ID160520

JUMAT 20 MEI 2016

24

Investor Daily/ist

DORONG PERTUMBUHAN KREDIT

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengkaji relaksasi tiga kebijakan makroprudensial, mencakup pengaturan terkait loan to value (LTV), loan to funding ratio (LFR), serta pengaturan terkait pemenuhan rasio penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelonggaran kebijakan makroprudensial tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit yang pada April lalu tercatat 7,95% secara year on year (yoy).

The Color Run Presented by CIMB Niaga Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Vera Handajani (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia Retno Soeastomo Supardji (kedua kanan), Sales Manager IMG Darrell Lin (kiri) dan personil band Alexa Fajar Arifan (kanan) di sela media gathering di Jakarta, Kamis (19/5).‘The Color Run presented by CIMB Nia- ga’ yang akan kembali digelar di Jakarta pada 7 Agustus 2016 mengajak pelari warna (color runner) untuk peduli pada anak-anak penderita kanker dari keluarga kurang mampu. Kali ini, CIMB Niaga menggandeng Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) untuk mendedikasikan sekaligus turut memberikan ‘awareness’ bahwa kita semua dapat turut membantu memerangi dan menanggulangi kanker sejak dini dan berkontribusi memberi dukungan bagi mereka yang membutuhkan. CIMB Niaga mendonasi- kan Rp150 juta untuk YOAI yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan dalam membantu penanganan kanker anak di Indonesia.

tumbuhan kredit perbankan tahun ini. Selain itu, BI telah melonggarkan kebija- kanmoneter denganmenurunkan BI rate hingga 75 basis poin (bps) pada tahun ini. Menurut dia, meski transmisi penurun- an BI rate terhadap suku bunga deposito maupun kredit sudah cukup baik, trans- misinya pada penyaluran kredit masih berjalan lambat. “Transmisi penurunan BI rate terhadap suku bunga deposito maupun kredit sudah berjalan lebih baik, hingga akhir April lalu, suku bunga deposito turun 57 bps, sedangkan suku bunga kredit turun 22 bps. Ini jauh lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Tapi memang trans- misinya ke kredit masih lambat, di mana pertumbuhan kredit pada April masih di bawah 8%,” terang dia. Meski demikian, Agus belum akan mengubah target pertumbuhan kredit. Dia memperkirakan, pertumbuhan kredit akan lebih kuat pada kuartal kedua tahun ini. Tahun ini, BI memproyeksikan per- tumbuhan kredit kisaran 12-14%. “Kami masih melihat target pertumbu- han kredit belum berubah. Kami sudah melihat angka kisaran 11% sepanjang ta- hun dan ini akan menjadi lebih kuat pada semester kedua. Pada semester pertama, peran pemerintah untuk membelanjakan anggaran belanja modal dan investasi berperan besar. Tapi, realisasi belanja pemerintah dan ekonomi juga akan ter- bantu jika harga komoditas membaik, dan itu akan mendorong pertumbuhan kredit pada semester kedua,” terang dia. Di sisi lain, Agus mengaku rasio NPL gross perbankan pada kuartal I-2016 meningkat dari 2,7% pada akhir tahun lalu menjadi 2,83%. Namun, menurut dia, peningkatan rasio NPL tersebut masih jauh di bawah ambang batas NPL sebesar 5%. Menurut dia, perbankan juga sudah memiliki pencadangan yang memadai, sehingga NPL net di kisaran 1,4%. Pada kesempatan itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menam- bahkan, pertumbuhan kredit yang saat ini di kisaran 8% dinilai masih sangat kurang untukmemberikan daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kredit, menurut dia, didorong oleh faktor penawaran dan permintaan. “Yang selama ini sudah kami lakukan adalahmendorong penawaran kredit den- gan melonggarkan likuiditas, menurun- kan suku bunga dan melonggarkan makroprudensial, yang perlu didorong adalah dari sisi pemrintaan. Untuk itu, investasi bangunan dan investasi swasta ini kami harapkan akan meningkat dan mendorong permintaan kredit,” jelas Perry. Dalam program CWM ini, materi yang diajarkan adalah materi tentang wealth management dan digital banking . Para pengajar berasal dari Maesa Consulting Indonesia (MCI). Tujuan dari program ini, menurut Syafri, adalah untuk meningkatkan pengetahuan karyawan tentang wealth management . Pasalnya, saat ini minat masyarakat terhadap produk perbankan tidak hanya untuk produk tradisional, namun juga produk investasi. “Jadi, kami beri pemahaman kepada para eksekutif BRI agar apabila ketemu nasabah sudah bisa menjelaskan,” terang dia. Setelah kemampuan karyawan berkem- bang, dia berharap hal itu berdampak positif terhadap perkembangan wealth management BRI. Syafri menyebutkan, BRI sudah memiliki produk investasi berupa reksa dana dan juga produk bancassurance . Adapun manajer investasi yang sudah bermitra dengan BRI berjum- lah 11 perusahaan. (gtr)

