SP180120

Suara Pembaruan

28

Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2018

Disiapkan, Aturan Becak sebagai Angkutan Lingkungan

[JAKARTA] Niat meng- operasikan kembali becak sebagai moda transportasi alternatif bagi warga Jakarta semakin kukuh dilakukanGu- bernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Bahkan, ked- uanya sudah merencanakan akan membuat aturan khusus mengenai operasional becak sebagai angkutan lingkungan dan angkutan di tempat-tem- pat wisata. Pembuatan aturan tersebut akan diserahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) DKI sebagai intansi yang berwenang atas pengemban- gan transportasi di Ibu Kota. Sandiaga mengatakan be- cak harus dijadikan semacam ikon budaya sehingga kebera- daannya sangat wajar bila dioperasikan untuk tempat pariwisata atau di wilayah- wilayah tertentu. “Becak itu tentunya jadi semacam ikon budaya. Jadi tempatnya untuk pariwisata atau di wilayah tertentu,” “ Selama tidak keluar dari konsep sebagai angkutan lingkungan, itu patut dipertimbangkan. Makanya aturannya akan dilakukan dengan kajian yang secara mendetail. Kita harus pastikan tidak menambah kesemrawutan.

kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jumat (19/1). Untuk itu, dia sudah memerintahkan Dishub DKI untuk menyusun aturan baru mengenai operasinalisasi becak sebagai angkutan lingkungan dan angkutan pariwisata. Dia tidak me- nyebutkan aturan tersebut berbentuk peraturan guber- nur atau peraturan daerah sehingga dapat mematahkan peraturan pelarangan becak yang telah ada. “Nanti Pak Kadishub lagi menyusun (aturan) agar sebuah kearifan lokal yang hadir. Becak itu hadir karena ada yang membutuhkan,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan becak termasuk kekinian bukan malah kemunduran dalam transportasi sebuah daerah yangmenjadi IbuKota negara. Sandiaga mengambil contoh pengalamannya saat mengikuti lomba lari di New York. “Waktu saya ikut mar- athon di New York, 2012. Setelah finish, dingin cua- canya drop, ada Pak Dubes juga, Pak Dino Patti Djalal. Saya tertatih-tatih habis lari, finish balik ke hotel. Setelah saya nunggu , lalu setelah itu Pak Anindya Bakrie datang pakai becak di tengah-tengah New York City, di Central Park. Becaknya yang digen- jotnya di depan, duduknya di belakang, namanya New York Cab. Saya tanya berapa bayarnya, 100 dolar. Ternyata becak-becak itu ada satu rute khusus, dengan bingkai pari- wisata. Jadi memang untuk even khusus, jalan ditutup dengan rute khusus, bukan di jalan raya,” jelasnya. Untuk itu, ketika ada permintaan =masyarakat untukmenghidupkan kembali becak, dia bersama Anies setuju. Dengan satu syarat,

ANTARA/Aprillio Akbar Tukang becak mengangkut penumpang saat melintas di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (16/1). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewacanakan untuk menghidupkan kembali moda transportasi becak di Jakarta.

selama konsep tidak keluar dari lingkungan pemukiman warga dan memudahkan para pelaku UKM untuk mengangkut barangnya. “Selama tidak keluar dari konsep sebagai angkutan lingkungan, itu patut diper- timbangkan.Makanya aturan- nya akan dilakukan dengan kajian yang secara mendetail. Kita harus pastikan tidak menambah kesemrawutan tetapi menambah daya tarik pariwisata,” terangnya. Terkait pro kontra soal becak itu, Anies menilai bukanlah masalah. Justru hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan publik. “Kebijakan apapun pasti ada perspektif yang setuju dan tidak setuju. Tetapi saya

sampaikan kenyataannya saja, ada lebih dari seribu becak yang masih ada di Jakarta. Becak ini masih beroperasi di lingkungan perkampungan,” kataAnies. Untuk itu, pihaknya akan mengatur keberadaan becak dengan sebuah aturan baru yang memperbolehkan beroperasi hanya sebagai angkutan lingkungan saja. Dia meminta semua pihak janganmembayangkan becak seperti tahun 1970 atau 1980. Tetapi bayangkan becak yang beroperasi di tahun 2000-an. “Kita sudah hiudp di era tahun 2000-an. Ya jadi sudah mengalami transformasi. Bahkan kami percaya, nanti ketika kebijakannya sudah muncul persis seperti DP nol

