SP180407

Suara Pembaruan Utama MRT Lebak Bulus-HI Siap Beroprasi Sabtu-Minggu, 7-8 April 2018

3

twitter@mrtjakarta

Depo MRT Lebak Bulus

SP/Joanito De Saojoao Pekerja menurunkan gerbong kereta Mass Rapid Transit (MRT) dari kapal Ellensborg di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/4/2018). Rangkaian kereta MRT tiba di Jakarta dengan jumlah gerbong sebanyak 12 unit yang nantinya akan langsung dibawa ke Depo Lebak Bulus untuk selanjutnya dilakukan uji coba.

twitter@mrtjakarta

Stasiun MRT Sisingamangaraja

[JAKARTA] Pengerjaan proyek mass rapid transit (MRT)yangdimulai sejak 2013 sudah hampir kelar. Pada Oktober 2018nanti,moda transportasi massalmodern ini bakal diujicobakan dan Maret 2019 akan beroperasi. Sebanyak12gerbongkereta yang terdiri dari delapan gerbong badan keretadanempatgerbongkepalakereta tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/4) dan keluar dari kapal pengangkut pada Sabtu (7/4). Kepala Divisi Sekretaris Perusa- haan PTMRT, Tubagus Hikmatullah mengatakan, MRT Lebak Bulus-HI memiliki tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Statsiun layangadadiLebakBulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja. Sedangkan stasiun bawah tanah ter- dapat di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI. Hikmat mengakui, sejauh ini belum dilakukan kajian mendalam untuk mengukur efektivitas MRT dalammengurangi jumlah kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. Begitu juga dengan penetapan be- saran tarif. Sebelumnya, Direktur Utama PT MRTJakartaWilliamSabandarmem- perkirakan tarif ideal bagi penumpang MRTJakartaberkisarRp8.000hingga Rp 10.000 per penumpang. Dengan tarif tersebut, masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan pribadi di Jakarta diperkirakan mau berpindah kemoda transportasi publik berbasis rel tersebut. Ke Depo Menurut Hikmatullah, proses pengeluaran keretaMRTdari Jepang memakan waktu empat hari, 4-7 April. Proses ini meleset dari target jadwal yangditentukanolehPT(MRT) Jakarta. Sedianya,setelahtibadiPelabuhan TanjungPriokdua rangkaiangerbong keretaMRTJakarta langsungdiproses pengangkutan dari kapal sehingga

pada Kamis (5/4) malam, seluruh gerbong kereta sudah bisa diangkut ke Depo Lebakbulus. Namun, karena kapal pengangkut juga membawa muatan pupuk, bongkar muat gerbong kereta di- lakukan setelah proses pengeluaran pupuk. Proses pengiriman kereta ke Depo dilaksanakan Sabtu (7/4) malam hingga Senin. Pelaksanaan dari pukul 22.00 hingga 05.00 WIB untukmengurangi dampakkepadatan lalu lintas yang akan ditimbulkan dari pengiriman gerbong kereta. Untuk 14 set rangkaian kereta yang terdiri dari 84 gerbong kereta lainnya, akanmulai dikirimpada akhir Juni. Ditargetkan pada akhir Oktober seluruhenambelassetrangkaiankereta MRT Jakarta akan tiba di Jakarta dan disiapkan untukmengikuti rangkaian proses uji coba. Pada MRT Fase I Lebak Bulus – Bundaran HI ini, PTMRT Jakarta menyiapkan 16 set rangkaian kereta di mana 14 set rangkaian akan diop- erasikan dan dua set akan disiagakan sebagai cadangan. MRT Jakarta akan beroperasi pada pukul 05.00 hingga 24.00 WIB dengan rentang

waktu antarkereta lima menit pada jam sibuk. Kereta akan dioperasikan denganmenggunakan sistemoperasi otomatis dan sistem persinyalan communication-based train control yang dikendalikan dari operation control center. Spesifikasi gerbongkereta terbuat dari stainless steel, memiliki dimensi 2,950 mm x 3,655 mm, serta dapat menampungpenumpanghingga1.850- 1.900orangper rangkaiankereta. Satu rangkaian kereta terdiri dari enam gerbong. PTMRT Jakarta memesan 16 rangkaian atau 96 gerbong. Proses pengerjaan gerbong terse- but sesuai dengan paket pengadaan atautenderCP-108yangdimenangkan oleh Sumitomo Corporation pada Maret 2015. Pihak Sumitomo lantas menunjuk Nippon Sharyo Ltd untuk memproduksi 16 rangkaian kereta rel listrik. Kereta-kereta tersebut dibuat di Kota Aichi, terletak di antara Tokyo dan Osaka, Jepang. Perusahaan ini pula yang telah membuat 3.000 ger- bong kereta cepat Shinkansen sejak tahun 2010. Kereta produksi Jepang inimemi- liki daya tahan 20 hingga 30 tahun.

