ID191114

kamis 14 NOVEMBER 2019

24

Investor Daily/DAVID

Kesepahaman (MoU) dan Per- janjian Kerja Sama (PKS) terkait Pendaftaran Tanah, Penanganan Permasalahan Aset & Agunan di Jakarta, Selasa (12/11). Hadir pada acara tersebut Menteri ATR/ BPN RI Sofyan A Djalil, Wakil Menteri BUMN RI Budi Gunawan Sadikin, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan Direk- tur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati. Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi menuturkan, pelaksan- aan HT eL meliputi pendaftaran Hak Tanggungan, roya, tukar me- nukar data, hingga informasi per- tanahan. “BNI siap mendukung upaya Kementerian ATR/BPN RI yang terus melakukan inovasi di- gital guna meningkatkan layanan pertanahan kepada masyarakat,” dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Selasa (12/11). Selain berkontribusi dalam pengembangan sistem HT eL, sebelumnya, BNI dan Kemen- terian ATR/BPN telah bekerja sama dalam pendaftaran tanah, penanganan permasalahan aset dan agunan milik BNI, pertukaran data dan informasi, hingga dukun- gan terhadap program prioritas nasional BPN, serta peningkatan kompetensi SDM. “Tidak hanya itu, sejak tahun 2016, BNI telah menjalin kerja sama dengan Kementerian ATR/ BPN, mulai dari penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perb- ankan, percepatan ser tifikasi hak atas tanah, dan penanganan permasalahan tanah agunan milik debitur dan/atau nasabah binaan BNI,” ujar Susi. Sebagai bank digital, BNI men- dukung program digitalisasi Ke- menterian ATR/BPN melalui im- plementasi penggunaanmini ATM BNI. Mini ATM tersebut dapat digunakan untuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian ATR/BPN dari pelayanan survei, pengukuran dan pemetaan, pelayanan pendaf- taran tanah, pelayanan pendaftaran menghapuskan hak tanggungan / roya, dan pengecekan sertifikat. (nid/ris) kondisi terus memburuk,” tutur Hendrawan. Menurut dia, seharusnya OJK sebagai regulator bisa mem- berikan solusi atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi indus- tri di bawah pengawasannya. Seba- liknya, OJK justru seolah berdiam diri melihat kasus tersebut. “Seharusnya pendarahan dan skandal dihentikan sedini mun- gkin dengan tegas tanpa pandang bulu. Kami tahu, skandal di dua lembaga asuransi tersebut sudah terjadi sebelum OJK lahir,” tegas Hendrawan. Pihaknya juga menilai, sebagai regulator, OJK memiliki kewen- angan untuk memberikan sanksi kepada industri yang melanggar hukum. “Harusnya bisa menye- lesaikan dengan tegas, decisive . Yang melanggar hukum segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum,” lanjut dia. Untuk BI, pengawasan dilak- ukan sebagai perwujudan mekan- isme saling mengawasi dan sa- ling mengimbangi ( checks and balances ) antarlembaga negara. Hal tersebut diperlukan untuk mewujudkan akuntabilitas pelak- sanaan tugas dan wewenang bank sentral tersebut kepada publik. Badan Supervisi BI dibentuk untuk membantu DPR dalam melaksanakan fungsi pengawasan di bidang tertentu terhadap BI. Adapun Badan Supervisi diben- tuk dalam upaya meningkatkan akuntabilitas, independensi, trans- paransi, dan kredibilitas BI. Badan Supervisi terdiri atas lima orang anggota terdiri dari seorang ketuamerangkap anggota, dan em- pat orang anggota yang dipilih oleh DPR dan diangkat