ID160517

SELASA 17 MEI 2016

24

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA – Shinhan Bank asal Korea Selatan resmi masuk ke pasar keuangan Indo- nesia denganmeluncurkan PT Bank Shinhan Indonesia, Senin (16/5). Bank hasil merger antara PT Bank Metro Express (BME) dan PT Centratama Nasional Bank (CNB) tersebut menargetkan semua proses akusisi selesai sebelum Desember 2016. Direktur Kepatuhan Bank Shinhan Indo- nesia, Tony Saputra mengatakan, dengan di- luncurkannya Bank Shinhan Indonesia maka Indonesia merupakan kantor negara ke-19 yang dimiliki oleh Shinhan Financial Group. “Minggu kemarin kami sudah melengkapi dokumen persyaratan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan), jadi tinggal menunggu persetu- juan. Diharapkan sebelum Desember 2016 semua proses bisa rampung,” kata Tony saat pembukaan Bank Shinhan Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (16/5). Pada Desember 2015, Shinhan meram- pungkan akuisisi 75% saham CNB, bank lokal yang memiliki 41 cabang di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Shinhan mengakui- sisi 98% saham BME pada akhir November 2015. Saat ini, BMEmemiliki 19 cabang. Tony mengatakan, sampai Mei 2016, tercatat total aset Bank Shinhan Indonesia mencapai Rp 3,1 triliun dengan modal inti sebesar Rp 1,2 triliun. Kenaikan modal inti Bank Shinhan Indonesia ini karena pada 30 November 2015, Shinhan menyuntik Bank Shinhan Indonesia sebesar Rp 800 miliar. Ke depan, menurut Tony, seiringmasuknya Bank Shinhan Indonesia dalam bank devisa, maka perusahaan mulai bisa menggarap bisnis trade finance dan mendukung perusa- haan yang support bisnis infrastruktur. Tony jugamengatakan, sampai akhir tahun ini tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan modal inti yang dilakukan Shinhan Bank. Sampai Maret 2016, loan to deposit ratio (LDR) Bank Shinhan Indonesia mencapai 74% dan capital adequacy ratio (CAR) 133,53%. Di tempat yang sama, President Director Bank Shinhan Indonesia Suh Tae Won me- nerangkan, sebagai tahap awal pada 2016, Bank Shinhan Indonesia akan memperluas pangsa pasar dengan memberikan pelayanan keuangan yang mudah dan cepat kepada nasabah lokal dan perusahaan yang telah masuk ke Indonesia. Selain itu, untuk mempertahankan kompe- tensi dalam membidik pasar ritel dan bisnis lokal yang akan menjadi pelanggan utama di masa depan. Perusahaan terus berencana membangun pondasi pertumbuhan jangka panjang dengan berfokus pada pembangunan infrastruktur internal. “Perseroan akan mempertahankan pasar penting di Indonesia dengan berkonsentrasi pada perusahaan blue-chip besar lokal dan pasar UKM pada dua tahun sesudahnya atau 2018,” kata dia. (ris) JAKARTA – PT BankMuamalat Indonesia Tbk menyasar tambahan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 400 miliar melalui kerja sama co-branding kartu debit dengan klub sepakbola Arsenal FC. Kartu yang diluncur- kan tersebut membidik segmen anak muda penggemar bola yang diharapkan dapat membantu penyempurnaan struktur kom- posisi DPK ritel Bank Muamalat. Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman mengatakan, strategi dan implementasi untuk meningkatkan size bisnis ritel terus dilakukan perseroan untuk membangun, memperkuat basis nasabah setia, maupun mengakuisisi nasabah baru. Oleh sebab itu, BankMuamalat melanjutkan kerja sama strategis dengan Arsenal FC yang terjalin sejak Januari 2016melalui peluncuran co-branding kartu debit. “Dengan kartu debit co-branding , kami berharap dapat menyempurnakan struktur komposisi DPK, khususnya di sisi dana murah ( current account and savings account / CASA),” ungkap Endy dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Senin (16/5). Sementara itu, Director Retail and Con- sumer Banking Bank Muamalat Purnomo B Soetadi menambahkan, kerja sama strat- egis antara Bank Muamalat dan Arsenal FC secara resmi diumumkan pada 14 Januari 2016 dan akan berlangsung hingga tahun 2018. Peluncuran co-branding kartu debit adalah penanda pertama dimulainya kerja sama kedua pihak. Melalui sinergi yang dilakukan, nasabah Bank Muamalat dapat memperoleh benefit berupa merchandise asli yang telah ditanda- tangani pemain Arsenal FC. “Selain itu, mere- ka berkesempatan menonton pertandingan langsung Liga Premier Inggris di Emirates Stadium, London,” ungkap Purnomo. (dka)

Satelit Perbankan BRI Senior Executive Vice President Bank BRI Hexana Tri Sasong- ko mensosialisasikan konsep Satelit Perbankan Bank BRI yang dikenal dengan BRIsat pada acara Marketing Week, Jakarta, Senin (16/5). Bank BRI merupakan bank pertama dan satu-satunya di dunia yang memiliki satelit perbankan sendiri.

