ID150117

BUSINESS

TELECOMMUNICATION

LIFESTYLE

15 >>

20 >>

8 >>

INDONESIA

SABTU/MINGGU 17-18 JANUARI 2015

MEDIA HOLDINGS

PERTEMUAN TAHUNAN OJK

BUSINESS

DOK

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Oleh Farid Firdaus dan Devie Kania JAKARTA –Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, be­ lajar dari kemajuan ekonomi Tiongkok, sektor keuangan di Indonesia harus membantu industri. Sektor industri harus maju bersama sektor keuang­ an dan sektor perdagangan. Hal itu diungkapkan Wapres Jusuf Kalla (JK) pada Per temuan Tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015 di Jakar ta, Jumat (16/1) malam. Acara dihadiri oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad beserta jajaran pimpinan OJK, 138 pimpinan perbankan, 40 anggota bursa, 40 emiten besar, 10 manajer investasi, 42 perusahaan pembiayaan, 62 perusahaan asuransi, 40 dana pensiun, dan 11 lembaga keuangan lainnya, baik konvensional maupun syariah. Selain itu, turut hadir 6 asosiasi perbankan, 22 asosiasi pelaku pasar modal dan Self Regulatory Organization (SRO), 17 asosiasi lembaga keuangan nonbank, dan 10 asosiasi terkait manajemen risiko dan audit. Wapres mengatakan, selama ini industri di Indonesia jauh tertinggal dari sektor finansial dan perdagangan. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi minim dan sektor keuangan rentan terhadap gejolak global. Kondisi Indonesia mirip Amerika Serikat yang sektor keuangan- nya jauh lebih maju dibanding industri, se­ hingga negeri itu banyak mengimpor barang, terutama dari RRT. Dalam konteks itu, Wapres mengimbau pasar modal memberikan dukungan terhadap industri. OJK perlu memberikan kemudahan dunia usaha untuk memperoleh dana di pasar modal sertamendapat suku bunga yangmurah dari perbankan. Itu sebabnya, JK mengimbau Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan ( BI rate ) dari posisi 7,75% saat ini. Wapres menekankan pula, penurunan harga berbagai barang, mulai dari komoditas tam- bang dan perkebunan serta harga bangunan merupakan momentum untuk membangun industri. “Harga baja dan semen kan sudah turun,” kata dia. Wapres JK juga mengatakan, di tengah

n Amran Sulaiman

Anggaran Pertanian Hampir Rp 80 Triliun Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak main-main dalam mewujudkan program swasembada pangan 2017. Untuk mewujudkan itu, sektor pertanian dijadikan sebagai prioritas utama

dari Kabinet Kerja. Hal itu tercermin dari besarnya anggaran pertanian tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp 79,33 triliun.

>> 7

Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad usai Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (16/1). Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015 untuk memberikan arahan dan pandangan kepada pelaku di sektor tersebut.

MARKETS & CORPORATE

oleh dua faktor yakni anggaran dan kebijakan publik ( public policy ). Pihaknya cukup ber- syukur jika postur anggaran belanja negara sekarang lebih baik dari tahun lalu. Kondisi tersebut membuat efektivitas penyerapan ang- garan juga semakin baik JK juga kecewa karena devisa ekspor yang masuk ke dalam negeri masih minim. Padahal, sumber alam terutama batubara dikeruk habis dari Sumatera dan Kalimantan. Agar devisa masuk, ketentuan wajib letter of credit (L/C) akan berlaku mulai 1 april 2015.

persaingan global, ekonomi Indonesia perlu menjaga keseimbangan. Jangan sampai ekonomi Indonesia hanya mengedepankan sektor keuangan dan mengesampingkan per- tumbuhan sektor industri. “Apabila terdapat gap yang terlalu lebar antara pertumbuhan sektor keuangan dan sektor industri, krisis berpeluang kembali terjadi. Ketika terlalu mengistimewakan kredit ketimbang produksi, maka peluang untuk maju memang tinggi, tapi potensi untuk ambruk juga tinggi,” ujar dia. Menurut JK, ekonomi bangsa dibesarkan

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan, Bank Belum Naikkan Bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga penjaminan, seiring kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku Sebanyak tujuh emiten pelayaran me­ nyiapkan belanja modal ( capital expendi- ture / capex ) tahun ini senilai total US$ 564,8 juta atau sekitar Rp 7 triliun. Jumlah tersebut rata-rata turun 39% dibandingkan 2014 senilai US$ 929,4 juta. FINANCIAL PLANNING >> 3 Tujuh Emiten Pelayaran Siap Investasi US$ 564 Juta

Bersambung ke hal 2

Oleh Trimurti dan Laila Ramdhini

Oleh Rangga Prakoso dan Abdul Muslim

JAKARTA – Sejumlah kalangan mem- perkirakan butuh waktu dua hingga empat tahun untuk membenahi sistem kenavi- gasian di Indonesia hingga setara dengan sistem di negeri jiran Singapura dan Ma- laysia. Tak sekadar memperbarui peralatan, penambahan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi syarat mut- lak untuk membuat sistem navigasi yang tangguh. Dalam konteks itu, anggaran AirNav perlu ditingkatkan dari Rp 1 triliun menjadi sekitar Rp 8 triliun. Hal itu diungkapkan oleh Konsultan Pe- nerbangan Gerry Sujatman dan pengamat penerbangan sekaligus mantan Dirjen Per- hubungan Udara Herry Bhakti S Gumay ke- tika dihubungi Investor Daily , Jumat (16/1). “Kalaumasalahperalatan,secanggihapapun alat itu bisa langsung dibeli, tapi masalahnya siapa yang akan mengoperasikannya,” kata Konsultan Penerbangan Gerry Sujadman. Menurut Gerry, setidaknya untuk men- cukupi kebutuhan SDM dibutuhkan waktu dua tahun.

JAKARTA – Seiring makin merosotnya harga minyak, Presiden Jokowi kembali menurunkan harga premium dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 6.600 dan solar dari Rp 7.250 per liter menjadi Rp 6.400, mulai Senin 19 Januari 2015 pukul 00.00 WIB. Elpiji 12 kg juga diturunkan dari Rp 134.000 menjadi Rp 129.000 dan semen produksi BUMN ditu- runkan dari Rp 54.000 per sak menjadi Rp 51.000. YLKI meminta pemerintahmendorong agar harga barang konsumsi juga bisa turun. Penurunan harga BBM ini merupakan kali kedua yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, per 1 Janu- ari 2015 pukul 00.00 WIB, harga premium diturunkan dari Rp 8.500 per liter menjadi Rp 7.600 dan solar dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 7.250. Pemerintah sekaligus menghapus subsidi premium di Jawa, Madura, dan Bali, namun masih memberlakukan subsidi tetap Rp 1.000 per liter untuk solar. “Kami sampaikan, mulai Senin pukul 00.00 WIB, harga premium turun menjadi Rp 6.600 per liter dan solar menjadi Rp 6.400 per liter.

bunga acuan ( BI rate ) pada level 7,75%. Sementara itu, perbankan belum berencana untuk menaikkan suku bunga deposito dan kredit.

>> 9

Elpiji 12 kg turun menjadi Rp 129 ribu dan se- men yang diproduksi BUMN (Grup Semen Indonesia) turun Rp 3.000 per sak.

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3947

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook HTML5