ID150120

INTERNATIONAL BUSINESS

SPORTS

INFRASTRUCTURE

10 >>

5 >>

6 >>

INDONESIA

SELASA 20 JANUARI 2015

MEDIA HOLDINGS

MONEY & BANKING

IST

Oleh Farid Firdaus JAKARTA-PT Aneka Tam- bang Tbk (ANTM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bakal me- nerbitkan saham baru untuk menambah modal ( rights issue ) senilai total Rp 28,11 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 17,5 triliun akan diserap pemerin- tah melalui penyertaan modal negara (PMN), sedangkan Rp 10,6 triliun lainnya dialokasi- kan kepada pemegang saham publik. Penambahan modal diperkirakan mampu men- dongkrak kinerja keuangan empat emiten pelat merah tersebut. DalamRAPBN-P 2015, pemerintahmengusul- kan alokasi PMN senilai Rp 75 triliun. Sekitar Rp 48,05 triliun di antaranya bakal disuntikkan kepada 35BUMNdi bawahpengawasanKemen- terian BUMN, sisanya untuk lembaga di bawah pengawasan Kementerian Keuangan (Kemen- keu) dan lembaga lain. AnekaTambang (Antam), Bank Mandiri, Waskita Karya, dan Adhi Karya merupakanbagiandari programPMN35BUMN di bawah pengawasan Kementerian BUMN. Antam akan melangsungkan rights issue senilai Rp 10,77 triliun dengan PMN Rp 7 triliun, Bank Mandiri Rp 9,3 triliun (PMN Rp 5,6 triliun), Waskita Rp 5,3 triliun (PMN Rp 3,5 triliun), dan Adhi membidik rights issue Rp 2,74 triliun dengan PMN Rp 1,4 triliun. Lewat aksi korporasi itu, rugi bersih Antam tahun ini diproyeksikan turun menjadi Rp 924,28miliar. Pada 2016, 2017, dan 2018, Antam diestimasikan meraup laba bersih masing-ma­ sing Rp 560,59 miliar, Rp 810,76 miliar, dan Rp JAKARTA-Satuan Kerja Khusus Pelaksa- na Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan penerimaan negara tahun ini bakal turun drastis akibat penurunan harga minyak dan rendahnya produksi. Bahkan, besaran biaya operasi yang dikembalikan ( cost recovery ) dipredik- si lebih besar daripada penerimaan migas bagian negara. Kepala SKK Migas Amien Sunar yadi mengatakan, penerimaan migas bagian ne- gara diperkirakan antara US$ 6,6-14,9 miliar pada 2015. Hitungan tersebut didasarkan pada asumsi harga minyak US$ 40-70 per barel, produksi minyak 849 ribu barel per hari (bph) dan gas 1,177 juta bph, atau total produksi migas 2,026 juta bph. “ Cost recovery diperkirakan US$ 15,8-18,9 miliar pada harga minyak yang sama,” kata Amien di Jakarta, Senin (19/1). Dia menjelaskan, pada harga minyak US$ 40 per barel, penerimaan migas dihitung hanya US$ 25,44 miliar yakni cost recovery US$ 15,8 miliar (62%), bagian kontraktor US$ 3,04miliar, dan bagian negara US$ 6,6 miliar (26%). Pada harga US$ 50 per barel, penerimaan migas diperkirakan sebesar US$ 29,86 miliar, dengan rincian cost recovery US$ 17,5 miliar (58%), kontraktor US$ 3,43 miliar (12%), dan negara US$ 8,96 miliar (30%). Selanjutnya, pada harga minyak US$ 60 per barel, penerimaan migas diperkirakan menca- pai US$ 34,16 miliar dolar yang terdistribusi untuk cost recovery US$ 18,41 miliar (54%), kontraktor US$ 4 miliar (12%), dan negara US$ 11,75 miliar (34%). Terakhir, pada harga Oleh Retno Ayuningtyas

Investor Daily/GAGARIN

n Nelson Tampubolon

November 2014, Laba Bank Umum Rp 103,49 T Sampai November 2014, bank umum mencetak laba bersih Rp 103,49 triliun, tum- buh 5,02% dibandingkan November 2013 senilai Rp 98,54 triliun. Pertumbuhan laba tersebut semakin melambat dibandingkan periode Oktober 2014 yang sebesar 5,74%

( year on year /yoy). Sedang- kan tahun ini, pertumbuhan laba bank umum diprediksi lebih baik sekitar 10-12%.

>> 21

Pembukaan Pekan Reksa Dana 2015 Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad (kiri), Ketua Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida (kedua kiri), Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indo- nesia (APRDI) Denny R Thaher (kedua kanan), dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto (kanan) saat Pembukaan Pekan Reksa Dana 2015 di Gedung OJK, Jakarta, Senin (19/1). Dalam kegiatan bertema “Reksa Dana: Investasi Masa Depan, Mudah dan Terjangkau” ini sebanyak 28 lembaga pengelola reksa dana akan berpartisipasi selama periode 19-30 Januari 2015. Pekan reksa dana nasional merupakan even rutin yang digelar APRDI untuk memberikan edukasi, sosialisasi dan memasyarakatkan reksa dana. Berita di halaman 14.