(BCA) Jahja Setiaatmadja belum lama ini mengatakan, permintaan laporan data nasabah kartu kredit mulai mempengaruhi transaksi kartu kredit perseroan. Saat ini, menurut dia, transaksi bulanan kartu kredit BCA sedikit menurun dari sebelumnya rata-rata sekitar Rp 147miliar menjadi Rp 120miliar. “Faktanya memang di BCA ada penurunan transaksi,” ujar dia. Direktur Retail Banking PT Bank Permata Tbk Bianto Surodjo men- gungkapkan, transaksi kartu kredit perseroan pada kuartal pertama tahun ini tumbuh stagnan. Hal itu disebabkan oleh masih lemahnya konsumsi masyarakat seiring per- lambatan ekonomi. Meksi demikian, dia mengaku belum melihat pengaruh dari ke- bijakan pembukaan data nasabah kartu kredit terhadap transaksi kartu kredit perseroan. “Tapi kami harapkan transaksi dan jumlah kar- tu sampai akhir tahun bisa tumbuh sekitar 10%, untuk itu kami akan perkuat layanan kartu kredit kami,” terang dia.

pada bulan lalu. Dia pun mengaku belum bisa memperkirakan berapa jauh kebijakan pemerintah tersebut akan mempengaruhi transaksi kartu kredit. “Kami masih belum bisa pasti- kan respons masyarakat seperti apa, sekarang kan baru respons verbal tapi apakah nanti mereka jadi takut ber transaksi karena billing statement bisa dibaca oleh Ditjen Pajak, itu kami belum tahu,” ungkap dia. Adapun untuk jumlah kar tu diperkirakan tidak akan mening- kat banyak tahun ini atau hanya akan tumbuh di kisaran 5%. Per- tumbuhan jumlah kar tu terse- but diperkirakan tertahan oleh kebijakan BI sebelumnya terkait pembatasan kepemilikan kartu kredit, dan kebijakan pemerintah terkait pembukaan data nasabah kartu kredit kepada Ditjen Pajak. Pada kuartal pertama, jumlah kartu kredit tumbuh 4,85% (yoy) menjadi 16,89 juta kartu. Sementara itu, Direktur Uta- ma PT Bank Central Asia Tbk

tu Kredit Indonesia Steve Marta mengatakan, peningkatan pada pertumbuhan volume transaksi kar tu kredit yang lebih tinggi dibandingkan nilai transaksi mem- perlihatkan mulai banyaknya kartu kredit digunakan untuk transaksi dalam nominal yang lebih kecil. Di sisi lain, menurut dia, perlambatan nominal transaksi pada kuartal pertama tersebut antara lain dise- babkan oleh faktor musiman. “Harapannya transaksi kar tu kredit mulai meningkat pada Mei dan Juni. Sejauh ini industri masih memperkirakan transaksi kartu kredit baik volume maupun nom- inal akan tumbuh di kisaran 10%,” kata Steve kepada Investor Daily , pekan lalu. Steve menjelaskan, perlambatan pertumbuhan nominal kartu kredit pada kuartal pertama belum terke- na pengaruh atas keluarnya kebija- kan pemerintah terkait pembukaan data kartu kredit nasabah kepada Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). Pasalnya, kebijakan terse- but baru diterapkan pemerintah

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Transaksi kartu kredit pada kuartal pertama tahun ini tercatat melambat dengan pertumbuhan transaksi nominal industri 5,81% secara year on year (yoy), lebih rendah dibanding kuartal I-2015 yang tumbuh 16,11% (yoy). Kendati demikian, hingga akhir tahun 2016 transaksi kartu kredit baik secara volume maupun nominal diperkirakan masih tumbuh di kisaran 10%.

yang tumbuh 9,57% (yoy). Namun, dari sisi nominal, per- tumbuhan transaksi tercatat mel- ambat dari 16,11% (yoy) pada kuartal I-2015 menjadi 5,81% (yoy) dengan nilai transaksi sebesar Rp 69,86 triliun pada kuartal I-2016. General Manager Asosiasi Kar-

Berdasarkan data Statistik Sis- tem Pembayaran Bank Indonesia (BI), hingga kuartal I-2016, volume transaksi kartu kredit masih tercat- at tumbuh 13,98% (yoy) menjadi 64,93 juta transaksi. Pertumbuhan volume transaksi tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2015

