroan, sedangkan materi dalam bentuk dokumen fisik tersedia di Kantor Pusat Perseroan dan dapat diambil pada jam kerja sejak tanggal 15 Mei 2018 sampai tanggal 6 Juni 2018. 8. Untuk mempermudah pengaturan dan demi tertibnya Rapat, Para Pemegang Saham atau Kuasanya diminta sudah berada di tempat Rapat 30 menit sebelum Rapat dimulai. Jakarta, 15 Mei 2018 PT Trimegah Sekuritas IndonesiaTbk Direksi

Made with FlippingBook Learn more on our blog