oleh presiden untuk masa jabatan tiga tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya. (nid)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka senilai US$ 750 juta dengan opsi peningkatan fasilitas pinjaman hingga US$ 1 miliar. Dana terse- but akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis, termasuk penyaluran kredit BNI. Corporate Secretary BNI Meili- anamengatakan, fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 3,5 tahun dan 5 tahun. Pinjaman tersebut bersifat tanpa jaminan ( clean basis ) . Meski demikian, BNI tidak menyebutkan besaran bunga pada fasilitas pinjaman tersebut. Pin- jaman sindikasi tersebut terbagi menjadi dua seri. Seri A sebesar US$ 375 juta dengan periode jatuh tempo 3,5 tahun sejak tanggal pen- arikan, dan Seri B sebesar US$ 375 juta dengan tenor selama 5 tahun sejak tanggal penarikan. “Fasilitas pinjaman ini akan digunakan antara lain utnuk ek- spansi bisnis dan pembiayaan kembali utang yang telah ada ( debt refinancing ) ,” terang Meili- ana dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/11). Adapun CTBC Bank Co Ltd bertindak sebagai mandated lead fasilitas pinjaman BNI. Sedangkan arrangers dan bookrunners pin- jaman ini adalah MUFG Bank Ltd, Standard Chartered Bank (Singapore) Ltd, SumitomoMitsui Banking Corporation Singapore Branch, dan United Overseas Bank Ltd. Pembayaran Hak Tanggungan Online Sementara itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng BNI untuk mem- permudah masyarakat dapat men- gurus Hak Tanggungan secara on- line . Kemudahan proses tersebut juga dibarengi dengan digitalisasi pembayaran dari BNI melalui Hak Tanggungan Elektronik atau HT eL. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota JAKARTA–DewanPerkwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI menilai perlu membentuk lembaga pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti halnya Bank In- donesia (BI) yang memiliki Badan Supervisi BI (BSBI). Untuk itu, akan dilakukan revisi Undang-un- dang OJK dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2020-2024. “Harus revisi UU, jadi masuk pr o l egnas 2020 - 2024 du l u . Mudah-mudahan bisa disele- saikan,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno ketika dihubungi Investor Daily , Rabu (13/11). Hendrawan menjelaskan, se- belum ada OJK, pengawasan perbankan berada di bawah BI yangmemiliki lembaga pengawas. Namun, setelah dibentuk OJK dan pengawasan perbankan beralih ke OJK, tidak ada yangmensupervisi. Hal tersebut juga karena revisi UU OJK Nomor 21 Tahun 2011 tidak bisa diselesaikan DPR pada periode sebelumnya. “Dulu saat OJK belum lahir dan pengawasan perbankan ditangani BI, BSBI dibentuk untuk mensu- per visi BI. Ketika pengawasan perbankan ke luar dari BI, mestinya lembaga supervisi yang sama ada di OJK. Tapi saat itu kami luput, jadi itu konsekuensi logis saja,” terang Hendrawan. Dengan tidak adanya lembaga yang mengawasi OJK, Hendrawan menyebut, sulit melakukan pence- gahan dan penanganan krisis apabila OJK melakukan kesala- han dalam mengawasi industri sektor keuangan. Seperti yang terjadi pada kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan juga AJB Bumiputera yang tidak kunjung selesai hingga saat ini. “OJK lebih menerapkan strategi buying time dan kurang agresif-solutif. Terbukti

Allianz dan Gojek Perluas Manfaat Asuransi GoRide Karyawan Allianz Indonesia memberikan sosialisasi ragam asuransi yang tersedia bagi pengemudi Gojek, Jakarta, kemarin. Allianz Indonesia, mengumumkan perluasan kerja sama strategis dengan Gojek dan PasarPolis dalam memberikan asuransi perjalanan terhadap layanan GoRide. Penumpang GoRide dan mitra driver Gojek kini mendapat perlindungan lengkap selama perjalanan, mulai dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan.

memberikan iklim positif investasi ke PNM,” pungkas Arief. Pembiayaan Mekaar Pada kesempatan itu, Arief juga mengatakan, per 9 September 2019, PNM telahmenyalurkan Rp 15,4 triliun untuk nasabahMekaar, dengan jumlah akumulasi penyaluran sebesar Rp 29,7 triliun dan outstanding Rp 10,1 triliun. “Adapun total jumlah nasabah Mekaar mencapai 5.710.745 nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia dan didampingi oleh 23.223 account officer (AO) atau tenaga pendamping lapangan yang tersebar di 2164 kantor layanan,” ungkap Arief. Tahun depan, PNM menargetkan total pembiayaan nasabah PNM Mekaar dan PNM UlaMM sebesar Rp 26 triliun. Angka itu melonjak signifikan dari realisasi pembiayaan sampai akhir tahun ini yang diprediksi mencapai Rp18,5 triliun. Adapun hingga saat ini PNMmemi- liki total aset Rp 23,9 triliun, dengan total liabilitas sebesar Rp 21,1 triliun, total ekuitas sebesar Rp 2,8 triliun dan total aset produktif sebesar Rp 18,2 triliun. PNM pun telah memiliki 2854 kantor layanan yang terdiri dari 62 kantor cabang PNM, 628 kantor layanan ULaaMM serta 2164 kantor cabang Mekaar. “Pada acara ini kami tidak mu- luk-muluk, Rp 100 miliar target ap- likasi. Sekarang cenderung ticket size -nya mengecil, termasuk Sinarmas Land ini bangun rumah dengan pen- awaran dibawah Rp 1 miliar juga,” jelas dia. Ignatius memaparkan, pihaknya masih optimistis pada akhir 2019 sek- tor properti masih diminati, khususnya pada segmen end user dengan tipe ban- gunan 70meter persegi. Penyebabnya, kenaikan harga properti di tipe 36 meter persegi dan masih dominannya pemanfaatan KPR untuk pembelian hunian oleh konsumen, yaitu 70%, se- suai survei harga properti residensial Bank Indonesia per Juni 2019. “Melalui event ini, kami ingin mem- berikan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk memiliki hunian idaman di lokasi terbaik. Semoga masyarakat dapat meman- faatkan kesempatan ini dengan se- baik-baiknya,” kata Ignatius. Pada acara tersebut, Bank Mandiri serta perusahaan anak, yakni Bank Syariah Mandiri dan AXA Mandiri Financial Services menawarkan spe- cial promo untuk nasabah Mandiri Group dan nasabah Sinar Mas Land. Yaitu suku bunga Mandiri KPR mulai dari 4,5% fixed 1 tahun, diskon 20% premi Asuransi dan free e-Money untuk nasabah yang apply KPR. (c04)

Lebih lanjut Arief mengungkapkan, terkait obligasi tersebut, PNM juga mendapatkan kenaikan peringkat dari idA menjadi idA+. Hal tersebut berdasarkan hasil rapat Sertifikat Pemantauan Khusus ( special review ) Pemeringkatan atas Perusahaan oleh PT Pefindo yang ditetapkan pada 23 Oktober 2019. Adapun peringkat ini berlaku pada periode 23 Oktober 2019 sampai dengan 1 Mei 2020. “Peringkat tersebut diberikan ber- dasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan tidak audit per 30 September 2019 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2018,” ujar Arief. Menurut dia, obligator dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indone- sia lainnya untuk memenuhi komit- men keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. “Sedangkan tambahan tanda tam- bah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. Kenaikan peringkat tersebut mem- bawa dampak positif bagi PNM, selain perusahaan lebih dipercaya, juga Sekarang kami juga main di (luas wilayah) 2 hektare (ha), 5 ha, yang kecil-kecil. Dulu kami tidak main di sana,” terang Ignatius. Menyasar nasabah rumah pertama juga dilakoni perseroan dengan meng- gandeng pengembang tier II. Hingga Oktober 2019, Bank Mandiri tercatat menggandeng sebanyak 400 pengem- bang. Bahkan, tahun depan perseroan menargetkan bisamenggandeng 1.000 pengembang dengan status tier II. Pasalnya, sambung Ignatius, porto- folio KPR invetasi terus menunjukan penurunan. Saat ini sektor tersebut hanya berkontribusi sebesar 10-20%. Kemudian, kredit pemilikan aparte- men (KPA) pun turut ditahan pemas- arannya, perseroan hanya berkenan untuk melayani KPA dengan kriteria wilayah dekat kampus dan di atas pusat perbelanjaan. Gandeng Sinarmas Land Pada kesempatan itu, BankMandiri punmenggandeng pengembang prop- erti Sianarmas Land guna menggenjot segmen KPR perseroan pada akhir tahun ini. Ignatius mengemukakan, proyeksi nilai kerja sama tersebut mencapai Rp 100 miliar. Adapun kerja sama juga direalisasikan dengan kehadiran promo bertajuk Mandiri Fiesta Expo pada 12-17 November 2019 di Lippo Mall Puri.

Oleh Aris Cahyadi

JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menerbitkan obligasi tahap II tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,35 triliun. Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawan Umum Berkelanjutan (PUB) III PNM dengan nilai total Rp 6 triliun. Adapun obligasi tahap I tahun ini sudah diterbitkan sebesar Rp 2 triliun.

Jakarta, Rabu (13/11). Arief menjelaskan, obligasi tersebut terdiri atas dua seri, yakni Seri A se- besar Rp 586,50 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,40% per tahun dan tenor tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi. Sedangkan Seri B sebesar Rp 763,50 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan tenor lima tahun terhitung sejak tanggal emisi. Untuk Join Lead Underwriter (JLU) obligasi ini akan dilakukan oleh PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. capai Rp 33 triliun, atau tumbuh 1,5 % (yoy). “Masih bagus naik karena (penjualan kendaraan) kan sedang turun,” imbuh dia. Proyeksi lini bisnis konsumer untuk dapat tumbuh 5% (yoy) juga didukung oleh bisnis kartu kredit dan KTA yang di klaimmasing-masingmasih tumbuh dua digit. Meski begitu, Proyeksi lini bisnis konsumer akhir tahun 2019 Bank Mandiri terbilang melambat dibandingkan perolehan tahun 2018 yang tumbuh mencapai 11,6% (yoy). “Paling (tumbuh akhir tahun) sekitar 5%. Yang (pertumbuhan) paling tinggi itu di kredit mikro, kredit tanpa agunan karena kita ada fokus pada payroll -nya Mandiri,” tambah Ignatius. Sementara itu, dia menyatakan, khusus untuk bisnis KPR pihaknya akan lebih fokus pada penjualan dengan ticket size yang lebih kecil. Hal tersebut ditengarai oleh kebu- tuhan tinggi dari rumah pertama dari masyarakat. Sejak Juli 2019, pihaknya memperoleh peningkatan aplikasi dengan ticket size dibawah Rp 500 juta. Perseroan mencatat peningkatan per bulan mencapai Rp 1,3-1,5 triliun pada sektor tersebut. “Jadi pada semester II-2019 kita tidak hanya fokus pada pengembang tier I, tapi masuk ke tier II yang har- ganya dibawah Rp 500 juta. Segmen itu tersebar di Jawa dan luar Jawa.

Direktur Utama PNMArief Mulyadi mengatakan, dana yang diperoleh dari hasil penawaran obligasi ini akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja PNM, yang disalurkan untuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat dua produk andalannya, yakni Unit LayananModal Mikro (ULaMM) dan Membina Eko- nomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). “Penerbitan obligasi ini diharapkan dapat memperkuat permodalan dalam bisnis pembiayaan dan pembinaan UMKM, mengingat per tumbuhan ekonomi sektor UMKM di Indonesia cukup menjanjikan,” kata Arief di JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk memproyeksikan lini bisnis konsumer tahun 2020 tumbuh mencapai 8-10% secara year on year (yoy). Sementara itu, tahun ini perseroan mematok lini bisnis tersebut tumbuh 5% (yoy) atau mencapai Rp 97,8 triliun. “(Target bisnis konsumer tahun 2020) tumbuh 8-10%. Mana berani tahun depan (target dua digit), setidaknya 8% lah ,” ungkap Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo ditemui di Main Atrium Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa (12/11). Dia menjelaskan, pertumbuhan lini bisnis tersebut juga harus didukung segmen bisnis di bawahnya. Adapun segmen kredit pemilikan r umah (KPR) diprediksi meningkat 10% (yoy), segmen otomotif naik 5% (yoy), kartu kredit diharapkan bisa tumbuh hingga 20% (yoy), dan kredit tanpa agunan juga diprediksi bisa melesat 20% (yoy). Ignatiusmenungkapkan, hinggaOk- tober 2019 KPR perseroan mencapai Rp 43,5 triliun atau meningkat sekitar 2,48% (yoy). Bank Mandiri mempre- diksi akhir tahun pertumbuhan dapat lebih baik, atau bisa mencapai 3% (yoy). Adapun untuk segmen otomo- tif, pada periode yang sama juga perseroan mencatat perolehan men-

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online