SP170131

Suara Pembaruan

28

Selasa, 31 Januari 2017

Ketua MUI Jadi Saksi Pertama Sidang Basuki

[ J A K A RTA ] J a k s a Penuntut Umum (JPU) me n g h a d i r k a n Ke t u a Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai saksi pertama untuk mem- berikan keterangannya da- lam sidang kedelapan kasus dugaan penodaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahja Purnama ali- a s Ahok , d i Ge dung Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1). Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta U t a r a Dw i a r s o Bu d i Santiarto, terlebih dahulu mengambil sumpah Ma'ruf sebelum yang bersangkutan bersaksi. Selanjutnya, me- nanyakan apakah mengeta- hui perihal kasus dugaan penodaan agama yang didu- ga dilakukan Basuki. Merespons pertanyaan

itu, Ma'ruf menyampaikan, mengetahui perkara itu me- lalui pemberitaan media massa, kemudian banyak pihak meminta MUI untuk mengeluarkan pendapat. "Permintaan masyara- kat. Ada permintaan lisan dan tertulis agar (MUI) se- gera ada pendapat," ujar Ma'ruf. Dikatakannya, setelah banyaknya permintaan ter- masuk salah satunya forum anti penistaan agama, MUI kemudian membentuk tim yang terdiri dari komisi fat- wa, pengkajian, perundang -undangan, dan informasi komunikasi. "Ada 20 orang yang membahas, melaku- kan penelitian, investigasi di lapangan," ujar dia. Ia mengungkapkan, MUI melakukan pembahas- an selama 11 hari sejak 1-11 O k t o b e r 2 0 1 6 . Kesimpulannya, Basuki di-

duga melakukan penodaan agama terkait mengutip su- rat Al Maidah Ayat 51. "Sudah lakukan peneli- tian, investigasi dan me- nyimpulkan bahwa ucapan- nya itu mengandung peng- hinaan terhadap Alquran dan ulama. Produknya ke- putusan pendapat dan sikap keagaaman MUI," katanya. Ia menambahkan, ke- simpulan pembahasan itu produknya lebih tinggi dari pada fatwa, karena melibat- kan empat komisi. "Lebih tinggi ini, karena dibahas bukan hanya komisi fatwa, tapi empat komisi dan juga pengurus harian. Jadi lebih banyak yang terlibat," tan- dasnya. Dalam sidang itu, JPU juga menghadirkan mantan K o m i s i o n e r K o m i s i Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahlia Umar. Tim penasihat hukum

Ahok menduga, JPU meng- h a d i r k a n m a n t a n Komisioner KPU DKI Jakarta untuk menggali du- gaan pelanggaran kampa- nye pada saat berpidato di Kepulauan Seribu. "Mungk i n d i a mau menggali soal pelanggaran kampanye pak Ahok di Pulau Seribu, kan bisa saja itu terjadi," ujar salah satu pengacara Basuki, Sirra Prayuna. Diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Utara kem- bali menggelar sidang lan- jutan kasus dugaan penoda- an agama yang diduga dila- kukan Basuki, hari ini. JPU agendanya meng- hadirkan lima orang saksi yakni, Jaenudin alias Panel bin Adim dan Sahbudin ali- as Deni (keduanya nelayan Pulau Panggang), lalu Dahlia (Anggota KPU DKI Jakarta periode 2013-2018),

dan Ibnu Baskoro sebagai saksi pelapor yang tinggal di Jakarta. Sidang dimulai pukul 09.00 WIB. Sementara itu, berkaitan dengan saksi pelapor Ibnu Ba s k o r o , Ke t u a Tim Penasihat Hukum Ahok, Trimoelja D Soerjadi me- mi n t a kepada Ma j e l i s Hakim PN Jakarta Utara untuk melakukan pemang- gilan paksa terhadap yang bersangkutan, karena sudah tiga kali kali mangkir dalam persidangan. "Kita minta dia (Ibnu) dihadirkan secara paksa di p e r s i d a n g a n , " k a t a Trimoelja. Menurutnya, Ibnu harus mempertanggungjawabkan laporan yang dibuatnya da- lam persidangan. "Mereka kan lapor, me- reka harus bertanggung ja- Panggil Paksa

wab atas pelaporannya dong. Justru kalau tidak ha- dir jadi pikir ada misteri apa? Itu yang ingin kita ga- li," tandasnya. Sementara itu, Polisi mulai mengurangi personel yang mengamankan sidang Ahok karena massa pende- mo t e r u s b e r k u r a n g . "Personel yang kemarin le- bih banyak kemungkinan agak dikurangin sedikit, ka- rena kita lihat kemarin izin- nya tidak sebanyak hari p e r t ama d a n k e d u a . Jumlahnya ribuan (perso- nel)," ujar Kasubbag Humas Po l r e s Me t r o J aka r t a Selatan Kompol Purwanta, Senin (30/1). Dikatakannya, penga- manan sidang lanjutan ka- sus dugaan penodaan de- ngan agenda pemeriksaan saksi itu, tetap mengguna- kan pola ring. [BAM/Y-4]

Tahanan Kabur Dibekuk

SP/JOANITO DE SAOJOAO Petugas Dir IV Narkoba Mabes Polri menggiring tahanan yang kabur dalam rilis di kantor Dir IV Narkoba, Cawang, Jakarta Timur, Jakarta, Senin (30/1). Dittipidnarkoba Bareskrim berhasil me- nangkap enam dari tujuh tahanan yang kabur dan mencari satu orang atas nama Antony Bin M. Ridwan yang melarikan diri dari rumah tahanan dengan cara melubangi dinding toilet pada Selasa (24/1) dini hari.

Pengibar Bendera IS di Penjagalan Dibekuk

[JAKARTA] Polisi mem- bekuk IK (45), pria anggo- ta salah satu organisasi ke- masyarakatan yang mema- sang bendera Negara Islam ( I S ) d i P e n j a g a l a n , Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (30/1). IK mengibar- kan bendera dengan tulisan Arab dan mirip lambang atau logo organisasi IS. Kasubag Humas Polres Me t r o J a k a r t a Ut a r a Kompol HM Sungkono menjelaskan, IK merupa- kan anggota ormas yang identik dengan seragam berwarna putih. "Pelaku sudah diaman- kan di Polsek dan anggota

kepolisian juga sudah me- mintai keterangan dari SA (66) yang menyaksikan pe- masangan bendera oleh pe- laku," kata Sungkono, Senin (30/1). Ia mengungkapkan, pe- laku memasang bendera bertuliskan dua kata yakni Lailahaillah Muhammada Rosulloh itu setelah aksi damai pada 2 Desember 2016 lalu di kawasan Monas, Jakarta Pusat. "Setelah itu anggota (Wa k a p o l s e k Me t r o Penjaringan Kompol Safi'I Nafsikin) mengecek dan menggeledah rumah pela- ku yang kemudian ditemu-

kan sejumlah atribut or- mas," tutur dia. Dari kediaman IK, poli- si mengamankan senjata tajam berupa dua bilah go- lok, satu bilah arit, satu bendera diduga bendera IS beserta tiang bambu, satu bendera Indonesia, KTP, SIM C, dan STNK sepeda motor Suzuki Smash de- ngan nomor pelat B-6616- CYT, satu unit HP Nokia, dan baju seragam ormas berwarna putih berikut foto bergambar ormas tertentu. "Tersangka masih kita periksa sembari menunggu konfirmasi dari pihak kelu- arga," tandasnya. [C-7]

Made with FlippingBook flipbook maker