Dirut PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, dengan telah tibanya dua set kereta MRT Jakarta menandakan impian warga Jakarta memiliki transportasi publik yang modern, canggih, nyaman, aman dan cepat tinggal selangkah lagi.Apalagi, saat ini, pihaknya sudahmeluncurkan kawasan Transit Oriented Develop- ment (TOD) di StasiunMRTDukuh Atas. Kawasan ini akanmenggabun- gkan empatmoda transportasi publik, yaituMRT Jakarta, LRT, Commuter Line dan Transjakarta. “Kita semakin optimistis MRT Jakarta dapat beroperasi pada Maret 2019,” kata William. Menurut Hikmatullah, MRT Fase I memiliki panjang 16 km dari Lebak Bulus-HI. Rencananya nanti bakal dipanjangkan lagi sampai ke Tangerang Selatan (Tangsel). Sedangkan pengerjaan fase II MRT bakal dilakukan pada 2018 ini setelah peletakanbatupertama (groundbreak- ing) dilakukan. Dia memperkirakan pengerjaandilakukanDesember 2018 atau pada triwulan keempat. Mengurai Kemacetan Sementara, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyebutkan MRT tidak akan mampu mengurai kemacetan sepanjang pembatasan kendaraan dan integrasi antarmoda angkutan umum tidak dibenahi Pemprov DKI Jakarta. “KapasitasMRTterbatas,makaitu MRTharus terintegrasi denganmodel angkutan transportasi lainnya seperti KRL, BusTransjakarta dan angkutan lainnya,” ujar Djoko, Sabtu (7/4). Masalah utama yangmengganjal lancarnya arus lalu lintas di kota Jakarta adalah akses kendaraan yang tidak mampu menjangkau warga hingga ke perumahan-perumahan dan kampung-kampung. “Pemprov belum memiliki program yang mampu menjangkau warga di peru- mahan-perumahan, kampung-kam- pung, apartemen-apartemen dengan transportasi yang akses. Seharusnya

transportasi seperti angkot atau bus bisa masuk hingga perumahan atau tempat tinggal warga. Inilah yang membuat warga enggan beralih ke transportasi umum,” ujarnya. Djoko juga pesimistis program Oke Otrip akan berjalan dengan baik. “Logikanya Oke Otrip itu kan dicanangkanagarwargamenggunakan angkutan kota, sementara tidak ada pelarangan sepeda motor melintas di jalan protokol. Jadi bagaimana mungkinOkeOtrip bisa diterapkan,” katanya. Djoko menambahkan, Pemprov tidak boleh lupa untuk membangun jalur pedestrian yang nyaman. “May- oritas pengguna angkutan adalah warga yang juga pejalan kaki. Jadi aksesibilitas kendaraan berhubungan erat denganpedestrianyangnyaman,” tukasnya. Secara terpisah pengamat trans- portasi dari Forum Warga Kota Jakarta, Azaz Tigor Nainggolan menilai Pemprov DKI tidak serius membenahi transportasi kota. “Kendalanya ada pada sistem dan manajemen yang buruk. Jadi berapa pun MRT, LRT, KRL, Bus Trans- jakarta dan angkutan kota kalau sistemnya tidak dibenahi maka Jakarta tidak akan pernah berubah dari kemacetan,” katanya. Sistem yang dimaksud Tigor yakni angkutan massal yang memi- liki akses tersebar dan terintegrasi. “Jakarta memiliki anggaran yang cukup untuk membenahi sistem transportasi. Contohlah Malaysia atau Singapura yang memudahkan warganyamenggunakan transportasi massal. Di Jakarta, warga sulit ber- pindah dari kendaraan pribadi pada transportasi umumselama kendaraan tersebut tidak akses dan terintegrasi satu dengan yang lain,” tukas Tigor. Dia mencontohkan, penempatan bus Transjakarta di kawasan Tanah Abang danmembludaknya angkutan daring adalah bukti buruknya mana- jemen transportasi di Jakarta. [161/LEN/E-11]

twitter@mrtjakarta

Stasiun MRT Senayan

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online