CIMB Niaga telah menetapkan program pendidikan untuk para front liners pada segmen tertentu. Adapun angkatan pertama akan dimulai pada Juni 2016 di Jakarta dan berlanjut ke sejumlah kota lainnya. Program pelatihan ini ter- diri atas lima modul dengan jumlah keseluruhan waktu penyampaian materi sebanyak 108 jam tatap muka. Pada kesempatan yang sama, Jonathan Parapak mengatakan, kredibilitas UPH dalam program pendidikan CFP® telah diakui oleh Financial Planning Stand- ards Board (FPSB) Indonesia dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Indonesia. Tak hanya itu, founder atau pendiri dari Program CFP di Indonesia adalah Corporate Advisor UPH S Budisuhar to yang memang sudah berpengalaman di bidang perbankan dan institusi keuangan di Indonesia. UPH terpanggil untuk turut mem- bangun human capital Indonesia melalui pendidikan yang berkual- itas, yaitu yang bersifat h olistis, transformatif dan integratif sesuai visi dan misi UPH. “Melalui pro- gram pendidikan CFP®, UPH ber- harap dapat memberikan kontribusi kepada lebih banyak institusi, untuk bersama-samamenciptakan sumber dayamanusia yang berkualitas agar Indonesia dapat terus membangun dan bertumbuh di tengah persain- gan global khususnya di era Mas- yarakat Ekonomi Asean (MEA),” kata Jonathan. UPH yang berada di tiga lokasi kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya dan Medan siap memberikan pelatihan untuk para front liners Bank CIMB Niaga. Dalam program pendidikan CFP® ini, tim pengajar UPH yang meru-

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk terus memperkuat kom- petensi dan kredibilitas para front liners dalam bidang perencanaan keuangan ( financial planning ), dengan menunjuk Universitas Pelita Harapan (UPH) sebagai penyelenggara pelatihan pen- didikan sertifikasi internasional, yakni Certified Financial Planner® (CFP®). Sinergi ini diresmikan melalui penandatanganan kerja sama oleh Direktur Consumer Banking Bank CIMB Niaga Lani Darmawan dan Rektor UPH Jonathan L Parapak, di Jakarta, Selasa (17/5). Direktur Consumer Banking Bank CIMBNiaga Lani Darmawan menjelaskan, pelatihan ini bertu- juan untuk melengkapi kompe- tensi para front liners Bank CIMB Niaga dalam memberikan solusi pelayanan finansial secara lengkap sebagai financial advisor bagi para nasabah kelas atas ( high-networth ). Dengan demikian, Bank CIMB Niaga dapat membangun tingkat kepercayaan dan kepuasan nasa- bah secara berkesinambungan sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis di segmen ini. “Kami terus memberikan per- hatian lebih pada pengembangan kualitas sumber saya manusia. Hal ini penting mengingat inter- aksi dengan nasabah di segmen high-networth dilakukan melalui pendekatan yang lebih person- al. Para front liners kami yang bersertifikasi internasional terse- but diharapkan dapat membantu dan memenuhi kebutuhan nasa- bah yang ingin merencanakan, mengembangkan dan melindungi aset yang dimiliki untuk memasti- kan kondisi finansial di masa depan yang lebih baik,” ujar Lani. Bersama UPH, lanjut Lani, Bank

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Ava iFuture Direktur PT Astra Aviva Life Windawati Tjahjadi (tengah) bersama Head Wealth Management Retail Liability Products & e-Channel Permata Bank Djumariah Tenteram (kanan) dan Aktris Dian Sastrowardoyo (kiri), saat peluncuran produk Ava iFuture, di Jakarta, pekan lalu. PT Astra Aviva Life meluncurkan produk asuransi berbasis investasi (unit-linked), Ava iFuture. Produk tersebut memungkinkan pemegang polis mengalokasikan dana investasi yang lebih besar pada awal kepemilikan.

membantu dan bermanfaat bagi para front liners Bank CIMB Niaga karena dilengkapi dengan serti- fikasi keuangan yang sudah diakui secara global. Program ini dikelola dan diawa- si oleh lembaga standar profesi keuangan yang kredibel dan mempunyai jaringan internasion- al, yaitu Financial Planner Stand- ards Boards (FPSB) Indonesia dan FPSB Amerika Serikat yang memiliki jaringan internasional di lebih dari 32 negara maju di dunia. (th)

yang menyeluruh tentang peren- canaan keuangan, baik di bidang investasi, asuransi, real-estate , pajak, dana pensiun, maupunmana- jemen resiko. Pemberlakuan MEA membuka peluang untuk semua negara bisa berinvestasi di mana saja, dan peluang setiap negara pun sama besarnya. Untuk dapat memenang- kan persaingan, Indonesia harus melengkapi sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki sertifikasi berskala internasional. Karena itu, program ini sangat

pakan para konsultan dan praktisi di bidang perencanaan keuangan diantaranya terdiri atas S. Budisu- harto, founder dan former chairman FPSB Indonesia Tri Djoko Santoso, Ketua FPSB Indonesia Irene Salaki, Salaki Consultant ( tax consultant ), serta sejumlah praktisi lainnya. CFP® adalah program gelar profesional yang diakui di seluruh dunia, yang mempersiapkan para kandidat untuk dapat membuat perencanaan keuangan secara lengkap, serta mempunyai peng- etahuan dan kemampuan praktis

Made with FlippingBook Learn more on our blog