MARKETS & CORPORATE

HM Sampoerna Kaji Tambah Free Float

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), anak usaha Philip Morris International, tengah mengkaji penambahan jumlah saham yang

Rp 619,82 miliar pada 2017, dan Rp 698,51 miliar pada 2018. Sementara itu, penyaluran kredit Bank Mandiri setelah rights issue diproyeksikan mencapai Rp 635 triliun pada 2015, Rp 756 triliun pada 2016, Rp 900 triliun pada 2017, dan Rp 1.516 pada 2020. Proyeksi 2020 meningkat Rp 164 triliun dibanding tanpa rights issue yang mencapai Rp 1.352 triliun.

1,52 triliun. Sedangkan laba bersih Waskita setelah rights issue diestimasikan menjadi Rp 1,04 triliun pada 2015, Rp 2,07 triliun pada 2016, Rp 4,01 triliun pada 2017, Rp 5,04 triliun pada 2018, dan Rp 6,27 triliun pada 2019. Adapun Adhi, dengan adanya rights issue, diestimasikan meraup laba bersih Rp 430,20 miliar pada 2015, Rp 521, 97 miliar pada 2016,

beredar di publik ( free float ) minimal sebesar 5,68%. Hal itu untuk memenuhi ketentuan bursa soal batas minimal free float yang sebesar 7,5%.

Bersambung ke hal 11

>> 13

MACRO ECONOMICS

Lebih Fokus, Belanja Negara Turun Rp 44,6 T Pemerintah mengubah postur belanja negara menjadi lebih berfokus kepada be- lanja-belanja prioritas dan produktif. Total belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan

minyak US$ 70 per barel, penerimaan migas diperkirakan menyentuh US$ 38,46 miliar yakni cost recovery US$ 18,93 miliar (49%), kontraktor US$ 4,62 miliar (12%), dan negara US$ 14,92 miliar (39%). Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menuturkan, sebaiknya pemerintah dan kontraktor berbagi beban atas dampak penurunan harga minyak. “Jadi cost re- covery , misalnya, tidak dibayarkan sampai 63%, tetapi dibayar sebagian dan sisanya dibayarkan pada tahun berikutnya,” tutur dia. Tekan Harga Gas Kardaya juga mengungkapkan, harga gas untuk pasar domestik diharapkan bisa dite- kan, menyusul turunnya harga minyak dunia. Namun, upaya tersebut tetap harus memerha- tikan besaran penerimaan dari sektor minyak dan gas bumi. Menurut Kardaya Warnika, penerimaan negara dari sektor migas harus diperhatikan lantaran menjadi modal dalam pembangunan negara. Namun, dengan harga gas domestik yang rendah, industri dan masyarakat akan memperoleh nilai tambah. “Kami berharap harga gas untuk dalam negeri bisa ditekan serendah mungkin agar added value -nya be- sar,” kata dia. Di sisi lain, Deputi Pengendalian Hubungan Bisnis sekaligus Pelaksana Tugas Deputi Pengendalian Komersial SKKMigas Zikrullah menjelaskan, upaya untuk membuat harga gas domestik cukup rendah bisa saja dilakukan. Tetapi upaya ini tidak bisa dilakukan untuk kontrak gas yang telah berlangsung.

integrasinya kebijakan antardepartemen. “Masing-masing departemen di peme­ rintahan memiliki program sendiri-sendiri. Harusnya semua departemen berpikir bagaimana mengeluarkan kebijakan yang pas,” ungkap Suryo dalamdiskusi Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 yang diselenggarakan Pusat Data Bersatu (PDB), di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Senin (19/1).

Oleh Eva Fitriani

(RAPBN-P) 2015 tercatat sebesar Rp 1.994,9 triliun atau turun Rp 44,6 triliun dari sebelumnya Rp 2.039,5 triliun.

>> 20

JAKARTA – Ketua Umum Kadin Indo- nesia Suryo Bambang Sulisto meminta semua pihak tidak mengedepankan ego sektoral agar Indonesia benar-benar siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015. Menurut Suryo, Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara-negara Asean lainnya, dan sampai saat ini belum terlihat ada kebijakan yang riil untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu akar permasalahan ke­ tidaksiapan pemerintah karena kurang ter-

PROPERTY

2015, Jakarta Diguyur Ruang Perkantoran Rp 41,3 Triliun Permintaan ruang perkantoran di Jakarta terus bertumbuh. Pada 2015, jumlah ruang perkantoran yang bakal

Bersambung ke hal 2

BeritaSatu Photo/MI/UTAN A RACHIM

masuk mencapai sekitar 985 ribu meter persegi (m 2 ) atau setara dengan sekitar Rp 41,3 triliun.

>> 23

Diskusi Menghadapi ME-Asean Para pembicara (dari kiri ke kanan) Group Editorial Board BeritaSatu Media Holdings Tanri Abeng, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Presdir BeritaSatu Media Holdings Theo L. Sambuaga, Didik J Rachbini, Direktur Kerjasama Asean Kementerian Perdagangan RI Donna Gultom, dan Pemimpin Redaksi Investor Daily, Suara Pembaruan, Majalah Investor, dan Beritasatu.com Primus Dorimulu saat Diskusi Rutin Litbang BeritaSatu Media Holdings bertema “Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi (ME) Asean“ di Gedung BeritaSatu Plaza Jakarta, Senin (19/1).

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3948

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook flipbook maker