Gubernur BI AgusMartowardojo men- gatakan, pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat berdampak pada pertum- buhan ekonomi Indonesia, penurunan permintaan kredit, serta peningkatan rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) perbankan. Untuk itu, pihak- nya akan berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Ke- uangan (Kemenkeu) untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan. “Dari BI, kami berupaya menjaga li- kuiditas dan ekonomi. Paling tidak kami tengah mengkaji tiga kebijakan makro- prudensial terkait kebijakan LTV, LFR, dan kebijakan terkait rasio UMKM,” kata Agus pada jumpa pers triwulan I-2016 BI di Jakarta, Kamis (19/5). Menurut Agus, BI juga melihat kemu- ngkinan untuk memberikan penyesua- ian kembali terhadap ketentuan LTV khususnya bagi bank yang mempunyai rasio NPL di bawah 5%. Pada pertengahan tahun lalu, BI telah menerbitkan peratur- an bank Indonesia (PBI) Nomor 17/10/ PBI/2015 terkait rasio LTV/FTV untuk kredit/pembiayaan properti, dan uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor yang merupakan relaksasi atas aturan terdahulu. Melalui aturan tersebut, uang muka untuk kredit pemilikan r umah dan kendaraan bermotor turun sekitar 5-10%. Uang muka KPR untuk fasilitas pertama diturunkan menjadi kisaran 10-20%, KPR untuk fasilitas kedua diturunkan menjadi 20-30%, dan KPR fasilitas ketiga diturun- kan menjadi 30-40%. Sedangkan uang muka kendaraan roda dua diturunkan menjadi 20%, kendaraan roda tiga atau lebih nonproduktif menjadi 25%, dan uangmuka kendaraan roda tiga atau lebih produktif tetap 20%. Agus menjelaskan, pihaknya juga ten- gah mengkaji kemungkinan melonggar- kan kisaran rasio LFR untuk melakukan percepatan pertumbuhan kredit. Adapun dalam ketentuan LFR sebelumnya, BI mengubah ketentuan terkait loan to deposit ratio (LDR) menjadi loan to fund- ing ratio (LFR) dengan rasio 78-92% dan memberikan kelonggaran bagi bank yang telah menyalurkan rasio kredit UMKM sesuai ketentuan hingga 94%. “Kemudi- an terkait kewajiban pemenuhan rasio UMKM, kami melihat untuk bank-bank tertentu perlu ada penyesuaian kriteria UMKM, lingkupnya seperti apa,” terang dia. Transmisi Suku Bunga Agus juga mengatakan, pelonggaran kebijakan makroprudensial tersebut diharapkan dapat ikut mendorong per- JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) secara konsisten meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang wealth manage- ment . Bentuk konsistensi tersebut adalah dengan menyelenggarakan program International CertifiedWealthManager’s (CWM)-Spring Class Batch 26 Kelas in House Bank BRI. Kepala Divisi Wealth Management BRI Muhammad Syafri Rozi menjelaskan, programCWM tahun ini adalah program ke-26 yang diikuti oleh BRI. Tahun lalu, jumlah peserta yang ikut serta sebanyak 20-21 orang. Sedangkan tahun ini seban- yak 19 orang. Berbeda dengan program lainnya, program CWM kali ini diikuti oleh level executive vice president dan vice president yang berada di bawah direksi. “Karena diikuti level EVP dan VP, jadi tujuh modul yang akan diikuti bisa diselesaikan secara langsung. Kalau program lain harus ikut modul 1-3, setelah itu dilanjutkan 4-7,” kata Syafri di Jakarta, Kamis (19/5).

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker