SP160923

Metropolitan

Suara Pembaruan

28

Jumat, 23 September 2016

SylvianaMurni CawagubDKI Ahok Dukung PNS yang Ingin Jadi Kepala Daerah

orang yang aktif dan rajin berorganisasi. Namun, Basuki menga- takan, selama ini dalam ke- giatan yang menyangkut d e n g a n P i l g u b DK I , Sylviana sama sekali tak pernah berizin apa pun pa- danya. "Dia tidak pernah izin, dia selalu bergerak diam-di- am. Saya sudah ikuti dia. Saya sudah Whats App dia dari pagi, selamat semoga sukses. Semua kan kehen- dak Tuhan, kekuasaan pu- nya Tuhan. Dia belum balas tapi sudah baca," katanya. Basuki mengaku sudah mengetahui tanda-tanda Sylviana akan ikut mera- maikan Pilgub DKI kali ini sejak dua tahun lalu. Menu r u t nya , s a a t i t u Sylviana sudah mengum- pulkan orang Betawi dan para mantan pejabat. Sylviana Murni me- nyampaikan, dirinya akan l ang s ung menga j ukan pengunduran diri kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Hal tersebut harus dilaku- kannya demi keprofesiona- lan sebagai pejabat birokra- si. "Saya mesti mundur du- lu, saya lapor Pak Gubernur, saya harus profesional. Saya izin dulu untuk mun- dur," ujarnya. Meskipun sempat terke- jut dengan nama Agus Harimurti Yudhoyono yang akan menjadi gubernur, Sylviana mengaku siap un- tuk maju meramaikan Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Sebab menu- Juwita alias Hani, korban sempat merasa tidak enak di mulut, kejang-kejang dan kesulitan bernapas, menurut Richard bukanlah spesifik gejala keracunan sianida. Gejala itu bisa di- sebabkan soal-soal lain se- perti penyakit. "Gejala itu dapat terjadi karena kondisi patologis yang terjadi akibat ganggu- an pada jantung, otak, dan paru-paru. Misalnya, pada orang tersebut terdapat pembekuan darah dalam jumlah besar, yang bisa me- nyebabkan reaksi berantai, akhirnya kejang dan me- ninggal dunia dengan ce- pat," tutur dia. [Ant/Y-4]

rutnya, pengabdian kepada negara bisa dilakukan di mana saja. Ditambah lagi, tagline yang diusung yakni Jakarta untuk Rakyat dinilainya merupakan suatu lahan un- tuk dirinya bisa berjuang melayani rakyat. Kendati demikian, rupanya Sylviana belum sempat berbicara ke- pada Basuki. "Ini kan tiba-tiba. Saya tidak mengerti juga. Ini Allah yang menentukan. Sama sekali tak terpikir. Saya dipanggil, diundang (partai), saya ngobrol-ngo- brol. Dianggap fit and proper, oke," katanya. Rencananya, Sylviana akan mendaftarkan diri ke KPU DKI Jakarta selepas maghrib nanti. Saat ini diri- nya akan menyiapkan doku- men-dokumen terlebih dahu-

lu sebagai persyaratan untuk mendaftarkan diri menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. "Saya mau menyiapkan bahan, pagi ini. Tergantung Pak Gubernur, kapan ada- nya (minta izin)," ujarnya. Dalam kesempatan itu, B a s u k i me n y a t a k a n , Sylviana harus berhenti jadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan DKI Jakarta. Hal tersebut dikarenakan Sylviana sudah didapuk se- bagai calon wakil gubernur. Keduanya akan maju diu- sung oleh empat partai, yakni Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP. "Nanti kalau ditetapkan sebagai calon, dia harus berhenti jadi PNS saja. Sekarang belum, santai sa- Mundur

ja," ujar Basuki.

Kendati sudah resmi maju, Basuki mengaku ke- beradaan Sylviana di ajang Pilgub DKI kali ini tidak menjadi pesaingnya yang berat. Pasalnya selama ini Sylviana merupakan mitra kerja dalam melakukan ber- bagai program pembangun- an di internal Pemprov DKI. Termasuk juga persa- ingannya dengan Agus yang menjadi bakal calon gubernur, menurutnya, ti- dak bisa dibandingkan de- ngannya. Pasalnya Agus belum memiliki pengalam- an dalam memimpin suatu wilayah. "Semua orang kalau su- dah ditetapkan jadi calon ya seimbang. Posisi seimbang kan bapaknya presiden se- lama 10 tahun," pungkas- nya. [D-14]

dok sp

Sylviana Murni

[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyambut baik majunya Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Sylviana Mu r n i d i P em i l i h a n Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Sylviana men- jadi cawagub bersama de- ngan cagub Agus Harimurti Yudhoyono. "Ya bagus dong, saya sudah bilang, saya dorong PNS yang punya ambisi ja- di kepala daerah," ujar Basuki di Balai Kota, Jumat (23/9). [JAKARTA] Pakar foren- sik patologi asal Australia Richard Byron Collins me- nyatakan, penyebab kema- tian Wayan Mirna Salihin tidak bisa dipastikan. kare- na masih ada faktor-faktor yang belum diketahui. "Faktor-faktor itu adalah tidak ada bukti toksikologi pada tiga organ utama tubuh yaitu jantung, otak, dan pa- ru-paru yang memperlihat- kan sianida terlibat dalam kematian korban," ujar Richard yang didatangkan sebagai saksi ahli untuk ter- dakwa pembunuhan Mirna, J e s s i c a Wo n g s o d i Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (22/9).

Menurutnya, apabila PNS memiliki ambisi untuk menjadi kepala daerah me- lalui pemilihan langsung, maka seharusnya yang ber- sangkutan bekerja dengan baik selama berada di pe- merintahan. Itulah mengapa dirinya selalu menggung- gah video rapat ke Youtube supaya masyarakat bisa me- nilai. Basuki tak ingin menilai bagaimana kinerja Sylviana selama ini. Ia menyerah- kannya kepada publik, ken- dati demikian menurutnya Sylviana yang merupakan Disebutkan, penyebab tewasnya Mirna hanya da- pat dipastikan dengan auto- pso secara menyeluruh dan lengkap, sesuatu yang ti- dak dilakukan oleh pihak penyidik dalam kasus ini karena permintaan pihak keluarga korban. Tindakan forensik Polri yang hanya melakukan pe- meriksaan luar (patologi anatomi) dan mengambil sampel cairan lambung, hati, empedu dan urin di- anggap Richard masih ku- rang. Sementara terkait geja- la-gejala Mirna sebelum meninggal, yang seperti di- gambarkan saksi Boon

Penyebab Kematian Mirna Tidak Pasti

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker