ID150120

SELASA 20 JANUARI 2015

28

GUNDY CAHYADI | EKONOM DBS BANK UNTUK INDONESIA, THAILAND, DAN FILIPINA

Apa yang membedakan Gundy Cahyadi dengan ekonom lain yang ada di Indonesia? Jawabannya adalah, dia saat ini merupakan ekonom termuda di antara bank-bank swasta. Di usianya yang masih muda, 32 tahun, Gundy sudah meraih kesuksesan dengan menjadi ekonom DBS Bank untuk tiga negara, yaitu Indonesia, Thailand, dan Filipina.

diproduksi oleh sebuah studio besar. Ka­ rena dibuat secara independen dan relatif bebas dari kepentingan bisnis, film indie dinilainya sangat berbeda dengan film mainstream yang diputar di jaringan bios­ kop dan laris ditonton ( box office ). Film indie umumnyamempunyai isi cerita yang lebih kompleks dan juga menarik, sehingga membuat penonton tidak akan beranjak dari kursinya. “Saya suka film yangmembuat penonton berfikir. Film indie adalah filmyang lebihmenantang,” ujarnya. Sebagai movie freak, ia tidak sekadar ha­ nya menonton film, tetapi juga berusaha mengetahui tentang proses pembuatannya hingga sebuah film siap ditonton. Gundy pun biasanya memanfaatkan fasilitas in­ ternet untukmengetahui proses pembuatan sebuah film.

movie freak , atau penggila film. Dia suka menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film, dari semua genre film, baik itu komedi, drama, thriller , horor, maupun fantasi/futuristik. Menurut dia, film merupakan sebuah hiburan yang bisa memainkan perasaan penonton, kadang bisamembuat sedih, atau pun sebaliknya bahagia. Ada dua film favorit bagi Gundy, yaitu Life is Beautiful dan The Grand Budapest Hotel. Dua film tersebut dinilainya layak disebut sebagai film terbaik ( best movie ). Life is Beautiful merupakan film Italia yang sa­ ngat menyentuh, sedangkan The Grand Budapest Hotel adalah film nyentrik karya Wes Anderson. Selain itu, Gundy mencintai film india dari Eropa, film independen yang tidak

yang lain. Saya menganggap mereka bukan sebagai saingan, melainkan sebagai teman untuk bertukar informasi,” ujarnya. Sebagai ekonom, Gundy pun selalu be­ lajar dan terus memperkaya wawasannya dengan membaca buku dan mengikuti perkembangan pasar. Sementara itu, sebagai warga negara Indonesia, ia optimistis, perekonomian Indonesia mempunyai prospek yang cerah karena ditopang oleh konsumsi swasta dan investasi, yang selalu tumbuh positif. Kunci utama bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan adalah meningkatkan kualitas SDM. Sukai Film Di tengah kesibukannya, sebagai eko­ nom, Gundy mengaku sebagai seorang

analisa bagi pelaku pasar keuangan. “Pengamat ekonomi bukanlah pekerjaan yanggampangkarenaharus bisamelakukan analisis atau olah pemikiran terhadap suatu topik. Karena cinta ekonomi, jadi, saya me­ nikmatinya,” ujar dia, dalam wawancara khusus dengan Investor Daily , di gedung DBS, Jakarta, baru-baru ini. Gundy menjelaskan, setiap pengamat ekonomi biasanya mempuyai penilaian atau analisis yang berbeda mengenai sebuah topik. Karena itu, tidak ada pengamat yang mempunyai penilaian yang sama, walaupun yang dianalisis sama. Menurut dia, setiap pengamat ekonomi mempunyai kelebihan masing-masing dalammemberikan komentar, atau analisis terhadap satu topik. “Pengamat ekonomi bukan hanya itu-itu saja, tetapi banyak

Oleh Ridho Syukra

P ria kelahiran 15 Februari 1983 ini mengatakan, se­ tiap orang bisa berhasil da­ lam pekerjaannya jika me­ nerapkan tiga prinsip, yaitu fokus pada pekerjaan, selalu ingin belajar, sertamendalami dan mencintai pekerjaannya. Gundy menuturkan, menjadi seorang pengamat ekonomi/ekonom merupakan pekerjaan yang menyenangkan karena berhubungan dengan banyak pihak, mulai dari pemerintah, korporasi, hingga media massa. Hasil pemikiran atau ide-ide yang disampaikan juga bisa dijadikan masukan/ referensi bagi pemerintah dan bahan

Made with FlippingBook flipbook maker