SP190315

Suara Pembaruan

Utama

2

Jumat, 15 Maret 2019

Sandiaga Disiapkan Pimpin Gerindra?

S andiaga Uno sudah tampil ke publik sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi capres Prabowo Subianto. Entah menang atau tidak di Pilpres 2019, Sandiaga kabarnya sudah disiap- kan menggantikan Prabo- wo sebagai ketua umum Partai Gerindra. Seorang sumber yang menolak disebutkan namanya menyampai- kan informasi terse- but. “Sandiaga disiapkan untuk menggantikan Pak Prabowo sebagai ketua

umum Gerindra yang berikutnya,” ungkapnya, di Jakarta, Kamis (14/3). Diakui oleh sumber itu, kabar tersebut mem- buat kondisi di internal

mudah oleh Sandiaga. Ada semacam demorali- sasi di internal akibat hal tersebut,” katanya. Sumber itu mengungkap- kan, posisi yang

Sehingga proses persetu- juan cawagub dari PKS diulur-ulur. Belakangan, PKS me- nekan terus. Mereka ogah bekerja untuk meme- nangkan Prabowo-Sandi bila calon mereka tak disetujui Gerindra men- jadi wagub DKI Jakarta.

Partai Gerindra menjadi cukup bergejolak. Kabar tersebut

disiapkan buat Sandiaga itu di-

me ng e c ewa k a n banyak kader senior yang merasa sudah bekerja keras cukup lama membesarkan Gerindra.  “Bagi para kader seni- or itu, seharusnya posisi pemimpin tertinggi partai tak didapatkan secara Akhirnya persetujuan Gerindra untuk posisi cawagub Jakarta pun keluar. “Sandiaga pun diberi janji posisi ketua umum menggantikan Pak Prabowo sebagai kom- pensasinya,” ujar sumber itu. [MJS/A-17] Kapolri: Ancaman Teror Tak Ganggu Pemilu picu oleh tekanan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Gerindra soal posisi wakil gubernur Jakarta. Awalnya, posisi wagub DKI Jakarta senga- ja dikosongkan untuk ditempati kembali oleh Sandiaga seandainya gagal di Pilpres 2019.

[JAKARTA] Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menjamin pelaksanaan pengamanan pemilu pada 17 April 2019 berjalan lancar dan kondusif. Tertangkapnya ter- duga teroris di Sibolga, Sumut, dan Riau, serta ledakan bom di rumah terduga teroris, tidak terkait dengan Pemilu 2019. “Demikian pula pelaku yang diungkap dalam teror peledakan di Sibolga tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan pemilu. Jadi masyarakat, selain tetap waspada, silakan beraktivitas rutin. Polri se- tempat wajibmengawal Kamtibmas seperti biasa,” tegas Tito kepada SP , Jumat (15/3). Tito menerangkan, menjelang pemilu yang tinggal satu bulan lagi, secaranasional Polri telahmemetakan wilayah rawan. Selain itu, Polri juga melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk kejahatan, terutama ancaman teror. Diamenambahkan, ledakan bom di Sibolga murni aksi terorisme. “Mereka tidak ada hubungannya dengan pemilu, tidak ada hubung- anya dengan pesta demokrasi yang akan datang. Memang mereka ada pemilu atau tidak ada pemilu, kerja terus,” ujar Tito. Kapolri mengungkapkan, pelaku berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS. “Kelompok ini sudah kita ja- jaki, makanya penangkapan duluan dilakukan di Lampung kemudian di Sibolga,” jelasnya. TimDetasemenKhusus atauDen- sus 88Anti Teror, pada Jumat pekan lalu menangkap satu orang terduga teroris di Lampung. Selanjutnya, Densus 88 berada di Sibolga untuk memburu tiga terduga terorisme. “Dari pemetaan kita, memang cuma tiga orang yang ada di Sibolga yang merupakan jaringan dari Lampung,” ujar Tito. Senada dengan Kapolri, Menko Polhukam Wiranto juga meminta masyarakat agar tidak takut dan resah menjelang pemungutan su- ara pemilu 17 April mendatang. Masyarakat diimbau tidak percaya dengan adanya isu-isu kerusuhan atau konflik sebelum atau sesudah pencoblosan. “Saya nyatakan di sini, dari eskalasi yang ada, dari laporan

antara

Tito Karnavian

intelijen, saya katakan tidak ada, tidak ada kerusuhan. Keadaan ma- sih terkendali dengan baik sampai sekarang dan mudah-mudhaan sampai nanti pemilu,” kataWiranto seusai memimpin rapat koordinasi khusus terkait kampanye terbuka, Kamis (14/3). Dia takmenampik adanya kelom- pok yang berusaha mengembuskan isu bahwa menjelang dan pascape- milu akan ada kerusuhan besar atau people power . Hal itu dimaksudkan agar masyarakat takut menggunakan hak pilihnya, sehinggameninggalkan tempat kediamannya dan tidakdatang ke tempat pemungutan suara (TPS). “Masyarakat tidak perlu resah, tidak perlu percaya akan adanya isu-isu itu. Sehingga sampai-sampai akanmeninggalkan Indonesia untuk menghindari kerusuhan. Karena ti- dak ada kerusuhan, kita tetap minta kepada seluruh masyarakat supaya tetap tinggal di tempat melaksanakan kewajiban untukmemilih siapa-siapa calon presiden-calon wakil presiden yang dipilihnya, maupun anggota legislatif dan anggota DPD yang akan dipilih,” ujarnya. Dia menegaskan, TNI dan Polri siap mengamankan pemilu. Pemerintah menjamin keamanan pemilu sehingga tidak perlu takut menggunakan hak pilihnya. “Aparat keamanan betul-betul menjamin keamanan, sehingga pemilu bisa terselenggara dengan sebaik-baiknya. Laporan Polri ma- upun TNI yang sudah menggelar

ANTARA/Jason Gultom Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia.

kekuatan yang cukup memadai, cukup sekali karena antara rasio kemungkinan adanya gangguan keamanan dengan jumlah polisi dan TNI, bahkan sampai ke TPS cukup. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya suatu gangguan-gangguan fisik dalam rangka pemilu ini,” tegasnya. Tanpa Komando Secaraterpisah,mantankomandan Negara IslamIndonesia (NII)KenSe- tiawanmengingatkan, pengungkapan keluarga terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, membuktikan kelompok teroris masih merupakan ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Pola kelompok teroris di Indonesia saat ini pun dinilai sudah lebih liar danbergerak tanpakomando dari pimpinan.  “Pola teror lebih liar, kini tanpa komando. Pelaku bisa berimprovi- sasi sesuai keinginan tanpa harus menunggu arahan dari pimpinan,” katanya. 

Menurutnya, saat ini teroris yang masih ada di Indonesia sebagianbesar adalah kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari keluarga (bapak, ibu dan anak). Pasca berbaiat, mereka bergerak sendirian ( lone wolf ) dan mengambil jalan masing-masing, termasuk target sasaran yang akan diteror. “Sekarang lebih kepada jalan masing-masing karena beberapa pimpinan kelompok radikal sudah ditangkap aparat. Tapi justru ini yang ditakutkan. Para pelaku yang punya keahlian dan keterampilan ini justru bisa melakukan aksi di mana saja mereka berada,” jelasnya.  Menurut pengamat terorisme itu, kelompok-kelompok kecil teroris semacam inilah yang justru kerap lepas dari pantauan aparat penegak hukum. Mereka berbaur dengan masyarakat layaknya penduduk yang taat hukum. “Bisa jadi mereka lolos dari pantauan aparat sebab beberapa kelompok kini sudah meningga-

kan alat komunikasi handphone dengan alasan mudah disadap dan dimonitor. Bahkan ada yang beli SIM card sekali pakai buang demi keamanan,” katanya. Namun, walaupun hanya kelom- pok kecil, lagi-lagi petugas kepolisian berhasil mengendus keberadaan keluarga terduga teroris di Sibolga denganbarangbukti ratusankilogram bahan baku bom. Menurut Ken, menjelang Pilpres 2019, kelompok teroris di Indonesia pesimistis terhadap dua kandidat yang dinilai tidak akan bisa mem- perjuangkan pendirian khilafah atau negara Islam. “Mereka ini rupanya pesimistis terhadap kedua capres lantaran dinilai tidak ada yang akan mem- perjuangkan konsep khilafah atau negara Islam. Mereka akan terus berusaha membuat kekacauan agar timbul kesan seolah pemerintah dan aparat gagal dalammemberikan rasa aman terhadapmasyarakat,” ujarnya. [G-5/R-14/Y-7]

Made with FlippingBook Online newsletter