persen, semuanya mengang- gap banyak sekali enggak bisa jalan. Itu problematis. Nanti kita akan muncul dengan kebijakan lengkap, nanti baru kita umumkan,” ungkapnya. Kumuh Ketua DPRD DKI Pra- setio Edi Marsudi menilai kebijakan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI, ti- dak membuat kondisi Kota Jakarta semakin membaik. Dia melihat kondisi Jakarta sebagai Ibu Kota negara semakin terlihat kumuh. Harusnya, Anies belajar dari pengalaman Gubernur DKI Sutiyoso yang pada tahun 1998, sempat mengizinkan becak beroperasi. Setelah

sempat dilarang oleh Gu- bernur DKI sebelumnya, Soerjadi Soedirdja. Namun karena menim- bulkan persoalan baru, yakni selain tidak manusiawi, juga sulit mengatur keberadaan tukang becak dan tidak se- suai dengan kondisi Jakarta sebagai Ibu Kota negara, maka tahun 2001, Bang Yos merazia dan menghapuskan becak dari Jakarta. Seperti diketahui, operasi becak merupkan salah satu kontrak politik yang ditan- datangani Anies dan Sandi saat kampanye Pilkada DKI 2012. Kontrak politik tersebut diajukan oleh Forum Komu- nikasi Tanah Merah Bersatu yang ditandagani Anies pada 2 Oktober 2016. [LEN/H-12]

Berebut Parkir, Mahasiswa Tewas Ditembak Oknum Brimob

[BOGOR] Seorangmahasiwa ber- inisial FAJW(25) tewas tertembak peluru yang diduga milik anggota Brigade Mobile (Brimob) Briptu AR (25) saat terlibat keributan di tempat hiburan malam, Kota Bogor, Sabtu (20/1) dini hari. Keributan terjadi sekitar pukul 02.00. Kepala Bidang Penegakan Hukum (Kabidkum) Polda Jabar, Komisaris Besar Iksantyo Bagus Pramono dalam keterangannya menuturkan, kejadian bermula

kedua korban bertemu di tempat parkir sebuah tempat hiburan malam di Jalan Siliwangi, Bogor Selatan, Kota Bogor. Saat itu, FAJW bersama tiga temannya menggunakan kend- araan mobil akan masuk ke lahan parkir tempat hiburan malam. Pada saat bersamaan, Briptu AR akan keluar menggunakan sepeda motor. “Kedua belah pihak tidak mau mengalah, hingga korban

dan teman-temannya keluar dari mobil. Mereka (Briptu AR dan FAJW) terlibat cekcok mulut,” kata Iksantyo, Sabtu (20/1). Anggota Brimob Briptu AR kemudian berupaya mengeluarkan senjata api, setelah itu terjadi saling rebutan senjata api dan tidak lama terdengar suara letusan dan menyebabkan dada FAJW terluka tembak. “Mengetahui hal tersebut, tiga teman korban mengeroyok ang-

gota Briptu AR hingga akhirnya keributan dilerai anggota kea- manan setempat,” papar Iksantyo. Pertolongan Setelah tertembak, korban F AJW dibawa ke Rumah Sakit Va- nia, Jalan Siliwangi Bogor, untuk diberi pertolongan secara medis, namun setibanya di rumah sakit nyawa korban tidak tertolong. Sedangkan anggota Brimob Briptu A R dibawa ke Rumah

Sakit PMI Bogor karena luka pengeroyokan. Untuk penanganan yang lebih baik maka AR dirujuk ke RS Polri Kramatjati, Jakarta. Hingga kini Polresta Bogor Kota masih menyelidiki peristiwa tersebut. Beberepa saksi dimintai keterangan, sedangkan dari lokasi kejadian polisi mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api jenis Glock 9 mm, satu mag- azen, dan empat butir peluru. [VEN/H-12]

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker