SP190315

Suara Pembaruan

Metropolitan

27

Jumat, 15 Maret 2019

Narkotika Jenis Baru Beredar di Kalangan Artis

Sindikat Penggelapan Mobil Dibongkar Aparat Sub Direktorat Kendaraan Bermotor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar sindikat peng- gelapan dan penadahan mobil milik warga negara asing (WNA) Korea berinisi- al MK. Polisi menangkap tu- juh orang tersangka dalam kasus ini, di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono me- ngatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari lapor- an Dadang Iskandar, pega- wai salah satu perusahaan, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. "Dadang bekerja di per- usahaan Korea. Singkat ce- rita, orang Korea (MK) ini butuh driver. Kebetulan sak- si pelapor ini diminta men- cari," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/3). Selanjutnya pelaku AH melamar sebagai sopir pri- badi dan diterima. Namun, baru satu hari bekerja pela- ku membawa kabur mobil Kijang Innova (S1563 ZI) milik MK, akhir Desember 2018. Tim Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kemudian membentuk tim dan melakukan penyeli- dikan. AH akhirnya ditang- kap di rumahnya di Tegal. Penyidik kemudian me- ngembangkan dan menang- kap lima tersangka lain berini- sal ES, RH, AY, EL, dan HJ, di Jawa Timur. [BAM/W-11] Tangerang Tak Pemerintah Kabupaten Tangerang, mengupayakan secara maksimal ruang ke- las SD dan SMP yang ada untuk kegiatan belajar mengajar tanpa memba- ngun gedung baru akibat keterbatasan lahan. "Belajar dari pengalam- an dan keberadaan sekolah di kota bahwa pelajar sulit melakukan aktivitas karena tanah lapang juga dibangun ruang belajar," kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Kamis (14/3). Ahmed mengatakan, dalam APBD 2019 tidak ada pembangunan ruang belajar yang baru sehingga dilaku- kan upaya memaksimalkan bangunan yang sudah ada. Bahkan pihaknya beru- paya agar aparat terkait me- lakukan kajian bahwa harus disesuaikan dengan luas se- kolah, jadi tidak menggang- gu kegiatan anak didik. Hal tersebut karena un- tuk SD negeri dan swasta telah tersedia sebanyak 10.074 ruang kelas dengan jumlah guru sebanyak 14.161 orang. Untuk SMP Negeri dan swasta tersedia sebanyak 3.396 ruang ke- las. [Ant/W-11] Akan Bangun Sekolah Baru

[ J AKARTA ] B a d a n Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara me- nangkap dua orang berinisi- al T (40) dan B (30). Pasangan pengedar narkoti- ka jenis baru bernama hap- py water ini ditangkap di s ebuah apa r t emen d i Pademangan Timur, Jakarta Utara, Rabu (12/3) pukul 20.50 WIB lalu. "Keduanya mengedar- kan barang tersebut di se- buah kelab malam berinisi- al C di bilangan Jakarta Barat. Happy water ini ma- rak diedarkan kepada pe- ngunjung tempat hiburan malam dan tidak menutup kemungkinan sudah sampai ke kalangan artis," ujar Kepala BNNK Jakarta Utara Yuanita Amelia Sari di Markas BNNK Jakarta Utara Gedung Mitra Praja Sunter, Kamis (14/3). Yuanita menyebutkan, kedua tersangka T dan B telah menjalankan aksinya selama setahun terakhir. Setiap pemesanan ke ok- num banda r be s a r d i Malaysia, mereka biasa memesan sekitar 30-40 pa- ket happy water yang sudah terbungkus rapi dalam ke- masan minuman sachet , yakni berinisial N. [BEKASI] Sampah berse- r a k a n d i j a l a n a n d i K a b u p a t e n B e k a s i . Pasalnya, warga masih me- nutup tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng, K e c a m a t a n S e t u , Kabupaten Bekasi. Hari ini, Jumat (15/3), adalah hari ke-11 TPA Burangkeng di- tutup. Bahkan, titik-titik baru tempat pembuangan sampah ilegal mulai ber- munculan di beberapa ruas jalan. Tumpukan sampah di tempat pembuangan se- mentara (TPS) di Jalan KH Abu Bakar RT 03/RW 02, Desa Setiadarma, Keca- matan Tambun Selatan, menjulang dua meter. Menurut warga setem- pat, Suryo (29), biasanya sampah diangkut setiap ha- r i d i l okas i t e r sebu t . "Petugas kebersihan selalu mengangkut sampah tiap pagi, tetapi sekarang sudah menumpuk tinggi, belum j uga d i bawa ke TPA Burangkeng," ujarnya. Menurutnya, bau busuk sudah tercium sejak sam- pah tersebut menumpuk di TPS. Tampak lalat semakin

Yuanita.

Menurut Yuanita, kedua tersangka telah tiga kali me l akuk a n t r an s ak s i . Barang-barang haram itu didapatkan Malaysia mela- lui jalur udara. “Ini me- mang modus jenis baru, ja- di ditaruh seperti biasa di dalam koper seperti kita bi- asa membeli, jadi tidak ter- lacak karena secara kasat mata ini seperti bungkus biasa," jelas Yuanita. T dan B dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 dan pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. Pada saat diamankan, pasangan kekasih tersebut menyimpan 26 pak minum- an sachet kemasan yang di dalamnya mengandung methamphetamine dan ben- zoate dengan berat 477,88 gram. Ia menyebutkan, dari kedua tersangka juga pi- haknya mendapatkan eksta- si model baru yang disebut pink monkey yang memiliki bahan lebih paten dengan efek yang lebih dahsyat di- bandingkan ekstasi pada biasanya. [VEN/C-7] U n d a n g - u n d a n g N o 18/2008 tentang Pengelo- laan Sampah. Pasal 25 ten- tang Kompensasi tidak mengatur adanya pemberi- an uang tunai kepada warga TPA. Pemkab Bekasi akan memberikan kompensasi berupa pembangunan infra- struktur jalan di sekitar TPA, saluran air, pemba- ngunan puskesmas, pembe- rian kesehatan gratis dan sebagainya, bukan pembe- rian uang tunai. Meski begitu, warga Desa Burangkeng tetap me- nutup TPA hingga tuntutan pemberian uang kompensa- s i d i be r i kan Pemkab Bekasi. "Hari ini kami berkum- pul dan memadati TPA Burangkeng. Memastikan, TPA tetap ditutup," ujar to- koh masya r aka t Desa Burangkeng, Muhammad Husein (57). Selama tuntutan belum dipenuhi, warga Desa Burangkeng akan menutup TPA. "Ini sesuai dengan ke- sepakatan warga Desa Burangkeng, yang aspirasi- nya kami wakilkan bersama Tim 17," imbuhnya. [160]

SP/CARLOS ROY FAJARTA BARUS Petugas narkoba gabungan BNNK Jakut menunjukkan barang bukti narkotika dalam kemasan sachet di Markas BNN Jakut Gedung Mitra Praja, Kamis (14/3) siang.

"Efek dari mengonsum- si happy water sama seperti menggunakan inex atau pil ekstasi. Efeknya bisa di- kontrol. Jadi pada saat dia di tempat hiburan dia bisa cepat on , tetapi ketika dia sudah bekerja seperti biasa, dia biasa lagi, normal. Jadi bisa dikendalikan dengan suasana hati. Itu yang mem- bedakan," jelas Yuanita. BNNK kemudian mem-

bandingkan minuman N yang asli dan yang mengan- dung narkoba. Perbedaan signifikan tampak dari komposisi warna serbuk keduanya. Serbuk happy water cenderung berwarna oranye gelap dan agak mencolok, sementara ser- buk N berwarna oranye te- rang. Selain itu pada mi- numan sachet palsu gambar kemasan menembus list ba-

tas bagian bawah kemasan produk. " Happy water merupa- kan narkotika jenis baru yang disebarkan kedua ter- sangka dengan kondisi su- dah terbungkus dalam ke- masan minuman sachet sari buah instan yang sangat populer di Indonesia. Produk ini didatangkan da- rah Malaysia menggunakan j a l u r uda r a , " t ambah

Hari Ke-11 TPA Burangkeng Ditutup Tempat Pembuangan Sampah Ilegal Bermunculan di Bekasi

SP/MIKAEL NIMAN Tumpukan sampah liar di Jalan Inspeksi Kalimalang atau di sekitar Toko Sunda, makin banyak menumpuk, Kamis (14/3).

berkerumun di tumpukan sampah. Tumpukan sampah juga terlihat di lokasi lain. Bahkan, sampah berserak- a n d i p i n g g i r J a l a n Prapatan, Tarumajaya. Ketua RT 30 Desa Setia- asih, Taupik, mengatakan tumpukan sampah karena ulah warga yang mengen- darai sepeda motor sambil melempar kantong plastik berisi sampah rumah tang- ga. "Warga yang berangkat kerja pagi, membawa kan- tong sampah dan melem-

parnya ke pinggir jalan," ungkapnya. Di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, juga menjadi lokasi pembuang- an sampah ilegal. Warga berharap, polemik di TPA Burangkeng segera bera- khir sehingga 112 truk sam- pah milik Pemerintah Ka b u p a t e n ( P emk a b ) Bekasi dapat beroperasi kembali dan dapat membu- ang ke TPA. P e n u t u p a n T PA Burangkeng, Kecamatan Setu, dilakukan warga Desa Burangkeng sejak Senin

(4/3) lalu. Pemkab Bekasi mengancam akan membuka paksa dengan menggandeng aparat Kepolisian dan TNI. "Batas waktu hingga minggu ini, kalau masih di- tutup, kami buka paksa ber- sama dengan Kepolisian dan TNI," ujar Asisten D a e r a h ( A s d a ) I I I Kabupaten Bekasi, Suhup, saat bertemu dengan per- wa k i l a n wa r g a De s a Burangkeng, Rabu (13/3). Tuntutan warga memin- ta uang kompensasi tidak dipenuhi Pemkab Bekasi. Alasannya, tidak diatur

Made with FlippingBook Online newsletter